
" Raka, loe nanti malam ada acara gak?" Tanya Arya, saat ini mereka sedang menikmati sore sambil berbincang riangan di ruang keluarga.
" Gak ada sih, emang ada apa?" Jawab Raka yang duduk di depan Arya.
" Nanti malam kita jalan yuk" Ajak Arya.
Raka mengerinyitkan dahinya " Jalan ke mana?" Tanya Raka melirik ke arah Leo.
" Temennya ada yang ngajak balapan, loe ikut aja, kita semua juga mau ke sana" Leo menjelaskan.
" Boleh deh" Jawab Raka enteng.
" Nah... gitu dong!!!" Seru Arya dan Leo bersamaan.
" Oke, nanti malem kita pergi jam 10 malem" Arya memberi tahu Raka.
" Oke"
Mereka melanjutkan berbincang bersama sampai waktu makan malam tiba.
Raka yang memang merasa nyaman dengan teman-teman barunya itu, dengan mudah membaur bersama, di tambah obrolan mereka yang juga nyambung, dan seru membuat mereka sampai lupa waktu.
***
Tepat jam 10 malam mereka semua Kelima pria muda pemimpin perusahaan itu pergi meninggalkan villa, Emran, Rico dan Arya pergi menggunakan motor sport, sedangkan Raka dan Leo pergi menggunakan mobil.
Setengah jam perjalanan mereka semua sampai di tempat balapan liar, di sana sudah ramai oleh orang-orang yang ingin menonton ataupun mengikuti balapan malam ini.
" Yuk" Ajak Emran dengan isyarat kepala, setelah melepas helm yang ia pakai.
Raka dan Leo yang baru saja turun dari mobil mengikuti langkah ketiga orang di depannya.
Kedatangan mereka jelas langsung menarik perhatian semua orang yang berada di sana.
Walaupun Emran, Rico dan Arya sudah terbiasa mengikuti balapan liar di sini bila mereka sedang bermain ke Bandung, tapi Leo dan Raka belum pernah mereka liat sebelumnya.
Suara bising dan riuh kenalpot motor juga sorak sorai para penonton menjadi sambutan untuk mereka berlima.
Raka sudah terbiasa dengan semua itu, semenjak dua bulan yang lalu Raka mulai mengenal dunia malam dengan bantuan Leo, ia sering pergi ke acara balap motor atau sesekali ke klub malam hanya untuk melihat dan mempelajari gaya hidup orang-orang yang mungkin ia temui.
Walaupun sering berbaur dan berada di sekitar orang-orang berjiwa bebas, tapi Raka sama sekali tak mau terbawa arus, ia masih menjaga dirinya dari berbagai godaan gemerlap dunia malam.
Bahkan ia tak pernah menyentuh alkohol sama sekali, ia sangat anti dengan barang-barang haram itu.
Hanya saja beberapa kali ia sempat menantang dirinya untuk ikut balapan, tapi itu juga hanya untuk ajang latihan baginya.
Ia sama sekali tidak ber-ambisi untuk menang, walaupun sudah dua kali ia bisa mendapat peringkat juara, dan sekarang namanya sudah mulai di kenal di pergaulan malam itu.
Tapi Raka hanya menganggapnya sebagai hiburan jadi dia sering menolak untuk ikut bermain, ia hanya ikut balapan bila memang dirinya sedang ingin melakukannya, tapi bila dia sedang tidak ingin maka ia tidak akan pernah mau untuk turun ke arena.
" Woy bro! Akhirnya dateng juga loe" Teriak seorang lelaki sambil mengangkat tangan kanannya dan berjalan ke arah mereka.
"Kita pasti datang lah" Sela Arya yang memang lebih ngocol dan cerewet.
Mereka melakukan fist bump satu per satu.
" Eh kenalin nih temen kita, Leo sama Raka" Ucap Emran menunjuk Raka dan Leo dengan dagunya.
" Gue Sakti, temen balapannya mereka bertiga" Sakti memperkenalkan dirinya pada Raka.
" Gimana udah ada yang mau balapan ama kita?" Tanya Arya dengan gaya tengilnya.
" Ada, tapi dia belum datang, mungkin masih di jalan" Jawab Sakti.
" Hmm oke" Jawab Arya.
