Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.61 Pesta


__ADS_3

Malam ini Raka sudah rapih dengan pakaian formal nya, ia sedang menunggu sang Kakek yang belum juga keluar kamar sejak tadi sore.


Di hotel tempat pesta akan di langsungkan, di lobby hotel sudah banyak mobil mewah yang berhenti untuk menurunkan penumpang mereka yang langsung di sambut oleh para panitia acara yang bertugas di bagian depan.


Juga para wartawan yang sudah di berikan tempat khusus untuk mengambil gambar bagi para tamu yang datang dan bila tamu bersedia mereka juga bisa mengajukan beberapa pertanyaan.


Sebelum masuk ke dalam hotel mereka terlebih dahulu di periksa secara detail oleh para anak buah Alex langsung, mulai dari kartu undangan dan barang yang mereka bawa oleh para tamu undangan. Semua itu di lakukan demi keamanan di area pesta.


Sekitar jam delapan malam dua mobil mewah berhenti di lobby hotel, para staf langsung mengalihkan pandangannya mereka pada kedua mobil itu, bahkan para tamu yang baru sampai dan masih berada di area lobby langsung menghentikan langkahnya saat melihat kedua mobil tersebut.


Leo dan Alex turun terlebih dahulu dari pintu depan kedua mobil tersebut lalu membukakan pintu untuk para atasan mereka masing-masing.


Raka turun terlebih dahulu, ia berdiri sejenak untuk membetulkan letak dasi dan juga jas nya, setelah itu menghampiri sang Kakek yang juga baru saja turun dari mobil di depannya.


Rak membantu Reksa untuk membenarkan baju yang ia pakai lalu mengambilkan tongkat Kakeknya itu dari tangan Alex.


Semua orang menahan nafas melihat perlakuan Raka yang begitu lembut dan sopan pada Reksa.


" Kau membuatku terlihat tua, bocah nakal " umpat Reksa kesal. Tapi ia juga tersenyum mendapatkan perhatian dari sang cucu.


Raka tersenyum miring.


" Memang Kakek sudah tua..." ledek nya kurang ajar.


" Dasar cucu kurang ajar..." gerutu Raksa memukul tangan Raka yang sedang merapihkan jas nya yang sedikit kusut.


Raka hanya terkekeh geli melihat Kakeknya yang terlihat kesal.


Orang-orang di sekitar mereka tampak memperhatikan interaksi dari cucu dan Kakek tersebut.


Para wartawan pun tak mau kehilangan kesempatan untuk mengabadikan kedekatan antara Raka dan Reksa, mereka terus saja menghujani kedua pria berbeda usia itu dengan lapu dari kamera yang sedang membidik ke arah Cucu dan Kakek itu.


" Ayo, sekarang waktunya kita tunjukkan pesona kita berdua..." ucap Raka tersenyum jahil.


Para wanita yang melihat senyuman Raka di buat terpana oleh ketampanan pewaris DWGrup itu, sangat jarang Raka mau tersenyum hangat kepada wanita, ia terkenal sangat menghindari berinteraksi dengan lawan jenis.

__ADS_1


" Selamat datang Tuan Besar.... selamat datang Tuan muda..." ucap mereka serempak membungkuk hormat saat Raka dan Reksa berjalan beriringan masuk ke dalam gedung hotel tersebut.


Raka dan Reksa memgangguk samar sambil terus berjalan di ikuti oleh Leo dan Alex yang selalu siap siaga di belakang mereka.


" Pastikan semuanya aman terkendali " desis Raka pada Leo dan juga Alex, saat mereka sudah berada di dalam Lift.


" Siap Tuan Muda " jawab Leo pelan.


Sampai di depan ballroom para penjaga pintu langsung menunduk hormat lalu membuka pintu utama ballroom untuk kedua bos besar mereka.


Di dalam sana hampir semua undangan sudah hadir dan memenuhi ruangan yang di dekorasi sangat mewah dan berkelas tersebut.


Raka dan Reksa melangkah memasuki ballroom dengan aura kehadiran yang sangat mendominasi, suara MC di atas panggung yang ikut menyambut kedatangan kedua orang terpenting di pesta tersebut, hingga membuat seluruh tamu mengalihkan pandangannya pada ke dua pria berbeda usia itu.


Banyak dari mereka yang menyapa Reksa dan Raka saat mereka melewati para tamu.


