Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.25 Siapakah dia


__ADS_3

Raka, Leo, Emran, Arya dan Rico sudah berkumpul di sebuah kafe tempat mereka berkumpul bila sedang berada di Bandung.


Kafe dengan gaya kekinian khas anak muda dengan beberapa sudut yang bagus untuk di jadikan spot foto yang sangat instagramable itu adalah kafe milik Arya.


Saat ini mereka sedang berkumpul di salah satu pojok kafe yang tidak terlalu terlihat karena terhalang beberapa pernak-pernik hiasan dekorasi kafe.


" Beda ya kalo orang ber-otak encer mau misahin orang berantem, gak usah pake otot gak cuma yang berantem yang bubar tapi semua orang langsung bubar Hahaha..." Ejek Arya setelah Leo menceritakan kejadian sebenarnya di tempat balap liar tadi.


Yang sebenarnya terjadi tadi adalah ulah dari Raka yang yang mengutus anak buah Alex yang berada di situ menggunakan sirine polisi palsu, untuk mengacaukan tempat itu.


Raka sudah menebak kejadian perkelahian antara Rion dan Emran, dan ia sudah memberi perintah bahkan sebelum Emran sampai di garis finis.


" Pantes aja loe tadi santai banget pas orang-orang pada panik" Sahut Emran melihat Raka yang masih duduk santai tanpa mau menanggapi ocehan teman-teman barunya.


" Loe pada udah harus adaptasi ama pola pikir si Raka kalo lagi sama dia" Leo ikut mengejek Raka.


" Jangan bilang kalo yang ngirim dua orang buat ngebantuin gue tadi juga loe lagi!" Ucap Emran mengingat kejadian tadi di arena balapan.


" Yaiyalah siapa lagi kalo bukan dia" Leo langsung menjawab sambil menghempaskan punggungnya pada sandaran sofa.


" Gila emang loe, sekarang gue bener-bener yakin kalo loe anaknya om Tama sama tente Laras" Arya geleng-geleng kepala melihat Raka yang bisa se'sigap itu menghadapi situasi.


" Biasa aja lah, gue cuma lebih memperhatikan orang di sekitar aja, jadi bisa mengira apa yang mereka akan lakukan" Ucap Raka santai lalu menyeruput kopi hitam yang berada di tangannya.


" Halah itu mah dasar otak loe nya aja yang udah encer dari sananya, coba kalau gue mana bisa kaya gitu" Rico langsung menyangkal omongan Raka.


" Iya, boro-boro kita tuh si Leo aja yang udah bareng ama loe selama enam bulan masih puyeng mikirin cara kerja otak loe" Arya menunjuk Leo dengan dagunya sambil tersenyum mengejek.


Leo memang sering kali bercerita pada mereka tentang keluh kesahnya bekerja dengan Raka.


" Yaak!! Emang loe pikir gampang ngimbangin otak dia yang encernya kebangetan" Jawab Leo sarkas sambil melemparkan kentang goreng kepada Arya.


" Yah itu mah dasar loe nya aja yang bego" Ucap Riko santai sambil menyeruput minumannya.


" Sialan emang loe pada!!" Desah Leo malah jadi bahan ejekan teman-temannya.


Hahahaha...


Tawa mereka semua terdengar puas melihat Leo yang pasrah...


Raka tersenyum samar melihat kebersamaan para sahabat barunya, ia merasakan sedikit kehangatan di dalam hatinya setelah begitu lama kosong sejak kepergian kedua orang tuanya.


Obrolan mereka terus berlanjut dengan di warnai sedikit ejekan dan umpatan antara mereka tapi memang itu lah yang membuat mereka semakin dekat satu sama lain.


Mereka baru pergi dari kafe setelah jam 12 malam dan kafe tutup.


***


" Leo bagaimana perkembangan penyelidikan Rion?" Tanya Raka saat mereka sedang berada di dalam lift menuju ke basement, Raka ada kelas di kampus siang ini sedangkan Leo harus mewakili Raka dalam rapat dengan klien.


" Kemarin malam saya mendapatkan info kalau ternyata Rion itu pemimpin dark scorpion, mereka adalah geng yang cukup berbahaya dan mereka juga ada di bawah perusahaan permana" Jelas Leo


" Pantas saja Rion sangat di takuti di kampus" Gumam Raka


" Iya, mungkin saja dia menggunakan kekuasaannya untuk mengancam semua staf kampus" Ucap Leo menebak apa yang terjadi di kampus.


