
Malam ini seperti janjinya, pulang dari kantor ia langsung pergi ke kafe pelangi tempatnya janjian dengan Keyra. Raka sudah berdandan seperti gaya dia bila akan datang ke kampus.
Sesampainya di kafe ia langsung mencari keberadaan Keyra, karena tadi Keyra sudah mengabarinya bahwa dia sudah menunggunya.
Raka tersenyum ketika melihat seorang gadis manis yang sedang duduk sendiri di kursi dekat jendela kafe.
" Maaf saya telat" Ucap Raka ketika ia sudah berada di hadapan gadis manis yang ternyata Keyra.
" Eh... Raka... iya iya gak papa kok, gue juga belum lama" Jawab keyra kaget dengan kehadiran Raka
Raka duduk di kursi yang ada di depan Keyra.
" Maaf nih Key, gimana kalau kita pesen makan dulu? Saya laper banget" Ucap Raka.
" Boleh, saya juga belum pesan" Keyra tersenyum.
Mereka berdua akhirnya mengobrol dan makan bersama dulu sebelum membahas tentang masalah Keyra.
" Gimana Ka masih bisa di benerin ga?" Tanya Keyra setelah memberikan emailnya yang bermasalah.
" Tunggu sebentar biar saya usahakan dulu" Jawab Raka masih fokus pada labtop di hadapannya.
" Gue mau liat boleh ga?" Keyra bertanya ragu-ragu.
" Boleh"
Keyra tersenyum senang dan langsung pindah ke sebelah Raka.
Raka melirik Keyra dengan ujung matanya, ia tersenyum samar melihat Keyra yang duduk di sampingnya.
"Ya Tuhan Raka kalau lagi serius kok tambah ganteng ya" monolog hati Keyra
Keyra seakan tidak pernah bosan untuk melihat wajah Raka yang berada di sampingnya.
Keyra menopang dayunya dengan tangan yang bertumpu pada meja, tersenyum senang dengan mata yang tidak pernah lepas dari wajah yang sangat ia kagumi sejak beberapa bulan yang lalu.
" Berada dekat dengannya seperti ini saja sudah membuatku bahagia, bagaimana kalau dia bisa menjadi pacaraku" Ucap Keyra menghayal dalam hatinya.
Sedangkan Raka yang merasa tidak enak karena terus di pandang oleh Keyra, menjadi tidak terlalu konsentrasi pada pekerjaannya.
Ia lebih sibuk meredam jantungnya yang sudah berdetak tak menentu sejak tadi, dan berusaha menetralakan wajahnya, agar tidak terlihat gugup oleh Keyra.
" Aduh jantung gue, bisa gak sih loe di ajak kompromi sama gue, Keyra juga ngapain sih ngeliatin gue mulu, bikin gue gugup aja" Jerit prustasi Raka dalam hati.
" Ini Key udah bisa bener lagi coba kamu cek dulu" Raka baru membuka suara setelah memulihkan akun Keyra dan menggeser laptop Keyra ke hadapan Keyra.
" Eh... emm iya " Ucap keyra gugup karena ketauan memandang Raka.
"Ya ampun pake ketauan lagi gue lagi ngeliatin dia, duh dia illfeel ga ya sama gue" Batin Keyra
Raka tersenyum samar melihat tingkah Keyra yang malu-malu dan lucu menurutnya.
" Iya ini udah bisa aku buka lagi, makasih ya Ka" Ucap Keyra tersenyum senang, dengan mata yang berbinar indah menatap Raka.
Raka sedikit tertegun melihat keceriaan Keyra yang membuat jantungnya lagi-lagi harus bekerja jauh lebih cepat dari biasanya.
" Bisa jantungan gue kalau deket sama Keyra mulu" Ucap Raka dalam hati.
" Sama-sama, saya juga seneng ko bisa bantuin kamu" Jawab Raka dengan nada tenang dan senyum tipis di wajahnya.
"Ya ampun senyum dikit aja udah bikin gue meleleh gini, apa lagi kalau ketawa, aduh bisa pingsan kali gue ya" Monolog Keyra lebay
" Udah malem Key, mending kita pulang, gak enak saya sama orang tua kamu" Ucap Raka ketika melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 9 malam.
