Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.56 Pembagian sembako


__ADS_3

Pagi ini Raka sudah kedatangan tamu ke dalam kediaman keluarga Wiratmadja.


Arya, Rico, Dion dan Keyra sudah datang sejak pukul tujuh pagi, bahkan saat itu Raka masih asik melatih kekuatan fisik nya di ruangan belakang rumah.


" Tuan muda, teman-teman anda sudah datang " ucap Pak Har menghampiri Raka yang baru saja selesai berlatih boxing.


" Tolong suruh mereka menunggu di ruang keluarga ya Pak, sebentar lagi saya kesana " ucap Raka sambil mengelap keringat di wajahnya.


" Baik Tuan muda, saya permisi " pamit Pak Har membungkuk sedikit sebelum berbalik pergi.


" Tumben kalian pagi-pagi dah pada ngumpul " ucap Raka dengan senyum mengejek pada semua teman-temannya yang sudah duduk di ruang keluarga di temani oleh Leo dan Pak Har.


Raka tau pasti kalau para teman-temannya itu paling susah untuk bangun pagi. Tapi sekarang ia melihat semuanya sudah berada di rumahnya disaat matahari bahkan baru saja keluar.


" Kan kemarin Loe sendiri yang bilang kalau kita berangkat pagi " Arya menjawab Raka dengan gaya nya yang santai.


" Gue mandi dulu, nanti kita sarapan bareng " ucap Raka pergi dengan di ikuti oleh Pak Har.


Keyra sedang membantu para pelayan untuk membuat sarapan di dapur, jadi dia hanya bisa melihat Raka sekilas ketika melewati dapur.


.


.


Setengah jam berlalu, sekarang semua sahabat Raka sudah duduk bersama di meja makan dengan Raka dan Reksa, begitupun dengan Keyra, ia tampak sibuk ikut menyiapkan berbagai macam menu sarapan.


Raka menatap Keyra dengan hati yang tak menentu. Dari awal pertemuan sampai sekarang rasa yang ada pada Keyra masih sama, tapi Raka juga belum berani untuk mengungkapkan nya karena masalah yang ia hadapi belum selesai.


Reksa tersenyum melihat Keyra yang terlihat sangat sigap dan seperti sudah terbiasa melayani orang di meja makan.


" Duduklah, kita sarapan bersama, kamu tamu di rumah ini, kenapa malah ikut melayani kami?" Reksa berkata lembut pada Keyra.


" Iya Tuan besar " ucap Keyra mengangguk lalu duduk di samping Dion.


Walaupun Reksa sudah melembutkan suaranya, tapi tetap saja itu terdengar tegas di telinga Keyra.


" Panggil Kakek saja seperti yang lain " ucap Reksa.


Semua sahabat Raka memang memanggil Reksa dengan panggilan Kakek kecuali Leo dan Dito yang memilih tetap memanggil Tuan besar., kecuali ketika mereka sedang berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat Reksa.


Keyra memberanikqn diri untuk melihat Reksa sekilas, lalu melirik Dion. Mendapat anggukan dari Dion Keyra pun mengangguk


" I-iya Kek " ucap Keyra sedikit gugup.


Raka memberi kode pada para pelayan untuk mulai melayani mereka sarapan.


Keyra diam-diam memperhatikan Pak Har yang sedang melayani Raka, mengambil apa saja yang biasa Raka makan untuk sarapan.


Pak Har menata sanwich sehat, dan salad sayur di depan Raka, kemudian jus yang tadi pagi Keyra lihat itu di buat khusus oleh Pak Har sendiri dan segelas air putih.


Sedangkan Kakek Raksa memilih sarapan dengan sup rempah dan teh hitam.


Mereka mulai sarapan dengan tenang dan tanpa obrolan sama sekali, Keyra yang memang baru pertama kali makan bersama di rumah Raka merasa sedikit canggung.

__ADS_1


Di rumahnya suasana makan akan terasa ramai dengan canda tawa, sedangkan disini acara makan menjadi sangat hening tanpa ada yang berani mengeluarkan suara sedikitpun.


Hanya ada denting suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring yang terdengar di telinga.


Para pelayan tampak berdiri berjejer di belakang dengan kepala menunduk.


Keyra merasa sedikit sesak melihat semua kemewahan dan pelayanan di kediaman keluarga Wiratmadja.


Walaupun dirinya juga terlahir dari keluarga yang cukup berada tapi keluarganya lebih terasa santai dan hidup, tidak kaku seperti ini.


Menggeleng lemah menghilangkan segala pemikirannya dan memilih untuk melanjutkan sarapannya.


" Kek setelah ini aku langsung ke tempat acara pembagian sembako, nanti Kakek langsung ke panti saja, kita bertemu di sana ya Kek " ucap Raka setelah menyelesaikan acara sarapannya.


Semua orang mengalihkan pandangannya pada Raka.


" Hem... Kau atur saja lah " jawab Reksa acuh.


Raka mengangguk " Aku pamit berangkat sekarang ya Kek " ucapnya lagi berdiri lalu berjalan menghampiri Reksa untuk mencium tangan, di ikuti oleh semua sahabatnya.


