
Dor...dor...dor...
Suara tembakan saling bersautan di jalanan sepi yang di pinggir kota.
Di pasukan dengan suara gesekan ban mobil yang terus melaju kencang, menghindari setiap tembakan yang mengarah kepadanya.
Raka dan Leo baru saja pulang setelah meninjau proyek di luar kota. Saat tiba-tiba ada tiga buah mobil van yang mengikutinya. Kemudian memberondong mereka dengan tembakan bertubi-tubi.
Para pengawal Raka sudah mengatasinya di mobil belakang tapi satu mobil lagi terus mengincar mobil yang di kendarai Leo.
Leo dengan sangat lincah mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi sambil menghindari tembakan dari belakang.
Untung saja semua mobil milik Raka sudah di lapisan dengan anti peluru.
Raka membuka dash bord mobil dan mengambil Deseret Eagle miliknya.
" Loe mau ngapain Ka?" tanya Leo melirik Raka sekilas. Kemudian fokus pada jalanan kembali.
" Mereka gak bakal berhenti kalau gak di kasih pelajaran" ucap Raka membuka sedikit kaca di sampingnya.
Dor...dor...dor....
Dua peluru yang Raka tembakan tepat mengenai ban mobil di belakangnya hingga terbalik.
Dor...
DUAR....
Satu tembakan lagi mengenai tangki bensin dan mobil itu langsung meledak seketika.
" Hahahaha.... seru juga ternyata" Tawa Leo meledak, menghentikan mobil nya dan keluar bersamaan dengan Raka.
Mereka berdua langsung berlari menghampiri para pengawal di mobil belakang yang sedang bertarung dengan kurang lebih 12 orang.
" Ck...ck...ck... Dasar preman kampung, berani nya main keroyokan" Leo menggeleng miris saat melihat perkelahian yang tidak imbang di hadapan nya.
Raka berjalan santai di depan Leo, ia mengnyelipkan senjata api nya di belakang tubuhnya dan bersiap masuk ke dalam pertarungan.
Duakh...
Duakh....
Duakh...
Prang...
Raka menendang salah satu penyerang, memberikan pukulan beruntun di perut dan di punggungnya lalu membanting nya hingga terbentur mobil.
Dengan santai Raka dan Leo melawan mereka satu per satu, memberikan pukulan-pukulan mematikan untuk para penyerang hingga akhirnya mereka semua bisa terkalahkan.
Semua penyerang itu sudah terkapar di jalanan dengan berbagai luka yang di derita.
" Bawa mereka semua ke markas" perintah Raka tegas.
" Baik Tuan muda" ucap mereka semua serempak.
Raka dan Leo langsung pergi dari tempat kejadian setelah melihat mobil anak buahnya Alex telah datang.
" Mereka pasti anak buahnya Lexi" ucap Leo di saat ia sudah masuk ke mobil bersama Raka.
" Hem... mereka sudah mulai bertindak, kita harus semakin waspada " ucap Raka dingin.
__ADS_1
" Iya, terutama loe dan Tuan besar. Karena sasaran utama mereka adalah kalian " Leo masih fokus menyetir karna mereka sudah masuk ke wilayah perkotaan.
" Sasaran utama mereka memang gue dan Kakek. Tapi mereka bisa saja menyerang orang-orang di dekat gue dulu. Jadi kalian juga harus tetap berhati-hati " ucap Raka, memberikan nasihat pada Leo.
" Iya, Gue tau"
.
.
Di tempat lain seorang lelaki tua murka ketika mendengar laporan dari anak buahnya.
" Berngsek, bocah ingusan itu ternyata kuat juga" umpat Lexi berkeyakinan pinggang di hadapan para anak buahnya.
" Apa dia belum berhasil menyusup ke dalam kediaman Wiratmadja?" tanya nya setelah lama berdiam diri.
" Belum Tuan, penjagaan di sana sangat ketat dan sulit untuk kami tembus " ucap asisten pribadinya.
" Dasar bodoh kalian semua, menyusup ke rumah si Tua Bangka itu saja kalian tidak Bisa!!!" teriak Lexi.
Bugh...
Satu tendangan tepat mengenai perut asisten pribadinya, sebagai pela.piasan kemarahan Lexi.
Lexi langsung pergi keluar dari markas nya melakukan mobil nya entah ke mana.
.
.
" Ka, itu bukannya Keyra?" ucap Leo menunjuk seorang gadis yang sedang duduk di trotoar di sebrang jalan, di arah yang berlawanan dengan mereka.