" Oh..eum.. iya" Jawab Keyra gelagapan.
" Ya udah aku ke kasir dulu" Ucap Raka
" Eh, biar gue aja yang bayar kan gue yang minta tolong sama loe" Keyra menahan Raka yang mau pergi ke kasir.
" Gak usah biar saya saja" Jawab Raka tersenyum dan melepaskan tangan Keyra yang mengenggam pergelangan tangannya dan berjalan pergi ke kasir.
Keyra mengangguk dengan pipi yang bersemu merah.
" Udah?" Tanya Keyra ketika melihat Raka sudah kembali.
" Udah... yuk!" Ajak Raka
__ADS_1
Mereka berdua berjalan keluar menuju parkiran.
" Kamu tadi bawa mobil kan ke sini?" Tanya Raka saat mereka berjalan keluar kafe.
" Bawa, kalo Loe naik apa tadi kesininya?" Tanya Keyra balik.
" Saya bawa motor temen, Kalo gitu nanti saya ikutin kamu dari belakang sampai ke rumah ya, udah malem soalnya..., bahaya" Ucap Raka
" Gak usah, aku gak papa kok" Tolak Keyra, padahal dalam hatinya sih mau banget, cuma kasian pada Raka kalau sampai harus mengantarnya dulu.
" Aku gak terima penolakan" Ucap Raka pergi mengambil motornya setelah mengantarkan Keyra ke tempat parkir mobilnya.
" Aaaa sweet banget sih Raka!!" Pekik Keyra tertahan di dalam mobil saking senangnya.
Benar saja, di sepanjang perjalanan pulang Raka dengan setia terus membuntuti mobil Keyra sampai ke rumahnya.
Raka menghentikan Motornya di pinggir jalan di depan pagar rumah Keyra.
Keyra menghampiri Raka setelah memasukan mobilnya di halaman rumah.
" Makasih ya Ka. Eum mau mampir dulu?" Tanya keyra.
" Kayanya lain kali aja deh Key, sudah malam saya langsung pulang saja" Ucap Raka berdiri di samping motornya.
" Oh, ya udah kalo gitu hati-hati di jalan ya" Jawab Keyra.
" Oke, selamat malam Key" Ucap Raka kembali naik ke motornya dan memakai helmnya.
" Malam juga, daaahh!!" Ucap Keyra melambaikan tangannya.
" Daaah" Ucap Raka lalu pergi meninggalkan Keyra yang masih berdiri melihat motor Raka yang mulai menjauh dan menghilang di balik tikungan jalan.
" Di anterin sama siapa tuh?!" Suara teriakan dari belakangnya mengagetkan Keira dan langsung berbalik melihat wajah jail sang abang.
Ya..Dion yang tadi mendengar suara mobil Keyra memutuskan untuk keluar rumah karena Keyra tidak kunjung masuk ke dalam.
Dan ternyata ia malah melihat Keyra sedang mengobrol dengan seorang lelaki di depan gerbang.
Ia tidak melihat wajah lelaki itu karena terhalang oleh pintu gerbang, dan saat ia menghampirinya lelaki itu sudah pergi terlebih dahulu.
" Yakin cuma temen? Kok pake nganterin segala?" Tanya Dion dengan nada mengejek pada adiknya, merangkul pundak Keyra dan berjalan bersama ke dalam rumah.
" Temen bang, mana mau dia sama aku" Jawab Keyra cemberut.
" Nah... kan... ketauan.... kamu suka kan sama dia? Wah ternyata adek abang udah gede aja, udah tau suka sama cowo" Ejek Dion
" Apaan sih bang?! Aku kan emang udah gede, udah kuliah ini bang" Ketus Keyra
" Iya deh yang udah gede.." Dion terkekeh lucu melihat tingkah Keyra.
" Loh... emang kenapa dia gak mau sama kamu, kan kamu cantik pintar lagi, kamu juga baik?" Dion mengerinyitkan dahinya
" Dia itu cowo paling pinter dan kebanggan dosen di kampus, beberapa bulan yang lalu dia juga dapet pringkat tiga lomba Gemastik" Keyra menceritakan Raka dengan mata berbinar.
