
Setelah berkunjung ke beberapa tempat untuk melihat secara langsung pembagian sembako pada setiap warga yang membutuhkan Raka bersama rombongan melanjutkan perjalanan Mereka ke salah satu panti asuhan tempat acara selanjutnya, yaitu santunan kepada anak yatim dan anak-anak berkebutuhan khusus.
Sekitar jam 1 siang mereka sampai di panti, ternyata Reksa sudah lebih dulu berada di sana.
Mereka langsung di sambut oleh para pengurus panti tersebut.
Terlihat semua anak-anak sangat senang menerima berbagai macam bingkisan yang di bagikan oleh Raka dan para sahabatnya, mulai dari peralatan sekolah, pakaian dan mainan.
Kakek Reksa mewakili perusahaan untuk memberikan bantuan kepada panti secara simbolis.
Setelah acara selesai mereka menyempatkan diri untuk bermain bersama para anak-anak di panti tersebut.
Raka tampak bahagia bermain bersama para anak laki-laki di pekarangan belakang, sedangkan Keyra bermain dengan para anak perempuan di teras.
Sesekali Keyra tampak melirik ke arah Raka yang sedang tertawa lepas bersama para anak-anak yang sedang bermain bola.
Begitu juga Raka, ia sesekali melihat Keyra yang terlihat tersenyum ceria bersama para anak perempuan, dan sesekali Keyra juga melerai pertengkaran yang terjadi antara anak-anak.
Raka tersenyum samar, melihat Keyra yang menurutnya sangat cantik ketika sedang tersenyum hangat pada anak-anak di sekitarnya.
Sekitar jam lima sore Raka dan Keyra baru saja pergi dari panti tersebut, sedangkan yang lainnya sudah pulang terlebih dahulu, karena ada kepentingan masing-masing.
" Kita mau ke mana Ka ? " tanya Keyra ketika melihat Raka mengambil jalan lain.
" Kita akan ke suatu tempat " ucap Raka masih memacu motor sport nya.
Di saat perjalanan sudah hampir sampai tiba-tiba saja awan berubah mendung dan perlahan mulai ada rintik hujan yang turun.
Raka semakin menambah kecepatan motornya.
" Ka pelan-pelan " ucap Keyra mengeratkan pelukannya.
" Gerimis, sebentar lagi kita sampai " jawab Raka.
Keyra mengerinyitkan alis nya ketika melihat Raka membelokan motornya pada sebuah pasar.
Keyra semakin bertanya-tanya ketika Raka sudah berhenti di depan toko kelontong yang cukup besar di pasar tersebut.
" Mau apa Raka ngajak aku ke sini?Masa Raka mau ngajak aku belanja di toko kelontong sih " gumam Keyra dalam hati.
" Bang Joni, Mpok Isah !" panggil Raka pada dua orang yang sedang sibuk membereskan toko tersebut.
" Yuk " Ajak Raka menggenggam tangan Keyra membawanya menghampiri kedua orang tersebut.
" Ya ampun Raka, loe kenapa dateng gak bilang-bilang?!" heboh Mpok Isah menyambut Raka.
Sekarang Mpok Isah ikut membantu Joni mengurus toko peninggalan orang tua Raka.
" Iya Mpok, tadi Raka kebetulan lewat " ucap Raka mencium tangan Mpok Isah, kemudian memeluknya sebentar.
" Gimana kabar loe Ka ?" tanya Joni ikut menghampiri Raka.
__ADS_1
" Baik kok Bang, Abang, Mpok sama Rendi gimana disini?" tanya Raka balik.
" Kita juga baik kok disini, loe gak usah khawatir ama kita " ucap Joni.
" Oh iya Mpok, Bang, kenalin ini Keyra temen Raka. Key ini Bang Joni dan Mpok Isah, teman Almarhum orang tua ku " Raka memperkenalkan Keyra
" Keyra, Om, Tante" ucap Keyra mencium tangan Mpok Isah dan Bang Joni.
" Panggil Abang sama Mpok aja, kayak Raka" ucap Mpok Isah.
" Ya udah kita ke rumah dulu, nanti Mpok masakin masakan kesukaan loe Ka " ajak Mpok Isah.
" Iya, kalian tunggu di rumah aja,nanti gue nyusul " ucap Joni.
" Biar saya bantu Abang dulu aja, Key kamu ke rumah dulu barengan sama Mpok Isah ya " ucap Raka pada Keyra.
Keyra memandang Raka, ia baru saja bertemu dengan Mpok Isah, tapi sekarang harus pergi berdua saja itu pasti akan sangat canggung.
" Tenang saja, Mpok Isah orangnya baik kok, sebentar lagi juga aku nyusul " ucap Raka mengerti kalau Keyra masih belum merasa nyaman dengan orang-orang yang baru saja di temui nya.
Akhirnya dengan berat hati Keyra mengikuti Mpok Isah, masuk ke dalam gang kecil yang hanya bisa masuk motor saja.
Di sepanjang jalan banyak yang menyapa Mpok Isah serta menanyakan siapa Keyra, Keyra hanya tersenyum melihat orang-orang yang sepertinya ramah dan saling peduli satu sama lain.