Mereka memilih untuk melihat dulu orang-orang yang sedang bersiap akan beradu kecepatan di jalur yang sudah di siapkan sambil menunggu lawan yang menantang mereka datang.
Tak lama mereka menunggu akhiranya ada tiga motor yang batu saja datang, mereka berhenti tepat di dekat garis start.
Mata Raka memicing ketika ketiga pria di atas motor itu membuka helmnya.
" Rion" Gumam Raka terkejut dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
Ia langsung panik mencari sesuatu yang bisa menghalangi wajahnya.
"Sial!! Kenapa dia juga ada di sini?" Umpat Raka dalam hati.
" Woy topi gue!!" Teriak Rico ketika topinya langsung di ambil oleh Raka begitu saja.
" Gue pinjem bentar" Ucap Raka santai sambil langsung memakai topi Rico agar menutupi sebagian wajahnya.
" Knapa sih loe?" Tanya Arya melihat tingkah Raka.
" Orang yang baru dateng itu musuh gue di kampus" Raka menunjuk Rion yang sedang berbicara dengan Sakti dengan dagunya.
Ke empat lelaki itu pun mengalihkan perhatiannya pada tiga orang yang baru datang.
" Itu Rion Ka?" Tanya Leo memastikan, matanya terus memperhatikan Rion dan dua temannya yang tak lain adalah Kenzi dan Bimo.
" Iya" Jawab Raka singkat.
" Leo, Suruh anak buah om Alex menyusul kesini untuk menyelidiki Reon" Perintah Raka.
" Siap" Ucap Leo langsung mengambil hp di saku jaketnya dan menghubungi nomor salah satu anak buah Alex.
" Loe kenapa, kayak nya takut banget ama si Rion?" Tanya Emran menatap Raka.
" Nanti gue jelasin di villa" Jawab Raka.
Emran, Arya dan Rico pun tak lagi menanyakan tentang Rion.
" Ran Lawan loe udah dateng tuh, gimana siapa yang mau turun?" Tanya Sakti yang sudah berada di depan mereka.
" Gue sama Arya yang turun" Jawab Emran langsung.
Dari villa tadi mereka memang sudah berdiskusi siapa yang akan maju untuk balapan, Lagi pula malam ini yang di tang-tang adalah Emran, sedangkan Arya hanya mengawal Emran takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Walau bagai mana pun mereka harus tetap waspada, karena ini adalah dunia malam yang keras dan penuh dengan intrik licik dan kejahatan.
Semua orang mampu melakukan apapun untuk mencapai suatu kemenangan di siani.
Suara Raungan kenalpot motor yang terdengar memekakan telinga, mulai memenuhi arena balapan.
Raka, Leo dan Rico memperhatikan mereka dari tempatnya berdiri.
Terlihat satu orang wanita berbaju seksi berjalan ke depan garis start, mengangkat kain merah ke atas lalu melemparkannya dengan gaya menggoda.
Saat kain merah menyentuh tanah para pembalap langsung tancap gas meninggalkan arena balapan.
" Tuan muda" Sapa seorang pria dengan jaket hitam dan dua orang lainnya menghampiri Raka.
" Ikuti mereka, jangan biarkan teman saya terluka" Perintah Raka dingin.
" Baik tuan muda" Ketiga orang itu yang ternyata adalah anak buah Alex langsung menyusul para pembalap tadi dengan motornya masing-masing.
" Kenapa Ka?" Tanya Rico yang mendengar percakapan Raka barusan
" Cuma jaga-jaga aja, gue gak percaya sama si Rion" Jawab Raka santai.
Leo hanya memperhatikan Raka tanpa niat untuk bertanya, karena ia sudah terbiasa melihat Raka yang memang selalu melindungi orang-orang di dekatnya.
Leo terkadang bingung dengan Raka yang walupun Raka terlihat cuek dan tidak banyak bertanya tapi ia selalu memperhatikan orang yang berada di dekatnya, entah mengapa Raka seakan tau isi hati seseorang tanpa harus bertanya pada orang tersebut.
Raka termasuk orang yang sangat cepat beradaptasi dengan lingkungannya, Leo bahkan mengira Raka mempunyai kepribadian ganda sekarang, karena sikap Raka yang bisa berubah-ubah sesuai situasi yang ia temui.
