
Pagi ini Leo sudah kembali dari luar kota, ia mempercepat urusannya setelah menerima laporan penyerangan yang di alami oleh Raka, begitu juga Alex yang sedang mengawal pengiriman senjata ke luar negri, ia langsung kembali ke indonesia.
Jam 7 pagi Leo baru saja sampai di rumah milik Kakek Reksa.
" Pak Har dimana Tuan muda?" Tanya Leo begitu ia selesai mendengar laporan dari Arman dan masuk ke dalam rumah.
" Tuan muda ada di ruang kerjanya"
" Hah..! Se'pagi ini tuan muda sudah ada di ruang kerja?" Tanya Leo terkejut.
" Dari semalam tuan muda belum keluar dari ruang kerjanya, kami semua sudah mencoba mengetuk tapi tidak ada jawaban dari dalam, kami tidak ada yang berani membuka pintu" Jelas Pak Har.
" Memang-nya Tuan besar kemana?" Tanya Leo langsung bergegas menuju ruang kerja Raka.
" Beliau sedang berlibur ke bandung bersama dengan keluarga tuan Yaswa sejak kemarin sore" Jawab pak Har sambil mengikuti langkah lebar Leo.
Tok...tok...tok...
" Tuan muda" Panggil Leo mengetuk pintu ruang kerja Raka tapi ia tak mendengar jawaban dari dalam.
" Tuan muda ini saya Leo, apa tuan muda ada di dalam?" Seru Leo lagi.
Lima menit sudah Leo dan pak Har berdiri di depan pintu ruang kerja Raka.
" Ada apa ini Leo?" Suara dari belakang mereka mengalihkan perhatiannya.
" Ah.. om Alex! Ini om, saya sedang memanggil Raka tapi dari tadi tidak ada suara di dalam.
" Ohh... Pak Har tolong ambilkan kunci cadangan" Ucap Alex
Ceklek...
Pintu ruangan kerja Raka tiba-tiba saja terbuka.
" Ada apa ini? Leo, Om, bukannya kalian sedang ada tugas ke luar?" Kaget Raka yang baru saja ke luar dari ruang kerja, dengan kondisi yang acak-acakkan sepertinya Raka tertidur di dalam.
" Iya tuan muda, kami berdua langsung kembali setelah mendengar laporan dari Arman" Jawab Alex
" Tuan muda tidak apa-apa? Mengapa dari semalam anda tidak keluar dari dalam?" Pak Har yang batu saja datang setelah mengambil kunci cadangan langsung bertanya pada Raka.
" Saya tidak apa-apa, saya hanya ketiduran tadi di dalam, setelah menyelesaikan pekerjaan saya" Ucap Raka merasa tidak enak melihat wajah khawatir dari tiga orang di hadapannya.
"Kamu pasti begadang lagi kan Ka?" Tanya Alex menatap penuh selidik pada Raka.
" Hehehe... om kan tau saya tidak akan bisa tidur sebelum kerjaan saya selesai" Ucap Raka cengengesan dengan tangan kanannya mengusap tengkuknya canggung.
" Setidaknya perhatikan kesehatan kamu Ka, kamu ini masih muda jangan sampai kamu sampai drop" Peringat Alex geram dengan kebiasaan buruk Raka yang suka sekali begadang.
" Iya Ka, benar yang si bilang om Alex" Leo ikut bersuara.
" Iya Om, Leo, nanti Raka usahakan" Jawab Raka.
" Raka ke kamar dulu mau bersih-bersih" Ucap Raka lagi pergi meninggalkan Alex dan Leo yang masih kesal dengan Raka yang sudah membuat heboh sisi rumah karena kelakuannya.
Tadi malam setelah ia langsung masuk ke dalam ruangannya untuk mencari tau motif penyerangan terhadapnya dan siapa dalang dj belakangnya.
Tadi malam ia sudah memerintahkan beberapa orang anak buah Alex untuk membuntuti Kenzi, dan ia juga sudah menaruh alat pelacak di baju Kenzi tanpa kenzi ketahui.
Semalaman ia memantau alat pelacak itu sambil menunggu laporan dari anak buah Alex dan mencari tau tentang Kenzi dan ia baru tidur setelah jam 5 pagi.
***
__ADS_1
Harib sabtu pagi ini Raka dan Leo sudah bersiap untuk menyusul kakek Reksa ke bandung,
Rancananya Raka dan Leo akan menghabiskan akhir pekan bersama keluarga dari teman-teman kakek Reksa di villa kluarga Wiratmadja di bandung.
