Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.50 Fight


__ADS_3

Brak...


Keyra langsung berbalik dan menatap tajam kedatangan seseorang yang sangat ia benci, sekarang ini.


" Mau apa lagi loe ke sini?" tanya Keyra, berdiri di tengah ruangan dengan tatapan tajam yang menghukum Rion.


Keyra sedang mencari cara untuk kabur tapi suara pintu yang di buka dengan kasar membuat dia mengalihkan perhatiannya.


Rion tersenyum miring, berjalan menuju tempat Keyra berdiri, " Ternyata kau cukup pintar juga " puji Rion melihat Keyra yang sudah bisa melepaskan tali yang mengikat kedua tangan dan kakinya.


" Mau apa loe?... Jangan mendekat !" teriak Keyra, terlihat ada sedikit kecemasan di dalam sorotan matanya.


Rion tak menjawab, ia hanya terus melangkah maju ke hadapan Keyra.


Dengan gerakan cepat Rion langsung mengunci pergerakan Keyra dan menyanyikan sesuatu pada lengan nya.


Beberapa menit kemudian Keyra sudah jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan Rion.


" Cepatlah Yon, sebelum dia bisa mengalahkan mereka " ucap Kenzi yang baru saja datang, dan memperingatkan Rion.


Rion mengangguk dan langsung menggendong Keyra ala bridal style, membawanya keluar dari rumah itu dengan terburu-buru.


" Sudah kau siapakah semuanya ?" tanya Rion di sela langkahnya.


" Sudah siap semuanya " jawab Kenzi tegas.


Duar....Duar....


Suara letusan sudah terdengar di luar.


" Ayo cepat ! Sebelum api nya membesar " ucap Kenzi memperingatkan Rion.


Rion semakin mempercepat langkahnya.


Mata Rion membola ketika melihat api sudah mulai membesar, dengan di lindungi oleh Kenzi ia menerobos kobaran api di pintu sambil menggendong Keyra di pangkuannya.


" Key....Keyra....!!" Suara teriakan Raka terdengar sampai ke luar rumah.


Rion mengerinyai melihat kobaran apa yang semakin membesar, melihat seluruh bagian rumah di depannya.


Berbalik masuk ke dalam mobil dan membaringkan Keyra di pangkuannya.


" Jalan " ucapnya pada Kenzi yang sudah bersiap di belakang kemudi.


Sedangkan di mobil belakang ada Bimo dan beberapa anak buahnya.


.


Raka melajukan motor itu menuju halaman belakang rumah itu, dan benar saja di sana ada jalan yang cukup besar untuk di lewati mobil.


Raka mengikuti arah jalan itu dengan kecepatan maksimal mencoba mengejar dua mobil yang ia yakini itu adalah mobil yang membawa Rion dan Keyra.


Sekitar 15 menit berkendara, ia sudah bisa melihat keberadaan mobil yang di kejarnya.


Raka kembali menambah kecepatan motornya, berusaha untuk menyalip mobil di depannya.


Tapi ternyata itu tak semudah yang ia kira, mobil yang berada di belakang mencoba menghalangi jalan Raka, mereka terus berjalan zig zag mengikuti arah motor yang di kendarai Raka.


Salah satu dari mereka muncul dari salah satu pintu lalu menghujaninya dengan tembakan beruntun.


Raka mencoba terus menghindar dari hujan peluru dari mobil di depannya sambil terus melajukan motornya.


Sedangkan mobil satunya lagi, terlihat menambah kecepatan dan mulai menjauh dari jangkauan Raka.

__ADS_1


Dengan tangan kirinya Raka mengambil senjata yang ia selipkan di pinggang nya.


Dengan gerakan cepat dan ter ukur, Raka langsung membalas dan menembak tepat pada ban mobil di depannya dengan tangan kananya masih memegang stir motor dan menyeimbangkan laju nya.


Beberapa kali tembakan nya meleset karena konsentrasi nya terpecah.


Tapi di tembakan ke sekian kalinya akhirnya tembakan itu tepat sasaran.


BRAK....


DUAR.....


Raka memandang dengan datar mobil yang terbalik di hadapan nya, ia menyelipkan lagi senjatanya dan melesat meninggalkan mobil dengan kobaran api dan asap tebal yang membiumbung tinggi.


.


.


Di tempat lain tepatnya di tempat Alex Leo dan Dion beberapa saat yang lalu.


Mereka semua kalangan kabut ketika tak mendapat sinyal keberadaan Raka, semua koneksi tiba-tiba saja terputus.


Leo langsung melacak keberadaan Raka melalui cip yang mereka pasang di baju Raka.


Sedangkan Alex dan Dion mencoba untuk mencari jalan masuk lain ke perkebunan agar tak di curiga oleh para anak buah Rion.


.


CKIIITTT.....


BRAK.....


