
" Nih Bang minumnya " ucap Keyra menaruh nampan yang ia bawa di hadapan Dion dan Raka yang duduk lesehan di atas karpet.
" Hem..." Dion hanya bergumam sebagai jawaban, sedangkan matanya masih fokus melihat pada layar televisi di depan.
" Terimakasih " ucap Raka tersenyum, melihat Keyra sekilas, tangannya masih sibuk memainkan stik game.
Keyra hanya mendengus kesal melihat kedua sahabat itu sedang asik dengan dunianya sendiri tanpa ada yang menghiraukan keberadaannya, lebih memilih berlalu pergi ke Kamarnya, dari pada hanya menjadi penonton dua orang di hadapan nya.
.
" Raka, Dion, ayo makan malam dulu " ajak Daniel saat melewati ruang tengah, tempat Raka dan Dion bermain PS.
Raka menoleh pada Daniel, menghampiri nya dan mencium tangannya takzim.
" Malam Om, maaf tadi Raka belum sempat menyapa Om" sapa Raka sopan.
Daniel tersenyum mendapat perlakuan yang sangat menyenangkan dari Raka.
Tadi dia memang sengaja tak menyapa Raka dan Dion karena ia melihat keduanya sedang bermain dengan sangat seru. Ia tak mau mengganggu mereka berdua.
" Gak apa-apa, Om juga tadi langsung masuk ke kamar, gerah.... jadi langsung mau bersih-bersih " jelas Daniel.
" Yaah... Papa, jadi udahan kan maen nya " keluh Dion ikut menyusul Raka menghampiri Papanya.
Raka memang selalu begitu, bersikap sopan pada orang tua, dan Dion juga semua sahabatnya sudah tau sifat nya itu.
" Kamu ini kalau sudah maen game pasti lupa waktu, tuh liat ini sudah waktunya makan malam, mending kita makan malam dulu" ajak nya lagi.
Dion menghembuskan napas kasar.
" Ya udah yuk Ka, kita makan dulu, baru nanti kita maen lagi, gue masih belum terima di kalahin begitu aja sama loe" ucap Dito merangkul pundak Raka.
Mereka berjalan di belakang Daniel.
" Nah udah pada dateng, ayo makan dulu" ucap Ratna yang baru saja selesai menata hidangan di meja makan.
" Key mana Mah?" tanya Daniel.
" Tadi katanya mau mandi dulu, paling sebentar lagi juga turun " jawab Ratna, mengambil piring di hadapan Daniel lalu mengisinya dengan nasi dan juga lauk.
" Terimakasih Mah " ucap Daniel menerima piring yang sudah di isi oleh istrinya.
Ratna tersenyum lalu duduk di samping sebelah kanan Daniel.
" Ayo silahkan di makan, jangan sungkan ya Raka " ucap Ratna ramah.
" Iya tante " jawab Raka tersenyum.
Tak berapa lama kemudian Keyra pun ikut bergabung dan mereka makan malam bersama dengan suasana hangat, kekeluargaan.
__ADS_1
Ada rasa hangat di dalam dada Raka, merasakan suasana yang sudah hampir satu tahun ini tak pernah lagi dapat ia rasakan.
Walaupun ia hanya tamu di sini, tapi mereka tak memperlakukan nya berbeda. Karena itu Raka merasa nyaman berada di dalam keluarga ini.
Suasana makan yang riuh oleh celotehan Keyra dan godaan Dion serta Ratna yang selalu melerai mereka berdua, sedangkan Daniel hanya meperhatikan keceriaan keluarganya tanpa merasa terganggu sedikitpun, bahkan terkadang Raka melihat Daniel hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Maaf ya Raka, keluarga Om memang begini kalau makan. Karena memang biasanya kami hanya berkumpul ketika makan malam bila di hari biasa seperti ini " ucap Daniel kepada Raka.
" Gak apa-apa Om, malah Raka suka dengan suasana seperti ini "balas Raka tersenyum hangat.
.
Senyum Raka tak pernah luntur dari wajah tampan nya, bahkan sesekali ia tertawa saat mereka sedang berbincang di ruang keluarga.
Hingga tak kerasa waktu terus bergulir sampai kini sudah menunjukan jam 21.30, Raka akhirnya berpamitan untuk pulang.
