
"Ka, Om Alex sudah memberikan laporan hasil interogasi para penyerang Keyra tadi malam" lapor Leo saat Raka baru saja menyelesaikan latihan fisik nya.
" Hmm " gumam Raka, masih sibuk melepas tali di tangannya.
" Ternyata mereka adalah anak buah dari dark scorpion, geng yang di pimpin oleh Rion" jelas Leo melanjutkan laporannya.
"Untuk apa mereka melakukan itu pada Keyra? " Raka mengerutkan alisnya.
" Sepertinya Rion mau menculik Keyra untuk mendapatkan Keyra, karena sejak beberapa hari lalu Rion berusaha untuk mendekati Keyra tapi selalu di tolak" jelas Leo, memaparkan analisanya dari berbagai laporan ia Terima dari anak buahnya dan juga Alex.
Raka hanya menganggukan kepalanya tanpa berniat menimpali perkataan Leo.
" Lalu orang-orang itu mau di apakan Ka? " tanya Leo sambil berjalan keluar dari ruang latihan.
" Bebaskan saja, obati lukanya dan berikan mereka konpensasi" jawab Raka acuh.
Leo mematung mendengar jawaban Raka.
Mereka adalah musuh tapi kenapa malah di bebaskan bahkan di berikan konpensasi?
Ah entahlah, Leo menggelengkan kepalanya merasa pusing sendiri bila mencoba memahami pikiran Raka yang terkadang membingungkan untuknya.
Raka berjalan ke arah rumah besar, ia lebih memilih segera masuk ke dalam kamar untuk segera membersihkan diri.
.
Raka membiarkan air dingin menerpa seluruh tubuhnya, tatapan mata tajamnya mengisyaratkan bahwa ia sudah mendapatkan rencana untuk menyerang balik perusahaan permana dan juga Reon sekaligus.
"Kalian sudah mengusik kehidupan orang lain terlalu dalam, tanpa tau siapa lawan kalian sesungguhnya" ucapnya dalam hati sambil tersenyum miring.
Selama ini ia masih diam sambil mencari tau siapa sebenarnya lawannya ini dan sekarang ia bahkan sudah tau sampai ke akarnya.
Jangan remehkan kekuatan seorang Raka Aditama Wiratmadja.
Jika semut saja bisa menggigit bila ada yang mengusiknya maka jangan salahkan Raka yang melawan bila ada yang mencoba mengganggu kehidupannya.
.
.
" Leo, tolong siapkan berkas tentang perusahaan Permana" ucap Raka saat mereka memasuki lift untuk membawa mereka ke ruang kerja Raka.
" Baik Tuan akan saya lakukan segera" jawab Leo.
Ting.....
Lift terbuka tepat di lantai paling atas gedung.
Leo langsung berjalan ke ruangannya. Sedangkan Raka berjalan menuju ruang sekretarisnya.
" Selamat pagi Presdir" ucap semua sekretaris Raka yang berjumlah 6 orang sambil membungkukan badan mereka.
" Pagi" ucap Raka datar.
" Laura tolong siapakan berkas yang harus saya tandatangani dan bawa ke ruangan saya" perintah Raka saat berada di hadapan Laura.
" Baik Tuan" jawab Laura.
Raka langsung masuk ke ruangan kerjanya setelah mendapat jawaban dari Laura.
.
" Masuk" ucap Raka ketika mendengar suara ketukan pintu.
" Tuan ini berkas yang anda minta" Laura menaruh beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Raka.
" Tinggalkan saja biar saya lihat dulu" Raka berucap sambil menyampaikan jasnya di sandaran kursi.
" Ada lagi yang perlu saya bantu Tuan?" tanya Laura.
" Tidak, kamu bisa pergi sekarang" ucap Raka mengambil salah satu berkas di mejanya lalu mulai membacanya dengan seksama.
__ADS_1
" Kalau begitu saya permisi Tuan" Laura menunduk hormat sebelum berbalik dan berjalan keluar.
"Hm" Raka hanya bergumam sebagai jawaban, tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ia sedang baca.
Sekitar 15 menit kemudian Leo datang dengan membawa berkas tentang perusahaan Permana.
Raka langsung membacanya dengan Leo juga menjelaskan isi dari berkas tersebut.
Setelah selesai Raka langsung berjalan menuju ruangan di balik rak buku yang berada di ruangannya bersama dengan Leo di mengikuti di belakangnya.
Saat ia masuk langsung terlihat jelas banyaknya layar monitor di sana.
Raka langsung bersiap di hadapan komputer dengan Leo yang setia berdiri di belakangnya dan memperhatikan apa yang akan di lakukan Raka.
.
Raka masih sibuk mengetik berbagai macam kombinasi huruf dan angka di keyboard komputernya.
Jarinya seakan menari indah di atas kumpulan huruf keyboard padahal ini sudah hampir dua jam Raka berada di sana.
Hingga akhirnya Raka menekan tombol Enter dengan cukup keras sampai menimbulkan suara 'klik'
" Les't start to game" ucapnya dengan senyum jahat menghiasi wajah tampannya.
Leo bergidik ngeri melihat senyum yang jarang ia lihat dari Raka.
"Mat* kalin semua" gumam Leo dalam hati.
.
.
Di tempat lain, lebih tepatnya di perusahaan Permana sedang terjadi kekacauan karena ada yang membobol sistem keamanan perusahaan dan mengacaukan harga saham.
Baron Permana -CEO perusahaan permana- sudah uring-uringan sejak ia mendapatkan laporan dari kepala staf IT perusahaannya.
"Bagaimana? Apa kalian sudah mengetahui siapa pelakunya? " tanya Baron setelah berada di ruang IT.
" DASAR BODOH KALIAN!! " hardik Baron marah pada semua stafnya.
