Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.29 Video


__ADS_3

" Kak video loe yang sedang nyelametin korban kecelakaan kemarin beredar luas di media" Lapor Leo ketika Raka baru saja selesai berlatih di ruangan khusus di belakang kediaman Wiratmadaja.


Menyerahkan tablet yang sudah berisi berbagai berita tentang kejadian kemarin yang menampilkan beberapa video dan foto Raka saat berusaha menyelamatkan korban.


" Blokir semua berita yang beredar dan usahakan gak ada yang ngenalin gue" Perintah Raka menyerahkan kembali tabnya pada Leo sambil terus berjalan masuk ke dalam rumah.


" Oke, kalau gitu gue pamit berangkat sekarang" Ucap Leo sambil terus berjalan di samping Raka.


" Hm..." Gumam Raka sebagai jawaban.


Leo langsung bergegas menuju kamarnya mengambil tas kerja dan kunci mobil lalu pergi terlebih dulu untuk mengurus kekacauan di luar sana.


Ia juga menghubungi Alex untuk membantunya, karna ia harus menghubungi beberapa media sekaligus agar segera menarik berita yang sudah terlanjur beredar.


Sedangkan Raka, ia langsung masuk ke dalam ruang kerjanya setelah membersihkan diri, karena berita ini juga melibatkan orang-orang iseng yang kemarin mengambil gambarnya dan membagikannya di beberapa media sosial tanpa sepengetahuannya.


Ia sedikit menyesal karena kemarin ia begitu panik sampai-sampai lupa untuk membereskan orang-orang yang berada di tempat kejadian.


Dan akibatnya sekarang ia harus kerepotan menangani berita yang sudah terlanjur tersebar luas.


" Ah menambah kerjaan saja" Kesal Raka berjalan menuju ruang kerjanya.


Untung saja pagi ini dia tidak ada kelas jadi ia bisa menyelesaikan urusannya dulu sebelum jam satu siang nanti ia ada satu kelas praktek.


" Pak Har tolong ambilkan sarapan saya dan bawa ke ruang kerja, dan tolong sampaikan permintaan maaf saya pada kakek karena saya tidak bisa menemaninya sarapan pagi ini karena ada pekerjaan yang mendesak" Ucap Raka panjang lebar pada pak Har yang mengikutinya dari kamar.


" Baik tuan muda" Pak Har menunduk hormat sebelum berlalu pergi ke ruang makan, untuk mengambil sarapan sekalian menemui kakek Raksa yang sedang bersantai di taman belakang.


Raka duduk di kursi kerjanya, matanya tajamnya terus memperhatikan setiap huruf yang ada di dalam layar komputer, jarinya menari licah di atas keyboard, sesekali berpindah menggeser mouse di samping keyboard.


Tok...tok...tok....


Suara ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya..


" Masuk" Seru nya menjawab tanpa mengalihkan pandangannya.


" Tuan muda ini sarapannya" Pak Har muncul dengan nampan berisi beberapa menu sarapan di atasnya.


" Taruh saja di meja pak, nanti saya akan makan setelah menyelesaikan ini" Ucap Raka dengan jari masih sibuk mengetik dengan cepat.


" Sudah tuan muda, saya permisi" Pamit pak Har setelah menaruh sarapan untuk tuan mudanya itu dia atas meja.


" Hem, terimakasih pak Har" Raka mengalihkan pandangannya sekilas pada pak Har lalu menganggukkan sedikit kepalanya.


Pak Har tersenyum melihat tuan mudanya yang selalu menghargai semua pekerjanya, termasuk dirinya.


" Sudah tugas saya melayani anda Tuan muda" Ucap pak Har, sebelum pergi keluar dari ruang kerja Raka.


Sekitar dua jam ia berada di depan komputernya sampai akhirnya ia bisa membersihkan semua berita ilegal yang beredar di media sosial, sedangkan berita resmi akan menjadi urusan Leo dan Alex.


Raka memijit matanya yang terasa sedikit kering karena sudah terlalu lama melihat layar komputer.


Raka beranjak menuju sarapannya yang sepertinya sudah mulai dingin, tapi ia tetap memakannya, sama sekali tidak mempermasalahkan masalah kecil seperti itu.


" Raka kemari sebentar"


Raka menoleh pada lelaki tua yang masih terlihat berkarisma yang sedang dusuk di sofa single di ruang keluarga.

__ADS_1


" Ada apa kek?"


Raka tersenyum hangat duduk di sofa panjang di hadapan kakeknya.


" Ada masalah apa sampai-sampai kami menyuruh Har untuk mengantarkan sarapanmu ke ruang kerja?" Tanya kakek Reksa melihat Raka dengan tatapan khawatir.


" Tidak ada yang serius kek, hanya sedikit berita liar yang menyebar luas tanpa pemberitahuan dulu" Ucap Raka ambigu.


Kakek Reksa menautkan alisnya bingung dengan jawaban dari cucu semata wayangnya itu.


" Maksudmu?" Tanyanya lagi.


" Sudah lah kek, tidak perlu di pikirkan semuanya3³ sudah bisa teratasi dengan baik kok" Ucap Raka tetap keukeuh tidak mau memberi tau masalah sebetulnya pada kakek Reksa.


" Hem... baiklah, kakek percaya padamu" Akhirnya kakek Reksa menyerah juga.


Ia lupa kalau cucunya itu sama persis seperti ayahnya yang selama memimpin perusahaan selalu tidak mau keluarganya ikut campur atau terbawa oleh masalah kantor atau masalah pribadinya sekalipun.


