Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.71 Pagi pertama


__ADS_3

Pagi yang indah dan cerah, di sebuah kamar hotel dengan berbagai hiasan indah yang masih tertata rapih.


Di atas ranjang bernuansa putih itu, dua orang manusia masih tertidur pulas, dengan posisi saling memeluk.


Mereka berdua terlihat sangat nyaman berada di posisi itu.


Terlihat lelaki itu mulai mengerejapkan matanya dan membukanya perlahan.


Raka....


Ya... lelaki itu adalah Raka, ia terpaku pada wajah cantik di dalam pelukannya yang sedang masih asik memejamkan mata.


Raka memperhatikan setiap lekuk wajah sang istri yang masih saja terlihat cantik walau dalam kondisi masih tertidur.


Alis yang tidak terlalu tebal, mata indah yang selalu membuat dirinya terpesona, hidung yang tidak terlalu mancung tapi terlihat imut di wajah istrinya itu.


Tatapan Raka terkunci pada bibir tipis berwarna merah alami yang telihat menggiurkan.


Ah...Raka teringat kembali bagaimana manisnya bibir milik istri tercinta nya ini, wanita yang baru sehari kemarin sah menjadi istrinya.


Tersenyum sampai kedua sudut bibirnya tertarik penuh membentuk lengkungan ke atas.


Tangannya bergerak mengelus lembut wajah cantik yang masih saja terlihat tenang di hadapannya.


Mulai dari Alis lalu turun ke hidung dan mencubitnya sedikit di sana, lalu ke pipi yang selalu tersipu bila ia sedang menggoda Keyra.


" Enghh....." Keyra yang merasa terganggu oleh tangan jahil Raka di wajahnya.


Raka terkekeh melihat kening keyra yang mengkerut karena merasa terganggu.


Mengusapnya pelan sampai Keyra merasa terbuai dan tertidur tenang kembali.


Raka melanjutkan aktivitasnya, ia beralih pada bibir lembut yang rasa manisnya masih terasa sampai sekarang.


Cup...


Raka mendaratkan satu ciuman di bibir merah itu.


Seakan tak puas dengan hanya sekali saja, Raka kembali mendaratkan bibirnya di bibir Keyra.


Sedikit ******* nya hingga akhirnya ia terhanyut oleh permainan nya sendiri.


" Emmh..." Keyra yang merasa terganggu mulai mengumpulkan nyawanya kembali.


Ia melotot tajam ketika merasakan lum*t*n halus yang terasa membuat dan penuh damba dari sosok kekar yang sedang memeluknya erat.


Tangannya mulai memukul punggung Raka ketika ia sudah merasa kehabisan napas.


Raka melepaskan pungutan bibirnya..


Tersenyum melihat wajah Keyra yang sudah memerah dengan napas tak beraturan.


" Morning kiss " ucap Raka tanpa rasa bersalah karena sudah mencuri ciuman dari sang istri.


Keyra tersenyum sambil memukul dada Raka pelan.


Raka terkekeh pelan, melihat Keyra masih saja terlihat malu-malu kepadanya.


Keyra tak tau saja kalau semenjak dirinya membuka mata jantung Raka sudah berdebar jauh lebih cepat dari biasanya.


Hanya saja Raka yang pandai menyembunyikan rasa gugupnya membuat Keyra tak dapat melihat semua itu.


" Terimakasih..." ucap Raka mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil milik istrinya itu.


Keyra mendongak untuk melihat wajah Raka.


" Untuk ?" tanya Keyra bingung.


" Karna sudah mau menjadi istriku sentuh nya " ucap Raka mengecup kening Keyra lembut.

__ADS_1


Keyra menyusupkan wajahnya pada dada bidang Raka yang hanya berbalut kaos tipis berwarna putih.


Terasa hangat dan sangat nyaman, Membuatnya tak ingin lepas dan berjauhan dari sang suami.


" Sudah siang kamu mandi dulu nanti aku pesenin sarapan " lembut Raka sambil mengusap puncak kepala Keyra.


" Eumm..." Keyra malah mengeratkan pelukan pada tubuh Raka.


" Atau mau kita ulang yang tadi malam.." goda Raka.


Keyra langsung melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dari Raka.


" Tidak ! " panik Keyra


" Aku lelah... Lagian ini masih terasa sakit " keluh Keyra mengerucutkan bibirnya manja.


" Hahaha.... baiklah... baiklah... aku juga gak tega liat kamu " Raka tertawa lepas melihat wajah panik Keyra.


Bagaimana tidak lelah kalau semalam Raka tak memberinya istirahat sedikitpun, mereka melakukannya sampai menjelang pagi, dan baru tidur setelah jam menunjukan pukul tiga dinihari.


Raka turun dari ranjang lalu berjalan ke samping Keyra.


" Mau apa ?" tanya Keyra saat melihat Raka berdiri di samping ranjang.


" Katanya sakit, sini biar ku gendong ke kamar mandi " ucap Raka langsung mengangkat tubuh Keyra, menggendongnya ala bridal style.


Keyra reflek langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Raka.


" Tidak perlu seperti ini, Aku bisa sendiri Kok " cebik Keyra memanyunkan bibirnya.


Cup...


Raka mengecup bibir Keyra sekilas.


" Raka..." Keyra mencebik kesal.


Kemana Raka yang dingin dan selalu acuh kepadanya itu ?


Pikir Keyra, kembali memajukan bibirnya.