Bila sedang berada di lingkungan kampus, Raka akan menjadi seorang pendiam, kutu buku dan penakut, tapi bila berada di lingkungan pertemanan dan keluarga ia bisa berubah menjadi seseorang yang ramah dan sopan.
Beda lagi kalau sedang di lingkungan kerja, maka ia akan menjadi pribadi yang gila kerja, tegas dan berwibawa.
Leo sampai bingung mana sebenarnya kepribadian Raka yang asli.
Di arena balap, Emran dan Rion saling beradu kecepatan, mereka saling menyalip tak mau ada yang mengalah, sesekali terlihat motor yang di kendarai oleh Rion memepet motor Emran, dan berusaha menendang dan menghalangi laju motor Emran.
Sedangkan Kenzi yang ikut balapan menahan Arya yang ingin membantu Emran.
Melihat semua itu anak buah Alex yang batu saja tiba, langsung menyalip motor Rion lalu menghadangnya dan membiarkan Emran melaju mendahului mereka.
__ADS_1
Emran sedikit bingung dengan yang terjadi saag ini tapi iabtidak mau ambil pusing ia tidak terpengaruh, dengan tingkah licik Rion, ia terus melaju dengan sangat kencang hingga akhirnya dengan bantuan anak buah Alex ia bisa lolos dari Rion dan melesat jauh meninggalkan Rion yang marah besar di belakangnya karena telah gagal untuk memenangkan balapan ini.
Anak buah Alex langsung menyingkir dari arena balap ketika melihat semuanya sudah aman.
" Aman tuan muda" Ucap salah satu dari mereka pada earphone yang terpasang di telingannya.
" Oke, kerja bagus, terus ikuti Rion, dan hati-hati" Ucap Raka tegas.
" Siap tuan muda" Jawabnya.
Di garis finis akhirnya Emran memenangkan pertandingan dan beberapa detik kemudian Rion menyusul.
Rion yang merasa tidak terima karena sudah di kalahkan oleh Emran langsung turun dari motor dan membanting helmnya dengan kasar.
" Selamat ya bro" Ucap Raka, Leo, dan Rico ber tos ria ketika Emran sampai di hadapan mereka.
" Thank you" Ucap Emran.
" Loe gak sah jadi pemenang, loe maen curang!!" Ruon datang dan mendorong bahu Emran hingga ia sedikit terhuyung.
Emran menoleh ke belakang tubuhnya, ia melihat Rion datang dengan muka yang sudah memerah menahan amarah dan tangan berkecak pinggang.
" Siapa yang berbuat curang hah?!" Sarkas Emran mendorong balik tubuh Tion.
" Loe, gue gak terima semua ini gue mau kita tanding ulang!" Balas Rion penuh amarah.
" Heh sorry gue gak ada waktu buat lawan pengecut kayak loe" Ucap Emran pedas.
"Apa loe bilang hah?!!!" Rion semakin tersulut emosi mendengar ucapan Emran yang memang selalu pedas.
Bugh...
Satu pukulan Rion berikan pada rahang sebelah kiri Emran.
Emran tersenyum sarkas mengusap Darah yang keluar di sudut bibirnya.
Bugh...
Emran yang merasa tertantang membalas menendang perut Rion sampai mundur beberapa langkah.
" Brengsek!!!" Sarakas Rion langsung menerjang Emran.
Emran menerimanya dengan senang hati, mereka pun bertarung sengit.
Hingga...
Wiiuuu...wiiuuu...wiiuuu...
Suara sirine mobil polisi terdengar nyaring.
POLISI...!!!
Teriakan panik para penonton terdengar memenuhi arena balapan.
Semua orang yang berada di sana langsung panik dan lari menyelamatkan diri masing-masing.
" Bro polisi bro!!" Ucap Arya menarik tangan Emran.
Emran dan Rion langsung berhenti dan lari mengambil motor lalu pergi dengan terburu-buru.
Seketika arena balap itu menjadi hening tanpa ada tanda-tanda orang di sana.
Di dalam sebuah mobil yang sedang melaju seseorang menyunggingkan sebelah bibirnya dengan tatapan yang lurus ke depan.
" Done" Ucapnya.
.
...Tbc...
Jangan lupa Like, coment dan votenya ya....
...Terimakasih🙏😘...
__ADS_1