
Flash back
Lexi kaget melihat ada Reksa bersama Diva di ruangan itu, ia langsung berjalan menghampiri Diva dengan wajah dipenuhi kekhawatiran.
" Kamu sedang apa disini sayang ?" tanya Reksa memandang penuh tanya pada cucu kesayangannya itu.
Lexi membagi pandangannya pada Reksa yang sedang duduk di kursi dan Alex yang masih berdiri di belakang Reksa.
" Aku tidak apa-apa Kek, Kak Raka yang menyuruhku untuk ikut dengan salah satu anak buahnya dan akhirnya di bawa ke sini oleh Paman Alex " jelas Diva lembut sambil membawa Kakeknya untuk duduk di kursi.
Lexi beralih pada sebuah amplop coklat yang cukup besar yang tergeletak di atas meja.
Alex berjalan maju dan mengambil amplop tersebut, ia menggesernya ke hadapan Lexi.
" Bukalah itu semua bukti tentang kejadian yang sebenarnya terjadi pada adik anda " ucap Alex.
Lexi dan Reksa langsung melihat Alex dengan penuh selidik.
Reksa dan Diva memang datang lebih dulu ke ruangan ini, tapi Alex tak memperbolehkan mereka untuk membuka amplop yang memang sudah tergeletak diatas meja sejak awal.
" Kau tak memperbolehkan aku membukanya dan malah memberikan amplop itu pada dia..?!" tanya Reksa dengan penuh penekanan.
Alex tampak mengusap tengkuknya salah tingkah.
" I..itu karena perintah Tuan Muda, Tuan " jawab Alex ragu-ragu.
" Dasar cucu kurang ajar, awas saja nanti..!" geram Reksa mengepalkan tangannya.
" Tapi, Tuan Muda menyuruh Tuan Besar dan Tuan Lexi melihatnya bersamaan, tapi Tuan Alexlah yang berhak membukanya, karena ini adalah tentang adiknya Tuan Lexi.." jelas Alex lagi.
" Baiklah kalau begitu, kali ini aku akan turuti kemauan cucu kurang ajar itu " ucap Reksa duduk di dekat Lexi.
Perlahan Lexi mulai membuka amplop di tangannya, di sana terdapat beberapa berkas yang berisi rincian kejadian, beberapa surat keterangan dokter dan juga keterangan dari kepolisian.
Ada juga beberapa lembar foto dan sebuah flashdisk.
Alex dan Reksa membaca dengan seksama setiap kata yang tertera di sana, raut wajah mereka berdua tampak berubah aneh dengan sesekali saling memandang, dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
Lexi bahkan tampak meneteskan air matanya saat melihat foto-foto itu.
__ADS_1
Setelah mereka selesai membaca semua berkas itu, Alex kemudian mengambil sebuah laptop di salah satu laci di pojok ruangan, lalu menyimpannya di atas meja.
Dengan tangan sedikit gemetar Lexi menyambungkan flashdisk itu pada laptop dan melihat video di dalamnya bersama dengan Reksa dan Devi.
Devi yang memang tidak tau apa-apa, hanya memperhatikan sambil tangannya dengan halus mengelus punggung Lexi, berusaha untuk sedikit menenangkan nya.
Itu ternyata video pengakuan adik Lexi beberapa jam sebelum kejadian kecelakaan itu terjadi.
Di sana Adik Lexi meminta maaf kepada Reksa dan Lexi karena telah membuat persahabatan mereka renggang hanya karena obsesi ya untuk memiliki Reksa.
Sebenarnya adik Lexi hamil karena di jebak oleh salah satu temannya ketika menghadiri acara ulang tahun di salah satu klub.
Dia juga di hasut oleh seseorang untuk memanfaatkan kehamilannya untuk membuat Reksa mau bertanggung jawab atas kehamilannya tersebut.
Tapi ternyata semua itu tidaklah sesuai dengan apa yang dia perkirakan, karena Reksa tidak mau menikah dengannya walaupun Lexi sudah mendesak Reksa.
.
Lexi melihat Reksa dengan tatapan penuh penyesalan.
" Maafkan aku Sa, aku telah di butakan oleh emosi dan kebencian ku sampai aku tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar " ucap sendu Lexi menatap Reksa memohon.
