PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Saatnya Pesta


__ADS_3

Putri Amerilya menjelaskan secara singkat apa yang ia dengar dari Tuan Moren Luzent ketika ia sedang berjalan menuju istana utama, ini permasalahan kali ini adalah mereka harus membuktikan serta menangkap para pemberontak yang ingin membunuh pihak Keluarga Kerajaan Meztano beserta keluarga kedua duke. Mendengar penjelasan dari Putri Amerilya membuat Nona Muda Ersa Rucixara dan Nona Muda Alxin Rucixara merasa kesal, entah apa yang ingin dilakukan oleh saudara jauh dari ayahnya itu mengapa ia sangat ingin membunuh ayahnya.


"Baiklah apa yang harus kami lakukan untuk membantu Tuan Putri Amerilya serta menyelamatkan nyawa ayah kami?." tanya Ersa Rucixara dan Alxin Rucixara secara bersamaan, kedua gadis itu tak akan membiarkan sang ayah mati di tangan saudara jauhnya sendiri.


"Kalian hanya perlu mengawasi pergerakan setiap pelayan dan prajurit dari istana utama saat pesta makan malam sedang berlangsung, jika ada sesuatu yang mencurigakan kalian bisa melaporkannya langsung pada saya ataupun para Kesatria White Rose, Tuan Moren Luzent menyuap beberapa prajurit istana utama untuk melancarkan rencana busuknya itu." ucap Putri Amerilya dengan tatapan geram. Berapa banyak penghianat kerajaan yang harus ia tangkap, dan bagaimana respon ayahnya nanti, pasti sang ayah merasa sangat kecewa pada mereka semua.


"Lebih baik kita menyusun rencana tambahan jika ada hal tak terduga yang terjadi." ucap Alxin Rucixara yang memberikan saran pada Putri Amerilya.


Ketiga anak perempuan itu sedang sibuk mengatur strategi agar mereka dapat menangkap para pemberontak dan penghianat di Kerajaan Meztano ini. Sedangkan di tempat lain tepatnya sel penjara khusus tempat dimana Nyonya Riana Marques dan kedua anaknya sedang ditahan, Nyonya Riana Marques membuka gembong sel tahanan menggunakan kunci yang dia dapatkan dari para prajurit, wanita itu juga membebaskan kedua anaknya lalu diam diam pergi dari sana. Jalan keluar dari penjara khusus terbuka dengan sangat lebar karna para prajurit yang bertugas untuk menjaga penjara itu telah dilumpuhkan oleh prajurit yang berasal dari istana utama.


"Mari ikut dengan kami, Tuan Moren Luzent sudah menyiapkan tempat untuk kalian bersembunyi sementara waktu." ucap beberapa prajurit dari istana utama yang menuntun Nyonya Riana Marques berserta kedua anaknya menuju ruangan yang telah disediakan.


"Tuan Moren Luzent berpesan agar kalian tetap berada di dalam ruangan ini hingga pesta makan malam berakhir, jangan sampai ada yang tau tempat persembunyian kalian." ucap salah seorang prajurit yang sedang menyampaikan pesan dari Tuan Moren Luzent pada Nyonya Riana Marques.


"Baiklah saya mengerti, silahkan kembali ke tempat kalian bertugas sebelum ada yang merasa curiga." ucap Nyonya Riana Marques yang langsung mengajak kedua anaknya untuk masuk ke dalam ruangan itu kemudian mengunci pintu dengan rapat. Ruangan yang ditempati oleh Nyonya Riana Marques adalah sebuah kamar tamu di bagian istana paling belakang, kamar itu sudah lama tak ditempati karna sekarang para tamu akan tinggal di beberapa kamar yang ada di bagian tengah istana utama.


