
Putri Amerilya diam sejenak, ia berusaha untuk mencerna apa yang dikatakan oleh sang ibu. Setalah beberapa saat akhirnya ia mengingat sesuatu, dalam sebuah buku yang pernah Amerilya baca di dalamnya menjelekkan bahwa setiap anak akan mengalami kebangkitan pertama mereka saat berusia tujuh tahun, namun mengapa Amerilya mengalaminya sekarang? mungkinkah ia tidak normal seperti anak lain pada umumnya.
"Apakah Amerilya sudah boleh kembali ke Istana Putri? di sini sangat membosankan." ucap Putri Amerilya sembari menunjukkan raut wajah sedih.
"Baiklah ibu akan mengantar mu kembali." jawab Ratu Zivaya. Ia tak bisa menahan putrinya untuk tetap berada di ruang kesehatan karna anak kecil seperti Amerilya akan mudah bosan.
"Tidak perlu ibu, Amerilya bisa pergi sendiri. Sepertinya ibu harus segera mandi untuk menghilangkan bau anyir pada tubuh mu." ucap Putri Amerilya dengan senyuman lebar. Ia tak tau secara pasti apa yang telah dilakukan oleh ibunya itu, mungkin sesuatu yang sangat berbahaya seperti membunuh sekelompok orang.
Ratu Zivaya tersenyum canggung saat putri kecilnya itu menyadari bahwa ia baru saja melakukan sesuatu secara diam diam. Untunglah setelah itu Putri Amerilya tak bertanya lebih jauh lagi mengenai apa yang telah Ratu Zivaya lakukan.
"Ibu akan kembali ke kamar untuk membersihkan diri, jika ada sesuatu yang terjadi segera beritahu ibu. Kalau begitu ibu pergi terlebih dahulu, sampai jumpa putriku sayang." pamit Ratu Zivaya. Ia langsung pergi meninggalkan ruang kesehatan tanpa menoleh lagi ke arah Putri Amerilya, mungkin sang ratu tak ingin membuat putri kecilnya semakin curiga.
Putri Amerilya menatap ke arah punggung sang ratu yang semakin menjauh, ia bergegas turun dari ranjang ruang kesehatan kemudian keluar dari ruangan itu. Putri Amerilya sangat penasaran dengan apa yang telah dilakukan ibunya, akan tetapi ia percaya hal itu akan segera terdengar tanpa sang putri harus mencari tau.
"Lebih baik aku kembali sekarang dan meminta Lilian untuk membuatkan sarapan yang lezat." gumam Putri Amerilya. Ia berlari penuh semangat keluar dari istana utama kemudian pergi menuju istana putri. Beberapa pelayan dan prajurit istana utama sempat memperingatkan Putri Amerilya agar berhenti berlari dan berjalan saja secara perlahan namun perkataan mereka diabaikan begitu saja.
Kini Putri Amerilya telah masuk ke dalam istana putri, ia berjalan menuju dapur untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh kesepuluh pelayan pribadinya itu.
"Dimana Lilian?." tanya Putri Amerilya yang tak dapat menemukan Lilian diantara pelayannya yang lain.
Kesembilan pelayan setia Putri Amerilya awalnya sedang sibuk mencuci piring piring kotor karna para putri telah menyelesaikan sarapan mereka beberapa saat yang lalu, kini kesembilan pelayan itu menoleh ke arah belakang dan menatap Putri Amerilya dengan raut wajah lega. Untunglah putri kecil mereka baik baik saja seperti yang diceritakan oleh Putri Lena semalam. Juylin berjalan mendekat ke arah Putri Amerilya kemudian berjongkok di hadapan putri kecil itu.
"Ada apa Tuan Putri, mengapa Anda tiba tiba mencari Lilian?. Saat ini ia sedang berada di kamar Putri Lena untuk memenuhi kesepakatan yang telah mereka buat semalam." ucap Juylin. Dirinya tidak ingin menyembunyikan kebenaran itu pada Putri Amerilya.
"Kalian menanyakan kondisi saya pada Putri Lena?." tebak Putri Amerilya sembari menunjukkan wajah polos yang sangat menggemaskan.
"Kami begitu khawatir karna Tuan Putri tidak kunjung kembali. Kami sangat ingin pergi ke istana utama untuk melihat kondisi Anda secara langsung, akan tetapi para pelayan dari istana putri tidak memiliki kebebasan keluar masuk istana utama. Setelah itu Putri Lena pergi ke dapur untuk mengambil minum akhirnya kami bertanya padanya." jawab Amena dengan sedikit kebohongan yang tambah dalam cerita itu.
"Lalu kesepakatan apa yang dibuat oleh Lilian bersama dengan Putri Lena?." tanya Putri Amerilya dengan tatapan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Putri Lena menginginkan beberapa olahan ikan salmon yang dibuat langsung oleh Lilian." jawab Juylin.
Putri Amerilya mengangguk anggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia faham apa yang tengah terjadi saat ini, tapi mengapa harus masakan yang diolah oleh pelayan kesukaan Putri Amerilya. Tiba tiba raut wajah sang putri berubah menjadi masam, ia tak suka Lilian membuatkan makanan untuk orang lain secara pribadi tanpa izin dari sang putri.
"Bisakah Juylin memasak untuk Amerilya??" tanya Putri Amerilya pada pelayan yang sedang berjongkok di hadapannya itu.
"Tuan Putri ingin makan apa?. Bukankah biasanya Anda selalu meminta Lilian untuk membuatkan sarapan dan makan malam?. Ah begini saja, saya akan memanggilkan Lilian agar ia segera kembali." tawar Juylin yang tak tega melihat sang putri kecil merasa sedih.
