Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.68 Wisuda


__ADS_3

Pagi hari ini kediaman keluarga Wiratmadja sudah di penuhi dengan orang-orang yang tengah bersiap untuk menghadiri wisuda Raka.


Akhirnya setelah beberapa bulan ini Raka fokus untuk mengerjakan skripsi nya, ia berhasil lulus dengan nilai memuaskan.


Para sahabat Raka sudah menginap sejak tadi malam untuk di rumah Reksa untuk mendampingi nya menjalankan Wisuda yang di adakan hari ini di salah satu gedung terbesar di Jakarta.


" Raka...Loe dah siap belum ?" terdengar suara teriakan Arya dari balik pintu kamar Raka.


" Bentar lagi..!" jawab Raka yang sedang berdandan di bantu oleh Pak Har.


" Cepet dikit napa ! Udah jam berapa ini ?" Arya masih berteriak sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Dito, Dan Leo yang melihat tingkah Arya hanya bisa geleng-geleng kepala.


Teman mereka yang satu ini memang terlalu atraktif dalam setiap situasi.


Tapi itulah yang membuat persahabatan mereka terasa lebih berwarna dan ceria.


Hari ini Emran dan Rico tidak bisa hadir karena mereka sedang ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan.


Beberapa saat kemudian Reksa tampak menghampiri kedua anak muda itu, lalu bergabung dan duduk bersama dengan mereka di depan kamar Raka.


" Biarkan saja, sebentar lagi juga keluar " ucap Reksa pada Arya.


Arya langsung mengangguk canggung sambil menggaruk kepala yang tidak gatal dan berjalan duduk di samping Dito yang terlihat menahan tawanya.


" Si*lan loe..!" umpat Arya menyikut perut Dito dengan sedikit keras.


" Aduh.." Dito mengaduh pelan sambil melihat Arya tajam.


Yang di lihat hanya memalingkan wajahnya dan pura-pura tidak tau.


Reksa dan Leo yang sebenarnya mengetahui ulah dari Arya dan Dito hanya bisa menggeleng pasrah.


Beginilah kalau mereka semua sudah berkumpul, akan ada drama dan pertengkaran kecil yang menambah kehangatan bagi persahabatan para pengusaha muda itu.


.


.


Pukul delapan pagi Raka sudah sampai di lokasi pagelaran wisuda, ia langsung menuju ke tempat di mana mahasiswa jurusan yang sama dengannya berkumpul.


Keyra yang menjadi salah satu panitia wisuda kali ini, tampak sibuk wara-wiri mengatur acara agar berjalan lancar dan sukses.


Raka sesekali melihat Keyra berjalan di depan ruangan mereka, tapi belum ada waktu untuk mereka saling menyapa satu sama lain.


Hubungan mereka berdua sudah semakin dekat.


Sifat Keyra yang perang dan sedikit manja, menjadi penyemangat dan hiburan untuk Raka yang serius dan jarang berbicara.


Walaupun mereka semakin jarang sekali bertemu semenjak Raka sibuk mengerjakan skripsi beberapa bulan belakangan ini.


Tapi mereka masih saling memberi kabar lewat pesan singkat atau sesekali telpon.


Acara sudah sejak beberapa waktu yang lalu dan sekarang semua mahasiswa dan tamu sudah memenuhi area gedung tempat di laksanakan nya acara wisuda.

__ADS_1


Begitupun dengan Reksa, ia sudah datang sejak beberapa waktu lalu untuk mewakili sebagai pemilik yayasan.


Saat ini Reksa duduk bersama para dosen dan petinggi yayasan yang hadir.


Arya dan Dion juga sudah hadir, mereka menunggu di luar bersama dengan Joni dan Mpok Isah karena tidak semua keluarga boleh memasuki area wisuda.


Sedangkan Leo menjadi satu-satunya wakil keluarga dari Raka.


Dan Dito juga menjadi salah satu peserta wisuda kali ini hanya saja dengan waktu yang berbeda.


.


Semua orang bertepuk tangan saat mendengar nama Raka di panggil untuk maju ke depan.


Raka lulus dengan nilai terbaik hingga menyabet predikat summa cumlaode.


Decak kagum dan bangga terdengar dari para tamu yang hadir, serta bisik-bisik para mahasiswa yang membicarakan tentang kepintaran Raka pun semakin membuat riuh keadaan ruangan itu.


Beberapa kali pembawa acara harus memberi peringatan agar suasana kembali tenang.


Raka maju ke atas podium untuk memberikan sepatah, dua patah kata sebagai ungkapan terimakasih dan kebahagiaannya karena sudah lulus di waktu yang seharusnya dan bonus gelar mahasiswa terbaik tahun ini.


Semua orang seakan menahan nafas melihat Raka yang berdiri tegap di atas podium dengan karisma yang sangat berbeda.


Raka mengedarkan pandangannya melihat mencari letak duduk orang-orang yang telah ikut berjasa dalam kehidupannya.


Tatapannya berhenti pada Reksa yang duduk di kursi depan, mereka saling menatap satu sama lain.


Reksa tersenyum bangga melihat cucunya begitu gagah, dengan segala kelebihan yang Raka miliki.