" Permana" Gumam Raka lagi mengingat sesuatu dengan nama itu.


" Bukankah perusahaan itu juga yang sering menemui ketua geng motor tempatnya Edo" Ucap Raka setelah lama berdiam diri.


Mereka berdua melanjutkan langkahnya menuju tempat parkir mobil mereka.


" Mulai hari ini selidiki juga perusahaan permana" Perintah Raka ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Oke" jawab Leo.


" Oiya apa perusahaan permana ada kerja sama dengan kita?" Tanya Raka lagi.

__ADS_1


"Kita tidak ada kerja sama dengan mereka tapi sepertinya mereka baru saja mengajukan berkas permintaan kerja sama" Jelas Leo sambil terus menyetir.


" Hemm... Kalau begitu tuda pemberi tahuan keputusan permintaan kerja sama dari kita sampai penyelidikan kita tentang perusahaan itu tuntas, sepertinya mereka bukan perusahaan yang bersih" Ucap Raka setelah beberapa waktu sibuk memainkan tablet di tangannya.


" Siap Ka" Jawab Leo santai, ia tau Raka tidak akan memgambil keputusan yang gegabah.


" Oke, gue ngampus dulu, sukses rapatnya bro" Ucap Raka memakai kacamata bening andalannya sebelum keluar dari mobil.


" Siap bro, semoga loe juga bisa ketemu sama si Keyra" Ucap Leo dengan senyum yang sangat menyebalkan di mata Raka.


Leo tau kalau Raka memendam perasan pada Keyra, tapi sepertinya Raka belum menyadarinya atau memang berusaha menghindarinya, Leo juga tidak tau.


" Anj*ng loe!! gue kuliah buat belajar bukan nyari cewe" Bantah Raka memukul lengan Leo dengan bukunya.


" Aduh!! Sakit woy, gil* loe ya!!!" Teriak Leo menggosok lengan bekas pukulan Raka.


"Rasain tuh...Hahaha..." Jawab Raka membuka pintu mobil lalu keluar dengan tawa nya yang pecah.


" Dasar bos lak nat!!" Umpat Leo menginjak pedal gas, dan mobilpun melaju meninggalkan tempat itu.


***


"Weiss... Kemana aja nih presdir hebat kita" Ucap Dito merangkul pundak Raka yang baru saja sampai di depan kantin.


Raka batu saja keluar dari kelas dan sekarang ingin makan siang walau sangat tertunda karena waktu sudah menunjukan pukul 2 siang.


" Set*an loe, pelan-pelan gil*" Raka mendorong pundak Dito.


" Iya iya, sadis amat si loe" Dito langsung menunjukan muka merajuknya pada Raka.


" Halah... loe segitu aja ngambek, dah kayak cewe aja loe" Raka berkata acuh lalu berjalan meninggalakan Dito masuk ke dalam kantin.


" Woy tunggu dong Ka" Dito langsung mengejar Raka ke stand makanan.


" Apaan sih loe To? Tuh pesen makanan tar gue yang traktir" Ucap Raka yang mulai jengah dengan drama sahabatnya itu.


" Udah cepetan, brisik loe" Raka meninggalkan Dito dan berjalan ke salah satu meja di kantin yang kosong.


.


.


" Hai Raka, boleh gabung di sini ga?" Suara seorang gadis membuat Raka dan Dito menghentikan kegiatan makannya.


Raka menoleh ke arah suara, dan ternyata itu adalah Keyra dan kedua sahabatnya. Raka melihat ke sekelilingnya apakah sudah tidak ada meja yang kosong, dan ternyata memang kantin sedang penuh saat ini.


" Oh iya silahkan duduk saja" Bukan suara Raka yang terdengar melainkan Dito yang menjawab Keyra dengan semangat.


" Terimakasih" Jawab Keyra dan mereka bertiga pun duduk bersama Raka dan Dito.


Raka hanya bersikap acuh dan memulai lagi makannya, tanpa memperdulilan ketiga perempuan di dekatnya.


Walaupun begitu sebenarnya sekarang Raka sedang menetralkan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.


Sedangkan Keyra, ia sesekali mencuri pandang pada Raka.


" Emm Ka loe nanti ada waktu luang gak?" Tanya Kayra sedikit ragu.