Para pemberontak sudah melakukan beberapa pergerakan, ada beberapa hal yang membuat rencana mereka sedikit kacau. Tuan Moren Luzent baru saja mendapat laporan bahwa lokasi pesta makan malam diubah yang awalnya berada di dalam ruang makan istana utama kini berada di halaman belakang istana utama. Hal yang membuat Moren Luzent merasa heran adalah orang yang memberikan saran untuk memindah tempat pesta adalah Putri Amerilya.


"Mungkinkah putri kecil itu mengetahui rencana kita?." tanya Moren Luzent pada beberapa jenderal Kerajaan Meztano yang berada di pihaknya.


"Menurut informasi yang kami dapatkan, Tuan Putri Amerilya mengganti lokasi pesta makan malam karna ia ingin melihat bintang bintang yang indah saat pesta makan malam berlangsung." ucap salah seorang prajurit yang memberitahukan semua informasi yang ia miliki.

__ADS_1


"Sangat wajar jika anak sekecil Tuan Putri Amerilya menginginkan hal hal kekanak-kanakan seperti itu." jawab salah seorang jenderal, ia tak menaruh rasa curiga sama sekali. Bagaimanapun Putri Amerilya saat ini pasti sedang merasa lelah dengan berbagai hal yang baru saja terjadi di Istana Kerajaan Meztano sehingga sang putri tak akan berfikir lebih jauh lagi.


"Kau benar, saat ini ia pasti sangat lelah. Sedari tadi saya belum melihatnya keluar dari Istana Putri." ucap Moren Luzent sembari menunjuk ke arah istana putri yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri.


"Karna tempat pesta diubah maka rencana kita akan diubah. Letakkan beberapa prajurit yang telah kita sewa, usahakan mereka membentuk sebuah lingkaran untuk menahan orang orang itu berlari cepat saat kekacauan terjadi." ucap Moren Luzent dengan senyuman miring yang sangat memuakkan.


Rencana para pemberontak mungkin sudah berubah namun Putri Amerilya dan orang orang yang ada di pihaknya sudah membuat rencana yang jauh lebih matang. Hari sudah mulai larut dan semua orang yang diundang dalam pesta makan malam hari ini berbondong-bondong datang ke halaman belakang Istana Kerajaan Meztano, suasana di halaman belakang sangat sejuk dengan penataan bangku serta lampu lampu hias yang menambah kecantikan taman itu. Para pelayan mulai menata makanan di semua meja yang ada di sana, untunglah koki dapur masih sempat memasak semua makanan baru dan ia hanya membeli beberapa kue dari luar istana karna pembuatan kue sangatlah lama.


"Salam hormat kami pada Yang Mulia Raja Azvago." ucap Duke Rigel Elister bersama dengan kedua putranya, ketiganya terlihat sangat tampan sangat disayangkan Nyonya Muchela Elister tak dapat hadir dalam pesta makan malam kali ini.


"Salam Tuan Duke Elister." jawab Raja Azvago dengan senyuman manis di wajah tampannya.


"Saya belum melihat Tuan Putri Amerilya sedari tadi?." tanya Rostow Elister yang sedang mencari keberadaan Putri Amerilya.


Saat ini Putri Amerilya dan kedua putri dari Duke Moren Rucixara sedang sibuk menyembunyikan pedang serta beberapa pisau kecil di balik baju mereka, Putri Amerilya yakin orang orang yang datang ke pesta makan malam tak akan membawa senjata mereka dan itu poin terpenting yang dimanfaatkan oleh pihak musuh. Setelah selesai menyembunyikan berbagai macam senjata, mereka bertiga bersiap untuk pergi ke pesta makan malam yang diadakan di halaman belakang istana utama.


Saat keluar dari istana putri, Putri Amerilya sedikit terkejut dengan kehadiran Tuan Moren Luzent dan beberapa jenderal yang sedang menunggunya di depan pintu keluar masuk istana putri. Putri Amerilya menatap ketiga pria itu dengan tatapan bingung yang terlihat sangat polos seperti ia tak mengetahui apapun. Melihat ekspresi dari Putri Amerilya membuat Moren Luzent yakin bahwa putri kecil itu tak mengetahui apapun tentang rencananya.


