Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.73 Posesif


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul tiga dini hari saat Raka baru saja menyelesaikan semua masakannya.


Berbagai hidangan sudah tersaji apik di atas meja makan de hadapan Keyra.


" Ini dia, silahkan di makan sayang..." Raka berucap jenaka sambil memberikan piring berisi nasi liwet dengan berbagai macam lauk yang sudah ia siapkan untuk Keyra.


" Terimakasih Papa..." jawab Keyra dengan menirukan suara anak kecil.


Mata berbinar Keyra semakin membuat Raka gemas pada istri cantiknya itu.


" Temenin aku makan ya sayang " ucap Keyra lagi melihat Raka dengan penuh permohonan.


" Iya-iya ini aku temenin sayang "


Raka terkekeh pelan lalu duduk di samping Keyra, ia tersenyum melihat istrinya itu makan dengan sangat lahapnya.


" Bagaimana rasanya hem ?" tanya Raka mengelus anak rambut di dahi Keyra.


" Enak, ini makanan ter enak yang pernah aku makan.." jawab Keyra dengan mulut penuh.


" Astaga, hati-hati sayang, pelan-pelan saja makannya, gak akan ada yang berani mengambil makanan mu " omel Raka menyodorkan air putih pada Keyra yang terbatuk.


Keyra tak perduli sama sekali dengan semua ocehan Raka, ia hanya sibuk menikmati segala lauk yang tersedia di depannya saat ini.


Sebenarnya sudah dari kemarin Keyra ingin di masakan semua ini oleh Raka, hanya saja Keyra tidak enak mengganggu Raka yang terlihat sedang sangat sibuk.


Tapi entah mengapa tadi malam tiba-tiba keinginannya bertambah besar sampai membuatnya tak dapat tidur dan terpaksa memintanya pada Raka.


Walaupun ia tau kalau suaminya itu pasti sangat lelah, karna akhir-akhir ini dia banyak bekerja lembur.


" Hah... Akhirnya kenyang juga " Keyra menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi sambil mengusap perutnya.


Raka tersenyum melihat wajah puas sang istri.


" Udah selesai kan sayang, sekarang boleh aku istirahat " ucap Raka lembut melihat jam sudah menunjukan hampir pukul empat pagi.


Hooaamm


Raka menguap lebar dengan mata yang sudah sangat sayu dan wajah lelahnya.


" Iya sekarang kamu istirahat aja, aku mau nonton dulu di ruang keluarga " ucap Keyra.


" Eh, kenapa gak di kamar aja nontonnya ?" tanya Raka kaget.


" Aku lagi pengen di sini aja, lagian nanti kalau aku nonton di kamar malah ganggu kamu lagi " ucap Keyra.


" Engga kok sayang, kamu di kamar aja yah nontonnya, aku khawatir kalau kamu di sini sendirian " ucap Raka.

__ADS_1


" Enggak ah, nanti aku malah ketiduran kalau di kamar, kan gak bagus kalau habis makan langsung tidur " geleng Keyra.


Huft....


Raka menghela napas kasar.


" Baiklah, kalau gitu kamu harus di temani oleh Pak Har oke !" perintah Raka tak menerima bantahan lagi dari Keyra.


" Tapi...."


" Menurut atau tidak sama sekali " ancam Raka tajam, sebelum Keyra menyelesaikan perkataannya.


" Iya " ucap Keyra jengah.


Semenjak dia hamil sikap posesif Raka kepadanya semakin menjadi, Raka tak pernah membiarkan nya kemana-mana sendiri, bahkan di dalam rumah pun Keyra harus selalu ada yang menemani.


Setelah Pak Har selesai membereskan dapur dan kembali menghampiri kedua majikannya itu, Raka baru mau meninggalkan Keyra.


" Jaga istriku baik-baik.." tekan Raka sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan istrinya bersama kepala pelayan di rumahnya itu.


