Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.28 Kecelakaan


__ADS_3

Raka berjalan cepat menuju ruang piv sebuah restoran, ia sudah terlambat hampir 15 menit untuk menghadiri rapat bersama Dion dan divisi perencanaan untuk membahas rencana iklan dan peluncuran salah satu perumahan yang berada di dalam naungan DWGrup.


Untung saja Leo dan Laura sudah lebih dulu berangkat untuk mewakilinya.


Tadi saat ia dalam perjalanan dari makam kedua orang tuanya ia melihat ada kecelakaan yang mengakibatkan jalanan menjadi macet parah.


Awalnya ia tidak perduli, tapi karna lama-lama ia jangan juga melihat orang-orang malah menonton dan sibuk mengambil gambar korban tanpa ada niat untuk membantu.


Di tambah para pengendara motor yang malah ikut berhenti untuk menonton kejadian.


Dan suara klakson kendaraan yang memekakan telinga membuatnya semakin pusing.


" Arman coba lihat ada apa di depan?" Perintah Raka.


" Baik tuan muda" Arman langsung melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil.


Tidak lama kemudian Arman sudah kembali lagi ke mobil.


" Ada kecelakaan di depan tuan sebuah mobil pribadi menabrak truk kontainer dan terbalik di tempat, tuan muda" Jelas Arman setelah duduk di kursi kemudi.


Raka langsung mengingat kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya dulu.


" Apakah sudah ada polisi, mengapa masih macet begini?" Tanya Raka sudah jengah karena ia sudah terjebak macet hampir 15 menit, dan itu tidak berjalan sama sekali.


" Sepertinya belum tuan, dan para pengendara motor dan para pejalan kaki yang berhenti untuk melihat memenuhi semua badan jalan makannya macet sampai tak bergerak" Jelas Arman.


" ****" Umpat Raka membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil secara tiba-tiba, membuat para pengawalnya yang melihat semua itu langsung berhambur keluar mobil untuk menyusul Raka.


" Tuan--" teriakan Arman langsung di potong oleh Raka.


" Kamu tunggu di sini" Ucap Raka karena ia sudah melihat dua orang pengawal dari mobil belakang berlari menghampirinya.


" Baik tuan muda" Jawabnya


Raka langsung berlari diantara mobil yang sedang terjebak macet dan motor yang masih saja berusaha untuk berjalan dengan selap selip di antara kemacetan.


Benar saja begitu ia sampai di tempat kejadian, tempat itu sudah penuh dengan orang-orang yang saling berbisik sambil memegang kamera dan hp di tangan masing-masing tanpa ada niat menolong korban.


Raka mendekat pada mobil yang terbalik, dengan bayangan kejadian kedua orang tuanya dulu.


Dia berjongkok melihat orang di dalam mobil.


Ternyata di dalam sana ada seorang perempuan berumur sekitar tiga puluh tahunan yang masih memiliki kesadaran namun kesusahan untum bergerak dan seorang anak laki-laki yang sepertinya sudah pingsan.


" Arman bagaimanapun caranya kamu harus membawa mobil ke sini" Perintah Raka tegas dengan nada sedikit bergetar karena cemas.


" Bu...ibu...!" Panggil Raka mengguncang bahu wanita itu yang kesadarannya mulai menghilang.


" To...tolong an...anak sayah" Lirih wanita itu memandang lemah ke arah Raka.


" Tetap jaga kesadaran ibu saya akan menolong kalian" Ucap Raka berusaha mengeluarkan anak lelaki yang memang berada tepat di depannya.


" Tolong bantu saya" Ucap Raka pada para pengawal yang baru saja tiba di dekatnya.


Dengan sigap kedua pengawal itu langsung membantu Raka mengeluarkan anak lelaki itu dari pintu mobil yang kacanya pecah.

__ADS_1


Sedangkan di posisi Araman ia bersama dengan dua pengawal yang bersamanya, berusaha untuk mengeluarkan mobil dari kemacetan, mereka meminta celah pada para pengendara mobil lainnya karna ada situasi darurat.


Hingga posisi mobil yang tadinya terhalang lima mobil dari kejadian, bisa terlepas dari kemacetan, dengan melalui beberapa perdebatan dengan para pengendara yang keras kepala.


Bersamaan dengan itu Raka baru saja dapat mengeluarkan anak lelaki tadi, sedangkan kedua pengawalnya sedang mengusahakan menolong wanita itu, yang sepertinya agak susah karena kakinya terjepit.


" Arman kamu bawa anak ini ke rumah sakit terdekat secepatnya" Perintahnya saat Arman baru saja sampai di dekatnya.


" Tapi tuan---"


" Saya mau membantu menyelamatkan satu orang lagi, nanti saya menyusul dengan Kai" Ucapanya memotong ucapan Arman dan memberikan Anak lelaki itu pada gendongan Arman.


" Saya permisi tuan muda" Arman langsung berlari ke mobilnya untuk segera menolong anak itu yang sepertinya memiliki beberapa luka di tubuhnya.


Setengah jam berkutat berusaha menyelamatkan wanita itu, bersama ketiga pengawal nya dan beberapa orang yang tergerak untuk membantunya akhirnya Raka berhasil mengeluarkan wanita yang sudah dalam keadaan tidak sadar itu dengan susah payah.


