Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.51 Menyerang


__ADS_3

" Terimakasih sekali lagi pak " ucap Raka mengembalikan handphone pada Bapak yang sudah menolong nya, setelah ia selesai berbicara pada Alex.


" Sami-sami Kang " jawab sang Bapak kembali memasukan HP nya ke dalam saku baju koko yang di pakai nya.


" Saya permisi pak, Assalamualaikum.... "


" Wa'alaikum salam " jawab sang Bapak.


Raka kembali mengendarai motor menuju tempat ia akan bertemu dengan Alex dan Leo.


" Selamat datang Tuan muda " ucap para pengawal yang sudah bersiap di sekitar mobil.


Raka hanya menganggukan kepala sedikit sambil terus berjalan.


" Bagaimana, apa ada yang kalian temukan?" tanya nya ketika sampai di hadapan Alex dan Leo.


" Sepertinya Rion membawa Keyra menuju ke kediaman pribadinya, salah satu anak buah kita berhasil membuntutinya "


" Bagus, kalau begitu kita langsung ke sana saja, sebelum terlambat " ucap Raka tajam.


Saat ini Raka sedang dalam mode serius dengan aura kekuasaan yang memancar di seluruh tubuhnya.


Wajahnya dingin tanpa ekspresi dengan sorot mata begitu tajam menusuk.


Hingga Alex dan Leo tak ada yang berani untuk menentang titah dari Raka.


" Tapi kau harus mendapat pengobatan dulu " ucap Alex melihat luka-luka yang berada di sekujur tubuhnya.


Walau sedikit ragu tapi ia mencoba memberanikan diri untuk bersuara.


Alex seperti melihat aura Tama ketika masih muda di dalam diri Raka.


" Aku baik-baik saja. Perintahkan beberapa orang untuk menyelidiki tempat bekas penyekapan Keyra, sepertinya itu bukan tempat biasa " titah Raka.


" Baik, laksanakan " jawab Leo sigap langsung menghubungi bawahannya agar segera meluncur ke tempat yang Raka sebutkan.


" Dion dan beberapa orang kita sudah menyusul mereka lebih dulu untuk mengintai dan melihat situasi " ucap Alex lagi menjelaskan.


Raka mengangguk lalu masuk ke dalam mobil yang di kemudian oleh Leo sendiri.


Sepanjang perjalanan Raka, Alex dan Leo sibuk berdiskusi untuk penyelamatan Keyra.


Luka Raka juga sudah di bersihkan dan di beri obat oleh Alex, Raka juga sudah berganti baju dengan yang masih bersih.


" Bagaimana ?" tanya Raka pada Dion yang sudah sampai lebih dulu di sekitar kediaman pribadi Rion.


" Penjagaan nya sangat ketat, kami tidak bisa menembusnya " ucap Dion.


" Hem " Raka langsung mengambil laptop di dalam mobil lalu mencoba untuk membajak CCTV di dalam rumah Rion.


Sekitar 5 menit berkutat dengan laptop nya akhirnya Raka bisa mengacaukan sistem keamanan rumah tersebut.


Sepertinya ini juga markas dari Black Scorpion yang asli, karena di dalam banyak sekali orang-orang yang beraktivitas.


Raka membagi beberapa tim, ia dan Leo sendiri akan datang dari pintu depan, sedangkan Alex dan Dion akan menyerang dari gerbang belakang.


Dengan beberapa pengawal yang di tempatkan sebagai pengawas, yang akan selalu tersambung pada Raka, Alex, Leo dan Dion.


Sedangkan sisanya akan ikut menyerang langsung.


Mereka semua mempersiapkan diri dengan berbagai senjata di tubuhnya.


Lalu mulai berpencar sesuai dengan perintah Raka.


" Ingat menyerang dengan senyap, usahakan kita tak terlihat oleh mereka sebelum mengalahkan setidaknya setengah dari jumlah mereka " peringat Raka sebelum semua nya beraksi.


" Siap " ucap mereka serempak.

__ADS_1


Di dalam sana ada sekitar 100 orang, atau mungkin bisa lebih, sedangkan saat ini Raka hanya mempunyai 20 orang yang ikut dalam penyerangan ini.


Raka dan Leo berjalan terlebih dahulu, sedangkan para anak buahnya masih bersembunyi dan mengamati kedua atasan mereka.


Ada tiga orang di gerbang pertama, Raka melempar kerikil pada gerbang sehingga menimbulkan kecurigaan dari mereka bertiga.


Salah satu dari mereka menghampiri gerbang dan saat itu lah Raka langsung memukul tengkuk nya dengan kekuatan penuh hingga langsung tak sadarkan diri.


Leo langsung mengikatnya dan membawanya ke dalam semakin belukar di samping gerbang.


Itu juga yang di lakukan Raka pada kedua orang lainnya.


Dengan penuh kewaspadaan Raka dan Leo mulai memasuki halaman.


" Arah jam 10 " Raka memberi peringatan pada Leo saat ujung matanya melihat ada pergerakan di sana.


Leo berjalan menuju ke sebelah kanan, menuju pintu samping sedangkan Raka terus lurus menuju pintu utama.


Bugh...


Raka langsung memberikan serangan yang selalu membuat lawannya tak sadarkan diri dengan sekali pukulan.


Dan langsung di bersihkan oleh para bawahannya di belakang Raka.


