
Siang hari Raka baru saja sampai di rumah sakit Ibu kota.
Disana sudah ada Reksa, Alex dan Daniel yang menyambut kedatangan Raka.
Raka turun dari mobil dengan di bantu oleh Leo, sedangkan Alex dengan sigap membawa kursi roda untuk Raka.
Raka duduk di kursi roda dengan di bantu Leo yang langsung mendorong nya ke lobby.
" Selamat datang Presdir " ucap Para dokter dan perawat yang sengaja menyambut Raka di lobby rumah sakit.
" Terimakasih.." jawab Raka menganggukkan sedikit kepalanya.
" Apa yang kau rasakan Ka ?" tanya Reksa saat mereka sudah berada di dalam lift menuju kamar khusus keluarga Wiratmadja di lantai paling atas.
" Lebih baik Kek " jawab Raka tersenyum melihat Reksa.
" Syukurlah kalau begitu, kau memang harus cepat sembuh karena banyak pekerjaan yang sudah harus kau selesaikan " ucap Reksa.
" Kalau soal pekerjaan Kakek tenang saja, aku masih bisa mengerjakannya di rumah sakit " jawab Raka mengulum senyumnya.
Raka tau itu hanya alasan Kakeknya untuk menutupi rasa khawatir nya, tapi ia terlalu gengsi untuk mengatakan perasaannya pada Raka.
" Yak.... Dasar anak nakal. Kalau kau berani mengerjakan urusan kantor di sini, untuk apa kau pekerjaan Leo dan Dito hah? Biar ku pecat saja mereka " ancam Reksa tajam.
" Eum iya-iya, kenapa sekarang Kakek jadi bawel sekali ? gerutu Raka dengan suara pelan.
.
.
Di tempat lain di sebuah rumah di pinggiran kota yang terlihat kumuh tapi tidak sebanding dengan suasana di dalam rumah yang terlihat mewah dengan banyak orang bertubuh kekar dan berwajah seram hilir mudik mengerjakan pekerjaannya masing-masing.
Suasana di salah satu ruangan dengan nuansa hitam itu begitu mencekam.
Seorang lelaki paruh baya sedang mengamuk melepaskan segala kemarahan nya pada asisten pribadi dan anak buahnya.
" Bodoh kalian, mengatasi anak kurang ajar itu saja kalian tidak bisa!!!" raung Lexi menunjuk pada wajah Baron dan asisten pribadinya.
Dua orang yang menjadi pelampiasan kemarahan bosnya itu hanya bisa menunduk dalam tak berani memandang wajah murka Lexi.
Lexi baru saja datang dari Singapura karena mendengar rencananya untuk mencelakai Raka gagal dan sekarang Rion dan semua anak buahnya sedang dalam masa pengobatan karena luka yang mereka derita.
Begitu sampai di markas nya Lexi langsung mengamuk dan memaki seluruh orang yang masih berada di markas.
Keadaan ruangan itu sudah sangat berantakan saat ini, Lexi membanting semua barang-barang yang ada di dekatnya sambil terus mengumpat Raka dan Reksa.
.
.
__ADS_1
Keyra sekarang sudah boleh pulang, di rumah sakit ia di tangani dengan psikolog dan itu membuatnya cepat pulih dari rasa traumanya.
Walaupun sekarang Keyra lebih menutup diri dan menjaga jarak pada laki-laki.
Pagi ini Keyra dan semua keluarganya akan menjenguk Raka di rumah sakit.
Beberapa hari ini mereka memilih fokus pada pemulihan Keyra dulu, hingga mereka lupa untuk berterimakasih pada Raka
Sampai di rumah sakit Keyra berjalan ber-iringan bersama dengan Dion yang dengan setia menemani Keyra, sedangkan di depan mereka Papa dan Mama mereka berjalan dengan saling bergandeng tangan menuju lift untuk membawa mereka ke lantai paling atas rumah sakit, tempat Raka di rawat.
Tok...tok...tok...
Daniel mengetuk pintu kamar Raka.
" Ah... Pak Daniel, silahkan masuk " Leo menyambut hangat keluarga Permana, melebarkan celah pintu agar semua tamu bisa masuk.
Daniel mengangguk dan melangkah masuk di ikuti oleh istrinya dan anak-anak nya.
Ternyata di dalam sudah banyak teman-teman Raka yang sedang menjenguk Raka.
Emran, Rico dan Arya, sedang duduk di sofa sedangkan Raka duduk bersandar di brangkar.
Genggam tangan Keyra pada tangan Dion semakin kencang, sebenarnya ia masih trauma bila bertemu dengan pria asing.