" Om, Tante, sepertinya saya harus pulang dulu " ucap Raka sopan, melihat jam di pergelangan tangannya.
" Baru jam berapa Ka, masa udah mau pulang aja loe?" omel Dion.
" Udah malem Di, lagian si Leo dah ngirim pesan terus dari tadi " jawab Raka.
" Ya sudah, hati-hati di jalan ya, lain kali maen lagi ke sini, gak usah sungkan " ucap Ratna.
" Iya Tante, trimakasih untuk makan malamnya, makan Tante enak " ucap Raka lembut.
" Ah kamu bisa aja, itu cuma makan rumahan " jawab Ratna tersipu.
" Kalau begitu lain kali saat Raka maen lagi ke sini Tante masakin lagi oke?" tanya Ratna antusias, dia paling suka ketika makannya di sukai seseorang.
" Boleh Tante, nanti kalau saya dan Dion ada waktu luang bareng saya main lagi ke sini " ucapnya.
" Gak usah nungguin gue kali Ka, gak ada gue juga kan ada si Key " ucap Dion menunjuk Keyra dengan senyum jailnya.
Keyra berpura-pura tidak mendengar omongan Dion dan asik melihat televisi.
" Janji loh ya, nanti Tante masakin yang enak-enak buat kamu "
" Sudah... sudah..." lerai Daniel, ia tau kalau sudah membahas soal makanan istrinya pasti lupa segalanya dan susah untuk berhenti berbicara.
" Terimakasih ya Raka, sudah mengantarkan Keyra " ucap Daniel lagi.
" Iya om, sama-sama, nanti kalau mobil Keyra sudah selesai langsung saya kabari " jawabnya.
Raka langsung mencium tangan Daniel dan Ratna, lalu pergi menuju halaman rumah, bersama Dion dan Keyra.
" Gue pulang dulu Bro, makasih udah nemenin gue maen game" ucap Raka setelah mereka sampai di dekat mobil Raka.
"Padahal gue masih penasaran sma Loe, masa gue kalah mulu sih " kesal Dion
__ADS_1
"Lain kali kita lanjut lagi okey "
" Oke, gue udah gak sabar pengen mabar lagi bareng loe "
" Ka, makasih ya udah nganterin aku " ucap Keyra tersenyum malu.
Sejak tadi ia memang merubah panggilan nya pada Raka. Karena selalu di tegur oleh Daniel dan Ratna.
Tapi karena masih belum terbiasa, Keyra malah merasa geli sendiri ketika memanggil Raka dengan sebutan Nama Raka sendiri.
" It's okey, makasih juga udah bikin jus mangga yang enak " ucap Raka tersenyum.
" Saya suka " bisik nya di telinga Keyra.
Blush....
Pipi Keyra langsung merah merona, mendengar gombalan receh dari Raka.
" Astaga apa ini???" gumam Keyra dalam hati.
Raka tersenyum sebelum masuk ke mobil nya.
" Hati-hati " ucap Keyra.
Raka hanya tersenyum mengangguk, menginjak pedal gas dan perlahan mobil yang di kendarai Raka pergi meninggalkan rumah Keyra.
Keyra dan Dion masih berdiri di halaman sampai mobil Raka menghilang di balik gerbang.
" Ada yang seneng tuh, dapet pujian dari sang pujaan hati " ledek Dion sebelum pergi meninggalkan keyra masuk ke rumah.
" Apaan sih, Abang sok tau aja " bantah Keyra sambil berlari mengejar Dion yang berjalan lebih dulu.
" Tapi memang benar kan?" tanya Dion menaik turunkan Alis nya.
" Hm... Bener gak ya?" Keyra memiringkan kepalanya, jarinya ia ketukan di dagu seperti sedang berpikir keras.
" Bilang aja kalau Abang bener. Iya kan?" gemas Dion mengacak rambut Keyra.
" Hahaha.... Abang emang selalu tau Key" Keyra merangkul lengan Dion dan mereka berjalan bersama ke dalam ruang keluarga.
Keluarga yang penuh dengan kasih sayang itu kembali berbincang hangat dengan sesekali di warna dengan canda dari Dion untuk Keyra.
Sampai jam 10 malam baru mereka semua memutuskan untuk masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
.
.
...TBC...
__ADS_1
...jangan lupa like, coment dan votenya ya.......
...Terimakasih🙏😊😘...