Sangat jauh berbeda dengan kehidupan di perumahan nya, yang sudah jarang bertegur sapa antar penghuni komplek bahkan mungkin ada beberapa dari mereka yang tidak mengenal satu sama lain walau tinggal berada di dalam satu komplek perumahan.
" Baru pulang Mpok Isah...?"
" Bening bener, siapa itu Mpok ? "
Terdengar berbagai pertanyaan dari orang-orang yang melihat Mpok Isah dan dirinya.
Mpok Isah hanya menjawab secukupnya, sesekali ia juga berhenti untuk melayani orang yang bertanya padanya.
Mpok isah juga mengajak nya untuk mampir di warung yang menjual sayur yang ia lewati.
Hingga akhirnya mereka berhenti di depan sebuah rumah sederhana berlantai dua yang terlihat rapi dan asri di bandingkan dengan rumah yang berada di sekitarnya.
" Ini rumah Mpok Isah ?" tanya Keyra ragu-ragu.
" Bukan, rumah Mpok yang itu " tunjuk Mpok Isah pada rumah di depan nya.
" Kalau ini rumahnya Raka, sekarang di tempatin si Joni sama Rendi " jelas Mpok isah, sambil membuka pintu.
Keyra hanya mengangguk sambil memperhatikan sekeliling rumah yang terlihat nyaman.
" Masuk neng, masuk " ucap Mpok Isah.
" Eh... iya Mpok makasih " ucap Keyra mengikuti Mpok isah masuk ke dalam rumah.
Ternyata walaupun rumah itu di huni oleh laki-laki tapi rumah itu terlihat rapih dan bersih.
__ADS_1
" Mpok tinggal ke belakang dulu ya, mau masak buat makan malam dulu " ucap Mpok isah membawa kantong kresek berisi belanjaan yang tadi ia beli di warung.
" Mpok, aku ikut saja, boleh gak ?" tanya Keyra.
" Tapi... apa gak apa-apa Neng ikut Mpok ke dapur " tanya Mpok Isah ragu-ragu.
" Gak apa-apa kok Mpok, aku udah biasa nemenin Mama masak di rumah " ucap Keyra meyakinkan Mpok Isah.
" Ya udah ayok " ucap Mpok isah.
Akhirnya kedua perempuan berbeda usia itu asik dengan kegiatan memasak mereka, dengan sesekali berbicara dan Keyra yang juga banyak bertanya tentang Raka pada Mpok Isah.
Mpok Isah memasak sayur asem, goreng tempe, tahu, sambal cumi asin, tumis kangkung, dan ayam goreng.
Hidangan sederhana yang sangat mengugah selera makan.
Raka datang setelah hampir satu jam berbincang bersama Joni di toko sambil menunggu Rendi yang sedang mengantarkan belanjaan pelanggan.
" Hemmm wangi banget, masak apa nih Mpok !" Raka langsung masuk ke dapur mengambil goreng tempe yang baru saja matang lalu berdiri di samping Mpok Isah yang sedang mencicipi sayur asem, sambil memakan goreng tempe dalam keadaan masih panas.
Saat ini Raka seperti seorang anak yang baru saja pulang dengan keadaan lapar dan menghampiri ibu nya yang sedang memasak.
Sikapnya sangat berbeda, tidak seperti biasanya yang terlihat oleh Keyra, disini Raka terlihat lebih terbuka dan ceria.
" Mpok masak sayur asem sama sambal cumi asin " ucap Mpok isah, sambil mengangkat panci sayur asem yang sudah matang dari kompor.
" Wah... Pasti enak banget tuh, Raka jadi gak sabar nih pengen cepet makan " ucap Raka mengusap perutnya.
" Ya udah sekarang loe bersih-bersih dulu, sekalian ajak Neng Keyra tuh " ucap Mpok Isah.
" Iya-iya...yuk Key, mandi dulu " ajak Raka membawa Keyra ke lantai atas.
" Kamu mandi di kamar ku, aku biar mandi di kamar ini " ucap Raka setelah mengambil baju ganti untuk nya.
" Sebentar aku ambil baju ganti untuk kamu dulu " ucap Raka lagi masuk pada kamar di sebelah nya.
Keyra hanya mengangguk, ia melihat seluruh isi rumah yang terlihat nyaman dan cukup berbeda dengan ruangan di bawah.
Jika di bawah bernuansa abu-abu dan putih khas seorang laki-laki, sedangkan di lantai dua ini lebih bernuansa perempuan dengan perpaduan warna-warna pastel yang terkesan lembut.
" Maaf ya, disini cuma ada pakaian milik Bunda ku saja, jadi gak papa kan kamu pake ini dulu " ucap Raka menyodorkan lipatan pakaian pada Keyra.
" Iya gak papa kok " ucap Keyra menerima pakaian dari Raka.
Keyra masuk ke dalam kamar Raka yang terlihat bernuansa putih dan abu-abu muda, terlihat rapih dengan aroma khas Raka yang menguar tajam di seluruh ruangan.
.
.
...TBC...
__ADS_1
...🙏😊😘...