Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.55 kembali ke kantor


__ADS_3

Selama seminggu Raka di rawat di rumah sakit, Reksa tak mengijinkannya untuk pulang ke rumah sebelum ia benar-benar pulih kembali.


Raka memilih mengalah dan menuruti kemauan Kakeknya, walaupun sebenarnya ia sudah merasa sangat bosan.


Setiap hari Keyra juga selalu datang untuk menjenguk Raka sambil membawakan makanan.


Raka dan Keyra sekarang semakin dekat, seperti saat ini Keyra sedang membereskan barang-barang Raka untuk di bawa pulang.


Sedangkan Raka sudah mulai sibuk lagi dengan tablet dan hp nya.


Sudah hampir sepuluh hari ia tak masuk ke kantor, Leo hanya sesekali membawa berkas yang harus segera di tanda tangani oleh nya.


Reksa benar-benar memblokir aksesnya untuk bekerja selama masa pemulihan.


Dan sekarang Raka mendapat akibatnya juga, pekerjaannya menumpuk dengan banyak jadwal pertemuan juga Rapat yang tertunda.


" Semuanya sudah siap Ka " ucap Leo yang baru saja datang.


Raka mengalihkan pandangannya pada Leo, lalu melihat Keyra yang juga sudah duduk di sebelahnya.


" Yuk..." ajak Raka, berdiri sambil menggandeng tangan Keyra, lalu berjalan mendahului Leo.


" Key, kamu mau aku antar ke rumah atau mau ikut aku ke kantor?" tanya Raka saat mereka sudah duduk berdampingan di dalam mobil.


" Kamu mau langsung ke kantor?! " tanya Keyra membulatkan matanya, bagaimana mungkin orang yang baru saja keluar dari rumah sakit langsung bekerja tanpa beristirahat dulu.


" Iya, pekerjaan ku sudah lama terbengkalai karena selama aku di rumah sakit Kakek tidak mengizinkan ku untuk memegang pekerjaan sama sekali " jelas Raka lembut.


" Tapi kan harusnya kamu istirahat dulu Ka, kamu baru saja keluar dari rumah sakit, masa langsung kerja sih " cecar Keyra mengejutkan dahi nya tanda tidak setuju.


" Aku sudah sembuh Key, lagi pula aku juga bosan kalau hanya duduk atau tiduran terus " jelas Raka, mengelus lembut wajah Keyra dengan punggung tangannya.


" Kamu ini ! Ya sudah lah terserah kamu aja !" Keyra memajukan bibirnya dengan tangan di lipat di dada, ia memalingkan wajahnya ke jendela.


" Hey, gak boleh ngambek gitu dong, pekerjaan aku kan juga tanggung jawabku Key, aku janji deh akan istirahat kalau aku merasa cape oke " Rayu Raka menangkup wajah Keyra dan membawanya untuk melihat matanya.


Keyra mendengus kesal, tapi akhirnya ia mengangguk juga walau wajahnya masih saja di tekuk.


Bukan karena apa-apa Keyra melarang Raka bekerja, ia hanya khawatir dengan keadaan Raka.


Rak tersenyum lembut, " Senyum dulu dong " ucap Raka memainkan alisnya.


Keyra tersenyum lebar dengan terpaksa, menunjukan deretan gigi putih nya.


" Good Girls " ucap Raka kembali mengambil tablet di depannya, lalu mulai tenggelam bersama pekerjaan yang ada di sana, tangan satunya tak pernah melepaskan genggaman di tangan Keyra.


.


Setelah mengantar Keyra ke rumahnya Raka dan Leo langsung pergi ke kantor DWGrup.


Tidak ada yang tau kalau Raka sakit, karena selama ini Dito dan Leo beralasan kalau Raka sedang perjalanan bisnis ke luar negri.


Raka memang sering melakukan perjalanan bisnis untuk memantau perusahaan cabang di luar negri atau di luar kota.

__ADS_1


Jadi tidak ada yang curiga saat Raka tiba-tiba tidak masuk ke kantor.


" Selamat siang Presdir " sapaan dari para karyawan kantor terdengar ketika mereka berpapasan dengan Raka.


Raka hanya menganggukan kepalanya nya sedikit sebagai jawaban.


Raka langsung menerima setumpuk dokumen dari sekretaris nya dan juga Dito, saat ia baru saja duduk di kursi kebenarannya.


Raka menghela nafas berat, melihat tumpukan berkas di atas meja nya.


Sepertinya hari ini ia harus lembur untuk menyelesaikan semua pekerjaan ini.


Dan benar saja sampai jan delapan malam Raka masih berkutat dengan berkas di tangannya, padahal di luar ruangan seluruh kantor sudah sepi.


Sekarang hanya tinggal ruangan Raka, Leo dan Dito yang masih terlihat terang.


Tok...tok...tok...


Leo dan Dito masuk setelah mendapatkan izin dari yang punya ruangan.


" Sudah jam delapan Ka, nanti Tuan Reksa marah lagi kalau loe gak cepet pulang " Leo mengingatkan Raka.


" Hem... " Raka hanya bergumam dengan mata masih fokus pada berkas di tangannya, dengan sesekali melihat pada komputer di depannya.