"Mengapa Tuan Moren Luzent berada di depan istana putri? apakah Anda sedang menunggu seseorang?" tanya Putri Amerilya dengan raut wajah polosnya.


"Kebetulan saya dan teman teman saya sedang berkeliling untuk memastikan keamanan di sekitar istana, saat saya bertanya pada seorang prajurit apakah Tuan Putri Amerilya sudah berangkat ke tempat pesta, mereka mengatakan bahwa Anda masih berada di dalam. Karna itulah saya dan yang lain berinisiatif untuk pergi ke pesta makan malam bersama dengan Anda." ucap Moren Luzent yang sedang membuat alasan palsu mengenai mengapa ia menunggu Putri Amerilya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu mari kita pergi sekarang." ucap Putri Amerilya yang mulai bertingkah seperti anak kecil, sang putri berjalan mendahului yang lain dengan sedikit berlari kemudian melompat dengan kegirangan.


Melihat tingkah laku Putri Amerilya, Moren Luzent yakin bahwa anak perempuan itu sama dengan anak perempuan lainnya. Mungkin kejadian beberapa hari terakhir ini hanyalah keberuntungan bagi sang putri, haruskah ia membunuh Putri Amerilya yang sangat imut dan menggemaskan ataukah lebih baik Moren Luzent mengadopsinya saja. Setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka sampai di istana utama, para prajurit yang sedang berjaga langsung membungkukkan badan mereka ketika melihat kedatangan rombongan Putri Amerilya. Putri Amerilya tersenyum lebar karna ia menyadari bahwa prajurit yang sedang berjaga di pintu masuk istana utama adalah prajurit dari Istana Pangeran.


"Salam hormat kami pada Tuan Putri Amerilya dan yang lain." ucap para prajurit itu dengan sangat sopan.


"Terimakasih atas sambutannya." ucap Putri Amerilya kemudian masuk ke dalam istana utama.


Moren Luzent dan ketiga jenderal juga ikut masuk ke dalam, meraka tak menyadari perubahan wajah prajurit yang sedang berjaga di pintu masuk istana utama karna pada dasarnya tak ada yang menghafal wajah para prajurit kecuali Raja Azvago, para pangeran, dan juga Putri Amerilya.


"Silahkan Tuan Putri dan kedua Nona Muda untuk pergi ke tempat pesta terlebih dahulu, kami akan pergi untuk melihat keamanan di dalam istana." ucap ketiga Jenderal yang langsung memisahkan diri dari Putri Amerilya dan kedua anak Duke Moren Rucixara.


"Baiklah sampai jumpa paman." ucap Putri Amerilya sembari melambaikan tangannya kepada ketiga jenderal itu.


"Saya juga harus pergi untuk melihat persediaan pangan yang ada di gudang dapur." ucap Moren Luzent, pria itu membuat sebuah alasan yang sangat masuk akal agar kedua putri Duke Moren Rucixara tak curiga padanya.


"Apakah di dalam gudang makanan ada banyak buah ceri?." tanya Putri Amerilya dengan mata berbinar binar, semua orang yang tinggal di Istana Kerajaan Meztano tau jika tuan putri kecil mereka sangat menyukai buah ceri.


"Mohon maaf Tuan Putri Amerilya, saat ini bukanlah musim buah ceri. Saya harap Anda bisa bersabar hingga musim ceri tiba." jawab Moren Luzent dengan raut wajah sedih karna ia tak memiliki satu butir buah ceri di dalam gudang persediaan.


"Baiklah jika begitu saya akan pergi ke pesta, sampai jumpa paman Moren Luzent." ucap Putri Amerilya yang langsung berlari menuju halaman belakang istana utama di susul oleh kedua putri Duke Moren Rucixara.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2