" Sederhana, baik hati, kata-katanya lembut, dan gak banyak gaya, pendiam malah" sambungnya lagi.
" Wah hebat juga ya dia, siapa namanya?"
" Yeeh... kepo.. hahaha!!" Ucap Keyra berlari menghampiri papa dan mama nya yang sedang menonton tv di ruang keluarga.
" Malam ma, pa" Keyra mencium tangan orang tuanya lalu duduk di tengah-tengah antara mama dan papanya.
" Dari mana kamu Key jam segini baru pulang?" Tanya Daniel
" Habis pacaran dia pa!" Dion langsung menjawab Daniel dan duduk di sofa di samping mereka.
" Apaan sih bang! Enggak kok pa, Key tadi abis minta tolong temen Key buat benerin email Key yang gak bisa di buka" Jelas Keyra
" Tapi kamu suka kan sama dia?" Dion ternyata masih belum puas menggoda Keyra.
" Oh jadi anak papa sudah mulai suka-sukaan sama cowo ya?" Daniel bertanya dengan tatapan menyelidik dan senyum jailnya.
" Iiih.. Papa" Keyra tersenyum malu, memeluk manja Daniel dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Daniel.
" Wah siapa tuh cowo beruntung yang bisa membuat anak mama yang cantik ini jatuh cinta hem" Ratna yang sedari tadi diam akhirnya ikut bersuara juga.
" Gak tau ah, Mama sama papa sama aja kaya abang, Key ke kamar aja, ngantuk" ucap key merajuk dan langsung berjalan pergi ke lantai atas tempat kamarnya berada.
__ADS_1
" Yeeh... ngambek!!" Dion masih saja meledek Kayra.
Keyra tak menghiraukan ejekan Dion dan masih saja berjalan menaiki tangga.
" Abang tau siapa lelaki itu bang?" Daniel masih penasaran dengan sosok lelaki yang sudah membuat anak perempuannya jatuh hati.
" Gak tau pa, tapi tadi dia nganterin Key sampai ke depan" Ucap Dion
" Kamu liat mukanya bang? Ganteng gak?" Ratna bertanya.
" Eggak ma, dia keburu pergi pas Dion nyamperin" Jawab Dion.
" Loh kok gak mampir ke rumah dulu sih, gak sopan banget bawa anak gadis orang tanpa ijin" Ketus Daniel
" Gak enak lah pa kan udah malem!!" Teriak Keyra dari lantai atas tiba-tiba, mengagetkan orang yang berada di bawah.
Ketiga orang yang berada di ruang keluarga itu langsung melihat ke lantai atas.
" Hahaha..." Tawa mereka pecah seketika
" Emang dasar tuh anak" Ucap Daniel geleng kepala.
.
Sedangkan Raka baru saja sampai di halaman kediaman keluarga Wiratmadja, ia langsung masuk ke dalam rumah setelah memasukan motornya ke dalam garasi.
" Pak Har kakek udah tidur?" Tanya Raka ketika pak Har menyambutnya di pintu utama.
" Sudah tuan muda, sejak satu jam yang lalu" Ucap Pak Har.
" Ya sudah pak Har istirahat saja, saya mau langsung ke kamar" Ucap Raka sambil berjalan memasuki rumah.
" Baik tuan muda, selamat malam" Pak Har membungkuk hormat lalu pergi menuju ke kamarnya.
" Malam" Jawab Raka
Raka langsung merebahkan tubuhnya ketika sudah selesai membersihkan diri,
Meraih hp yang tergeletak di atas nakas, ia melihat ada pesan dari nomor Keyra.
.
Keyra
Sudah sampai rumah belum?
^^^Raka^^^
^^^Sudah..^^^
Keyra
Syukurlah...
Terimakasih ya tadi...๐
Selamat malam..๐
^^^Raka^^^
^^^Sama-sama^^^
^^^Malam juga...^^^
Raka menaruh hp nya dengan suasana hati yang sangat gembira, mendapati gadis yang ia sukai memberikan perhatian padanya.
Begitupun juga dengan Keyra ia sangat senang karena Raka mau membalas pesan darinya, walaupun pesannya seperti biasa saja.
.
.
Tbc
Jangan lupa like, coment dan votenya ya...
Terimakasih๐๐
__ADS_1