Raka mulai berterimakasih kepada staf dosen terutama Pak Handoko yang selalu memberikan suport nya kepada Raka selama melalui pendidikan di kampus ini.


" Kakek, ini juga saya persembahkan untuk Kakek yang telah memberikan kasih sayangnya untuk saya..." Raka menatap lekat sang Kakek di hadapannya.


" Dan semua yang telah bersedia menemani, mendukung, dan selalu ada di belakang saya. Memberikan suport dan semangat dalam menjalani segala rintangan yang saya hadapi, sampai saya bisa berada di titik ini. Saya tidak bisa menyebutkan nama kalian satu per satu tapi saya yakin kalian tau... saya berkata ini untuk kalian semua.... Terimakasih.... "


Itulah penggalan kata yang Raka ucapkan sebelum akhirnya melangkah mundur dan membungkuk hormat kepada seluruh Rektor, Dosen dan para mahasiswa serta tamu undangan, lalu berjalan menuruni panggung.


Langkahnya membawanya pada sosok tua yang sedari tadi terus menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


" Kakek..."


Reksa langsung berdiri dan menghambur, memeluk Raka dengan setetes air mata yang jatuh.


" Kau hebat Raka, Kek bangga padamu " ucapan itulah yang berhasil lolos dari mulut bergetar sang Kakek.


Semua orang yang tidak tau kedekatan antara Raka dan Reksa terlihat syok dan bengong.


Bahkan para dosen yang belum mengetahui kalau Raka adalah cucu dari pemilik yayasan yang menangis kampus tersebut di buat terkejut.


" Terimakasih Kek, ini semua aku persembahkan untuk Kakek " lirih Raka mengurai pelukannya.


Reksa mengangguk, tersenyum bangga dan haru. Tidak pernah terpikirkan olehnya kalau Raka akan berkata seperti itu padanya.


Setelah drama mengejutkan yang membuat semua orang melongo tak percaya, acara kembali berlanjut dan berjalan lancar tanpa hambatan apapun.

__ADS_1


.


.


Raka berusaha keluar saat Arya dan Dion langsung menyerbunya dan memberikan selamat kepadanya.


Leo, Joni dan Mpok Isah pun ikut mengelilingi Raka dan memeluknya bergantian.


" Akhirnya loe udah lulus Ka, Tama dan Laras pasti bangga sekarang ngeliat loe " Mpok isah terisak di dalam pelukan Raka.


" Iya Mpok, Raka persembahkan ini semua untuk Ayah dan Bunda " jawab Raka mengelus lembut punggung ringkih Ibu angkatnya.


Raka terus terlihat sibuk menerima ucapan-ucapan selamat dari para mahasiswa dan tamu yang mengenal Raka.


Sesekali Raka tampak menengok ke kanan dan kiri, seperti sedang mencari sesuatu.


" Tuan Muda, anda di tunggu Tuan Besar untuk segera pergi ke restoran " ucap Leo yang baru saja mendapat kabar dari Alex.


" Tunggu sebentar, aku akan kesana sebentar lagi " Raka berlalu meninggalkan Leo.


Raka berjalan ke ruang belakang, tempat para panitia acara berada. ia menarik sedikit bibirnya ke atas hingga membuat senyuman samar di wajah tampannya saat melihat orang yang ia cari berada di sana.


Berjalan dengan gayanya yang khas, tatapannya terkunci pada sosok mungil yang masih saja terlihat sibuk.


" Tidak mau mengucapkan selamat padaku hem ?"


Keyra berjingkat kaget mendengar suara yang sangat ia kenal berada jenaka di belakangnya.


Melotot tajam ketika melihat sosok lelaki tinggi dan gagak tengah berdiri di belakangnya dengan senyum hangatnya.


" Raka..." desis Keyra pelan, ia melihat sekitarnya, terlihat semua orang di sana sedang memperhatikan dirinya dan Raka di sela kesibukan mereka masing-masing.


" Maaf.." Keyra menatap Raka dengan rasa bersalah nya.


Raka gemas dengan ekspresi Keyra saat ini.


" Ayo, Kakek menunggu kita di luar " Raka memegang pergelangan tangan Keyra.


" Aku masih sibuk " Keyra sedikit menolak, walaupun sebenarnya ia ingin ikut bersama Raka.


" Ayo, semuanya sudah di urus " Raka masih saja menarik Keyra untuk keluar dari ruangan panitia itu.


" Key... mau kemana loe ?" Monic dan Regina yang baru saja masuk mencegat Keyra yang berjalan di samping Raka.


" Key gue bawa dulu pergi dulu " sahut Raka cepat, ia kembali menarik tangan Keyra agar berjalan kembali.


Keyra menoleh ke belakang, meminta maaf pada Monic dan Regina dengan isyarat mulut.


Kedua sahabat Keyra itu menghembuskan nafas kasar sambil mengeleng jengah.


" Orang kaya mah bebas....!" ucap Mereka berdua serampak di akhiri dengan tawa.


.


.

__ADS_1


...TBC...


...🙏😊😘...


__ADS_2