" Jangan seperti itu nanti aku tak tahan " Raka memainkan alisnya menggoda Keyra.


Keyra langsung menutup bibirnya dengan tangan.


Raka tertawa rendah melihat tingkah Keyra yang menurutnya lucu.


" Tunggu, biar aku siapkan airnya dulu " Raka menurunkan Keyra di atas kloset lalu berjalan menuju bethtup lalu menyiapkan air untuk Keyra berendam.


Keyra tersenyum meperhatikan setiap gerakan Raka, tak pernah menyangka kalau lelaki idaman yang sudah membuatnya tergila-gila hingga nekat mendekati nya terlebih dahulu sekarang sudah sah menjadi suaminya.


Keyra semakin di buat terpesona oleh perlakuan lembut dan penuh kasih sayang Raka kepadanya.


" Sudah..." ucap Raka mengagetkan Keyra.


" Terimakasih " ucap Keyra tersenyum manis.


" Mau aku temani..?" tanya Raka menggoda.


" Tidak...tidak..! Sebaiknya Kamu keluar sekarang " geleng Keyra cepat, sambil mendorong Raka untuk segera keluar dari kamar mandi.


" Hahaha...Iya...iya..." Raka tertawa sambil berjalan keluar dari kamar mandi.


Senyum Raka masih saja mengbang walaupun ia sudah keluar dari kamar mandi.


Ternyata menggoda istrinya itu sangat menyenangkan, mungkin ini akan menjadi salah satu hobinya mulai sekarang.


Duduk di sisi tempat tidur, meraih telpon untuk memesan sarapan, Kemudian mengambil ponsel yang sejak semalam sudah dia matikan karena takut para sahabatnya akan mengganggu malam pertamanya.


Rentetan notifikasi langsung masuk saat ponselnya di nyalakan. Berbagi pesan masuk, panggilan tak terjawab dan beberapa email pekerjaan yang masuk sudah memenuhi kolom notifikasi di ponselnya.

__ADS_1


Raka memilih berjalan ke balkon dan mulai sibuk dengan ponsel di tangannya.


" Ka, sarapannya sudah datang, kita sarapan dulu yuk " saking sibuk ya Raka bahkan tak menyadari kalau Keyra sudah keluar dari kamar mandi dan pelayan yang mengantarkan makanan ke Kamarnya.


"Sebentar sayang " ucap Raka melihat Keyra sekilas lalu kembali sibuk dengan ponsel di tangannya.


" Baiklah " jawab Keyra lemas lalu masuk kembali ke kamar.


Mendengar jawaban Keyra yang terasa aneh di telinganya, Raka akhirnya menyususl Keyra ke dalam kamar.


" Ayo kita sarapan " ajak Raka.


" Maaf tadi ada sedikit pekerjaan " ucapnya mengusap puncak kepala Keyra yang duduk di sebelannya.


" Apa seperti ini kamu setiap pagi ?" tanya Keyra melihat Raka.


" Kenapa ?" Raka menautkan alisnya bingung.


" Selalu sibuk sampai lupa sarapan "


Keyra bingung melihat Raka yang langsung memegang pekerjaan padahal ia bahkan baru saja bangun.


" Maaf, memang begini rutinitasku tiap hari, makannya aku membutuhkan Pak Har untuk membantu menyiapkan semua kebutuhan ku" jelas Raka merasa bersalah pada Keyra.


" Maaf karena sudah membuat kamu merasa di abaikan " ucapnya lagi serius.


Hufth...


Keyra membuang napasnya, bukan itu yang dia maksud, Keyra hanya tidak suka Raka mengabaikan kesehatannya hanya demi pekerjaan.


" Bukan begitu, aku hanya tidak suka kamu telat makan "


" Ya sudah, sekarang kamu sarapan dulu lalu mandi baru boleh kerja lagi " ucap Keyra menyiapkan sarapan untuk Raka.


" Kalau kerja yang lain bagaimana ?" Raka menaikkan salah satu alisnya.


" Apa..?" tanya Keyra bingung.


" Kerja untuk membuat cicit untuk Kakek kayaknya lebih menarik " ucap Raka mengedipkan sebelah matanya pada Keyra.


" Raka... Apaan sih.... Mesum " Keyra memukul lengan Raka.


Hahaha....


.


.


Hai para pembaca yang baik hati😊 terimakasih ya udah mau meluangkan waktunya untuk mampir ke karya aku yang masih acak-acakan dan gak jelas ini...πŸ™πŸ₯°


Aku mau promosi dikit ya untuk karya aku yang baru, jangan lupa mampir, walaupun temannya jomplang sama kisah Raka..hehehe


Maklum baru nekat nyemplung jadi author jadinya masih berkelana mencari jati diri... hahaha...


Yuk ah pada mampir semuanya....


Terimakasih...πŸ™β€β€


Ayunindia seorang istri yang sangat mencintai suaminya dan menjunjung tinggi suatu komitmen, harus menerima kenyataan pahit kalau ternyata sang suami telah menikah lagi .


Bagaimanakah Ayu akan menghadapi kenyataan ini ?


Mampukah Ayu menjalani rumah tangga dengan berbagi cinta, atau ia lebih memilih pergi ?


Kalau kalian semua penasaran sama kisahnya Ayu, Mampir ya ke novel baru aku yang berjudul ANTARA KITA...



...TBC...

__ADS_1


...πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜˜...


__ADS_2