Dion yang tau kondisi Keyra mengusap tangan Keyra, seakan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Keyra mengalihkan pandangannya pada wajah Dion yang tersenyum dan menganggukan kepala, meyakinkan Keyra.
" Iya Om, kebetulan kami sedang ada urusan di sini " ucap Emran mewakili kedua temannya.
Padahal kenyataannya mereka bertiga sengaja datang ke kota ini hanya untuk melihat keadaan Raka.
" Bagaimana keadaan kamu Ka?" tanya Daniel saat sudah berdiri di sisi brankar.
" Lebih baik Om, Key gimana keadaan nya ?" Raka mengalihkan pandangannya pada Keyra yang menunduk dalam di ujung brankar.
Daniel melirik Keyra lalu tersenyum kepada Raka.
" Keyra juga sudah lebih baik, kami mengucapkan terimakasih banyak pada Nak Raka.... Entah bagaimana jadinya bila saat itu Nak Raka tidak membantu kami " Daniel berucap dengan sungguh-sungguh, ada penyesalan dari sorot matanya.
Raka tersenyum hangat.
" Syukurlah.... tidak perlu seperti itu Om, itu kan sudah kewajiban kita untuk saling membantu satu sama lain " jawab Raka.
Daniel dan Ratna memandang lewat wajah Raka, mereka semakin kagum dengan sifat Raka.
" Key " panggil Daniel agar mendekat padanya.
Keyra maju, Daniel membimbing Keyra untuk duduk di kursi sebelah Raka.
__ADS_1
" Terimakasih " cicit Keyra dengan suara yang hampir tak terdengar.
Raka tersenyum melihat Keyra, " Saya senang kamu baik-baik saja " ucap Raka.
Keyra mengangkat wajahnya hingga pandangan keduanya bertemu.
Selama beberapa detik mereka terpaut satu sama lain, seakan tak bisa melepaskan pandangannya dari satu sama lain sebelum Keyra memutuskan nya dan kembali menunduk.
Matanya kembali memanas, hatinya terasa sakit melihat keadaan Raka saat ini akibat menyelamatkan nya.
Entah mengapa Keyra merasakan kenyamanan ketika melihat sorot mata teduh Raka.
Daniel, Dion dan Ratna yang tau kedua muda mudi itu membutuhkan waktu berdua memilih untuk ikut bergabung bersama Emran, Leo, Arya dan Rico di sofa.
" Hey... kenapa menangis hem " lembut Raka, mengangkat dagu Keyra agar ia bisa melihat wajah manis yang sudah membuat dirinya hampir tak bisa bernafas karena mencemaskannya beberapa hari yang lalu.
Menangkup wajah yang sudah di penuhi oleh air mata itu.
Keyra menggeleng, lidah nya kelu saat ini, ia tak bisa mengatakan satu kata pun di hadapan lelaki yang sudah menyelamatkan kehormatan nya itu.
Tangis Keyra pecah ketika mendapati perlakuan lembut Raka kepadanya, ia merasa sudah kotor sekarang, ia sudah tak pantas lagi untuk Raka.
" Ssstt.... Saya tidak apa-apa okey.... kemarilah..." ucap Raka menenangkan Keyra yang kembali terisak.
Keyra mengeleng.
" Kemari..." titah Raka lagi menepuk tempat di sampingnya.
Perlahan Keyra berdiri dan duduk di sisi brankar.
Raka langsung merengkuh tubuh Keyra, dengan sangat lembut dan penuh kehangatan.
Keyra tak melawan, ia membalas pelukan Raka, menyususpkan wajahnya pada belahan dada bidang Raka, menghirup wangi khas yang selalu membuatnya tenang dan nyaman berada di dalam pelukan tubuh tegap seorang lelaki yang telah mencuri hatinya sejak ia pertama kali melihatnya.
Raka mengelus lembut punggung ringkih Keyra yang masih terasa bergetar, Raka tau Keyra masih saja menangis saat ini, ia hanya diam membiarkan Keyra meluapkan segala kesedihannya.
Hingga perlahan Raka merasakan tubuh Keyra mulai melemah, ia menunduk melihat wajah Keyra, matanya sudah tertutup rapat dengan nafas teratur.
Tersenyum ketika menyadari bahwa ternyata Keyra tertidur di dalam pelukannya.
perlahan Raka menggeser duduknya dan merebahkan Keyra di atas brangkar nya.
Setelah memastikan Keyra terlihat tidur dengan nyaman, perlahan Raka turun, ia berjalan ke kamar mandi.
.
.
...TBC...
__ADS_1
...🙏😊😘...