
Rombongan mobil yang membawa Raka dan beberapa orang kerabat lainnya sudah sampai di sebuah restoran bintang lima.
Mereka semua langsung di sambut oleh manager restoran dan beberapa pelayan yang sudah berbaris di pintu masuk.
" Selamat datang Tuan Besar dan Tuan Muda Wiratmadaja " sambut pria paruh baya yang menjabat sebagai manager restoran itu sambil membungkuk hormat, di ikuti oleh beberapa karyawan di belakangnya.
" Terimkasih..." jawab Raka, tangannya masih setia mengegngg tangan Keyra.
Joni, Mpok Isah dan Rendi yang baru pertama kali melihat Raka di sambut seperti ini hanya bisa bengong dan melongo.
Mereka bertiga terkejut dan tidak pernah menyangka seorang Raka yang mereka kenal sejak kecil sekarang telah menjadi seseorang yang sangat sukses.
Reksa dan Raka mulai memasuki restoran di ikuti oleh, Leo, Joni dan Mpok Isah.
Keyra merasa terpana melihat suasana restoran yang sudah berubah menjadi ruang pesta.
Restoran itu di dekorasi dengan nuansa warna putih dan gold yang terlihat mewah dan indah.
Keyra semakin di buat kaget ketika melihat, sudah banyak orang yang siap menyambut mereka di sana.
Bahkan kedua orang tua dan Abangnyq sudah berada di sana, tersenyum hangat menyambut kedatangan Reksa, dan Raka.
Ternyata di dalam restoran sudah ramai oleh para sahabat Reksa dan keluarganya.
Mereka semua sengaja langsung menunggu Raka di restoran milik keluarga Yaswa.
Tempat ini sengaja di kosongkan dan di dekorasi untuk merayakan keberhasilan Raka, dan akan ada sedikit kejutan dari Raka nanti.
" Ada apa ini Ka ?" bisik Keyra pada Raka yang masih berada di sampingnya.
" Hanya perayaan kecil..." jawab Raka enteng.
Selanjutnya Raka sudah sibuk menerima berbagai ucapan selamat dari para kerabat.
Sedangkan Keyra memilih untuk bergabung dengan kedua orang tuanya.
" Selamat Raka, kami bangga padamu " berbagai macam ucapan selamat yang di tunjukan pada Raka terdengar.
Suasana restoran yang awalnya sepi kini berubah menjadi ramai dan berisik oleh suara canda tawa mereka semua.
Bahkan ada yang bernyanyi di panggung akustik di sudut restoran yang sudah di siapkan khusus untuk hari ini.
Berbagai macam hidangan sudah tersaji cantik di beberapa meja besar.
Beginilah solidaritas persahabatan antara, Reksa, Yaswa, Harsa dan Lexi.
Mereka akan selalu saling mendukung dalam segala suasana, walaupun terkadang salah satu dari mereka tidak bisa hadir karena kesibukan masing-masih.
Tapi sekarang, setelah mereka tua dan semua perusahaan mereka di pegang oleh para pewaris mereka masing-masing, maka tak ada lagi kata sibuk.
Seluruh anggota sahabat itu akan saling bergantian untuk datang pada setiap acara yang di gelar oleh para sahabat mereka.
Dan sekarang persahabatan mereka di teruskan oleh para cucu mereka, Raka, Arya, Emran dan Rico di tambah dua cucu laki-laki dari Lexi yang sebentar lagi akan bergabung.
Sedangkan para cucu perempuan lebih menjadi adik yang harus para lelaki selalu lindungi.
__ADS_1
Begitu pula Raka menganggap Laura. Tidak pernah terpikirkan oleh Raka kalau dia akan membalas rasa suka dari Laura padanya.
Ditengah suasana itu tiba-tiba saja Raka maju ke atas panggung.
" Selamat siang semuanya...." suara Raka otomatis mengalihkan semua perhatian semua orang yang sedang duduk di kursinya masing-masing.
" Maaf, saya meminta waktunya sebentar.." semua orang sudah berpaling melihat ke arah Raka berdiri.
" Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada semuanya yang sudah hadir disini..." Raka membagikan pandangannya pada semua orang yang kini mengalihkan perhatian mereka padanya.
" Huhh..." Raka menghembuskan nafas kasar, meredam rasa gugup yang kini menyerangnya.
Reksa tersenyum melihat Raka sudah ada di atas panggung.
" Hari ini saya ingin mengungkapkan sesuatu yang sudah saya pendam sejak lama " Radit menjeda perkataannya.
" Keyra...." Keyra terkejut, ia langsung menatap Radit penuh tanya, hingga kedua alisnya bertaut.
" Key, sejak awal kita bertemu aku sudah mulai tertarik padamu bahkan tanpa kau sadari.... Semakin kita saling mengenal.... Perasaan itu berubah menjadi rasa sayang....Hingga saat kita semakin dekat aku merasakan cinta untukmu..."
