
Raka langsung masuk ke mobilnya lalu mengikuti mobil Keyra dari jarak yang tidak terlalu mencolok.
" Sudah jam 8 malam, mau kemana mereka?" Gumam Raka sambil terus fokus mengikuti mobil Keyra yang berjarak 2 mobil di depannya.
" Mau ke mana dia sampe masuk tol segala?" Gumamnya lagi ketika melihat mobil Keyra memasuki gerbang tol.
Raka terus mengikuti Keyra sampai mobil keyra keluar tol di daerah bogor, mobil itu terus melaju ke sampai ke jalan yang menanjak dan lumayan sepi, sepertinya Keyra mengarah ke daerah pegunungan.
Sudah sekitar satu jam lebih Raka mengendarai mobil mengikuti Keyra sampai akhirnya Keyra samapai di salah satu vila di kawasan puncak.
Raka menunggu agak lama di dalam mobil di depan gerbang masuk vila, tapi Keyra belum keluar juga.
Karna penasaran akhirnya Raka memutuskan untuk menelepon Leo.
" Le, loe masih sama Dion?" Tanya Raka setelah Leo mengangkat telepon darinya.
" Masih, emang napa?" Tanya Leo melirik Dion sekilas.
" in...."
Di saat Raka mau menanyakan Keyra pada Dion, ia melihat mobil Keyra keluar dari villa itu.
" Ga papa!!" Serunya langsung mematikan teleponnya.
Leo mengumpat kesal kelakuan bos sekalian temannya itu.
" ****... bos gak ada ahlak" Umpat Leo melempar hpnya ke atas meja.
" Kenapa lagi?" Tanya Arya.
" Tau tuh gak jelas banget jadi orang" Leo masih kesal.
.
.
Raka melanjutkan lagi mengikuti mobil Keyra yang sepertinya ini adalah arah jalan pulang.
" Gil* kenapa gue jadi kaya penguntit gini ya?" Tanya Raka pada dirinya sendiri.
Ia baru sadar kalau sedari tadi ia hanya fokus mengikuti Keyra, tanpa sadar bahkan sekarang ia belum makan malam sedangkan jam sudah hampir menunjukan pukul 10 malam.
Ia tertawa sumbang, menertawakan kebodohan dirinya sendiri.
Tiba-tiba ada 3 sepeda motor sport yang mendahului mobil Raka dan berhenti tepat di depan mobil Keyra.
Raut wajah Raka yang tadinya cerah berubah seketika ketika melihat mobil Keyra berhenti di jalanan yang sepi dan ada sekitar 5 pria dengan penampilan seperti preman menggedor kaca mobilnya.
Bukannya keluar, Raka malah duduk bersandar dengan tangan bersidekap, memperhatikan apa yang akan Keyra lakukan.
Ia tau Keyra bukanlah gadis penakut, ingat Raka pernah melihat Keyra menghajar satu orang pencopet di busway saat pertemuan pertama mereka.
.
Di posisi Keyra...
"Buka kaca mobilnya!!" Ucap Salah satu dari lima preman yang mengerubungi mobilnya, sambil menggedor kaca tepat di sampingnya.
Keyra masih diam, ia hanya memperhatikan orang-orang yang berada di luar mobil.
" Key gimana ini?" Regina sudah pucat dan ketakutan ketika melihat wajah seram kelima preman itu.
" Iya key, gimana ini? Gue takut!!" Monic mulai menimpali.
" Tenang dulu, kalian coba hubungi polisi, gue bakal coba hadapi mereka buat ngulur waktu" Ucap Keyra menenangkan kedua sahabatnya.
"WOY! CEPAT BUKA KACA MOBIL LOE!!"
Teriakan dari para preman itu semakin membuat kedua gadis di dalam mobil semakin ketakutan.
" Tapi Key, kalo loe kenapa-napa gimana? Ini jauh dari pos polisi" Suara Regina bergetar saking takutnya dan khawatir dengan sahabatnya.
" Iya Key mending kita diem aja di mobil gak usah buka pintu" Tambah Monic menyarankan.
" WOY CEPETAN BUKA ATAU GUE PECAHIN NIH KACA!!"
" Kalau kita diem aja, kita juga gak aman, jadi mending gue keluar buat ngulur waktu sampe polisi dateng" Ucap keyra.
" Kalian cepat kunci lagi, setelah gue keluar" Titah Keyra
Monic dan Regina hanya mengangguk samar menatap Keyra cemas.
__ADS_1
Keyra mencengkaram pegangan pintu mobil, lalu dengan tenaga penuh ia membukanya dengan cepat, hingga satu orang preman yang berada tepat di depan pintu mundur beberapa langkah.
" Kuat juga ternyata!" Ejek preman yang tadi terkena pintu.
" Mau apa kalian?!" Teriak Keyra memandang penuh permusuhan pada kelima preman di depannya.
" Kita mau loe ikut sama kita!!" Ucap salah satu preman dengan tato di tangan kanannya.
" Heh..! Jangan harap!" Sarkas Keyra
" Lebih baik kau menurut saja Nona, dari pada kami berbuat kasar padamu" Ujar preman yang mempunyai bekas luka di dahinya.
" Lebih baik aku mati dari pada harus ikut dengan bajing** seperti kalian!!" Sarkas Keyra.
.
Dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat kejadian Raka dengan mata tajamnya terus memperhatikan Keyra dari balik kegelapan malam.
Mobilnya sengaja ia matikan, agat tidak membuat mereka curiga, hanya lampu mobil Keyra dan lampu jalan yang sudah mati sebagian yang menerangi mereka malam ini.
Tapi itu semua tidak bisa menghalanginya untuk melihat gadis yang sudah mencuri hatinya.
