
Jiwa utama milik Putri Haru yang sedang bersembunyi di sebuah tempat dapat merasakan bahwa sebagian dari serpihan jiwanya telah dihancurkan oleh seseorang.
"Argh sialan, siapa yang berhasil menemukan keberadaan ku dan bagaimana caranya dia menghancurkan kelelawar itu." gerutu Putri Haru dengan sangat kesal dan kemarahan yang meluap luap.
Seekor kelelawar yang berada di luar jendela ruang kerja Yang Mulia Raja Azvago memaksakan untuk masuk ke dalam dengan cara membenturkan tubuhnya pada kaca jendela. Awalnya tidak terjadi apapun karna kaca jendela itu sangat tebal dan sulit untuk di tembus, namun tiba tiba terdengar suara pecahan kaca yang sangat nyaring dan membuat Yang Mulia Raja Azvago terkejut. Sang raja menolehkan badan ke belakang dan seekor kelelawar tiba tiba menabrak tubuhnya dengan sangat keras.
Mata Raja Azvago berubah menjadi merah dan tubuhnya diambil alih oleh serpihan jiwa milik Putri Haru. Saat jiwanya berpindah ke tempat yang lain maka kelelawar itu akan dalam kondisi pingsan.
"Tunggulah di sini hingga saya kembali nanti." ucap jiwa milik Putri Haru yang berada di dalam tubuh Yang Mulia Raja Azvago. Ia meletakkan kelelawar itu di atas meja ruang kerja kemudian bergegas berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Raja Azvago dengan mata merahnya berjalan menyusuri lorong istana utama, beberapa pelayan yang menyapa sang raja hanya dibiarkan begitu saja dan mereka tidak mempermasalahkan hal itu karna mungkin saja saat ini kondisi Raja Azvago sedang kacau setelah kejadian kemarin. Raja Azvago terus berjalan hingga ia sampai di halaman depan istana putri, sang raja ingin masuk ke dalam namun ia langsung dihadang oleh para prajurit.
"Maaf Yang Mulia Raja Azvago, Ratu Zivaya memerintahkan pada kami untuk melarang kami untuk masuk ke dalam." ucap salah seorang prajurit istana putri dengan tegas.
"Minggir jangan halangi jalan saya. Saya ini raja yang memimpin kerajaan ini, berani beraninya kalian menghadang seorang raja seperti ini." bentak Raja Azvago dengan tatapan kesal.
"Maaf Yang Mulia Raja, kami tidak berani untuk melanggar perintah dari Ratu Zivaya. Kami tau bahwa Anda yang memimpin Kerajaan Meztano, namun istana putri berada di bawah kekuasaan Ratu bersama Tuan Putri Amerilya." ucap salah seorang prajurit dengan menundukkan kepalanya.
"Minggir!! saya memberikan perintah pada kalian sebagai seorang raja. Jika kalian tidak mau mematuhi perintah saya silahkan pergi dari Kerajaan Meztano." ucap Raja Azvago dengan tegas.
Akhirnya para prajurit penjagaan pintu utama istana putri memilih untuk mengalah karna kedudukan mereka kalah dengan seorang raja. Setelah pintu di buka, dengan segera Yang Mulia Raja Azvago masuk ke dalam istana putri dan bergegas pergi mencari Ratu Zivaya. Target utama balas dendam Putri Haru adalah orang yang telah membunuhnya dengan keji yaitu sang ratu.
Saat menyusuri beberapa ruangan Raja Azvago berpapasan dengan Ratu Zivaya yang baru saja kembali dari arah perpustakaan, beberapa waktu sebelumnya sang ratu memang pergi ke perpustakaan untuk memberitahukan pada sang penjaga untuk melaporkan pada salah seorang pelayan jika Putri Amerilya datang saat malam hari.
"Mengapa Anda ada di sini? bukankah saya sudah melarang Anda untuk datang ke Istana Putri untuk sementara waktu?." tanya Ratu Zivaya dengan nada ketus. Ia tak tau bahwa sosok yang ada di depannya bukanlah suaminya lagi melainkan ada jiwa lain yang masuk ke dalam.