Keyra membulatkan matanya mendengar perkataan Raka yang di tunjukan untuknya.
" Aku tak tau karna apa aku bisa menyayangi dan mencintaimu, tapi yang ku tau setiap kali kamu berada di sampingku, kamu selalu menjadi sumber dari kebahagiaanku "
Keyra menutup mulutnya, ia terkejut dengan semua ungkapan cinta yang Raka ucapkan.
" Key.... Aku tau ini mungkin terlalu cepat, tapi aku rasa inilah waktu yang paling tepat..."
Raka berjalan menuruni panggung dengan tatapan terkunci pada manik bergetar milik Keyra.
" Key.... Di depan semua keluargamu dan seluruh keluargaku aku bertanya padamu..."
" Maukah kau menikah denganku...? Menjalani hari-hari bersama denganku... Menjadi ibu dari anak-anakku, dan berjuang bersama mengarungi kehidupan ini sampai maut memisahkan kita ?"
Raka berlutut dengan satu kaki di tekuk di hadapan Keyra, di tangannya sudah ada satu cincin sederhana dengan satu berlian kecil di atasnya.
Cincin itu adalah cincin sang bunda ketika menikah dengan Ayahnya.
" Terima.... terima...!" terdengar suara penyemangat dari para muda-mudi di sana.
Keyra mengalihkan pandangannya pada kedua orang tuanya, merka berdua mengangguk sambil tersenyum.
Kemudian beralih pada Dion yang duduk bersama Arya dan Dito.
Dion pun hanya tersenyum lalu mengangguk.
" Ya aku mau..." ucap Keyra mantap kembali mentap mata Raka dalam.
Prok.....prok...prok..
Suara tepuk tangan menggema di seluruh ruangan.
Raka tersenyum lalu mengambil tangan Keyra dan memasangkan cincin itu di sana, kemudian menciumnya.
" Terimakasih..." ucap Raka langsung memeluk Keyra.
__ADS_1
Keyra mengangguk dalam pelukan hangat Raka, laki yang sejak lama sudah membuatnya jatuh cinta.
Leo kemudian menyerahkan satu buket bunga yang memang sudah di siapkan sebelumnya.
Raka menerimanya dalam posisi masih memeluk Keyra, mengurai pelukannya dan memberikan bunga itu pada Keyra.
Dengan wajah memerah entah karena malu atau tersipu keyra menerima bunga pertama dari Raka sambil tersenyum.
Raka kemudian beralih pada Daniel dan Ratna.
" Terimakasih Om, Tante..." Raka memeluk Daniel dan Ratna bergantian.
" Kami percaya padamu Ka, kami harap kamu tidak akan pernah mengecewakan kami " ujar Daniel menepuk punggung Raka beberapa kali.
" Aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan Om dan Tante " jawab Raka mantap.
Beberapa hari yang lalu sudah menemui kedua orang tua Keyra dan meminta izin untuk mau melamar Keyra.
Mereka menyambutnya dengan sangat baik dan menyetujui ide dari Raka, karena mereka sendiri sudah tau perasaan Keyra.
Begitupun dengan Dion, sebelum Raka memutuskan untuk menemui Daniel dan Ratna, Raka terlebih dulu bertanya pada Dion.
" Jaga adek gue baik-baik, gue percaya loe bisa bahagiain dia " Dion berkata setelah memberikan pelukan kilas pada Raka.
" Pasti Bro, pasti gue akan selalu berusaha untuk membuat Keyra bahagia " Janji Raka.
Setelah mendapat persetujuan dari seluruh keluarga Keyra, Raka baru merencanakan semua ini dengan bantuan Leo tentunya.
Raka membawa Keyra pada Reksa...
Reksa langsung memberikan pelukan hangat untuk cucu satu-satunya itu.
" Selamat ya... Akhirnya sebentar lagi Kakek akan dapat cucu menantu " goda Reksa membuat Raka dan Keyra tersipu malu.
" Selamat datang di keluarga kami nak " Reksa menepuk pundak Keyra lembut.
" Terimakasih Kek " ucap Keyra mencium tangan Reksa.
Reksa memang sudah tau semua rencana Raka pada hari ini bahkan sebelum semua orang mengetahuinya.
Sejak peristiwa penyerangan di Rumah Reksa beberapa bulan yang lalu dan Reksa mengetahui kalau Raka menyukai seorang gadis, Reksa langsung mengajaknya berbicara dan menyetujui hubungan antara Raka dan Keyra.
Suasana bahagia dan meriah pun semakin bertambah dengan di terima nya lamaran Raka pada Keyra.
Bahkan pembicaraan antara keluarga kini bergulir pada hari pernikahan kedua sejoli itu.
Hingga akhirnya di tetapkan kalau pernikahan mereka berdua akan di laksanakan setelah Keyra selesai kuliah.
.
.
...TBC...
...🙏😊😘...
__ADS_1