PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Surat dari Putri Amerilya


__ADS_3

Putri Amerilya bersiap untuk melawan pembunuh bayaran yang tersisa namun dari belakang Arges Marques menusuk pembunuh bayaran itu hingga jatuh ke lantai kamar. Putri Amerilya hanya menatap datar ke arah putra pertama Duke Zidan Marques itu, dari raut wajah Arges Marques terlihat ia tak senang karna di banding bandingkan dengan gadis lemah seperti Putri Amerilya.


"Mengapa anda menatap saya seperti itu?." tanya Arges Marques pada sang putri kecil.


"Jika Tuan Muda Arges Marques tak suka dengan kata kata pembunuh bayaran tadi, anda tak perlu merasa kesal pada saya. Karna kenyataan saya tak melakukan apapun terhadap anda." ucap Putri Amerilya dengan tutur kata seperti orang dewasa.


Tak lama setelahnya Pangeran Luxe, Pangeran Mixo, Kesatria Black Nicko, dan Duke Zidan Marques datang ke kamar tamu yang ditempati oleh sang putri. Mereka semua terkejut setelah mendapat kabar dari seorang pelayan dan prajurit bahwa ada pembunuh bayaran yang sedang mengincar nyawa Putri Amerilya. Jika kedua kakak laki laki sang putri dan Kesatria Black Nicko takut terjadi hal buruk pada putri kecil mereka, berbeda dengan Duke Zidan Marques. Sang duke tak ingin disalahkan oleh Raja Azvago jika putri tercinta itu mati saat berada di kediaman Duke Marques, bisa saja Raja Azvago menghapus nama Keluarga Marques dari daftar para bangsawan.


"Apa kalian baik baik saja?." tanya Duke Zidan Marques yang langsung menghampiri Putri Amerilya dan melihat bagaimana kondisi putri kecil itu.


"Kami baik baik saja ayah." ucap Arges Marques dengan senyum polos, pemuda itu bisa mengubah ekspresinya dengan cepat. Putri Amerilya berfikir di masa depan ia tak perlu berurusan dengan pemuda itu lagi karna dia sangat berbahaya.


"Siapa yang melumpuhkan mereka berdua?." tanya Pangeran Mixo sembari melihat ke arah sang adik perempuan.


"Saya yang telah mengalahkan kedua pembunuh bayaran itu." ucap Arges Marques dengan senyuman bangga.


Putri Amerilya hanya menampilkan ekspresi datar saja mendengar kata kata sampah yang keluar dari mulut Arges Marques, di sisi lain Kesatria Black Nicko menyadari pedang yang di bawa oleh Putri Amerilya berlumuran dengan darah seger, artinya Putri Amerilya juga bertarung dengan para pembunuh bayaran itu.


"Apakah itu benar adikku?." tanya Pangeran Luxe dengan tatapan curiga, kedua tubuh pembunuh bayaran itu mendapat luka di tempat yang berbeda.


"Anggap saja begitu, aku tak ingin merusak kebahagiaan orang lain." ucap Putri Amerilya dengan seringai yang sengaja ia tunjukkan pada semua orang yang ada di dalam kamarnya.


"Ayah bangga padamu putraku." ucap Duke Zidan Marques, ia menepuk punggung putra pertamanya itu dengan bangga.


Kesatria Black Nicko tetap tak terima dengan pernyataan itu, semua ini terkesan seperti Putri Amerilya mengalah pada Tuan Muda Arges Marques. Akhirnya Kesatria Black Nicko mendekati seorang pembunuh bayaran yang masih memiliki kesadaran meski dalam kondisi yang cukup parah.


"Katakan padaku, siapa yang telah melukaimu hingga seperti ini?." tanya Kesatria Black Nicko. Melihat sang kesatria bertindak seperti itu membuat Arges Marques kesal. Pemuda itu sedang berfikir bahwa sang kesatria ingin membuatnya malu di hadapan semua orang.