Raka menyalip dan berhenti tepat di depan mobil Rion yang terpaksa harus menghentikan laju nya.


Ia tak lagi menemukan mobil Bimo di belakangnya dan sekarang Raka sedang berdiri menantang di hadapan mobilnya.


" Biar saya yang menghadapinya, Kau pergi saja bawa Keyra, aku akan mengulur waktu " ucap Kenzi sebelum keluar dari mobil.


Rion merbahkan kepala Keyra di jok mobil, sedangkan ia beralih ke kursi kemudi.


" Masih punya nyali juga loe " ucap Kenzi berjalan menghampiri Raka.


" Saya tidak ada urusan dengan mu, saya mau kalian lepaskan Keyra, dia tak salah apa-apa " ucap Raka lantang


" Hahaha.... Keyra itu milik Rion, kau gak akan pernah bisa memilikinya " tawa Kenzi meremehkan Raka.


Tangan Raka terkenal kuat menahan gejolak amarah dalam dadanya.


" Dia tidak ada urusannya dengan aku dan Rion jadi jangan melibatkannya hanya untuk mengalahkanku "


Desis Raka dengan suara yang menekan pada setiap kata yang ia ucapkan.


" Jangan banyak bacot loe !!" teriak Kenzi langsung menyerang Raka.


Bugh....


Uhuk....


Raka memasukan tendangan tepat pada dada Kenzi dengan kekuatan penuh, ingga membuatnya langsung terduduk dengan memegangi dadanya dan batuk darah.


Sementara itu Rion langsung mengemudikan mobil nya meninggalkan area pertarungan antara Raka dan Kenzi.


Melihat itu Raka langsung berbalik bersiap untuk menaiki motornya.

__ADS_1


Tapi baru beberapa langkah ia sudah terkena tendangan di punggungnya hingga membuat dia terhuyung ke depan beberapa langkah.


Raka merasakan nyeri pada bekas tendangan Kenzi, sudah dua kali punggungnya terkena luka, dan sekarang rasanya cukup menyiksa.


Dengan sigap Raka langsung berbalik sambil memasang kuda-kuda, bersiap untuk menahan serangan dari Kenzi.


Pertarungan itu terus berlanjut, ternyata Kenzi cukup lihai dalam bela diri, dan itu membuat Raka cukup kerepotan melawan nya dalam kondisi tubuh yang sudah banyak mendapat luka.


KRAKH....


BUGH...


BUGH....


Raka mematahkan salah satu tangan kenzi dan memberikan tendangan di pinggangnya, bersamaan dengan Kenzi juga menendang perut Raka dengan kekuatan penuh.


Mereka berdua sama-sama jatuh terjerembab di aspal jalanan.


Pakaian Raka sekarang sudah sangat berantakan dan basah dengan keringat, bercampur dengan darah dari luka di bahu nya juga debu.


DOR....


DOR...


DOR...


Raka langsung mengeluarkan senjata dan menembak lengan dan kaki Kenzi secara beruntun.


Raka tak bisa lagi mengulur waktu, ia harus secepatnya mengejar Rion.


Raka langsung bangun lalu berlari menuju motornya. Raka langsung menjalankan motor itu dengan kecepatan penuh.


Tapi sayang setelah setengah jam Raka berkendara ia tak menemukan juga menemukan posisi mobil Rion. di tambah sekarang jalan yang lalui mulai bercabang karena ia mulai keluar dari kawasan perkebunan.


Raka bingung harus memilih jalan yang mana yang di lewati Rion, ia hanya mengandalkan perasaannya yang terus membawanya melaju sampai sekarang ia sudah sampai di sebuah perkampungan.


Raka berhenti di sebuah Masjid, ia harus mencari bantuan untuk segera menghubungi Alex.


Untungnya di sana ada seorang pria paruh baya, yang sepertinya baru selesai melakukan Ibadah.


" Assalamualaikum... permisi pak " sopan Raka.


Bapak yang sedang memakai sandal itu langsung berbalik, dan melihat Raka penuh selidik serta waspada.


" Wa'alaikum salam... Ya, ada apa ya Kang?" tanya Bapak tadi pada Raka.


" Maaf pak boleh saya meminjam Handphone untuk menghubungi saudara saya, kebetulan saya tersesat " ucap Raka meminta ijin.


Untung saja saat ini Raka mengenakan kemeja dan jas berwarna hitam, jadi darah yang berada di bajunya tak terlihat jelas.


" Oh, boleh-boleh... " Bapak tadi langsung memberikan HP kecil jaman dulu yang hanya bisa di gunakan untuk menelepon dan mengirim SMS saja.


" Terimakasih Pak " ucap Raka.


Raka langsung menuliskan nomor telpon Alex dan menghubungi nya.


.


.


...TBC...


...🙏😊...

__ADS_1


__ADS_2