Semuanya sudah berkumpul di sana sejak hari jum'at, dan hanya tinggal Raka dan Leo yang belum hadir.
Dari semalam kakek Reksa sudah bawel terus menghubungi cucu semata wayang nya itu, untuk menanyakan kapan akan menyusul ke sana.
"Gimana hasil penyelidikanmu Le? Tanya Raka saat mereka berada di perjalanan menuju villa.
" Ternyata Rion itu mempunyai geng yang lumayan di takuti di kota ini, dan Kenzi adalah wakilnya" Lapor Leo sambil terus fokus menyetir.
" Sudah ku duga. Lalu apa motif mereka menyerang gue?" Tanya Raka lagi, matanya asik melihat ke dalam tab di tangannya.
" Sepertinya ada perusahaan yang menyewa mereka Ka, tapi gue belum tau perusahaan mana yang bekerja sama dengan mereka" Jawab Leo lagi.
" Hmm... terus pantau Rion dan geng-nya, jangan sampai lengah" Perintah Raka.
" Siap Ka!" Seru Leo santai.
Beginilah mereka berdua bila sedang tidak dalam lingkup pekerjaan, semakin lama mereka bersama sudah semakin tau satu sama lain dan lebih menganggap satu sama lain teman di bandingkan dengan atasan dan bawahan.
Tak terasa sudah enam bulan Raka memimpin perusahaan raksasa milik keluarga Wiratmadja itu, Perusahaan semakin maju dan para karyawanpun semakin menghormati dan segan pada Raka.
Di kantor Raka di kenal dengan bos yang tegas dan sangatenjunjung ferofesionalisme dalam bekerja, tak ada yang berani untuk berbuat curang lagi di kantornya.
Karena Raka sangat teliti dalam bekerja dan akan langsung ketahuan bila ada sedikit saja yang janggal di dalam laporan.
Raka juga tak segan langsung mengeluarkan karyawan yang ketahuan berbuat curang atau tidak profesional dalam bekerja.
Raka juga mengubah peraturan dan cara kerja yang lama dengan peraturan yang baru.
Awalnya banyak protes dari Karyawan bahkan para perusahaan yang bekerja dengan perusahaan DWGrup juga ada yang mengajukan protes padanya.
Ia menghadapi semuanya dengan santai dan menyuruh siapa saja yang tidak setuju dengan perubahan yangbia buat untuk mengundurkan diri dari perusahaannya.
Tapi Rala juga tau kalau mereka hanya menggertaknya saja. Tidak Ada satu pun dari mereka yang mengundurkan diri ataupun membatalkan kerja sama dengannya.
Lagi pula hanyaborang bodoh yang mau melepaskan gaji besar saat mereka bekerja di perusahaan DWGrup dan Untung yang sangat besar bila mereka mau bekerja sama dengan perusahaannya.
Di negri ini perusahaan DWGrup adalah perusahaan yang sangat susahbjntuk di ajak kerja sama, dan sekarang setelah berganti kepemimpinan perusahaan DWGrup bahkan lebih ketat lagi dalam menyeleksi perusahaan yang mau bekerja sama dengan mereka.
Begitu pula dengan karyawan, Raka mengeluarkan standar tinggi dari mulai pendidikan, sikap dan sifat dari calon karyawan di perusahaannya harus lulus dari semua pengetesan dan percobaan kerja selama tiga bulan baru mereka bisa masuk ke dalam perusahaan secara resmi.
Perjalanan dari Jakarta ke Bandung hanya memerlukan waktu selama tiga jam karena ada sedikit lemacetan di jalan.
Mobil yang di tumpangi oleh Leo dan Raka terparkir sempurna di halaman Villa yang terlihat indah dan masih asri.
Raka keluar dari mobil, menghirup udara yang masih terasa segar sebanyak-banyaknya hingga terasa memenuhi seluruh rongga paru-parunya, kemudian menghembuskannya perlahan.
" Di sini udaranya masih sangat segar ya Le" Ucap Raka saat mereka berjalan bersama menuju ke dalam villa.
" Iya Ka, makannya di sini selalu jadi tempat berkumpul para orang tua itu" Ucap Leo sedikit candaannya.
" Leo kamu sudah datang nak" Wanita yang mungkin masih berumur 50 tahunan itu menyambut kedatangan Leo dan Raka.
