Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.63 Penyerangan


__ADS_3

Raka dan Leo sudah sampai di salah satu vila yang tidak terlalu jauh dari tempat acara family gathering diadakan.


Dito langsung menyambut kedatangan bos sekaligus sahabatnya itu.


Raka langsung memberikan arahan kepada Dito untuk mengantisipasi kejadian buruk yang mungkin saja akan terjadi selama dua hari ini.


Dito akan turun langsung ke lapangan bersama dengan beberapa orang anak buah Alex, sedangkan Raka hanya akan mengawasi dari jauh.


" Temukan penghianat itu secepatnya " perintah Raka mengakhiri acara diskusi pagi ini.


" Siap Tuan Muda...!" seru Dito dan beberapa pengawal yang di tugaskan untuk menjaga acara tersebut.


Mereka langsung membubarkan diri dan kembali pada posisi nya masing-masing.


Raka menghela napas lelah, menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa sambil memejamkan matanya.


" Sarapan dulu Ka, setelah itu istirahat " ucap Leo sambil membawa menu sarapan yang baru saja datang.


Raka membuka mata nya, lalu menegakkan badan melihat menu sarapan yang ada di hadapnnya.


Leo sudah lebih dulu memakan bagiannya, sejak tadi pagi perutnya sudah keroncongan dan sekarang sudah pukul sepuluh pagi.


Mengikuti cara kerja Raka yang tidak beraturan mang sangat melelahkan dan butuh fisik yang selalu sehat, untung saja dirinya sudah biasa dengan hidup berantakan seperti ini sejak berkuliah di luar negri.


Raka dan Leo akhirnya sibuk dengan makanan mereka masing-masing, setelah itu mereka memilih langsung masuk ke dalam kamar untuk istirahat sejenak.


Di tempat acara family gathering serangkaian acara sudah di persiapkan oleh para panitia, kehadiran Dito di tempat itu juga sudah menyebar sehingga membuat para karyawan asik membicarakan kehadiran salah satu bos mereka.


Hari ini agenda mereka adalah berwisata ke hutan pinus dan melakukan berbagai kegiatan autbond di sana untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar karyawan.


Mereka di bagi menjadi beberapa kelompok yang di pilih secara acak oleh para panitia.


Di balik ke meriahan acara ada para pengawal yang menyamar menjadi karyawan agar bisa mengawasi dengan sekasama setiap gerak-gerik peserta dari dekat.


Saat acara istirahat makan siang, barulah Dito hadir dengan beberapa orang petinggi perusahaan lainnya, bergabung bersama dengan para karyawan.


Kedatangan Dito disambut gembira oleh para karyawan, terutama bagi para kaum hawa, mereka sibuk membenahi dandanan mereka agar bisa menarik perhatian orang kepercayaan bos besar mereka tersebut.


" Bagaimana ?" tanya Dito pada salah satu pengawal yang menyamar.


" Kami sudah mencurigai beberapa orang Tuan " ucapnya pelan menyodorkan sebuah kamera kepada Dito.


Dito mengbilanya dan melihat beberapa foto yang menunjukan gerak-gerik beberapa orang yang sedikit mencurigakan.


" Kalian terus awasi orang-orang ini san segera amankan mereka bila sudah mendapatkan bukti yang cukup " perintah Dito memberikan kembali kamera itu pada anak buahnya.


" Baik Tuan, kami permisi " pamit mereka.


Sepeninggal anak buahnya Dito langsung mengirimkan foto tersebut kepada Raka.

__ADS_1


.


.


Brak....


Raka langsung mengalihkan pandangannya pada arah pintu yang terbuka lebar.


Leo berdiri di sana dengan nafas yang memburu serta wajah yang terlihat panik.


" Hah... Ka... Tuan Reksa...Hah.... Di... Diserang....hah !" ucap Leo dengan napas yang masih memburu.


Leo sedang bejalan-jalan di luar vila saat tiba-tiba saja ada telpon dari salah satu anak buah Alex yang mengabarkan tentang situasi yang sedang terjadi di kediaman keluarga Wiratmadja.


Ia langsung berlari menuju kamar Raka sambil memberi tau para pengawal untuk bersiap-siap.


Karena terlalu panik Leo bahkan sampai lupa untuk menghubungi Raka lewat telpon.


" Kita berangkat sekarang " ucap Raka langsung menyambar jaket yang ada di sofa lalu berjalan keluar kamar dengan tergesa-gesa.


Raka sedang melihat laporan dan foto yang di kirimkan oleh Dito dan sekarang semuanya buyar seketika saat perasaan khawatir mulai menguasai hatinya.


" Tangakap mereka saat ini juga dan berikan aku informasi yang memuaskan !" tegas Raka pada Dito melalui sambungan telpon.


" Siap laksanakan !" Dito menjawab tak kalah tegas dari sebrang sana.