" Baik Tuan Muda " jawab Pak Har sambil menundukan kepalanya sekilas pada Raka.


.


.


" Raka masih tidur Kek, tadi malam abis begadang..." jawab Keyra sambil tersenyum pada Kakek mertuanya itu.


" Begadang apa lagi dia, masih amarah pekerjaan ?" tanya Reksa terlihat geram.


" Enggak kok Kek, tadi malam Key mau di masakin sama Raka, jadinya Raka masak deh buat Key, dan baru tidur jam empat pagi "jelas Keyra.


Reksa tersenyum, " Oh Kakek kirain kerja lagi, awas saja kalau tuh anak sampai mengabaikan cucu sama cicit Kakek karena pekerjaan " ucap Reksa menggebu.


" Hahaha... Enggak kok Ke, Raka masih bisa mengatur waktunya untuk Key, lagian kan di sini Key ad Kakek yang nemenin " jawab Key.


Semenjak menikah dan Keyra hamil perhatian dari seluruh isi rumah tercurah hanya untuk istri Raka itu.


Mereka semua sangat menyayangi Keyra, hingga Keyra merasa sangat nyaman berada di rumah itu, apalagi kadang kedua Sahabatnya juga datang kerumah untuk menemani nya.


" Key, liat Raka gak ?" tiba-tiba Leo muncul dari belakang mereka sudah dengan setelah kerja nya.


" Kayaknya masih tidur deh, emang kenapa Le ?" tanya Keyra.


" Hah, masih tidur..! Astaga pagi ini dia ada rapat direksi di kantor.." panik Leo


" Hah memang jam berapa rapatnya ?" tanya Keyra kaget.

__ADS_1


Keyra kira tak ada rapat pagi karena biasanya kalau ada rapat pagi Raka akan berpesan untuk membangunkannya.


" Jam 10 " ucap Leo singkat.


" Astaga...Sebentar aku bangunan dulu " ucap Keyra berjalan terburu-buru.


"Hei, Key jalan pelan-pelan..!" teriakan panik Reksa langsung menghentikan langkah terburu-buru keyra.


" Iya maaf Kek, Keyra lupa " cengir Keyra kembali memperlambat jalannya.


" Ish... dua orang ini benar-benar membuat ku tambah prustasi " umpat Leo lirih, sambil menggeleng kepala miris.


" Aku mendengarnya Leo " tekan Reksa.


" Hah, Eh tidak Kek..." gugup Leo merasa tertangkap basah oleh bos besarnya.


Reksa hanya geleng-geleng kepala akan sifat para anak muda di rumahnya.


Leo masih terus berjalan mondar-mandir sambil sesekali melihat jam di tangannya.


Ini sudah jam sembilan lima belas dan Raka belum juga keluar dari kamarnya.


" Duduk lah, aku pusing melihat mu " ucap Reksa.


" Ngpain saja sih mereka, lama sekali " gerutu Leo sambil duduk di hadapan Reksa.


" Biasalah... Namanya juga suami istri, makannya kamu cepat cari calon istri jangan kerja terus " ucap Reksa santai.


" Gimana mau cari calon istri kalau cucu Kakek itu gak pernah memberikan libur sama sekali " adu Leo pada Reksa.


" Enak saja kamu bilang, memang kapan loe pernah ngajuin cuti sama gue hah ?!" Raka yang mendengar ucapan Leo langsung bertolak pinggang di depan Leo.


" Astaga...!" kaget Leo tak mengetahui kehadiran Raka.


" Apa...!" tanya Raka melotot.


" Gak... gak papa, ayo buruan berangkat bentar lagi rapat di mulai " ucap Leo mengalihkan perhatian Raka.


Setelah melakukan ritual pamit kepada istri dan juga Kakeknya Raka akhirnya berangkat ke kantor bersama dengan Leo yang masih setia menjadi sekretaris sekaligus sopir pribadinya...


.


.


...TBC...


...🙏😊😘...

__ADS_1


__ADS_2