"Tidak, Amerilya ingin masakan mu bukan Lilian. Tolong siapkan sosis bakar, roti isi sayur, dan susu segera. Amerilya akan menunggu di kamar hingga sarapannya datang, jangan meminta pelayan lain yang mengantarnya." ucap sang putri. Setelah mengatakan menu makanan apa yang ia inginkan untuk sarapan hari ini, Putri Amerilya bergegas pergi ke kamarnya tanpa mengatakan apapun.
Juylin dan beberapa pelayan yang lain saling bertatapan satu sama lain, mereka tengah kebingungan apa yang membuat Putri Amerilya kesal seperti itu.
"Segera siapkan sarapan untuk Tuan Putri, jangan membuatnya menunggu lama. Bagaimanapun saat ini kondisinya belum benar benar pulih." ucap Gumi yang sedang mengingatkan Juylin agar tidak terlalu lama melamun.
Juylin mulai menyiapkan bahan bahan untuk membuat sarapan yang diinginkan oleh sang putri. Di sisi lain saat ingin masuk kedalam kamar Putri Amerilya mendengar seseorang memanggilnya dari belakang.
"Saya hanya kelelahan saja semalam. Maaf karna pesta menjadi sedikit berantakan setelan saya pergi." Putri Amerilya meminta maaf dengan tulus pada putri tertua Kerajaan Monzxo.
"Tidak apa apa, saya bisa memaklumi hal itu. Mungkin ini kali pertama Putri Amerilya bertemu dengan banyak orang." ucap Putri Alexsi yang tidak mempermasalahkan kejadian semalam.
"Saya permisi untuk masuk ke kamar dan beristirahat, sampai jumpa Putri Alexsi. Ah iya jika rombongan Keluarga Kerajaan Monzxo ingin kembali jangan lupa kabari saya." ucap Putri Amerilya.
"Tentu saya akan memberitahu Anda ketika akan kembali ke Kerajaan Monzxo. Selamat beristirahat Tuan Putri Amerilya, semoga Anda lekas sembuh." setelah mengucapkan itu Putri Alexsi meninggalkan Putri Amerilya sendirian agar ia bisa beristirahat dengan tenang.
Putri Amerilya membuka pintu kamarnya kemudian masuk ke dalam dan menutup dengan rapat. Sang putri naik ke atas tempat tidur kemudian membaringkan tubuhnya.
"Terasa lebih baik berada di istana utama daripada di sini." gumam Putri Amerilya dengan suara pelan.
Di sisi lain saat ini Lilian baru saja keluar dari kamar Putri Lena sembari membawa beberapa piring kotor untuk ia cuci. Pagi Lilian membuatkan empat olahan ikan salmon yang berbeda dan untunglah Putri Lena menyukai semuanya.
__ADS_1
"Kau sudah selesai dengan urusan mu?." tanya Amena dengan nada bicara yang terkesan dingin.
"Ya saya telah menyelesaikan kesepakatan tadi malam. Untunglah Putri Lena menyukai semua masakan saya, ia bahkan meminta untuk dibuatkan menu lain untuk makan siang nanti." ucap Lilian dengan senyum cerah. Putri Lena juga sangat lucu ketika ia menjadi anak perempuan normal seperti yang lain.
"Baguslah kalau begitu. Beberapa saat yang lalu Putri Amerilya kembali ke istana putri dan saat ini ia sedang beristirahat di kamar." ucap Amena yang memberitahukan tentang kepulangan Putri Amerilya.
"Benarkah! saya akan menyiapkan sarapan untuknya. Pasti Tuan Putri Amerilya belum sempat sarapan saat berada di istana utama." seru Lilian penuh dengan semangat. Ia tak sabar menyiapkan berbagai macam menu sarapan untuk tuan putri kecilnya itu.
"Tidak perlu karna saat ini Juylin sedang membuatkan sarapan untuk Tuan Putri." jawab Gumi.
"Juylin?? bukankah biasanya Putri Amerilya sarapan dengan makanan yang saya buat." ucap Lilian dengan ekspresi bingung.
"Entahlah, Putri Amerilya yang memintanya sendiri. Dia sempat mencari mu karna kau tidak ada akhirnya sang putri meminta Juylin untuk membuatkan sarapan." ucap Gumi yang tidak ingin ikut campur jika sampai putri kesayangan mereka merajuk pada Lilian.
Lilian berjalan dan meletakkan piring kotor di tempat cucian piring kemudian ia menghampiri Juylin yang sibuk memasak makanan untuk sarapan Putri Amerilya.
"Menu apa yang diinginkan Tuan Putri untuk sarapannya hari ini?." tanya Lilian sembari melihat Juylin yang sedang memanggang sosis.
"Putri Amerilya ingin sarapan dengan sosis bakar dan roti isi sayur." jawab Juylin.
"Kalau begitu biar aku yang mengantarkannya pada Putri Amerilya." perintah Lilian pada Juylin.
"Sepertinya saya harus menolak permintaan mu kali ini. Putri Amerilya meminta pada ku untuk mengantarkannya secara langsung." tolak Juylin secara terang-terangan.
Lilian langsung terdiam, sikap Tuan Putri Amerilya sangatlah aneh. Tak biasanya ia akan meminta pelayan lain membuatkan sarapan dan mengantarkan langsung ke kamar, seharusnya semua itu tugas sehari hari Lilian.
Karna tak ada yang bisa ia lakukan Lilian kembali ke tempat pencucian piring dan mencuci beberapa piring kotor yang ia bawa sebelumnya. Saat ini Juylin telah selesai membuatkan sarapan untuk Putri Amerilya, ia bergegas membawa satu nampan penuh makanan ke kamar sang putri.
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.
__ADS_1