" Brengs*k...!" umpat Raka membanting ponselnya ke sembarang arah.


.


.


Mereka tampak asik menikmati setiap kegiatan mereka saat tiba-tiba saja terdengar suara gaduh dari arah halaman depan.


" Tu...Tuan... Ada yang memaksa masuk...!" gagap salah satu penjaga dengan wajah tegang.


Reksa, Alex dan Pak Har langsung mengalihkan pandangannya mereka pada pelayan tersebut dengan raut wajah terkejut mereka.


" Siapa yang sudah berani bertindak kurang ajar di rumahku ?" geram Reksa dengan tangan terkepal kuat.


" Biar saya yang menemui mereka, lebih baik Tuan pergi ke ruang rahasia " ucap Alex pada Reksa.


BRUK....


Belum selesai Alex berbicara salah seorang pelayan tiba-tiba saja jatuh di dekat ketiga pria tersebut dengan darah yang mengucur deras dari dadanya.


" Tu...Tuan... mereka...mereka... sangat be...berbahaya...ce...cepat pe...pergi da..dari...sini..." ucap pelayan itu di iringi batuk darah dan kemudian jatuh tak sadarkan diri.


" Tuan, sebaiknya anda segera pergi dari sini, saya akan mengulur waktu mereka..!" ucap Alex panik.

__ADS_1


Alex mulai merasakan perasaan tidak enak saat telinganya mendengar suara pertarungan yang cukup sengit dari arah depan.


" Ketua, kita telah di kepung...!" lapor salah satu anak buah Alex.


" Pak Har, bawa Tuan besar ke ruang rahasia, saya akan mencoba untuk melawan mereka semua " perintah Alex sambil menyiapkan senjata.


Pak Har dan Reksa langsung pergi ke area belakang taman yang tidak di ketahui banyak orang, di sana ada sebuah gazebo yang terhubung dengan ruang bawah tanah.


Alex langsung berlari ke arah depan untuk ikut menghadapi para penyerang setelah memastikan Tuan nya sudah aman.


Ternyata di ruangan depan sudah terjadi pertarungan sengit yang terjadi antara para penjaga dan anak buah Alex melawan para penyerang yang berjumlah cukup banyak dengan gerakan yang terlihat sudah sangat terlatih.


Alex langsung mengokang senjata di tangannya ia langsung melesatkan tembakan beruntun kepada para penyerang.


Adu tembak pun terjadi di antara keributan yang terjadi.


Ruang depan yang awalnya rapih dan asri kini terlihat kacau balau oleh tubuh yang terkapar dengan berbagai luka.


Berbagai pecahan kaca dan pajangan berserakan memenuhi lantai akibat peluru nyasar.


Suara pertarungan pun terdengar bergema di seluruh area kediaman keluarga Wiratmadja.


Dengan lincah Alex dan beberapa anak buahnya terus melakukan tembakan pada kubu lawan, sambil bergerak menghindar dari tembakan yang datang kepada mereka.


Bukannya berkurang tapi ternyata mereka malah semakin bertambah, segerombolan orang dengan pakaian serba hitam dan tubuh besar kini kembali merangsek masuk ke dalam rumah.


Alex bersembunyi di belakang sebuah lemari pajangan di sudut ruangan itu dengan tatapan menyelidiki penuh kewaspadaan di tangannya masih ada dua senjata yang siap ia tebakkan pada lawannya.


Sesekali ia tampak menyembul kan kepalanya untuk melihat target dan melesatkan tembakan beruntun.


Kubu Alex semakin terdesak karena memang jumlah mereka terlalu sedikit saat ini, sedangkan lawan mereka terus bertambah seakan tidak ada habisnya.


Dari arah pintu gerbang muncul satu mobil mewah yang langsung berhenti tepat di depan pintu masuk utama.


Seorang pria tua dengan tubuh yang masih terlihat gagah dan berkarisma keluar dari mobil tersebut bersama beberapa orang pria bertubuh besar yang siap siaga dengan senjata di tangan mereka masing-masing berdiri tegap di sekitarnya.


" SERAHKAN BEDEB*H TUA ITU PADAKU ATAU KU HANCURKAN KALIAN SEMUA...!" teriaknya menggema di seluruh ruangan depan.


Para pria sangar itu langsung menembaki anak buah Alex yang terlihat dengan sangat brutal dan tidak tau belas kasih.


Alex terkejut oleh suara menggelegar dari sosok pria tua yang berdiri dengan angkuhnya di pintu masuk tanpa takut dengan perang peluru yang sedang terjadi di tangan itu.


"****...!" umpat Alex tajam ketika mendapati Peluru nya sudah habis, ia membuang kasar senjata dari tangannya.


Para anak buahnya sudah banyak yang tumbang dan kini hanya tinggal beberapa saja yang masih mencoba melawan.


.


.

__ADS_1


...TBC...


...🙏😊😘...


__ADS_2