
Siang ini Raka mengajak Keyra untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya, sebelum pulang ke rumah besar Kakek Reksa.
" Ayok..." ajak Raka saat ia baru saja keluar dari dalam mobil.
Kedua pengantin baru itu berjalan sambil bergandeng tangan.
Keyra membawa buket bunga cantik di tangan kirinya, sedangkan Raka membawa kantong berisi air mawar, dan bunga tabur.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di depan dua makam yang terlihat rapih.
Ini adalah kali pertama Raka mengajak seseorang ke makam kedua orang tuanya.
Selama ini Raka selalu datang bersama para pengawalnya saja.
Raka berjongkok di ikuti oleh Keyra.
Mengusap kedua batu nisan bertuliskan nama kedua orang tuanya, kemudian mengangkat kedua tangannya.
Untuk beberapa saat hening menyelimuti tempat tersebut.
Baik Raka maupun Keyra masih berdoa.
" Ayah, Bunda Raka datang lagi " ucap Raka setelah menyelesaikan doanya.
" Yah, Bun, sekarang Raka ke sini bersama seseorang yang sangat Raka cintai " Raka menatap sekilas wajah Keyra di sampingnya.
" Yah, Bun, beberapa hari lalu Raka sudah minta ijin untuk menikahi seorang gadis kan..? Sekarang Raka membawa menantu Ayah dan Bunda kesini " Raka berbicara seolah benar-benar ada kedua orang tuanya di sana.
" Kenalkan Yah, Bun, ini Keyra istri Raka, menantu Ayah dan Bunda " Raka menggenggam tangan Keyra.
Tersenyum walau jelas terlihat kesedihan di dalam matanya.
Keyra mengusap lengan atas Raka, berusaha menguatkan suaminya.
Cukup lama mereka berada di tempat itu, hingga akhirnya Raka berdiri dan mengajak Keyra pergi dari sana.
.
.
Beberapa bulan kemudian....
Sampai di kediaman Wiratmadja Keyra di sambut langsung oleh Kakek Reksa.
" Selamat datang di rumah ini " sambut Reksa memeluk Keyra hangat.
" Terimakasih Kek " jawab Keyra.
" Akhirnya rumah ini memiliki Ratu juga, setelah sekian lama hanya di hunj para lelaki...Hahaha..." kelakar Reksa sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
" Jangan sungkan, anggap di rumah mu sendiri ya " ucapnya lagi duduk di sofa ruang keluarga.
Keyra hanya tersenyum, ia sedikit bingung dengan sikap Reksa yang terlihat lebih banyak bicara di bandingkan biasanya.
" Sudah Kek, kau cerewet sekali " gerutu Raka ikut duduk di sofa tepat di depan Reksa.
" Ck kau ini..! Aku hanya berusaha membuat istri mu nyaman di rumah ini " cebik Reksa menatap tajam pada Raka.
" Sudah lebih baik kau bawa istri mu ke kamar, kasian dia pasti capek setelah kau bawa dia ke makam " ucap Reksa lagi.
__ADS_1
" Iya Kakek " Raka memutar boleh matanya malas.
Raka kemudian membawa Keyra ke kamar pribadinya.
Reksa melihat punggung kedua cucunya itu, ia bersyukur bisa mendampingi Raka hingga menemukan kebahagiaannya.
" Wening, aku berhasil menemukan cucu kita dan mendampinginya " gumam Reksa mengusap sudut matanya.
" Tama, Laras, sekarang kalian sudah bisa tenang di sana. Anakmu sudah menemukan kebahagiaannya, Terimakasih sudah mengirimkan Raka untuk menemani hari tua ku "
Reksa menyandarkan tubuh rapuhnya ke sandaran sofa lalu menutup matanya.
Reksa berharap mulai hari ini, kehidupan Raka dan Keyra akan selalu baik-baik saja, dan selalu bersama sampai maut memisahkan mereka.
.
.
" Sayang..." Keyra mengelus pipi milik Raka yang masih terlelap.
" Emh..." Raka menggeliat, merasa terusik oleh tangan Keyra.
" Sayang... " ucap Keyra lagi.
" Emh, apa sayang ?" Raka mengerejapkan matanya yang masih terasa berat.
" Lapar..." rengek Keyra manja
" Lapar..? jam berapa sekarang ?" Raka berusaha mengumpulkan kesadarannya.
Raka mengambil ponselnya di atas nakas untung melihat jam.
" Ini baru jam satu malam sayang, aku ngantuk banget... Besok aja ya " Raka bergumam malas lalu kembali menutup matanya bersiap untuk tidur kembali.
Raka sudah hampir terlelap saat telinganya mendengar suara isakan dari sebelahnya.
Raka langsung membuka matanya melihat punggung Keyra yang bergetar.