" Iya bu, ibu gimana kabarnya?" Tanya Leo sambil mencium tangan ibu-ibu itu.
"Ibu baik, ini pasti Raka ya... Wah... senang sekali rasanya bisa bertemu denganmu nak" Ucap Ibu itu tersenyum bahagia melihat ke arah Raka.
" Iya bu, saya Raka" Raka ikut mencium tangan ibu itu.
__ADS_1
" Ka ini adalah ibu aku" Ucap Leo merangkul pundak sang ibu.
Raka hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum tanda ia mengerti.
" Ayok kita masuk, semuanya sedang ada di taman belakang" Ajak Ibu iLeo yang bernama Ningrum dengan sangat antusias.
Raka mengikuti langkah Leo dan Ibunya, ia berjalan sambil melihat interior villa yang terkesan tradisional dan hangat.
Raka memang batu pertama kalinya datang ke villa ini, selama ini ia hanya fokus dalam mengurusi perusahaan tanpa mau ikut dalam acara seperti ini.
Padahal setiap dua bulan sekali mereka akan mengadakan pertemuan dan liburan bersama seperti ini. Tapi Raka selalu menolak bila di ajak oleh Kakek Reksa.
Barbeda dengan bulan kemarin yang selalu bisa menolak dengan segala cara tapi kali ini ia tak bisa mengelak ketika Kakeknya bekerja sama dengan Leo dan Alex untuk merayunya.
Akhirnya Raka menyetujui untuk ikut serta dalam liburan kali ini walaupun hanya di akhir pekan saja.
Pekerjaan yang sangat menumpuk, di tambah penyelidikan tentang para musuh yang mulai menampakkan diri dan mengancamnya, membuat waktunya tercurah hanya untuk bekerja.
" Wah lihat para pangeran sudah datang!" Seru salah satu wanita yang sedang asik berbincang di sebuah gazebo di taman belakang villa.
Teriakan dari wanita paruh baya yang mungkin baru berumur 40 tahunan itu mengalihkan perhatian semua orang yang berada di gazebo.
" Nah ini dia yang dari tadi kita tunggu-tunggu sudah datang" Ucap Kakek Reksa dengan wajah sumringah.
" Kemari bergabung dengan Kami" Kakek yaswa melambaikan tangannya ke arah Raka.
Raka dan Leo langsung mencium tangan semua orang tua di sana.
" Halo semuanya kami datang!!" Tiba-tiba terdengar teriakan seseorang dari arah dalam villa.
Semua orang di sana hanya mendengus jengah mendengar teriakan itu, kecuali Raka tentunya yang memang belum mengenal semua keluarga sahabat dari kakeknya ini.
Terlihat tiga orang pria muda yang munkin umurnya sepantaran dengan Leo dan Raka keluar dari villa dengan pakaian santai.
" Wah... para ceo tampan kita sudah hadir" Ucap kakek Yaswa dengan gaya meledek ke arah tiga pria itu.
Ya... yang baru datang itu adalah Emran, Rico dan Arya para penerus perusahaan sahabat kakek Reksa.
Mereka sudah berteman sejak kecil dan tak pernah terpisahkan, hanya Leo yang sekarang jarang berkumpul karena masih menyesuaikan diri dengan cara kerja Raka.
Walaupun mereka sangat sibuk dengan urusan masing-masing tapi mereka selalu menyempatkan diri untuk berkumpul dan mendukung satu sama lain.
"Dasar kalian anak-anak nakal, kalian bilang akan kemari dari kemarin dan sekarang kalian datang paling akhir" Sarakas nenek Rmira, istri dari kakek Yaswa memukul punggung Mereka bertiga saat mencium tangannya.
" Aduh, maaf nenek kami ada urusan kemarin" Ucap Emran yang sepertinya paling dewasa di antara mereka bertiga.
" Sudah-sudah, ini mending kalian kenalan saja dengan Raka, cucunya kakek Reksa" Lerai Ningrum yang baru saja datang dengan membawa nampan berisi air minum dan cemilan.
Setelah makan siang bersama para orang tua memutuskan untuk istirahat di kamar masing-masing sedangkan para anak muda memilih untuk mengobrol di teras belakang dekat kolam berenang.
Hari ini Raka bisa mendapat teman baru di sini dan banyak pelajaran baru yang ia dapatkan dari perbincangannya dengan semua orang yang ada di sini.
.
.
...Tbc...
Jangan lupa like, coment dan vote nya ya...
__ADS_1
...Terimakasih🙏😘...