Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.74 Panik


__ADS_3

Hari terus berganti tanpa terasa pernikahan Raka dan Keyra sudah hampir satu tahun. Sekarang kehamilan Keyra sudah berusia sembilan bulan.


Seluruh keluarga Wiratmadja sedang di liputi rasa bahagia dan khawatir secara bersamaan karena menunggu saat saat paling menegangkan untuk seorang Keyra dan Raka.


Sejak dua minggu yang lalu bahkan Raka sudah tidak lagi bekerja di kantor. Dia lebih memilih bekerja dari rumah dan menyerahkan semua urusan kantornya pada Leo dan Dito.


Keputusan itu membuat Leo dan Dito sangat sibuk dan mengajukan protes pada Bos sekaligus teman mereka itu. Tapi rasa khawatir Raka kepada Keyra seakan menghilangkan simpati nya pada kedua orang temannya itu.


Raka tetap bersikukuh untuk bekerja sambil mengawasi istrinya secara langsung.


Seperti sekarang ini, Raka sedang bekerja di ruang keluarga sambil menemani Keyra yang sedang menonton serial drama kesukaan nya.


" Mau ke mana Key ?" tanya Raka saat melihat keyra beranjak dari duduk nya. Walaupun mata Raka sejak tadi fokus pada laptop dan berkas yang aberserakqn di atas meja, tapi dia sama sekali tak pernah melepaskan perhatiannya dari istri tercinta nya itu.


" Aku mau jalan-jalan sore dulu " jawab Keyra sambil berdiri.


" Aku temani, sebentar aku bersemangat ini dulu " ucap Raka sambil membereskan berkas dan laptopnya.


" Kamu terusin aja kerja nya, aku biar di temenin sama pak Har atau yang lainnya aja " tolak Keyra halus.Dia kasihan melihat suaminya yang selalu lembur karena harus terus menemani kegiatan dirinya sehingga mengganggu pekerjaannnya.


" Tidak perlu, aku masih bisa menemani mu kenapa harus meminta yang lain " ucap Raka sambil menghampiri Keyra.


" Ayo " ucapnya lagi memberikan tangannya untuk di gandeng oleh Keyra.


Kehamilannya yang semakin besar membuat Keyra sering kesusahan untuk melakukan sesuatu, bahkan untuk berjalan sedikit saja sudah sering merasa lelah.


Raka yang suka tak tega melihat Keyra sudah menawarkan untuk melahirkan secara operasi caesar tapi istrinya itu menolaknya.


Keyra selalu beralasan kalau dia masih mampu untuk melakukan persalinan secara normal dan ingin merasakan menjadi ibu yang melahirkan secara alami.


Raka akhirnya hanya bisa pasrah ketika pemeriksaan dari dokter juga mendukung keputusan Keyra.


" Kehamilan Ibu Keyra tidak ada masalah dan semuanya sehat, sehingga tidak masalah bila mau melahirkan secara normal "


Ucapan Dokter yang memeriksa kandungan Keyra saat itu langsung membuat senyum cerah untuk Keyra dan kekalahan telak bagi Raka.


Mau, tidak mau Raka harus mengikuti kemauan istrinya itu di tambah Kakek dan seluruh keluarga Keyra mendukung apa pun kemauan sang Ibu hamil itu.


.


" Ssshh.... " desis Keyra yang mengundang perhatian Raka yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Kenapa sayang ?" Raka langsung menghampiri Keyra yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur.


" Gak tau, rasanya perut ku sedikit melilit " jawab Keyra sedikit meringis.


" Apa, di mana ? Kita ke rumah sakit sekarang !" panik Raka


" Gak usah, lebih baik sekarang kamu ganti baju dulu aja " tolak Keyra berusaha menenangkan Raka.


" Baiklah, kamu jangan kemana-mana oke " perintah Raka sebelum masuk ke dalam wolk in closet.

__ADS_1


" Astaga...!"


Teriakan Keyra langsung membuat Raka berlari menghampiri istrinya itu dengan keadaan sedang memasang kaos santai nya.


" Sayang...!" teriak Raka kaget melihat Keyra sedang berdiri mematung di dekat ranjang.


Keyra melihat ke arah kedatangan Raka.


" Sayang, aku kayaknya ngompol deh " lirih Keyra melihat ke arah bawahnya yang sudah basah.


Raka menghampiri Keyra dengan kedua alis bertaut bingung, ia berjongkok di depan Keyra lalu meraba cairan yang ada di lantai.


" Ini bukan air seni sayang " ucapnya merasakan air yang sedikit berkendara dan tidak berbau pesing sama sekali.


" Apa itu air ketuban ?" ucap Keyra ikut bingung.


" Duduk dulu di sini " Raka langsung membantu Keyra duduk di atas ranjang, setelah itu ia berlari ke dalam walk in closet.


Tak lama kemudian Raka sudah kembali membawa baju ganti untuk Keyra dan tas berisi perlengkapan bayi yang sudah di siapkan.


" Sayang ganti baju dulu, kita ke rumah sakit sekarang " ucap Raka memberikan baju ganti untuk Keyra sedangkan dia kembali lagu ke dalam untuk mengambil koper berisi baju ganti Keyra dan dirinya.


" Masib bisa jalan, atau mau aku gendong ?" tanya Raka setelah melihat istrinya sudah mengganti baju.