.
Duakh...
Duakh...
Bruk....
Keyra menangkis serangan dari satu preman yang melawan nya, dan memberikan satu tendangan di perut dan bagian bawah preman tersebut.
Aakkkhhh....
Erang preman dengan kepala plontos itu jatuh terduduk sambil memegang barang berharga miliknya yang terasa berdenyut.
" Breng**k !!" Umpat dua orang preman lainnya dan langsung menyerang Kayra.
Kkrreekh...
Bugh...
Akkkhhh...
Duakh...
Akkkhh...
Tanpa sepengetahuan Keyra satu tendangan keras berhasil melukai punggungnya, hingga ia jatuh tersungkur ke aspal.
"KEY...!!"
Terdengar teriakan dari dalam mobil.
Kedua sahabat Keyra hanya bisa menatap Keyra dengan perasaan cemas.
Mereka tak tau apa yang harus mereka lakukan.
Mereka sama sekali tak mempunyai keahlian bela diri,kalau mereka nekat keluar maka mereka hanya akan menambah beban Keyra.
.
Melihat Keyra yang sudah kewalahan Raka langsung keluar dari mobil, berjalan cepat menghampiri Keyra yang masih mencoba melawan para preman sendirian.
Duakh...
Duakh...
Kraakhhh...
Prang....
Suara pertarungan membuat telinga yang mendengarnya merasa ngilu.
Raka langsung menghajar semua preman, memukul, menendang, mengunci, membanting, ia lakukan tanpa hambatan sama sekali, dalam lima menit pertarungan sudah selesai dengan kelima preman itu sudah terkapar tak bisa bangun lagi.
" Kamu tidak apa-apa?" Tanya Raka membantu Leyra berdiri.
" Gak papa, terimakasih" Ucap Keyra tulus.
Keyra duduk di trotoar sedangkan Raka berdiri di sampingnya, ia mengambil hp di sakunya.
__ADS_1
Mendial nomor seseorang lalu meletakannya di telinganya.
" Om, tolong suruh beberapa anak buah om untuk datang ke jalan XX, secepatnya" Perintahnya setelah mendengar suara Alex.
"........"
" Baik om, aku tunggu"
Raka langsung mematikan sambungan telponnya lalu memasukan hpnya kembali ke saku celananya.
Ia berjongkok di depan Keyra, melihat semua luka yang ada pada lengan dan kaki Keyra.
Tedapat luka lecet di telapak tangannya akibat terjatuh, sedangkan pergelangan kaki kirinya memerah, sepertinya terkilir saat tadi ia kehilangan keseimbangan.
" Maaf" Ucapnya lembut lalu meraih kaki kiri Keyra dengan perlahan, membuka sepatunya dan memeriksa seberapa parah lukanya.
" Ti...tidak usah Tuan" Gugup Keyra berusaha untuk menarik kakinya dari dari tangan Raka.
" Diamlah, saya hanya mau mengobatinya" Ucap Raka dingin.
Raka memberikan pijatan Ringan pada daerah yang terkilir sesekali menarik lembut kaki Keyra.
" Aaakkhh..." Teriak Keyra ketika merasakan sakit di kakinya.
" Pelan-pelan" Ucapnya dengan nada manjanya, tanpa sadar.
" Sudah, Coba gerakan" Perintah Raka
Keyra mencoba menggerakan kakinya perlahan.
Benar saja kakinya sudah terasa jauh lebih baik di bandingkan tadi, walaupun masih ada sedikit rasa sakit.
" Iya, sudah lebih baik" Girang Keyra tersenyum senang.
Raka hanya tersenyum hangat pada Keyra lalu duduk di sebelah Keyra.
Keyra terpana melihat senyuman Raka yang membuatnya terlihat semakin tampan.
Tanpa sadar Keyra juga membalas senyuman itu, dan pipinya memerah entah kenapa.
Raka tersenyum tipis melihat wajah Keyra, tapi matanya terus memperhatikan kelima preman yang masih tak sadarkan diri di tengah jalan.
" Key loe gak papa?" Tanya Monic dan Regina panik, mereka baru memberanikan diri keluar dari dalam mobil dan langsung menghampiri Keyra.
" Gak, gue gak papa kok, hanya luka sedikit" Ucap Keyra santai.
Regina dan Monic melirik ke arah Raka yang duduk tenang menunggu orang suruhan Alex datang.
" Terimakasih Tuan" Ucap mereka bersamaan.
" Hmm" Hanya gumaman kecil sebagai balasan, lalu berdiri karena orang yang ia tunggu sudah tiba.
" Tuan muda" Sapa ketiga orang pria bertubuh kekar yang berdiri di hadapan Raka sambil membungkuk hormat.
" Bereskan mereka, buat mereka buka mulut" Perintah Raka.
" Baik Tuan muda" Ketiga lelaki tadi langsung melaksanakan perintah dari Raka.
" Max, tolong antarkan dua gadis ini" Ucap Raka.
" Baik Tuan muda" Patuh Max.
" Ayo, kamu biar saya yang antar" Ucap Raka pada Keyra.
" Ta....tapi---" Belum selesai Keyra berbicara Raka sudah memotongnya.
" Saya tidak menerima bantahan!" Ucap Raka berjalan menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan mereka.
Membukakan pintu di samping kemudi untuk Keyra agar segera masuk.
Keyra menganguk samar lalu berjalan menghampiri Raka lalu masuk ke dalam mobil.
.
.
...Tbc...
...Jangan lupa like, coment dan votenya ya......
...Karena sedikit dukungan dari kalian akan sangat berarti bagi saya......
__ADS_1
...Terimaksih🙏😘...