
" Ka, Raka!!" Suara pamiliar yang memanggil namanya membuat Raka menghentikan langkahnya.
" Ka, Keyra" Dito yang berjalan di sampingnya bergumam pada Raka.
" Iya gue juga tau" Ucap Raka membalas Dito.
" Ada apa Key?" Tanya Raka saat Keyra sudah sampai di hadapannya.
" Emm ini buat loe" Keyra memberikan paper bag pada Raka.
" Apa ini?" Raka mengerinyitkan alisnya bingung.
" Ini... ini sebagai tanda terimakasih aku karna loe udah bantuin gue" Jawab Keyra gugup.
" Oh...gak usah saya ikhlas kok nolong kamu" Ucap Raka.
"Ini beneran buat loe, di terima ya" Keyra mengambil tangan Raka dan menyerahkan paper bag itu secara paksa.
Raut wajahnya memohon agar Raka tidak menolak pemberiannya.
" Baiklah, terima kasih" Raka akhirnya menerimanya.
Keyra langsung tersenyum ceria, memandang Raka dengan wajah berbinar.
Ekhm....
Raka berdehem agar Keyra tak melihatnya terus.
Sebenarnya saat ini ia sedang mengendalikan jantungnya yang selalu berdetak lebih cepat bila sedang dekat dengan Keyra.
" Eh... eumm...gue pergi dulu kalo gitu" Pamit Keyra canggung.
Raka hanya mengangguk.
" Daah" Ucapa Keyra melambaikan tangannya sambil berjalan menjauh.
Raka membalas lambaian tangan Keyra sambil tersenyum.
" Waaah.... sahabat gue dah ada penggemar sekarang!!" Seru heboh Dito setelah Keyra sudah kembali bergabung dengan kedua sahabatnya.
"Apa sih loe, ini kan cuman tanda trimakasih doang" Sangkal Raka menyembunyikan Rasa bahagianya.
" Cieeee yang bahagia hahaha..." Ledek Dito dengan tawa renyahnya.
" Apaan sih loe, dah ah gue mau balik ke kantor dulu, masih ada rapat gue" Ucap Raka berjalan cepat mendahului Dito yang masih belum berhenti menertawakannya.
.
.
Sedangkan Keyra, ia juga jadi bahan candaan kedua sahabatnya.
"Cieee yang di terima hadiahnya, kayanya seneng banget tuh?!" Seru Monic dengan gaya centilnya.
" Iya nih sampe pipi loe merah gitu saking senengnya bisa ketemu yayang Raka" Regina ikut mengejek Keyra.
"Apaan sih loe pada, Rese banget" Keyra menangkup wajahnya yang sudah memerah karena malu.
" Yaaah malu!! Biasanya juga loe gak tau malu!!" Monic semakin senang mengejek Keyra.
" Hahahaha..." Tawa Monic dan Regina pecah begitu saja.
" Kayanya ni anak udah beneran jatuh cinta sama si Raka deh" Regina yang memperhatikan gerak-gerik Keyra yang selalu saja berubah lebih malu-malu dan kalem saat di depan Raka, sangat berbeda dari Keyra yang mereka kenal, membuatnya semakin yakin kalau Keyra memang sudah jatuh hati dengan Raka.
" Iya, sekarang gue percaya kalo nih anak beneran dah kepincut sama anak kutu buku itu" Monik mendorong pundak Keira yang sedang duduk di kursi taman.
" Apaan sih loe, dia itu emang rajin belajar, buktinya dia pinter banget" Sewot Keyra tidak terima Raka di bilang kutu buku oleh kedua sahabatnya.
" Iya iya, yang lagi jatuh cinta, segitu aja udah sewot" Monic masih menggoda Keyra.
" Lah kan dari kemaren-kemaren juga gue dah bilang kalo gue dah jatuh cinta sama Raka" Ucap Keyra santai.
" Iya iya kita percaya sekarang" Ujar Monic jengah, dan di angguki oleh Regina.
" Trus loe mau ngedeketin Raka duluan gitu?" Tanya Monic lagi melihat Kayra penuh selidik.
" Iya, gue bakalan perjuangin cinta gue buat dia" Ucap Keyra dengan percaya diri penuh.
" Gil* ya loe!! Gengsi lah Key, loe itu kan cewe, harusnya loe yang di deketin cowo bukannya loe yang ngedeketkn cowo!" Sarkas Monic tidak setuju dengan rencana Keyra.
" Iya Key, lagian loe itu cantik, ngapain juga leo ngedeketin cowo, gak di deketin juga cowo-cowo udah pada suka sama loe" Ragina ikut menimpali ucapan Monic.
