Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.38 Ajakan taruhan


__ADS_3

"Ka, ke kampus bareng yuk" suara Dito terdengar dari hp yang Raka tempelkan di telinganya.


Saat ini mereka sedang melakukan panggilan seluler karena membahas pekerjaan.


" Emang loe ke kampus jam berapa?" tanya Raka sambil berjalan menuju ruang makan.


" Gue ke kampus jam 8, ada kelas pagi gue"


" Oke, gue juga mau ketemu Pak Handoko dulu"


" Mau ngapain Leo ketemu Pak Handoko?"


" Ada lah, urusan dikit. Ya udah gue tunggu loe di rumah!"


" Iya, ini gue berangkat sekarang"


" Oke"


Tut...


Raka langsung mematikan telpon nya saat sudah sampai di depan meja makan.


" Pagi semua" sapa Raka duduk di kursi sebelah Kakek Raksa.


"Pagi" ucap Kakek Reksa dan Leo bersamaan.


" Leo, gue ke kampus bareng sama Dito, loe langsung ke kantor aja " ucap Raka sambil menunggu Pak Har selesai menyiapkan sarapan untuknya.


" Oke" jawab Leo mengangguk singkat.


Mereka bertiga sarapan dalam keadaan hening, hanya suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring yang terdengar.


" Kakek, mulai sekarang Kakek harus lebih berhati-hati. Kalau Kakek mau pergi kasih tau Raka atau Leo ya " ucap Raka setelah menyelesaikan sarapannya.


" Iya, Kakek tau. Kamu tenang saja, Kakek bisa jaga diri " jawab Reksa tersenyum.


Ia merasa senang karena di masa tuanya bisa bersama dengan cucu yang sangat memperhatikan dirinya. Walaupun Raka tidak menunjukan kasih sayangnya secara langsung tetapi ia yakin kalau Raka sangat menyayangi ya.


Ia bisa merasakan semua itu. Walau tak pernah ada kata-kata yang terucap, tapi perlakuan yang di berikan Raka untuk nya sudah menggambarkan semuanya.


Tiga puluh menit berselang Dito sampai di kediaman keluarga Wiratmadja. Sedangkan Leo sudah berangkat sejak 15 menit yang lalu.


" Dah siap loe?" tanya Dito setelah menyalami Kakek Reksa.


Saat ini mereka sedang berada di teras depan.


" Hem... Kek, Raka pergi dulu" pamitnya mencium tangan Kakek Reksa.


" Iya, jaga diri baik-baik ya" Kakek Reksa mengusap pundak Raka Lembut.


" Iya Kek"


Raka dan Dito naik ke motor yang di kendarai Dito.


" Ka, gue dengar Tuan Lexi dan Baron sudah datang kemarin sore?" tanya Dito di sela mengendarai motornya.


"Iya"


" Loe harus hati-hati mulai sekarang Ka"


" Gue gau"

__ADS_1


" Jangan terlalu santai Ka, mereka itu berbahaya, mereka mafia Ka" teriak Dito.


Raka menoyor kepala Dito


" Jangan kenceng-kenceng bege! Kita di jalan ini" ucap Raka melirik ke sekitarnya yang sedang melihat mereka berdua karena saat ini mereka sedang berada di lampu merah.


" Adaw! Hehe Iya gue lupa" jawab Dito cengengesan, saat sudah sadar ia ada di mana sekarang.


.


.


" Wah, Yon ada si kutu nih! " Teriak Kenzi saat melihat Raka berjalan di koridor kampus.


" Mau apa lagi kalian?" tanya Raka.


" Mau apa heh? Ya mau balas perbuatan loe yang udah buat kita babak belur lah" ucap Bimo mendorong pundak Raka.


" Apa yang kalian inginkan dari saya? Itu semua kan karena kalian yang menyerang saya lebih dulu " ucap Raka melihat ketiga orang di depannya satu per satu.


" Gue mau kita tanding bela diri di kampus dan di tonton oleh para mahasiswa, siapa yang menang dia yang bakalan dapetin Keyra" tantangan Rion tersenyum miring.


" Keyra bukan barang yang bisa loe jadikan bahan taruhan!" nada bicara Raka sudah naik dari sebelumnya.


"Alaaah.... Bilang aja loe takut kan?!" sarkas Rion meremehkan.


" Kenapa gue harus takut sama kalian?" Raka membetulakan letak kacamata nya.


" Hahaha... Bahkan buat ngeliat aja loe butuh bantuan " Rion mengambil kacamata Raka lalu membolak-baliknya seperti sedang mengamati nya.