Raka yang selalu mendampingi istrinya menghadiri Kelas hamil dan memeriksakan kandungan, membuatnya sedikit tau tentang tanda-tanda kontraksi ataupun tanda awal menuju persalinan.


" Aku masih bisa jalan kok, pelan-pelan " geleng Keyra.


Raka mengangguk lalu merangkul Keyra untuk berjalan bersama.


" Kalian mau ke mana malam-malam begini ?" Kakek Reksa yang batu saja mau pergi ke kamarnya mengalihkan perhatiannya pada dua cucunya itu.


" Mau ke rumah sakit Kek, kayaknya Keyra mau lahiran deh " ucap Raka setenang mungkin walau dalam hatinya dia sangat merasa cemas dan khawatir saat ini.


" Apa, Kakek ikut kalau gitu " ucap Kakek Reksa ribut.


" Tidak usah Kek, biar kami dulu saja, kalau sudah pasti mau melahirkan nanti kami kabari lagi " tolak Keyra di sela menahan rasa sakit di perut bagian bawahnya. Mengingat ini sudah malam dan itu tidak baik bagi kesehatan Reksa yang sudah berumur.


" Baiklah, kalian hati-hati di jalan dan kabari Kakek nanti " peringat Reksa.


" Iya Kek, kalau gitu kita pamit sekarang " ucap Raka mencium tangan Reksa di susul oleh Keyra.


" Doakan Keyra ya Kek " ucapnya


" Pasti, doa Kakek selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian " jawab Kakek Reksa mengusap puncak kepala cucu menantunya itu penuh kasih sayang.


" Ka..."


" Le, kebetulan kamu pulang, ambil mobil kita kerumah sakit sekarang "


Leo yang baru saja pulang terkejut dengan perkataan Raka, dia malah bengong menatap Raka dan Keyra bergantian.

__ADS_1


" Le, cepat...!" tatapan Raka berubah tajam, menyadarkan Leo yang masih dalam ke terkejutannya.


" Uh ! I...iya " ucapnya langsung berlari kembali ke dalam garasi untuk mengambil mobil.


Suara Keyra yang merintis pelan menahan sakit, membuat hati Raka ketar-ketir, walau ia bisa menutupi semua rasa paniknya dengan bersikap setenang mungkin, agar Keyra tak ikut merasa panik.


" Ini semakin sakit " keluh Keyra mengenggam tangan Raka untuk menyalurkan rasa sakitnya.


" Tahan sebentar lagi ya sayang " Raka terus mengelus punggung sang istri, berusaha untuk mengurangi rasa sakit yang di deritanya. Dia membiarkan Keyra mencengkaram tangannya, melampiaskan rasa sakitnya padanya.


Tiga puluh menit perjalanan, akhirnya mobil yang di kendarai Leo sudah terparkir di depan gedung rumah sakit milik keluarga Wiratmadja.


Leo langsung keluar dan mengambil kursi roda untuk Keyra.


Para staf rumah sakit dan perawat yang tau siapa itu Leo, langsung menyapa dan memperhatikannya.


" Panggil dokter yang menangani kehamilan Bu Keyra " perintah nya pada salah satu perawat di sana.


Keyra langsung di gendong dari mobil oleh Raka dan di bawa ke lantai atas, tempat khusus keluarga Wiratmadja di rumah sakit tersebut.


Seketika itu rumah sakit menjadi sangat sibuk karena kedatangan tiba-tiba sang Presdir.


Beberapa saat kemudian dokter yang menangani Keyra datang dan memeriksa keadaanya.


" Ini sudah pembukaan tujuh, sebaiknya Bu Keyra segera di pindahkan ke dalam ruang bersalin " ucapnya setelah memeriksa Keyra.


" Lakukan apa yang seharusnya di lakukan " ucap Raka dingin.


Rasa khawatir, cemas dan sakit bercampur menjadi satu sehingga Raka mulai tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Melihat Keyra yang terus menahan rasa sakit dengan wajah yang sudah berubah pucat membuat Raka ikut merasakan sakit di dalam hatinya.


Sedangkan Leo di luar ruangan sedang mengabari keluarga Keyra dan Reksa tentang keadaan Keyra saat ini.


Raka ikut masuk ke dalam ruang bersalin, ia terus menggenggam tangan Keyra, sesekali mengusap keringat di dahi istri tercintanya.


" Kamu kuat sayang, aku di sini bersama mu " ucap Lembut Raka memberikan semangat untuk Keyra.


" Ini sangat sakit Ka, huuhhh " rintih Keyra sambil terus mengatur nafasnya.


" Iya, aku tau ini sakit sayang, bertahan ya sayang, demi aku.., demi anak kita " ucap Raka terus mengusap pinggang Keyra.


Saat ini posisi Keyra sedang tidur mendampingi ke kiri untuk lebih mempercepat pembukaan jalan lahir.


Sedangkan Raka duduk di kursi tepat di depan Keyra yang memeluknya kuat dan melusupkan wajahnya di perut Raka.


Para dokter dan perawat yang bertugas mendampingi persalinan istri dari Presdir mereka hanya bisa melongo melihat sikap Raka yang sangat berbeda dari biasanya.


.


.

__ADS_1


...TBC...


...🙏😊😘...


__ADS_2