" Gue dah gak ngerti lagi sama loe Ka, orang lain tuh, pulang dari rumah sakit itu ke rumah, istirahat. Loe malah ke kantor, langsung lembur lagi " omel Dito panjang lebar.


" Brisik banget sih Loe pada " umpat Raka melempar pulpen di tangannya pada Dito dan Leo yang sedang duduk di sofa.


Benar saja sampai di rumah Raka langsung di hadapkan dengan Kakek Reksa yang sudah tolak pinggang di depan pintu masuk.


" Kemana saja kamu hah, dasar anak kurang ajar, pulang dari rumah sakit, bukannya langsung ke rumah, ini malah ke kantor " Reksa terus berbicara sambil mengayunkan tongkat nya ke arah kaki Raka.


" Aduh... aduh... Kek ampun...ampun..." Raka berusaha menghindar dari pukulan tongkat kakek nya.


" Biarkan saja, biar tau rasa kamu " umpat Reksa.


Raka tersenyum hangat lalu mencium tangan Kakek nya takzim.


Bukan nya merasa bersalah karena sudah membuat Kakeknya khawatir , Raka malah merasa senang mendapat omelan dari Kakek nya.


Ada rasa hangat yang menjalar ke dalam hatinya saat mendengar Kakeknya mengkhawatirkan nya seperti saat ini.


" Sudah selesai ? kalau sudah ayo kita masuk, angin malam tidak bagus untuk kesehatan Kakek " Raka merangkul pundak Reksa dan menuntun nya ke dalam rumah.


Raksa mendengus kesal. Tapi ia juga mengikuti omongan Raka.


Leo dan Pak Har yang mengikuti Raka dari belakang hanya tersenyum melihat Kakek dan Cucu itu semakin akrab begitupun dengan para pelayan lainnya yang mereka temui.


Rumah besar itu semakin terasa hidup semenjak Raka pindah ke sana.


" Sekarang Kakek istirahat, Raka juga mau langsung ke kamar" ucap Raka ketika sudah berada di depan pintu kamar Reksa.


" Kamu juga tidur, tubuh kamu masih belum pulih betul " pesan Reksa

__ADS_1


Raka memutar bila matanya jengah.


" Iya Kakek, ini Raka juga mau langsung istirahat okey " lembut Raka sambil menganggukan kepala.


.


" Bagaimana perkembangan persiapan ulang tahun perusahaan ?" tanya Reksa saat mereka sudah menyelesaikan sarapan.


Raka mengelap bibirnya dengan tisu.


" Lancar Kek, sekarang sudah sembilan puluh lima persen, hanya tinggal beberapa hal kecil saja untuk acara pesta " jawab Raka.


" Hem... bagus lah, besok kamu ikut turun berbagi kan?" tanya Reksa lagi.


" Raka ikut yang berbagi di perkampungan sama dengan Leo, nanti setelah itu baru Raka nyusul ke panti " jelas Raka.


Tiga hari lagi DWGrup akan berulang tahun yang ke 75 tahun,seperti tahun-tahun sebelumnya akan ada santunan pada beberapa panti asuhan dan panti sosial juga para anak yatim.


Tahun ini Raka menambahkan untuk memberi sembako ataupun sedikit uang di jalan atau pada orang-orang yang membutuhkan.


Itu semua akan di laksanakan besok, sedangkan lusa akan di adakan acara pesta besar-besaran untuk para kolega dan karyawan.


Raka juga memberikan bonus untuk semua karyawan nya tanpa terkecuali, sebagai apresiasi atas kerja keras mereka dalam membangun perusahaan DWGrup bersama-sama.


Hari ini Raka sangat sibuk di kantornya, ada beberapa rapat dan meninjau langsung persiapan acara besok dan lusa.


Seperti biasa Raka selalu ingin semuanya bagus dan sempurna, jadi dia tidak mau hanya menerima laporan dari anak buahnya saja tanpa bisa melihat sendiri segala sesuatu nya.


Apalagi acara ini adalah acara besar pertama kalinya setelah ia menjabat sebagai presdir di perusahaan DWGrup.


Ia harus memastikan semua nya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sekecil apa pun.


Raka turun langsung ke gudang tempat penyimpanan barang-barang untuk santunan besok, berbagai jenis sembako, pakaian, mainan anak dan peralatan ibadah sudah di kemas dengan baik.


Raka tersenyum melihat semua persiapan sudah selesai hanya tinggal persiapan untuk pesta yang masih belum sepenuhnya selesai.


Kedatangan Raka pada salah satu gudang perusahaan membuat heboh seluruh karyawan nya. Awalnya mereka kaget dan takut saat mendengar pimpinan mereka akan datang.


Gosip tentang Raka yang dingin dan tegas membuat mereka di landasan ke panikan, dan bertanya-tanya 'kira-kira untuk apa bos besar datang ke tempat kerja mereka'


Tapi ternyata setelah mereka melihat langsung orang nomer satu di dalam tempat mereka bekerja, mereka malah semakin kagum dengan sikap Raka.


Raka memang seperti membatasi dirinya dari perempuan tapi ia juga bukan lah sosok yang perlu untuk di takuti.


Sebagai seorang Presdir, Raka termasuk Bos yang ramah, walau tak terlalu banyak berbicara.


.


.


...TBC...


...🙏😊😘...

__ADS_1


__ADS_2