Ia tinggal mencari tau dari Leo atau Alex nanti pikirnya, mereka pasti tau.


" Kalau begitu aku ke kamar dulu, aku harus ke kantor sebelum ke kampus" Pamit Raka sopan.


" Iya" Jawab kakek Raksa.


.


" Kek Raka pamit ke kantor dulu, kakek jaga kesehatan kalau ada apa-apa hubungi Raka ya" Pamit Raka


" Iya, kamu juga hati-hati, jaga diri baik-baik" Pesan Kakek Reksa menepuk pundak Raka yang sedang mencium tangannya.


" Iya kek" Jawab Raka tersenyum sebelum berbalik berjalan keluar di ikuti oleh Pak Har yang membawa jas serta tas kerjanya.


.


.


" jam 10 nanti anda ada rapat bersama divisi umum, dan jam 4 sore nanti ada rapat bersama perwakilan perusahaan Handoyo di hotel Amoris" Laura menjelaskan jadwal Raka hari ini yang selalu menyesuaikan dengan jadwal kuliahnya.


" Oke siapkan semua berkas bahan rapat bersama divisi umum saya mau lihat dulu" Perintah Raka.


" Baik Tuan muda" Jawab Laura sebelum berjalan keluar ruangan Raka untuk mengambil apa yang Raka inginkan.


Raka masih sibuk meneliti setiap berkas yang menggunung di mejanya sebelum menggoreskan tanda tangan di sana, ataupun memberikan beberapa tanda di dalam beberapa berkas yang perlu di perbaiki lagi.


" Masuk" Ucap Raka saat mendengar ketukan di pintu.


" Sudah saatnya rapat bersama divisi umum pak" Ucap Laura berdiri di hadapan Raka.


Raka menutup berkas yang ada di tangannya, melihat pada jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tanganya.


" Baiklah" Ucapnya berdiri memakai jas yang tersampir di kursi lalu berjalan menuju ruang rapat di ikuti oleh Laura di belakangnya.


Benar saja Ruang rapat sudah penuh dengan para staf divisi umum saat ia masuk.


" Selamat siang presdir!!"


Mereka langsung berdiri,membungkuk hormat pada Raka.

__ADS_1


" Siang" Jawabnya dingin membuka kancing jasnya lalu duduk di kursi khusus pimpinan.


Sepanjang Rapat ia hanya diam memperhatikan setiap presentasi yang di lakukan oleh para karyawanny.


Hingga setelah semuanya selesai presentasi barulah ia memberikan beberapa koreksi dan saran untuk semua yang ada di sana, dan setelah mencapai kesepakatan yang memuaskan bagi Raka maka rapatpun selesai.


Raka sangat senang dengan kinerja karyawannya saat ini yang semakin cekatan dan terorganisir dengan baik dibandingkan dengan saat ia baru saja menjadi presdir.


Sangat berantakan dan masih tidak bisa memanfaatkan waktu yang ada, bahkan masih ada pembullyan oleh para senior pada para junior mereka saat itu.


Untung saja Raka mengetahuinya dan langsung memberikan sp satu pada pelaku dan peringatan untuk semua karyawan yang berada di perusahaannya.


Ia tak segan-segan langsung memecat karyawan yang terbukti melakukan pembullyan ataupun kecurangan di dalam perusahaannya.


Hingga sekarang semua karyawannya lebih profesional si bandingkan dulu, karena ia tak segan memberikan bonus pada karyawan yang menunjukan kinerja yang bagus dan bekerja keras.


" Baiklah kerja bagus semuanya, kalau begitu Rapat selesai, Terimakasih" Ucap Raka tegas, mengakhiri Rapat siang ini.


" Terimakasih presdir, selamat siang"


Raka berdiri lalu pergi meninggalakan ruangan rapat.


Semua staf yang masih berada di ruangan itu langsung bernapas lega setelah melihat punggung Raka benar-benar sudah menghilang.


Walaupun Raka bukanlah tipe bos yang galak, apalagi semena-mena, tapi tetap saja setiap kali mereka harus berhadapan dengan Raka, mereka akan sangat gugup, karena sikap Raka yang sangat teliti dalam mengamati pekerjaan mereka membuat mereka harus extra hati-hati.


Dan jangan lupakan mata elangnya yang mampu mengintimidasi setiap orang yang sedang berhadapan dengannya.


Membuat mereka lemas dan bergidik ngeri walau hanya dengan tatapannya saja.


" Laura tolong pesankan makan siang untuk saya" Perintah Raka saat ia sampai di depan ruangannya.


" Baik Tuan muda" Jawab Laura patuh.


Raka langsung masuk ke ruang pribadinya untuk segera mengganti baju, karna ia harus segera pergi ke kampus.


Setelah kurang lebih 15 menit Raka keluar dari ruang pribadinya, bersamaan suara ketukan pintu terdengar.


" Masuk"


" Tuan, makan siang anda" Laura masuk bersama seorang Ofice boy yang membawakan makan siangnya.


" Terimakasih" ucapnya.


Laura dan ofice boy pun langsung pamit, mereka tak kaget lagi melihat presdir mereka memakai baju santai di kantor.


Raka saat ini memang memakai celana jins panjang, dengan atasan kaos hitam yang di balut jaket berwarna putih di luarnya.


Raka belum memakai kacamatanya, jadi tidak ada yang mengenalinya sebagai Raka yang berpenampilan kutu buku bila sedang berada di kampus.


.


.


...Tbc...


Jangan lupa like coment dan votenya ya...

__ADS_1


...Terkmakasih🙏😘...


__ADS_2