Presdir Kutu Buku

Presdir Kutu Buku
Eps.64 War


__ADS_3

Di atas kediaman keluarga Wiratmadja yang sudah sangat berantakan karena pertarungan yang baru saja terjadi, sebuah helikopter mendarat mulus di lapangan helipad mini di rooftop rumah besar tersebut.


Seorang lelaki muda turun dengan aura yang sangat mencekam di sekitarnya di ikuti dengan seorang lelaki muda lainnya yang tampak sigap dengan tangan mengokang senjata dan siap di tembakan untuk melindungi keselamatan Tuannya.


Lelaki muda dengan paras yang mampu membuat wanita yang melihatnya langsung jatuh cinta itu, berjalan menuju tangga menuju lantai utama.


BRAK....


Baru saja mereka sampai di depan pintu tangga, tiba-tiba saja pintu sudah di dobrak dengan kasar dari dalam dengan sangat kencang.


Lelaki itu yang ternyata Raka dan Leo langsung bergerak siaga untuk menerima serangan yang akan datang.


Benar saja dari arah tangga ternyata banyak bermunculan orang-orang berbadan besar yang langsung mengirimkan serangan pada Leo dan juga Raka.


Raka dan Leo mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan yang datang, mereka bertarung sengit dengan lawan yang sangat tidak seimbang.


Raka dan Leo melawan sepuluh orang lelaki berbadan besar dan terlatih, tapi Itu tak membuat mereka berdua gencar, dengan semangat keduanya malah terlihat asik menghindar sekaligus mengirimkan serangan berisi tenaga penuh pada para penyerang.


sekitar lima menit berlalu Raka dan Leo sudah berhasil mengalahkan semua penyerang dan kini keduanya sedang berlari menuruni tangga sambil menghindari dari para penyerang yang masih saja berdatangan.


Raka berpegang pada besi sisi tangga, lalu melompat mengirimkan tendangan kepada dua orang yang berlari untuk menyerang ke arahnya, orang itu langsung jatuh terjerembab ke belakang sambil memegang dadanya.


Raka langsung berputar melompat dan mendarat ke lantai tepat di bawahnya, sedangkan Leo masih terus beradu di tangga dengan beberapa orang yang masih saja datang.


" Berapa banyak orang yang dia bawa kesini ?" gumam Raka sambil terus berjalan menuju lantai paling bawah.


Sedang asik bergumam sambil berjalan dari arah samping tiba-tiba ada seseorang yang menyerang menggunakan balok kayu.


Raka langsung membungkuk sekaligus memasukan tinju nya ke arah perut penyerang tersebut, hingga membuat orang tersebut mundur beberapa langkah dengan satu tangan memegang perutnya.


Belum sempat orang itu tersadar dari situasi yang sedang dia hadapi, Raka kembali memutar tubuhnya dan menendang tepat pada rahang orang itu, hingga orang itu langsung jatuh tersungkur dengan darah yang mengalir dari bibirnya.


Raka langsung berbalik dan kembali berjalan menuruti tangga terakhir, tangannya bergerak mengambil senjata yang ia selipkan di balik punggungnya.


Tatapan tajamnya kini terkunci pada sosok pria tua yang memandangnya dengan tatapan tak kalah tajam dan rahang mengeras.

__ADS_1


" Apa begini caranya bertamu pada teman lama..!" ejek Raka dengan seringai miring di bibir nya sambil terus berjalan santai menghampiri pria tua yang ternyata Lexi.


" Kurang ajar..! Tau apa kau hah?!... Bocah kemarin sore tak usah ikut campur urusan orang tua..!" sentak Lexi penuh amarah.


Para pengawal yang sejak tadi berjaga di sekeliling Lexi langsung bersiaga dengan senjata yang di todong kan pada tubuh Raka.


Raka terkekeh, gayanya masih saja santai ia duduk di salah satu kursi yang masih terlihat utuh di bandingkan perabot rumah yang lainnya.


" Aku tidak akan ikut campur kalau Kakek tidak mengganggu keluargaku " jawab Raka santai, ia memainkan senjata di tangannya seakan itu adalah senjata mainan.


" Bedeb*ah tua itu lah yang lebih dulu mengusik ketenangan keluargaku !" ucap Lexi dengan tangan terkepal kuat menahan amarah.


" Oya...! mana buktinya kalau Kakekku mengusik keluargamu?" Raka menaikkan satu alisnya, memandang penuh tanya pada Lexi, persis seorang anak yang berbicara pada orang tuanya sendiri.