" Raka itu beda, dia gak kaya cowo-cowo yang lain yang gak bisa liat cewe cantik dikit langsung di sosor"
__ADS_1
" Emansipasi wanita girls, pokoknya gue akan tetep deketin Raka sampe Raka jadi milik gue" Ucap Keyra tak mau di bantah.
" Terserah loe aja lah Key. Tapi awas aja kalau si Raka berani nyakitin loe, dia bakalan berhadapan sama kita bedua. Ya kan Re?" Ucap Monic pasrah.
" Iya!! Betul itu kata Monik" Seru Regina mengangkat kedua jempolnya, menyetujui perkataan Monic.
.
.
Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka dengan tangan mengepal menahan amarahnya bahkan matanya sudah memerah menahan gemuruh di dalam dadanya.
Dalam hatinya ia mengutuk Raka dengan segala umpatan.
Apa yang menarik dari kutu buku, cupu kaya Raka sampai-sampai ia harus kalah bahkan sebelum berperang kayak gini.
" Sabar bro loe pasti bisa dapetin Keyra" Kenzi menepuk pundak Rion.
" Iya bro, gue yakin loe gak bakalan kalah sama si kutu itu" Bimo ikut mendinginkan amarah Rion.
" Cari kutu buku si*lan itu, gue bakal kasih pelajaran buat dia" Ucap Rion dingin.
" Oke bos" Kenzi dan Bimo langsung pergi dari sana meninggalakan Rion yang masih asik melihat Keyra dan teman-temannya asik bercanda.
" Loe milik gue Keyra, dan akan gue pastikan loe akan jatuh ke tangan gue" Gumam Rion sebelum akhirnya memilih pergi dari sana.
.
.
Raka sedang mengendarai motor Rx king yang memang di khusus kan untuknya pergi ke kampus, ia sedang menuju ke kantor ketika tiba-tiba saja ada sebuah mobil sport yang menghadang perjalanannya.
Dengan sigap Raka langsung mengerem motornya agar tidak terjadi tabrakan.
Untung saja ia sedang mengendarai tidak terlalu kencang jadi bisa menghindari kecelakaan.
" Mau apa lagi sih mereka?" Tanya Raka dalam hati.
Raka tentu sudah tau siapa yang berada di mobil itu, ia sudah siap siaga tapi masih terlihat duduk santai di atas motornya.
" Kalian diam saja, bila nanti saya sudah terlihat kewalahan baru kalian bantu saya" Ucap Raka lirih dengan mata masih memperhatikan mobil di depannya.
Tiga orang pria yang sangat Raka kenal keluar dari mobil itu dengan gaya sombongnya, mereka langsung menghampiri Raka dan...
Bugh....
" Kutu sialan loe ya, berani-beraninya loe ngedeketin cewe milik gue" Sarkas Rion.
Bugh...
Satu pukulan lagi mendarat mulus di Rahang Raka hingga ia menengok ke samping saking kerasnya.
Raka melihat Rion sembil menghapus noda darah di ujung bibirnya.
Takut?... Tidak.... Raka yang sekarang bukanlah Raka yang akan berpura-pura takut lagi pada Rion.
" Udah berani loe yah ngangkat kepala loe di hadapan gue" Rion semakin terbakar amarah saat ini.
Ia berancang-ancang ingin memberikan pukulan lagi ke arah pipi Raka tapi dengan sigap Raka langsung menahan kepalan tangan Rian dengan telapak tangannya, mencengkram erat kepalan tangan itu, kemudian memutarnya dan...
Duakh....
Raka memberikan tendangan di perut Rion hingga ia terhuyung beberapa langkah ke belakang.
Rion melihat Raka dengan tatapan yang tak bisa di artikan,dengan tangan kiri memegang perut yang terkena tendangan Raka, mundur beberapa langkah, ia merasakan sakit yang luar biasa di tangan kanan dan punggungnya.
Mata ketiga pria di hadapan Raka melotot kaget melihat Raka yang sudah berani melawan, dan sekarang bahkan sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Melihat Rion kesakitan Kenzi dan Bimo tersulut emosi dan langsung menyerang Raka tanpa perhitungan terlebih dahulu.
Situasi ini menguntungkan Raka, karena kedua lawannya menyerangnya dengan brutal dan amarah yang menggebu.
Duakh...
Duakh...
Kreakh....
Akhhh...
Suara perkelahian antara Raka, Kenzi dan Bimo terdengar menggema di jalanan sepi itu.
Sedangkan para pengawal Raka masih sibuk mengamati pertarungan Tuan muda mereka dari mobil, sesuai perintah Raka.
__ADS_1
Melihat kedua temannya sudah mulai kewalahan melawan Raka, Rion ikut maju kembali melawan Raka.
akhirnya perkelahian tidak imbang antar tiga lawan satu itu tidak bisa di hindari.