" Bersih " terdengar suara di EarPhone yang Raka pakai.


" Oke, masuk sekarang " ucap Raka memberi aba-aba.


BRAK....


Raka menendang kasar pintu utama, dan langsung bisa melihat sekumpulan lelaki yang sedang berkumpul, bermain kartu dengan minuman keras sebagai pendamping mereka juga ada beberapa wanita berpakaian se*i.


" Woy siapa loe ?!!" teriak salah satu orang menunjuk Raka dengan muka merah karena mabuk.


Raka menarik salah satu sudut bibirnya dengan tatapan tajam mengintimidasi setiap orang di dalam sana.


Bugh...


Aaaaa....


Dengan mudah Raka langsung menumbangkan orang itu dengan darah yang keluar dari mulut dan hidungnya.


Jeritan ketakutan dari para wanita di sana terdengar sangat menjijikan di telinga Raka.


Melihat salah satu teman mereka babak belur, semua lelaki yang ada di ruangan itu menyerang Raka bersamaan.


Raka di kepung oleh sekitar 10 orang lelaki.


Mereka menyerang Raka dengan brutal, dan saat itu juga 4 orang yang mengikuti Raka maju dan ikut melawan sepuluh orang itu.


Para wanita menjerit dan berlari ke salah satu pojok ruangan, dengan tubuh mengigil ketakutan.


Dengan bringas Raka melawan satu per satu dari mereka hingga tak membutuhkan waktu lama untuk mengalahkan mereka semua.


Dengan langkah lebar ia berlari menaiki tangga, di atas tangga sudah ada dua lelaki lagi yang siap dengan tongkat baseball di tangannya.


Raka terus berlari dan dalam sekali gerakan cepat dan terukur ia melompat menendang tepat pada dada kedua orang itu dengan tumpuan tangan yang memegang kuat besi pembatas tangga.


" BRENGSEK !!" umpat kedua orang itu kembali berdiri dengan memegang dadanya yang terasa sesak.


Raka langsung menyerang sekaligus menghindar dari pukulan tongkat baseball yang masih di pegang salah satu dari mereka.


Krekh...


Bugh...


Raka memegang salah satu tangan kedua orang itu yang sudah siap memukul wajahnya, memutar badan dan dalam gerakan cepat membungkuk sambil mbanting kedua orang itu bersamaan.

__ADS_1


Akkhhh...


Keduanya menjerit merasakan sakit di sekujur badan dan tangan yang terasa sudah patah.


Raka menginjak dada salah satu dari mereka dengan sangat kencang hingga tak sadarkan diri.


Sedangkan satunya lagi di urus oleh para bawahannya yang baru saja datang menyusul.


Berlari menuju salah satu pintu paling besar, dan dalam sekali tendangan kuat pintu itu terbuka lebar.


BRAK....


.


.


Keyra mengerejapkan kedua matanya merasakan sakit yang teramat di kepalanya.


Berusaha meraih kesadarannya kembali, setelah beberapa jam ia pingsan.


" Mau apa loe?" Keyra langsung duduk tegak melihat sosok pria yang sangat ia benci sedang duduk bersandar di sampingnya.


" Hai sayang, kau sudah bangun " bukannya menjawab Rion malah tersenyum dengan tangan terulur mau menyentuh wajah Keyra.


Keyra langsung turun dari tempat tidur dan berdiri menjauh dari Rion.


Rion mengerinyai tapi masih duduk acuh tak acuh.


Tiba-tiba Keyra merasakan ada yang aneh pada tubuhnya.


Apa ini, kenapa ia merasakan panas di seluruh tubuhnya?


Keyra menatap tajam pada Rion yang terkekeh pelan.


" Apa yang kau berikan pada ku brengsek?!!" teriak Keyra menahan desakan rasa panas dan gejolak gairah yang tiba-tiba menyerang tubuhnya.


" Hahaha... kali ini kau tak akan bisa menolak ku lagi sayang, kemarilah aku akan membawamu bersenang-senang " ucap Rion berdiri lalu berjalan menghampiri Keyra.


Keyra mundur menjauh dari Rion.


" Jangan macam-macam!! loe manusia bejat, Brengsek !!" Teriak Keyra dengan wajah yang sudah memerah menahan desakan gairah yang sangat menyiksa.


" Kenapa sayang? Bukankah kau membutuhkan ku sekarang ?" ucap Rion menarik tubuh Keyra ke dalam pelukannya.


Cih....


" bajingan !!"


" Jangan mimpi !! " Keyra meludah pada Rion dengan tubuh terus berantakan di dalam pelukan Rion.


Bukannya marah Rion malah tersenyum dan memberikan sentuhan menggoda pada tubuh Keyra.


Kenapa dengan tubuhnya, kenapa ia tak bisa menggunakan ilmu bela dirinya, ia menggigil merasakan sensasi aneh pada tubuhnya saat Rion menyentuh pipinya dengan gerakan halus.


Keyra mengepalkan tangan menahan gejolak rasa yang semakin besar dan menggoyahkan imannya.


Dengan sekali tekan di dalam tenkuknya Rion langsung menyergap bibir mungil berwarna ping alami yang sangat menggoda.


Keyra berusaha untuk memalingkan wajahnya menghindari serangan Rion, kedua tangannya memukul punggung Rion sekuat tenaga.


.


.


...TBC...


...🙏😊...

__ADS_1


__ADS_2