__ADS_1


Dengan perlahan pembunuh bayaran yang di serang oleh Putri Amerilya menunjuk ke arah seseorang, orang yang di tunjuk oleh pembunuh bayaran itu adalah Putri Amerilya. Sebelum banyak orang yang menyadari hal itu, Arges Marques berusaha menusuk jantung sang pembunuh bayaran menggunakan pedang yang masih berada di genggaman tangannya. Namun dengan cepat di tangkis oleh Pangeran Mixo, sang pangeran menatap tajam ke arah pemuda itu.


"Kami memerlukannya untuk penyelidikan, jika anda membunuhnya sekarang anda akan dianggap sebagai orang yang telah menghalangi penyelidikan anggota kerajaan." ucap Pangeran Mixo dengan tegas.


Untuk menghentikan perdebatan antara putra pertamanya dan anggota Kerajaan Meztano, Duke Zidan Marques meminta Arges Marques untuk kembali ke kamarnya.


"Maaf atas ketidaknyamanannya, saya akan menyiapkan kamar lain untuk tuan putri." ucap Duke Zidan Marques dengan senyuman ramah namun tatapan tajamnya terus ia layangkan pada Putri Amerilya.


"Saya akan tidur bersama kedua kakak saya saja." ucap Putri Amerilya yang ingin beristirahat dengan nyaman untuk malam ini.


Entah mengapa sang putri percaya jika ia tinggal di kamar baru yang telah di siapkan oleh sang duke, kemungkinan besar duke dan putra pertamanya yang menyebalkan itu akan mendatangi kamar sang putri. Benar saja setelah Putri Amerilya mengatakan ia ingin tidur bersama kedua kakak laki lakinya, Duke Zidan Marques membuat berbagai macam alasan agar gadis kecil itu tidur secara terpisah.


"Tak baik jika kakak laki laki, dan adik perempuan tinggal di satu kamar yang sama." ucap Duke Zidan Marques yang sedang memberi nasehat pada kedua pangeran dan putri kecil itu.


"Apakah tuan duke lupa bahwa saya masih berusia dua tahun?." ucap Putri Amerilya dengan senyuman polos namun terasa mengejek bagi sang duke.


Di sisi lain tepatnya Kerajaan Meztano, surat milik Putri Amerilya sudah sampai di tangan Raja Azvago, saat ini sang raja masih ada di dalam ruang kerjanya dan menerima surat tersebut beberapa saat yang lalu.


"Siapa yang mengirim surat ini?." tanya Raja Azvago pada seorang prajurit yang mengantarkan surat tersebut ke ruang kerja Raja Azvago.


"Seorang pengantar surat yang berasal dari wilayah Duke Zidan Marques." ucap prajurit itu dengan menundukkan kepalanya.


"Duke Zidan Marques menulis surat untuk saya? sungguh hal yang sangat langka." ucap Raja Azvago. Ia tau bahwa posisi Duke di Kediaman Marques di pegang oleh seorang pria yang sangat dingin dan juga keras kepala. Duke Zidan Marques sangat jarang datang ke Kerajaan Meztano meski sang raja mengundangnya secara langsung.


"Sepertinya surat itu dari salah satu anak anda karna ada sampel Kerajaan Meztano." ucap sang prajurit yang sempat melihat sampel surat itu.


"Baiklah kau bisa pergi sekarang." ucap Raja Azvago.

__ADS_1


Setelah sang prajurit pergi dari ruang kerjanya, Raja Azvago membuka surat yang berada di tangannya itu. Hal pertama yang diketahui oleh sang raja setelah membuka surat itu adalah surat tersebut ditulis langsung oleh putri tercintanya.


"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Azvago. Saya Putri Amerilya menulis surat ini dengan kemauan saya sendiri tanpa paksaan siapapun." ucap Raja Azvago yang sedang membaca bagian awal dari surat yang dikirim oleh Putri Amerilya.