Duakh....
Duakh....
Duakh ...
Prang....
Kreakk....
Aaakkkhhh.....
Raka dengan lincahnya menangkis serangan sekaligus menyerang mereka tanpa ada kesulitan sama sekali, tak ada yang luput dari serangan Raka.
Hingga beberapa menit kemudian para pengawal melihat Raka sedikit kewalahan menangani mereka, ia beberapa kali terkena pukulan yang membuatnya beberapa kali terhuyung ke belakang.
Walaupun mereka yakin Raka akan menang tapi tetap saja mereka, beberapa luka di tubuh Raka akan menjadi hukuman nanti untuk mereka.
Melihat ada isyarat dari Raka untuk mereka segera keluar, ke empat pengawal itu langsung bergegas keluar dan menolong Raka.
Saat Raka sudah mulai kehabisan tenaga Tiba-tiba datang 4 orang laki-laki berbaju serba hitam membantunya.
Hingga akhirnya Rion, Kenzi dan Bimo bisa di kalahkan dan memilih untuk mundur dan segera meninggalkan Raka dan ke 4 pria lainnya.
" Tuan muda anda tidak apa-apa?" Tanya Arman menghampiri Raka dengan raut wajah cemas.
Ia melihat ada beberapa memar di wajah Raka bahkan sudut bibirnya terlihat mengeluarkan darah walau sedikit.
" Saya tidak apa-apa" Jawab Raka santai.
" Terimakasih" Ucap Raka Lagi.
" Itu memang sudah tugas kami Tuan muda" Jawab mereka serempak.
" Sebaiknya Tuan muda ikut mobil saja, biar Kei yang membawa motor Tuan muda" Tawar Arman.
" Baiklah, kita langsung ke kantor saja karena sebentar lagi saya ada rapat" Ucap Raka menyetujui saran Arman.
" Apa sebaiknya Tuan muda ke rumah sakit dulu untuk di obati?" Tanya Arman saat menemani Raka menunggu mobil yang sedang di ambil oleh salah satu pengawal, karena terparkir cukup jauh dari lokasi.
Rak masuk ke dalam mobil bersama Arman, Raka memilih duduk di depan bersama Arman yang menyetir mobil.
" Tuan muda bolehkah saya bertanya?" Tanya Arman sedikit ragu.
" Kenapa harus meminta ijin? Tanyakan saja tidak perlu sungkan" Ucap Raka melirik Arman sekilas.
" Saya tau sebenarnya Tuan muda bisa saja mengalahkan mereka sendiri tadi, tapi mengapa Tuan muda lebih memilih mengalah?" Tanya Arman penasaran.
Arman dan para pengawalnya tau seberapa kuat Raka sekarang di markas bahkan Raka bisa mengalhkan 5 orang pengawal yang cukup hebat dalam waktu kurang dari 10 menit.
Dua pengawal di kursi belakang pun diam-diam memasang telinganya menanti jawaban dari Raka, mereka juga sama penasarannya dengan Arman.
" Mereka adalah orang-orang licik yang bukan hanya musuh saya di kampus tapi mereka juga mengincar saya sebagai pewaris DWGrup, Hanya saja mereka belum tau kalau saya itu pewaris DWGrup"
" Saya hanya tidak ingin mereka semakin waspada bila mereka tau kekutan saya, saya ingin mereka tetap menganggap saya lemah, sehingga mereka akan tetap lengah" Ujar Raka menjelaskan.
Arman Hanya meangangguk-anggukan kepalanya merasa semakin takjub dengan kepintaran Raka.
Ia bahkan tak kepikiran sampai ke sana, tapi Raka ternyata sudah mempersiapkan segalanya.
Begitu juga dengan kedua pengawal di belakang, mereka juga memuji semua kepintaran yang di miliki Raka.
.
Berbeda dengan Raka, Rion uring-uringan tidak jelas di dalam mobilnya karna tidak bisa mengalahkan Raka sebab kedatangan empat orang pria tidak di kenal.
" Berngs*k!! gue gak terima bisa kalah sama si kutu buku sial*n itu" Umpat Rion memukul dashboard mobil.
" Tenang Yon, kita bikin rencana baru buat bikin si kutu itu kapok" Kenzi yang sedang menyetir mencoba meredam amarah Rion.
" Ya, gue bakalan hajar dia sampai dia gak berani lagi ngedeketin kayra, bahkan menginjakan kakinya lagi di kampus" Ujar Rion dengan tangan mengepal.
.
.
...Tbc...
...Jangan lupa kasih like, coment dan votenya ya......
__ADS_1
...karena sedikit dukungan dari kalian itu sangat berarti untuk saya......
...Terimakasih🙏😘...