Pak Har memakaikan jaket pada tubuh Raka, saat ia sudah berada di teras rumah sedangkan Leo sedang mengambil kendaraan di garasi.


Hari ini Raka memang tampil berbeda, ia hanya memakai jelana jeans panjang hitam dengan kaos hitam juga jaket kulit.


Sebuah motor sport terparkir tepat di depan Raka, bersamaan dengan Leo yang membawa motor lainnya.


" Eh... Loe pake motor Bro ?" tanya Arya sedikit bingung.


" Sorry Bro gue lupa " ucap Leo menggaruk tengkuknya.


Raka menghembuskan napasnya kasar " Ya udah kalian bawa aja motor di garasi " ucap Raka.


Di tengah perbincangan mereka sebuah motor sport lainnya datang menghampiri mereka, Dito baru saja datang dengan motornya sendiri.


Akhirnya Arya, Dion dan Rico memakai motor sport koleksi Raka dari hasil balap liar nya.


" Key, kamu naik sama aku " ucap Raka memakaikan satu lagi jaket dari tangan Pak Har pada Keyra, kemudian memakaikan helm dengan gerakan yang sangat halus dan hati-hati, seakan sangat takut Keyra terluka karena gerakan nya.


Keyra tampak gugup dan salah tingkah menerima perlakuan yang sangat manis dari Raka.


" Raka.... ini terlalu manis... aku bisa kena diabetes kalau terus menerima perlakuan manis kamu " gumam Keyra dalam hati.


Pipinya tampak tersipu hingga menampakkan semburat merah yang sangat Raka sukai.


Raka tersenyum lalu naik ke atas motor, di susul Keyra juga naik di belakang Raka.


" Pegangan, aku gak akan tanggung jawab kalau nanti kamu jatuh " ucap Raka.


Perlahan Keyra memegang jaket Raka dengan gerakan yang kaku.


Raka berdecak lalu menarik lengan Keyra dan melingkarkannya di perut rata nya.


Keyra menunduk malu karena sekarang ia sedang memeluk Raka, bahkan sekarang wangi khas tubuh Raka yang selalu membuatnya tenang memenuhi indra penciumannya.

__ADS_1


Jantungnya seketika berdetak tak menentu tak dapat lagi di kendalikan.


Sedangkan Rakan hanya bisa saja, ia menyembunyikan rasa senangnya dengan raut wajah datar.


Leo dan Dito yang memang sudah berada di sana hanya saling melirik sambil mengulum senyum.


Setelah Arya, Dion dan Rico datang mereka langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Wiratmadja, langsung menuju lokasi pembagian sembako di tempat pertama.


Dengan para pengawal Raka di belakang mereka.


Sekitar tiga puluh menit berkendara, Akhirnya mereka sampai di lokasi pertama, yaitu perkampungan padat penduduk yang terletak di pinggiran kota, di sekitar bantaran sungai.


Di sana sudah ada para karyawan yang bertugas untuk mempersiapkan semuanya, ada juga para perangkat desa yang akan pembantu untuk penyaluran sembako di tempat itu.


Raka langsung di sambut oleh ketua Rw, Rt, dan beberapa stafnya.


Bahkan Kepala Desa di sana juga ikut menyambutnya dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh perusahaan DWGrup pada warga nya.


Raka memang bekerja sama langsung dengan perangkat Desa untuk mendapatkan data warga yang mengalami kekurangan yang nanti di seleksi langsung oleh orang-orang yang dapat di percaya.


Di tempat ini akan ada seribu paket sembako dan sejumlah uang yang akan di bagikan dengan cara penukaran kupon.


Dengan waktu penukaran berbeda-beda, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Terlihat beberapa orang polisi dan anak buah Alex juga ikut mengamankan lokasi.


Saat ini acara memang sudah berlangsung, di lokasi sudah banyak warga yang terlihat mengantri dengan tertib, menunggu namanya di panggil.


Kedatangan Raka dan para sahabatnya yang mencolok dengan postur tubuh dan dandanan yang berbeda dari orang pada umumnya, membuat mereka langsung menjadi perhatian.


Raka ikut bergabung dengan para panitia dan mencoba bergabung dengan para warga yang datang.


Bahkan ada beberapa warga yang meminta Foto dan berterimakasih langsung padanya.


Tanpa canggung Raka melayani semua permintaan para warga dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya, begitupun juga dengan para sahabatnya.


Walaupun begitu Raka tak pernah melepasakan genggaman tangannya pada Keyra.


Keyra yang tak pernah melihat Raka tersenyum cerah dan bahagia seperti saat ini, semakin kagum dan terpesona pada Raka.


" Aku tau aku tampan " bisik Raka saat melihat dari sudut matanya kalau Keyra terus saja melihatnya.


Keyra terkejut dan langsung mengalihkan pandangannya dengan wajah yang sudah memerah.


Malu...sungguh saat ini ia sangat malu, ingin rasanya ia menghilang saja dari pandangan Raka saat ini.


.


.


...TBC...


...🙏😊😘...

__ADS_1


__ADS_2