Raka langsung mengikuti arah telunjuk Leo. Benar saja itu adalah Keyra.
Raka menepuk pundak Leo sebagai tanda agar memberhentikan mobil sebentar.
Setelah Raka keluar, Leo langsung mencari tempat untuk putar balik yang ternyata cukup jauh karna mereka sekarang sedang berada di jalan satu jalur.
.
" Key, ada apa?" tanya Raka saat sudah berada di dekat Keyra.
" Mobil gue mogok " Keyra menujuk mobil nya yang berada di sampingnya.
" Gue lagi nunggu montir dari bengkel" ucapnya lagi.
Raka melihat mobil Keyra sekilas.
" Loe lagi ngapain di sini?" tanya Keyra, melihat Raka masih memakai pakaian formal.
Raka tersenyum melihat Keyra memperhatikan nya.
" Saya tadi ada rapat dengan klien di sekitar sini " ucapnya, memilih bersandar di belakang mobil Kayra.
" Kamu sendiri ngapain ada di daerah sini?" tanya Raka lagi.
" Gue abis dari super market " jawab Keyra
" Astaga jantung gue kenapa selalu gak bisa tenang kalau lagi deket sama Raka" Keyra merasakan detak jantung nya yang mulai tak beraturan.
" Eum, terus mobil loe mana?" Keyra melihat ke sana ke mari mencari mobil Raka, sambil mencoba menetralkan detak jantungnya.
__ADS_1
" Di bawa sama Leo, sebentar lagi juga datang " jawab Raka.
" Tuh dia?" ucapnya lagi saat melihat mobil yang di kendarai Leo.
Keyra menengok ke samping kanannya, tepat pada saat mobil yang Leo kendarai terparkir di sana.
" Sorry lama" ucap Leo menghampiri Raka dan Keyra.
" No problem" jawab Raka santai.
" Loe tolong bawa mobil Keyra ke bengkel, gue mau antar dia dulu " perintah Raka pada Leo.
" Oke Bro!" jawab Leo mengacungkan satu jempolnya.
" Eh, gak usah, sebentar lagi juga montir nya datang " ucap Keyra tak enak hati.
Ia tidak terlalu dekat dengan para sahabat Abangnya termasuk Leo.
" Sudah biarkan saja, bawa barang-barang kamu, kita pergi sekarang " ucap Raka pada Keyra.
Keyra mengangguk dan membawa tas dan kantong belanja nya yang berisi bahan-bahan kue dari mobil nya lalu di pindahkan ke mobil Raka.
" Maaf merepotkan " ucap Keyra pada Leo.
Leo hanya tersenyum tipis dan mengangguk sebagai jawaban.
" Loe kok gitu sih, maen suruh-suruh aja sama Leo " ucap Keyra saat ia sudah duduk di kursi sebelah Raka yang sudah siap di balik kemudi.
" Trus saya harus bagaimana?" tanya Raka mulai menjalankan mobil menjauh dari tempat Leo.
" Ya... kan tadi gue udah bilang, sebentar lagi mekanik nya juga datang, ngapain juga pake nyuruh Leo nganterin mobil ke bengkel? Kan gue jadi gak enak sama dia" Keyra langsung nyerocos menyalahkan Raka.
Raka tersenyum, melirik Keyra sekilas.
" Iya.. maaf. Aku yang salah " ucap Raka masih dengan senyum manisnya.
Keyra jadi salah tingkah melihat senyum Raka yang menurutnya sangat mempesona, dan menambah kadar ketampanan seorang Raka ber kali-kali lipat.
" Ya ampun, senyumnya manis banget" ucapnya dalam hati.
Ekhm...
Raka berdehem karna Keyra terus menatapnya.
" Bu-bukan gitu maksud gue, gue cuma gak enak aja sama Leo " ucap Keyra lirih dengan pipi yang sudah merona.
Raka tersenyum dan mengacak puncak kepala Keyra gemas.
" Gak usah di pikirin, Leo juga kan gak keberatan " ucap Raka Lembut.
" Ish..." kesal Keyra merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulah Raka.
Sepanjang perjalanan pergi ke rumah Keyra, seperti biasa Keyra selalu menjadi orang yang banyak bicara, dan Raka yang mendengarkan dengan sesekali menimpali nya.
.
.
...TBC...
...Jangan lupa like, coment dan votenya ya......
__ADS_1
...Terimakasih🙏😊😘...