"Kau harus mati, matilah untukku dasar wanita sialan!!!." triak Raja Azvago dengan teriakan yang cukup kencang. Semua orang yang ada di dalam istana putri mendengar suara teriakan sang raja dan langsung pergi menuju sumber suara, di sisi lain Putri Amerilya mendengar suara itu sebagai suara milik Putri Haru.
Dengan segera Putri Amerilya pergi menuju bagian belakang istana putri yang berada di dekat ruang perpustakaan. Di sana terlihat beberapa pelayan berusaha melepaskan cengkraman Raja Azvago dari leher Ratu Zivaya. Samar samar Putri Amerilya melihat sosok Putri Haru di dalam tubuh ayahnya itu, setelah terdiam beberapa menit akhirnya Putri Amerilya dapat membuat sebuah kesimpulan. Saat ini tubuh milik ayahnya sedang dirasuki oleh jiwa milik Putri Haru, hal itu bisa terjadi karna fikiran sang ayah sedang dalam kondisi kalut.
"Ambilkan garam dapur, cepat ambilkan!." perintah Putri Amerilya dengan suara yang cukup kencang.
Tanpa berfikir panjang Lilian melepaskan pegangannya pada tangan Raja Azvago kemudian berlari ke arah dapur untuk mengambilkan garam yang diminta oleh Putri Amerilya. Jiwa milik Putri Haru yang berada di dalam tubuh Raja Azvago menatap ke arah Putri Amerilya dengan tatapan bingung, apa yang akan dilakukan oleh putri kecil itu dengan garam dapur?.
Lilian kembali dengan membawa satu kotak kayu berukuran cukup besar yang berisikan garam. Putri Amerilya mengambil garam itu dari tangan Lilian kemudian berjalan mendekat ke arah Raja Azvago yang masih mencekik Raja Azvago.
"Lilian kemarilah." panggil Putri Amerilya pada pelayan pribadinya itu.
__ADS_1
"Ada apa Tuan Putri?." tanya Lilian dengan tatapan bingung.
Putri Amerilya meminta pada Lilian untuk berjongkok, setelah itu sang putri membisikkan sesuatu pada telinga Lilian. Setelah selesai mendengar kata kata yang dibisikkan oleh Putri Amerilya, dengan segera Lilian berlari keluar dari istana putri menuju istana utama. Sekarang Putri Amerilya bisa fokus menangani ayahnya yang sedang dirasuki oleh jiwa milik Putri Haru.
"Pegang Yang Mulia Raja dengan erat, tenang saja karna ibu saya akan baik baik saja. Cepat lakukan apa yang saya perintahkan!." tegas Putri Amerilya pada sembilan pelayan pribadinya yang masih tersisa.
Akhirnya para pelayan melakukan perintah dari Putri Amerilya, mereka memegang tubuh Raja Azvago dengan erat. Setelah selesai Putri Amerilya mulai merapalkan sesuatu yang membuat semua orang terkejut termasuk jiwa milik Putri Haru yang berada di dalam tubuh Raja Azvago.
Sebuah mantra kuno pengusir arwah ataupun roh jahat yang selama ini telah hilang dapat di ucapkan dengan sangat jelas oleh Putri Amerilya. Setelah selesai merapal mantra kuno itu sang putri mengambil garam dari dalam kotak kemudian di taburkan pada tubuh Raja Azvago.
Jiwa milik Putri Haru yang ada di dalam tubuh sang raja merasa panas yang luar biasa, jiwanya seperti sedang dibakar oleh api suci. Karna tidak tahan lagi akhirnya jiwa milik Putri Haru memilih untuk pergi meninggalkan tubuh Yang Mulia Raja Azvago. Di saat yang bersamaan Lilian datang dengan membawa sesuatu yang di bungkus dengan kain hitam. Lilian memberikan bungkus itu pada Putri Amerilya.
Bruk...
Suara Raja Azvago yang jatuh pingsan setelah jiwa Putri Haru keluar dari dalam tubuhnya, seketika cengkraman tangan sang raja pada Ratu Zivaya juga terlepas. Ratu Zivaya bernafas dengan tak beraturan, ia memegangi lehernya yang terasa sangat sakit.