Raka melihat Keyra yang duduk tepat di hadapan Raka setelah ia menyelesaikan makannya dan meminum minumannya.


" Memangnya kenapa Kay?" Tanya Raka dengan nada acuhnya.


" Emm gue mau minta tolong sama loe buat memeriksa memeriksa email saya yang bermasalah" Ucap Keyra.


" Boleh kamu tinggal kirim saja nama email kamu ke saya nanti saya akan bantu kamu" Jawab Raka.


" Ta tapi boleh gak kalau loe karjainnya sama gue aja, gue mau sekalian belajar juga" Tawar Keyra.

__ADS_1


Dito, Monic dan Regina yang berada di sana hanya saling pandang melihat Keyra yang sedang mendekati Raka.


Keyra memang sudah menyukai Raka dari sejak pertama kali ia menolong Raka waktu itu, dan sekarang ia memberanikan diri untuk mendekatinya.


" Ya sudah nanti malam kita bertemu di kafe pelangi" Ucap Raka setelah diam beberapa saat.


" Oke nanti gue pasti ke sana" Jawab Keyra semangat.


" Kalau begitu saya harus pergi dulu" Ucap Raka


" To loe ikut sama gue atau di sini?" Tanya Raka lagi setelah melihat pesan di hp nya.


" Gue di sini aja, masih ada kelas gue Ka" Jawab Dito.


" Oke, Gue balik duluan" Ijin Raka pergi ke kasir untuk membayar makanan mereka semua lalu berjalan pergi meninggalkan kantin.


" Cie... Keyra mau jalan sama Raka" Monic langsung menggoda Keyra setelah Raka pergi.


" Apa sih loe, gak lah!!" Sangkal Keyra tapk pipinya mulai merona.


" Jadi loe suka sama si Raka key?" Tanya Dito ikut berbicara.


" Iyalah, dia itu udah suka sama si Raka sejak awal ketemu kali" Regina ikut menggoda keyra.


" yee... emang kenapa kalo gue emang suka ama si Raka toh Raka juga belum punya pacar kan?" Tanya Keyra sarkas.


" Belum sih, dia mana sempet mikirin soal cewe, hidupnya cuman sibuk sama kerja dan kuliah" Ucap Dito tanpa sadar.


" Kerja..! Raka kerja di mana emang?" Tanya Keyra menyelidik.


" Eh... emm.... Kerja di di... ah gak tau gue dia kerjanya pake komputer sama laptop dia" Ucap Dito gugup sendiri.


" Hah...! Jangan-jangan si Raka hacker lagi" Monik langsung berkata dengan meninggikan suaranya dan mata melotot kaget.


" Eh.. bukan lah gil*, dia cuman suka di mintain tolong buat memeriksa keamanan web dari perusahaan atau orang-orang yang mempunyai kebutuhan aja. Gue juga gak tau dia ngerjain apa" Jawab Raka mengingat pekerjaan Raka sebelum menjadi pewaris DWGrup.


" Oohhh... kirain" Keyra yang dari tadi mendengarkan akhirnya bisa bernafas lega.


" Ya udah gue mau balik ke kelas dulu" Pamit Dito melihat jam tangannya dan ternyata kelasnya akan masuk sebentar lagi.


" Oke, makasih ya infonya" Jawab Keyra.


" Ya udah kita pulang yuk" Ajak Keyra pada kedua sahabatnya.


" Yuk" Mereka berjalan menuju kasir untuk membayar makanan mereka.


" Udah di bayar sama Raka " Jawab kasir ketika Keyra mau membayar.


" Oh ya sudah terimakasih mba Mia" Ucap Keyra tersenyum.


Ketiga sahabat itu akhirnya pergi dari kampus menuju rumah Kayra.


Tanpa mereka mengetahui di salah satu sudut kampus ada yang melihat mereka bertiga dengan mata berkilat penuh amarah, mengepalkan tangannya dengan sangat erat sampai-sampai buku-buku tangannya memutih.


" Loe bakal jadi milik gue" Gumamnya sambil memandang mobil yang ditumpangi ketiga gadis cantik itu yang semakin jauh meninggalkan gedung kampus.


.


Sapakah Orang itu????


.


.


...Tbc......


Jangan lupa like, coment dan Votenya ya...

__ADS_1


...Terimakasih🙏😘...


__ADS_2