" Apa lagi buat ngeliat gue!" ledek Rion lagi.


" Balikin kacamata gue Rion!" Raka langsung merebut kacamata nya dari tangan Rion.


Baru saja beberapa langkah tiba-tiba...


Bugh....


Satu tendang yang cukup keras di punggung Raka, membuatnya terhubung ke depan.


Dengan sigap Raka langsung menegakkan badannya kembali, berbalik ke belakang menatap tajam Rion dan kawan-kawannya.


Rion tersenyum miring...


"Bagaimana rasanya Presdir?" tanya nya dengan menekan setiap perkataannya.


Raka terkejut karena Rion sudah mengetahui identitas aslinya.


Beberapa detik kemudian Raka sudah bisa menguasai keterkejutannya dan tersenyum.


" Bagus lah kalau kalian sudah tau" ucap Raka acuh


Berbalik kembali dan berjalan menuju kelasnya berada.


Tanpa memperdulikan tatapan penuh kebencian dari ketiga manusia yang berada di belakangnya.


" Awas saja Kau Raka, gue bakalan bikin loe bertekuk lutut memohon ampun di hadapan gue" gumam Rion mengepalkan tangannya menahan amarah.


.


.

__ADS_1


Sementara itu di kantin kampus...


" Key, loe tau gak tadi gue liat siapa?" tanya Monic dengan nafas memburu setelah berlari.


" Apa sih Mon, dateng-dateng langsung nanya gitu?" Regina malah nyerocos pada Monic.


" Emang siapa sih yang loe liat sampe loe kayak gini?" tanya mengaduk jus jeruk yang baru saja datang.


" Raka! Key, Raka! " ucap Monik antusias.


Monik langsung mengambil es teh milik Regina sampai setengah gelas.


" Eeehh... Es gue itu" rajuk Regina cemberut.


" Gue minta dikit doang" ucap Monic enteng tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


" Raka, emang ada apa sama Raka?" Keyra langsung menegakkan badannya ketika mendengar nama Raka di sebut.


" Weis... santai Key" ucap Monic.


" Raka udah berani melawan Rion, tadi gue liat sendiri, Raka membalas semua omongan Rion, bahkan Raka menolak Rion yang mengajak nya bertarung dan taruhan loe" Monic bercerita dengan semangat menggebu-gebu.


" Hah!! Rion ngajak Raka taruhan?!" Kaget Keyra dan Regina bersamaan.


"Suth... jangan berisik bege, gimana kalau Rion denger?" panik Monic menutup mulut kedua sahabatnya.


" Loe denger dari mana berita kaya gitu?" tanya Regina menumpuk kedua tangannya di atas meja.


" Gue denger sendiri tadi di koridor deket toilet. Raka lagi di hadang sama Rion, Kenzi dan Bimo, tapi Raka tidak takut seperti biasanya, dia malah berani membalas semua perkataan Rion hingga Tion tidak bisa berkata-kata lagi" cerita Monic.


" Emang brengsek itu si Rion, masa mau jadiin gue bahan taruhan!!" marah Keyra.


Regina dan Monic langsung mengangguk setuju.


" Eh tapi tadi gue juga denger Rion menyebut Raka Presdir, maksudnya apa ya?" bingung Monic menakutkan alisnya.


" Dia memang Presdir" ucap Keyra enteng.


" Hah!! Serius loe Key?!" sekarang gantian Keyra yang di tolong penjelasan dari kedua sahabatnya.


" Huft.... Iya, Gue juga baru tau pas kita dari puncak waktu itu" jawab Keyra.


" Ternyata Raka itu bukan orang biasa Girls, dia adalah Presdir DWGrup" ucap Keyra berbinar.


" Gila, jadi selama ini dia bohong dong sama kita" Regina menggeleng miris.


" Awalnya gue juga sempet bilang gitu sama dia, tapi dia langsung menyangkal nya. Menurutnya dia tidak pernah mengatakan kalau dia dari keluarga biasa saja atau keluarga kaya, tapi kita sendiri yang menilai nya begitu" cerita Keyra.


" Iya juga sih! Kita aja yang sok tau tentang kehidupannya ya, padahal kita bahkan gak tau rumahnya di mana" ucap Monik mangut-mangut membenarkan perkataan Keyra.


" Waaahh berarti Raka anak konglomerat dong?!!" Heboh Regina, melihat bergantian pada Monic dan Keyra.


"Ya... bisa di bilang begitu" Keyra mengangkat bahu acuh.


.


.


...TBC...


...Jangan lupa like, coment dan votenya ya......

__ADS_1


...Terimakasih🙏😊😘...


__ADS_2