Lexi mengerutkan keningnya melihat sikap santai Raka yang sepertinya tidak takut sama sekali padanya.


Lexi jelas tak bisa menunjukan bukti pada Raka, karna ia memang tak mempunyai nya.


" Ck...Ck...Ck... Kakek ini bagaimana, menyerang orang tanpa ada bukti sama sekali " Raka menggeleng dramatis.


Bibirnya tertarik sedikit melihat wajah Lexi yang mulai bereaksi.


" Bagaiman kalau kita berdiskusi saja, aku punya bukti tentang apa yang terjadi pada mendiang adikmu " Raka menegakkan badannya, berbicara dengan wajah serius.


Wajah Lexi langsung berubah memucat dengan jantung yang berdetak keras ketika mendengar perkataan Raka.


Lexsi juga di buat terkejut dengan perubahan ekspresi yang bisa di tampilkan anak ini hanya dalam waktu beberapa detik saja. Sangat mengejutkan, ternyata cucu dari musuhnya bukanlah orang yang bisa di anggap sepele, Lexi bahkan tidak tau yang mana omongannya yang benar, atau hanya omong kosong belaka.


" Apa maksudmu ?! Jangan bermain-main denganku...!" tanya Lexi tajam, wajah nya sudah merah padam menatap Raka penuh selidik dan antisipasi.


Kenapa anak ini bisa membuatnya merasa terpojok, padahal jelas-jelas disini ia masih di lindungi oleh lima orang pengawal bersenjata lengkap sedangkan Raka hanya seorang diri.


"****... aura anak ini terlalu dominan, bagaimana bisa aku di kalahkan oleh anak kemarin sore ?" batin Lexi geram.


Disisi lain rumah Alex dan Leo serta beberapa pengawal sudah membabat habis musuh yang datang, dan mereka berdua berjalan menyusul Tuan Muda mereka ke dalam ruang tengah.

__ADS_1


" Kau terlalu naaif Kakek, sampai kau tidak bisa membedakan yang mana yang salah dan yang benar " Raka malah menyenderkan punggungnya kembali.


" Brengs*k, Serang dia...!" perintah Lexi yang sudah sangat tersulut emosinya.


Raka tersenyum sarkas, ia langsung melompat dan membagikan tendangan kepada pada pengawal Lexi hingga senjata yang mereka pegang terlepas dari tangannya, dan terhuyung beberapa langkah ke belakang.


Dengan sigap mereka langsung menegakkan badan dan berbalik menyerang Raka, Raka bersalto dan mendarat di belakang sofa menghindari serangan dari ke lima orang pengawal Lexi.


Pertarungan tidak seimbang pun berlangsung sengit, Lexi memperhatikan semua gerakan yang Raka lakukan, ia semakin di buat melotot ketika Raka dengan mudahnya mengalahkan semua pengawalnya.


" Berhenti atau ku tembak kau...!" teriak Lexi menodongkan senjata ke arah Raka, yang batu saja berdiri tegak.


" Huft... Baiklah " Raka menghembuskan nafas kasar sambil mengangkat kedua tangannya di atas kepala dan berbalik menghadap Lexi.


" Sudan puas Kek ? Mau berapa banyak lagi korban yang berjatuhan karena ambisi balas dendam mu ini ?" Raka memiringkan kepalanya, bertanya dengan sedikit nada menekan menahan rasa marah di dalam kata-katanya.


Lexis sudah sangat panik dan gugup, ia tak menyangka kalau saat ini dirinya akan kalah, tapi ini sudah terlanjur, saat ini dirinya bertekad untuk membalaskan dendam nya, walau apapun yang terjadi.


" Kau terlalu banyak berbicara anak muda..." desis Lexi mulai menekan pelatuk senjatanya.


Raka berdiri pasrah, melihat dengan tenang ke ke arah mata penuh kemarahan Lexi.


" Silahkan kau ambil nyawa ku, kalau itu bisa membuat mu puas dan tenang, tapi setelah itu jangan lagi kau usik Kakek ku " ucap Raka tegas, tak ada ragu atau takut di matanya, Raka tersenyum lalu memejamkan matanya nya, ketika melihat tangan Lexi sudah siap meluncurkan tembakan ke arahnya.


DOR....


KAKEK.....!!!


.


.


...TBC...


...🙏😊😘...

__ADS_1


__ADS_2