"Argh apa yang Anda pikirkan Yang Mulia Raja hingga tiba tiba mencekik saya seperti ini. Saya akan membalas mu nanti." gerutu Ratu Zivaya dengan rasa kesal yang meluap luap.
"Tenanglah ibu, ini bukan sepenuhnya kesalahan ayah. Saat menyerang ibu tadi tubuh ayah sedang diambil alih oleh jiwa milik Putri Haru. Sepertinya Putri Haru belum bisa naik ke atas langit karna masih memiliki dendam yang belum terselesaikan." jelas Putri Amerilya pada ibunya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara sang ayah dengan sang ibu nanti.
"Ck dasar gadis sialan. Sudah matipun dia tetap mengganggu ketenangan orang lain." decak kesal Ratu Zivaya pada jiwa Putri Haru yang entah sekarang pergi kemana.
"Saya Putri Amerilya bersaksi atas langit dan bumi bahwa jiwa milik Putri Haru telah menyatu dengan kekuatan jahat dan berada di jalan iblis. Dengan izin Sang Pencipta Alam Semesta saya meminta pemusnahan atas jiwa Putri Haru jika Sang Pencipta menghendaki hal itu." ucap Putri Amerilya sembari menutup matanya.
Tiba tiba saja angin berhembus dengan sangat kencang hingga masuk ke dalam istana putri melalui celah celah jendela dan pintu. Suara gemuruh petir di atas langit membuat suasana semakin mencekam. Lilian dan Juylin segera menghampiri Putri Amerilya untuk melindungi sang putri bila hal yang tidak diinginkan tiba tiba terjadi.
Bruak.....
Suara pintu utama istana putri seperti di tendang keras oleh seseorang. Sesosok pemuda dengan tudung berwarna hitam pekat masuk ke dalam istana putri dan berjalan mendekat ke arah kerumunan orang. Saat berada beberapa meter dari tempat Putri Amerilya berdiri, pemuda itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Putri Amerilya.
"Gadis kecil seperti mu berani meminta peleburan pada jiwa pengikut ku. Apa kau tidak takut jika para roh dan arwah jahat akan murka padamu. Jiwa Putri Haru sepenuhnya sudah menjadi milikku dan sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan di alam yang berbeda dengan alam yang kau tempati saat ini." ucap pemuda misterius itu dengan aura membunuh yang sangat pekat keluar dari dalam tubuhnya.
"Lalu mengapa jika roh dan arwah jahat murka pada saya. Kuasa apa yang mereka miliki hingga berani menentang keinginan Sang Pencipta?." tanya balik Putri Amerilya dengan tatapan tajam. Ia tidak peduli siapa pemuda itu dan darimana asalnya, namun selama sang pemuda berusaha menyelamatkan jiwa milik Putri Haru berarti ia adalah musuh dari Putri Amerilya.
"Surga dan Neraka diciptakan secara bersama, baik dan buruk sudah menjadi sifat dasar setiap makhluk yang diciptakan. Semua orang memiliki warna mereka masing masing, ada manusia dengan takdir putih ada juga dengan takdir hitam seperti Putri Haru. Akan tetapi mengapa warna mu abu abu gadis kecil? takdir seperti apa yang kau miliki itu." ucap sang pemuda misterius dengan tatapan penuh tanda tanya.
Putri Amerilya mengabaikan pertanyaan dari pemuda misterius itu, ia melanjutkan ritual pemusnahan jiwa Putri Haru untuk kebaikan semua orang.
__ADS_1
"Jiwa yang tidak bisa diterima oleh langit dan bumi sudah seharusnya dihancurkan. Jiwa jahat yang sangat pekat tidak seharusnya dibiarkan berkelana di dunia manusia." kalimat itu akhirnya diucapkan oleh Putri Amerilya.
Jeduar..........
Sebuah kilat berwarna putih keemasan menyambar tubuh kelelawar itu hingga hangus menjadi abu, bersamaan dengan kejadian itu jiwa milik Putri Haru sepenuhnya sudah dimusnahkan dan tidak akan pernah kembali untuk melakukan reinkarnasi untuk kehidupan berikutnya. Pemuda misterius yang sempat menasehati Putri Amerilya kini sedang tersenyum miring.