..." Astaga kenapa juga jadi nangis gini " secepat kilat Raka langsung segar kembali saat dia sadar kalau saat ini istri tercintanya sedang menangis....
" Astaga, kamu kenapa sayang ? Kenapa nangis hem..? tanya Raka lembut sambil membagikan wajah Keyra lalu mengusap pipi Keyra yang sudah penuh dengan air mata.
" Ya udah, aku minta maaf ya sayang. Sekarang kamu mau apa, nanti aku ambilin ?" Raka menatap mata sembab istri nya yang terlihat ber air.
Keyra hanya diam dengan mulut di manyunkan tanda merajuk.
" Ayolah sayang, maafin aku yah " rayu Raka dengan wajah memohon.
" Kamu ini gimana sih..! Aku kan lagi ngidam tapi kamu malah kayak gitu..!" Rajuk Keyra membalikan badannya memunggungi Raka.
Raka mengacak rambutnya gemas, istrinya ini semenjak hamil kalau sudah ngambek akan sangat susah untuk di bujuk.
" Iya maaf, aku tau aku salah, tadi aku ngantuk banget, aku baru tidur satu jam sayang, makannya maafin aku yah... maafin Papa ya sayang " Raka memeluk Keyra dari belakang lalu mengusap perut Keyra yang mulai terasa kencang di bagian bawahnya.
" Gini aja deh, gimana kalau Papa masakin apa aja yang anak Papa ini mau hem ?" Raka memberikan saran, agar istrinya ini mau maafkan nya.
" Beneran Yah, kamu mau masakin apa aja yang aku mau ?"
Raka tersenyum melihat Keyra mulai bereaksi.
__ADS_1
" Iya, aku janji akan masakin kamu apa aja " Raka menyusupkan wajahnya pada tengkuk Keyra, menghirup wangi rambut yang selalu membuatnya terasa damai.
" Kalau gitu aku mau nasi liwet komplit yang biasa Kakek makan saat kumpul sama Kakek Yaswa dan yang lainnya "
" Hah...! Key kamu gak salah...!" Reflek Raka langsung bangun sambil teriak saking kagetnya mendengar permintaan aneh istrinya ini.
Yang benar saja, bikin nasi liwet komplit di jam satu malam.
" Kenapa, kamu gak mau ? Ya udah kalau gitu aku laporin kamu sama Kakek besok " sarkas Keyra langsung menarik selimut sampai keseluruhan tubuhnya.
" Iya-iya ini aku mau kok, udah jangan ngambek lagi. Aku ke dapur dulu kalau gitu " lemas Raka berjalan keluar dari kamar.
Di dalam selimut Keyra tersenyum senang, ia langsung membuka selimutnya lalu menyusul Raka ke dapur.
Di dapur Raka mulai menyiapkan segala yang di perlukannya untuk memasak.
Berbagai macam lauk dan sayur ia keluarkan dari dalam kulkas.
Mulai dari ikan peda, ayam yang sudah di ungkep, sayur kangkung, tahu dan tempe yang sudah di bumbui juga bahan-bahan untuk membuat sambal.
Keyra hanya melihat Raka dari balik tembok, ia tak menampakkan dirinya.
Pak Har yang kebetulan ingin mengambil air melihat Keyra sedang berdiri di balik pintu berjalan menghampirinya.
" Nyonya, sedang apa di sini ?" tanya Pak Har.
" Astaga...!!" kaget Keyra mengusap -usap dadanya.
Saking asiknya melihat Raka yang sedang sibuk di dapur, Keyra sampai tak sadar kalau Pak Har sudah lama berada di belakangnya.
" Sttt... " Keyra menempelkan jari telunjuknya di depan bibir tanda Pak Har untuk diam.
Lalu menunjuk ke arah Raka yang sudah mulai memasak.
Pak Har, mengangguk-anggukan kepalanya tanda sudah mengerti.
" Kalau begitu biar saya bantu Tuan Muda dulu ya Nyonya " lirih Pak Har seperti orang berbisik.
Dia merasa kasihan kepada Tuan mudanya itu.
Pak Har tau kalau Raka tadi habis lembur sampai larut malam bersama Leo di ruang kerjanya.
Keyra langsung mengibas-ngibaskan kedua tangannya di depan sambil menggeleng kepala.
" Jangan Pak, Aku lagi pengen liat dia masak " cegah Keyra.
Pak Har hanya mengangguk sambil ber Oh saja.
" Kalau begitu sebaiknya Nyonya tunggu di pantry saja " saran Pak Har.
" Baiklah..."
Keyra akhirnya menunggu Raka di kursi pantry dengan Pak Har di sampingnya.
Mereka hanya duduk diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Melihat Raka yang terlihat sangat sibuk sampai tak menyadari kehadiran kedua orang itu di sana.
.
.
__ADS_1
...TBC...
...🙏😊😘...