"Saya ingin memberitahukan bahwa saat ini saya dan yang lain sedang berada di Kediaman Duke Marques. Saat dalam perjalanan pulang menuju Kerajaan Meztano, saya dan yang lain di serang oleh bandit hutan saat melintasi wilayah terluar milik Duke Zidan Marques. Karna kondisi para prajurit dan Kesatria Black Night yang tak memungkinkan untuk melawan semua bandit hutan itu, akhirnya saya menghidupkan kembang api tanda darurat yang berada di dalam kereta kuda. Untunglah pasukan Duke Marques segera datang membantu kami dan menawarkan kami semua untuk tinggal di sana sementara waktu, ayah tenang saja karna kami semua baik baik saja di sini." ucap Raja Azvago yang masih membaca surat yang dikirim oleh putri kecilnya. Raja Azvago tak menyangka para bandit hutan yang tinggal di wilayah terluar Duke Zidan Marques berani menyerang rombongan Kerajaan Meztano.


"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada ayah, setelah surat ini sampai pada anda tolong jemput kami semua di Kediaman Duke Zidan Marques. Saya curiga sikap bebas dari para bandit itu ada kaitannya dengan salah seorang keluarga Duke Zidan Marques, mungkin saja semua ini sudah direncanakan oleh seseorang. Ayah cepatlah datang karna saya sangat ketakutan di sini, saya melihat tatapan penuh kebencian yang Tuan Duke Zidan Marques berikan pada saya. Meskipun tempat kami tinggal saat ini bukanlah tempat teraman untuk putrimu ini, saya akan tetap menunggu hingga ayah datang." ucap Raja Azvago yang membaca bagian akhir dari surat milik Putri Amerilya.


Raja Azvago sangat marah, ia menggerakkan giginya dan meremas surat yang ada di tangannya itu. Duke Zidan Marques memiliki hubungan yang sangat baik dengan Putri Haru, dan kabar mengenai Putri Haru yang sedang dalam pengasingan karna berusaha membunuh Putri Amerilya pasti sudah terdengar ke telinga pria itu.


"Jika sesuatu terjadi pada putriku, akan ku bakar seluruh wilayah Keluarga Marques dengan tanganku sendiri." ucap Raja Azvago, dengan segera ia keluar dari ruang kerja untuk menemui anggota Kesatria White Rose yang sedang beristirahat di ruangan mereka.


Tok tok tok.


Suara pintu kamar khusus Kesatria White Rose yang diketuk oleh Raja Azvago. Beberapa detik setelahnya terdengar suara orang yang membukakan pintu, orang itu Kesatria Richal yang sangat dekat dengan Putri Amerilya.


"Ada apa Yang Mulia Raja Azvago datang ketempat kami malam malam begini?." tanya Kesatria Richal dengan tatapan bingung. Apakah ada pasukan musuh yang menyerang Kerjaan Meztano secara tiba tiba?.


"Persiapkan semua anggota Kesatria White Rose, kita akan pergi ke Kediaman Duke Marques." ucap Raja Azvago dengan tatapan tajam, tak banyak waktu yang mereka miliki.


"Mengapa tiba tiba kita pergi kesana?." tanya Kesatria Richal yang belum mengerti tentang kekhawatiran Raja Azvago.


Tanpa menjelaskan apapun Raja Azvago memberikan surat yang dikirim langsung oleh Putri Amerilya, dengan cepat Kesatria Richal membaca surat itu. Seketika ekspresi Kesatria berubah menjadi cemas, ia langsung masuk kembali kedalam ruangan itu dan membangunkan semua anggota Kesatria White Rose yang sedang tidur.


"Kalian cepatlah bersiap siap, Putri Amerilya dalam masalah besar. Jangan sampai kita terlambat menyelamatkan nyawa sang putri." triak Kesatria Richal dengan keras. Seketika seluruh anggota Kesatria White Rose bangun dan mengambil seragam serta pedang mereka, setelah selesai mereka langsung menemui Raja Azvago yang sedang menunggu di depan Istana Kerajaan Meztano.


Hai semua author up lagi nih novel yang ini. Gimana kabat kalian? semoga kalian sehat selalu ya guys. Jangan lupa dukungannya dengan cara follow author, vote ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like setiap chapternya, komen juga, rate bintang lima, share ke temen temen kalian.

__ADS_1


__ADS_2