Raka memeriksa nadinya, dan ternyata masih ada namun sangat lemah, sepertinya wanita ini juga kehilangan banyak darah.


Raka langsung membawa Wanita itu ke dalam mobil pengawalnya dan membawa wanita itu ke rumah sakit terdekat.


Ia tak menghiraukan lagi bajunya yang sudah kotor dan berantakan bahkan bercak darah terlihat di sana, juga keringat yang sudah membasahi seluruh baju yang ia kenakan.


beberapa menit kemudian Raka sudah sampai di rumah sakit, ia langsung menggendong wanita itu keluar dan meminta pertolongan pada perawat dan dokter yang ada di sana.


Ternyata Arman juga membawa anak itu ke rumah sakit yang sama.


" Bagaimana keadaan anak itu?" Tanya Raka masih menetralkan nafasnya karena berlari sambil mengendong wanita tadi.


" Hanya luka ringan, dan syok tuan muda"


" Baik tuan muda" Arman langsung pergi ke bagian administrasi.


" Tuan ini baju ganti anda" Kai menyerahkan baju paper bag berisi baju ganti yang selalu Raka siapkan di dalam mobil.


" Terimakasih, Kamu tunggu di sini" Ucap Raka menerima paper bag.


" Siap tuan muda"


Raka berjalan mencari toilet rumah sakit untuk mengganti pakaiannya yang sudah sangat tidak nyaman ia pakai.


Satu jam berada di rumah sakit akhirnya semua di sana sudah selesai, Raka juga sudah menyuruh pihak rumah sakit menghubungi keluarga korban.


Setelah itu semua baru Raka meninggalkan Rumah sakit dan bergegas pergi ke restoran tempatnya rapat.


.


"Maaf saya terlambat" Ucapanya ketika baru saja masuk ke dalam ruang PIV.


Di sana sudah ada Dion dan sekretarisnya dan para staf, juga Leo, Laura dan beberapa staf perencanaan.


Rapat berjalan dengan lancar dengan berbagai koreksi yang di lakukan oleh Raka.


Dion sepertinya sudah mulai terbiasa dengan cara kerja Raka, maka dari itu ia sama sekali tidak ambil pusing dengan semua itu.


Bahkan Dion semakin takjub melihat ketelitian Raka dan cara Raka menjelaskan alasan mengapa ia tidak setuju dan sekaligus memberikan solusi dan jalan keluar yang lebih baik menurutnya.

__ADS_1


Setelah satu jam lebih rapat baru saja selesai dan di lanjutkan dengan makan malam bersama.


" Bro, loe besok di undang sama pak Wisnu gak?" Tanya Dion saat mereka sedang berjalan menuju ke parkiran.


" Di undang, memang kenapa?" Tanya Raka


" Gak papa sih, cuma loe hati-hati kalo mau hadir di acaranya, di sana suka jadi ajang wanita j*l*ng cari mangasa" Ucap Dion.


" Hah maksudnya?!" Kaget Raka


Perusahaannya memang bekerja sama dengan perusahaan pak Wisnu, sejak masih di pimpin oleh kakeknya.


Ia juga belum sempat mencari tau lebih dalam lagi tentang perusahaan itu.


" Pak Wisnu itu mempunyai klub malam, dan pestanya itu biasanya juga di warnai dengan pesta s*x" Jelas Dion memperingati Raka.


" Pokoknya loe jangan makan atau minum di sana, takutnya ada yang memasukan sesuatu pada makanan atau minumanmu" Tambahnya lagi..


" Oke, terimakasih, gue belum tau sih mau datang atau enggak ke sana, tapi kalo gue terpaksa harus datang, gue bakal lakukan saran dari loe" Ucap Raka.


" Oke bro sampai jumpa lagi" Dion melakukan fist bump dengan Raka.


" Oke" Balas Raka.


Merekapun akhirnya berpisah di parkiran dan naik ke dalam mobil masing-masing.


.


" Ka keluarga korban kecelakaan yang loe tolong meminta ketemu sama loe" Leo berbicara ketika mereka dalam perjalanan pulang.


Leo memang sudah tau tentang kejadian tadi sore. Tadi sore ia menelepon Arman untuk menanyakan keberadaan Raka, dan Arman menceritakan kejadian itu pada Leo.


" Gak usah, biarin aja, bilang aja gue lagi sibuk" Ucap Raka.


" Oke"


" Emang kenapa loe gak mau menemuin mereka?" Tanya Leo


" Gue gak berniat bertemu lagi sama mereka, lagian buat apa?" Jawab Raka santai.


" Mungkin mereka mau berterimakasih sama loe"


" Berterima kasih sama Tuhan bukan sama gue, dah lah gak usah di bahas, kalo emang harus ketemu lagi nanti juga bakalan ketemu, ribet amat sih" Ucap Raka final tak mau di bantah.


" Oke....oke... terserah apa kata loe aja lah" Pasrah Leo.


.


.


...Tbc...


Jangan lupa like, coment dan votenya ya...


...Terimakasih🙏😘...

__ADS_1


__ADS_2