Pemuda itu tiba tiba saja mendorong tubuh Lilian dan Juylin untuk menjauh dari sang putri, setelah itu Putri Amerilya dibawa pergi oleh sosok pemuda misterius itu. Lilian tidak tinggal diam melihat Putri Amerilya hendak di culik, ia berlari mengejar sosok pemuda misterius itu ditemani oleh Juylin.
Ratu Zivaya berusaha untuk berdiri agar ia bisa menyelamatkan putri kecilnya dari pemuda jahat itu, belum sempat kaki sang ratu melekat dengan lantai secara sempurna tiba tiba tubuhnya kembali jatuh ke lantai.
"Putriku, saya harus menyelamatkannya dari pemuda jahat itu." triak Ratu Zivaya dengan histeris. Beberapa pelayan yang masih ada di sana berusaha untuk menenangkan sang ratu.
Di sisi lain pemuda misterius itu terbang menggunakan kedua sayap kelelawar miliknya. Putri Amerilya yang menyadari hal itu akhirnya tau identitas dari sang pemuda misterius. Entah mengapa apa yang terjadi padanya saat ini sangat mirip dengan beberapa buku yang sempat Putri Amerilya baca tadi malam. Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau memang petunjuk dari Sang Pencipta untuknya.
"Apa yang ingin Anda lakukan dengan membawa saya pergi?." tanya Putri Amerilya dengan ekspresi kesal. Saat ini kondisi tubuhnya belum benar benar pulih namun sudah di bawa terbang setinggi ini.
"Karna kau telah melenyapkan jiwa milik calon istriku, kau harus menggantinya dengan jiwamu." ucap pemuda misterius itu.
"Anda mungkin sudah berusia lebih dari seratus tahun namun saya masih berusia tiga tahun. Mengapa kakek tua seperti Anda ingin menikahi anak kecil?." tanya Putri Amerilya.
Seketika sosok pemuda misterius itu terdiam, ia melepaskan pegangan tubuhnya dari badan Putri Amerilya hingga sang putri terjun bebas ke bawah. Dari atas langit muncul pemuda lain namun kali ini ia dengan penampilan yang sangat baik serta sayap berwarna putih keemasan seperti milik para malaikat. Pemuda itu terbang ke bawah dan menangkap tubuh Putri Amerilya sebelum jatuh ke tanah.
"Terimakasih telah menolong saya." ucap Putri Amerilya pada sosok pemuda bersayap putih itu.
"Sama sama Tuan Putri Amerilya, saya memang ditugaskan untuk menyelamatkan Anda dari kakek tua jahat yang sedang menyamar menjadi sesosok pemuda itu." jawab sang pemuda bersayap putih. Ia menurunkan Putri Amerilya hingga kaki sang putri menapak dengan tanah.
"Ck mengapa Tuan mu itu selalu ikut campur dengan urusan ku. Pergilah dan jangan menganggu urusan ku lagi!." bentak pria misterius itu pada sang pria bersayap putih.
"Saat ini Tuan Putri Amerilya dalam perlindungan saya, segeralah pergi jika tidak ingin pertarungan kembali terjadi." tegas pria bersayap putih itu.
"Mengapa saat jiwa milik Putri Haru saya ambil, Tuan mu tidak menunjukkan respon apapun?." tanya pemuda misterius itu.
"Putri Amerilya dan Putri Haru sangatlah berbeda. Putri kecil ini memiliki hati yang bersih hingga membuat Tuan saya ingin turun tangan untuk membantunya. Jika Anda ingin mencari calon istri silahkan cari dengan hati jahat seperti Putri Haru." ucap pemuda bersayap putih itu.
"Gadis kecil itu yang telah merusak semua rencana ku, apakah salah jika aku meminta pertanggungjawaban darinya." ucap pemuda misterius yang tetap merasa tidak terima.
"Tanggung jawab apa yang Anda inginkan?. Putri Haru ingin membunuh ibu saya jadi wajar jika saya membalas perbuatannya itu. Anda menikah ataupun tidak itu bukan urusan saya wahai kakek drakula." ucap Putri Amerilya sembari mendongakkan kepalanya ke atas.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.