" Sudahlah semua itu sudah berlalu dan aku juga sudah melupakan semuanya.." Reksa tersenyum senang lalu memeluk sahabat lamanya.
" Sudahlah jangan di pikirkan lagi, itu semua sudah berlalu sangat lama, aku yakin sekarang adikmu juga sudah tenang di sana " Reksa menepuk punggung Lexi halus, berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu.
" Terimakasih... terimakasih... kamu memang selalu jadi sahabat terbaik... " Lexsi melepaskan pelukan mereka dengan senyum mengembang.
Lexi merasakan lega didalam hatinya yang selama ini terasa sangat sesak karena menyimpan dendam dan kebencian yang sebenarnya sangat menyakitkan untuk dirinya sendiri.
" Tunggu... dari mana anak nakal itu mendapatkan semua bukti ini ?" tanya Reksa.
Reksa, Lexi dan Devi mengalihkan pandangannya pada Alex yang berdiri kaku didepan mereka bertiga.
" Tuan lupa kalau Tuan muda kuliah di jurusan IT, dan dia juga seorang hacker ?" ucap Alex menyelipkan sedikit sendirian didalam perkataannya.
" Ah... iya aku lupa...!" jawab Reksa menepuk dahinya sendiri.
" Kau benar-benar beruntung mempunyai cucu sepertinya, dia sangat hebat di dalam usianya yang masih muda " puji Lexi merasa kagum dengan kepintaran Raka.
__ADS_1
" Iya aku memang sangat beruntung bisa di pertemuan dengan cucuku, walaupun aku gak sempat melihat putra dan menantu ku " ucap Reksa sendu.
" Ikhlaskan saja mereka, aku yakin sekarang disana mereka akan senang karna melihat kian sudah bertemu dan saling menyayangi seperti ini " ucap Lexi balik menghibur Reksa.
" Iya aku harap mereka sudah senang dan berkumpul bersama dengan Wening " ucap Reksa tersenyum sambil mengusap sudut matanya yang sedikit berair.
Akhirnya kedua sahabat yang sempat saling bermunculan karena suatu kesalahan pahaman sekarang sudah kembali bersama dengan lebih dekat lagi.
" Oiya, apa Raka sudah memiliki seorang kekasih ?" tanya Lexi bertanya kepada Reksa.
" Aku tidak tau, selama ini dia belum memperkenalkan seorang wanita pun padaku " jawab Reksa mengangkat kedua bahunya acuh.
" Apa kau tau ?" tanya Reksa pada Alex.
Reksa tau pasti kalau Raka lebih dekat dan banyak menghabiskan waktu dengan Alex dibandingkan dengannya.
" Maaf Tuan, sepertinya Tuan muda sudah memiliki seseorang yang dia sukai tetapi dia belum berani untuk mengungkapkan karena terhalang masalah ini "jelas Alex perlahan.
Alex tau kalau Devi juga menyukai Raka, tapi kalau ia tidak mengungkapkan kedekatan Raka dengan Keyra ia takut ini akan menjadi masalah pada hubungan Raka dan Keyra yang bahkan belum sempat terjalin.
" Apa ? Benarkah ? Siapa ?" tanya Reksa beruntun dengan penuh semangat.
Berbeda dengan Lexi dan Devi yang terlihat kecewa.
" Em, itu Tuan, adiknya Tuan Dion "
" Oh, pantas saja waktu itu dia sampai mau mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan gadis itu " Reksa mengangguk-anggukan kepalanya, mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu.
" Iya Tuan "
" Selamat ya, sepertinya sebentar lagi kau akan mempunyai cucu menantu " ucap Lexsi tersenyum tenang.
Walaupun Lexi sedikit kecewa karna ia sangat ingin menjodohkan Raka dengan Devi. Tapi sekarang ia sudah bisa menerima semua yang terjadi di dalam hidupnya, Lexi tak ingin kejadian antara adiknya dan Reksa kembali terulang kepada Diva dan Raka.
Lexi yakin bila memang mereka berjodoh maka suatu hari nanti mereka akan di persatukan tapi bila memang mereka tidak berjodoh maka mereka akan menemukan pasangan yang terbaik untuk mereka masing-masing.
.
.
__ADS_1
...TBC...
...🙏😊😘...