Para tamu undangan wanita memandang Raka dengan mata berbinar dan senyum merekah, mereka saling berbisik dengan teman-temannya mengagumi ketampanan seorang Raka, dan berharap semoga malam ini salah satu dari mereka ada yang bisa menarik hati Raka yang terkenal sangat dingin.


Raka mengantarkan Reksa untuk duduk pada meja paling depan bersama dengan para sahabatnya yang sudah berada di sana terlebih dahulu.


Emran, Rico, Arya, Dion dan Dito sudah datang lebih dulu dan duduk di meja yang sudah di sediakan di sana.


" Akhirnya pemeran utama dalam pesta hadir juga... " ledek Arya sambil melakukan fist bump dengan Raka dan juga Leo.


Raka tak menanggapi gurauan sahabatnya itu ia langsung duduk di tempatnya.


Di atas panggung pembawa acara sedang berbicara untuk mulai membuka acara.


" Loe sengaja ya, datang belakangan buat narik perhatian para cewek gatel itu ?" tanya Arya lagi dengan gaya pecicilan khas dirinya.


" Enak aja loe bilang, gue telat gara-gara nungguin Kakek yang dandan nya udah kaya cewe... lama banget " gerutu Raka dengan wajah kesalnya.


" Hahaha.... Baru nungguin Kakek loe aja udah bete gitu apalagi kalau nungguin cewe bisa-bisa loe uring-uringan gak jelas kali ya " ledek Dito, mengambil jus di hadapan nya lalu meminumnya dengan santai.


" Si*lan loe..!" sertakan Raka menatap tajam pada Arya.

__ADS_1


Arya hanya mengedikan bahu dan bersikap acuh dengan kekesalan sahabatnya itu, ia malah senang bisa menggoda Raka.


Di atas panggung hiburan sudah mulia berlangsung, penyanyi papan atas ibu kota sudah mulai tampil untuk menghibur para tamu undangan yang berada di ballroom tersebut.


Sedangkan para tamu sudah mulai sibuk pada perbincangan mereka masing-masing.


Suasana pesta seperti ini menjadi ajang promosi dan mencari rekan bisnis baru bagi para pengusaha sehingga mereka akan saling menawarkan sesuatu yang bisa menarik target besar mereka agar mau bekerja sama dengan perusahaan yang mereka bangun.


Seperti Leo, Dito dan Alex yang sudah pergi sejak tadi untuk menypa para pengusaha yang hadir, didampingi oleh Laura dan beberapa staf sekretaris lainnya.


Sedangkan Emran, Rico, Dion dan Arya memilih untuk tetap duduk dan menikmati pesta bersama dengan Raka.


Sesekali mereka tampak berbincang dengan tamu yang datang ke meja mereka untuk sekedar menyapa atau mengobrol singkat dengan para pengusaha muda dan juga para pewaris dari perusahaan besar di negri ini.


Tapi mereka harus menelan kekecewaan ketika hanya mendapatkan respon datar lebih ke arah tidak peduli dari ke lima pria tampan yang selalu jadi pusat perhatian itu.


Di sisi lain ruangan di meja yang berbeda ada Keyra dan kedua orang tuanya yang sedang asik menikmati pesta, sesekali Keyra mengalihkan pandangannya pada Raka yang tampak sibuk melayani para tamu yang ingin berbincang dengannya.


Ada sedikit rasa kesal di hatinya saat melihat Raka sama sekali tidak meliriknya sejak petamakali masuk ke ballroom sampai sekarang.


Tapi Keyra juga harus mengerti bahwa Raka saat ini pasti sedang sibuk dan perhatiannya harus terpecah dengan pesta dan para tamu.


Menghembuskan napas panjang sambil mengerucutkan bibirnya, ia tak mungkin mendatangi Raka terlebih dahulu. Walaupun ada Abangnya di sana tapi Itu akan sangat memalukan.


Tapi ia juga sangat merindukan lelaki yang menjadi cinta keduanya setelah Papanya itu. Sejak kemarin ia tak mendapat kabar dari Raka, dan ia sendiri tidak berani untuk menghubungi nya terlebih dahulu.


Keyra tau kesibukan Raka yang lebih dari pada yang lain membuat Keyra takut akan mengganggu waktu Raka bila ia menghubungi nya terlebih dahulu.


.


.


...TBC...


...🙏😊😘...

__ADS_1


__ADS_2