" SAYA MENGGAJI KALIAN BUKAN UNTUK MAKAN GAJI BUTA " teriaknya lagi.
" POKOKNYA SAYA TIDAK MAU TAU, KALIAN HARUS SEGERA MENEMUKAN NYA!! " murka Baron langsung keluar dari ruangan setelah menggebrak meja.
.
.
" Pah, ada apa sebenarnya ini? Siapa yang berani mengusik kita? " Tanya Rion yang sudah berada di ruangan Papa nya -Baron-
Rion langsung pergi ke perusahaan Baron ketika mendapat informasi tentang kekacauan yang terjadi.
Benar saja, begitu ia sampai di perusahaan ia di sambut dengan kesibukan seluruh karyawan di divisi mereka masing-masing.
" Brengsek!! Gara-gara orang si*lan itu, sekarang harga saham kita turun drastis dan banyak perusahaan yang membatalkan kerjasamanya" umpat Baron memijit pangkal hidungnya prustasi.
bisa-bisa ia bangkrut hanya dalam sehari kalau terus begini. pikirnya prustasi
" Berani-beraninya dia mengusik perusahaan kita!! Aku bersumpah akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya, bahkan dia akan lebih memilih mati di bandingkan hidup" janji Rion dengan mata yang memerah dan kedua tangan mengepal kuat.
" Sudahlah jangan banyak bicara omong kosong, lebih baik sekarang kau bantu cari tau brengsek itu" ucap Baron lelah.
" Bagaimana kalau kita minta tolongTuan Lexi" ucap Rion memberi saran.
Lexi adalah pemilik perusahaan besar di luar negri dan ia juga mempunyai mafia yang di takuti di sana.
" Dia sedang berlibur, dan tidak akan mau di ganggu" jawab Baron lemas.
Baron sangat tau kebiasaan Lexi yang tidak mau di ganggu bila sedang berlibur.
Rion menghembuskan nafasnya kasar, ini bukanlah masalah spele, tapi saat ini bahkan mereka belum menemukan pelaku dari semua kekacauan yang ada.
__ADS_1
.
.
" Ka, saham perusahaan Permana anjlok dan banyak investor yang memutuskan kerja sama secara sepihak" Lapor Leo membaca berita dari tab yang ia pegang.
Raka tersenyum tipis, tatapannya masih memandang hiruk pikuk kota jakarta dari balik kaca besar diruanganny
" Ini akibatnya bila mereka berani mengusikku" ucapnya dingin,masih berdiri di balik kaca membelakangi Leo.
Leo bergidik ngeri, ternyata ini sisi kejam seorang Raka yang baru kali ini ia temui.
Raka bisa membuat sebuah perusahaan jatuh ke titik terendah hanya dalam waktu beberapa jam saja, bahkan tanpa adanya pertempuran terlebih dahulu.
Leo bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Alex dan Kakek Reksa bila mengetahui semua ini.
Raka yang pada awalnya terlihat penakut dan berhati lembut seperti Bundanya. Ternyata sekarang ia bisa berubah menjadi seekor singa yang sangat berbahaya.
.
.
" Yon gue dapat info terbaru tentang si kutu buku" Kenzi baru saja sampai di markas dark scorpion, dan langsung menemui Rion.
" Apa? Jangan sampai informasi yang loe kasih gak penting, atau gue hajar loe! " sarkas Rion.
" Tenang Yon, gue yakin ini info yang sangat penting"
" Cepat katakan atau gue hajar loe sekarang!!" Bentak Rion melihat penuh amarah pada Kenzi.
" Oke - oke, tenang dong Bro"
" KATAKAN BEG*!! " teriak Rion tak sabar.
Nyali Kenzi langsung ciut melihat muka Rion yang sudah memerah.
" Ternyata si kutu itu pewaris sah keluarga Wiratmadja, dan sekarang menjabat sebagai Presdir baru perusahaan DWGrup" jelas Kenzi sedikit takut.
" Apa!! Yang bener loe kalo ngasih info Brengsek!!" Rion membentak sambil mencengkram baju Kenzi.
" Bener Yon, loe liat sendiri semua dokumen dan rekaman itu" ucap Kenzi sedikit melemah.
Rion menengok ke arah meja, lalu melepas cengkramannya dengan sedikit mendorong Kenzo, sampai kenal terhuyung sedikit ke belakang.
Rion berjalan membuka amplop coklat yang tadi di bawa Kenzi, ia melihat semua data tentang Raka.
Rion lalu mengambil flasdisk dan memasangkannya pada laptop yang berada di atas meja.
Di dalam video itu terlihat Raka yang masuk ke dalam mobil setelah dalam pakaian seperti biasa dia ke kampus, beberapa saat kemudian Raka keluar lagi dengan pakaian dan gaya yang sudah berubah 100% dari sebelumnya.
Ada juga video ketika Raka keluar dan masuk dari kediaman keluarga Wiratmadaja.
Rion terbelalak melihat semua kenyataan di itu, ia benar-benar tak pernah menyangka bahwa Raka yang ia sepelekan ternyata bukanlah Raka yang ia kira.
Rion mengepalkan tangannya dengan kuat.
Ternyata selama ini dia berpura-pura miskin, dan gue ketipu sama dia heh. geram Rion dalam hati.
Bahkan posisinya sekarang jauh di bawah Raka.
" SI*L!!! BRENGS*K!!! " Murka Rion menonjol meja di hadapannya sampai retak saking kerasnya.
.
.
...TBC...
...Jangan lupa like, coment dan votenya ya......
...Karena satu like dari kalian akan menjadi penyemangat untuk saya terus berkarya......
__ADS_1
...Terimakasih🙏😊😘...