PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Siapa Yang Akan Menemani Amerilya Malam Ini?


__ADS_3

Raja Ruzel masuk ke dalam istana utama dalam keadaan basah kuyup, ia menjadi pusat perhatian para prajurit dan pelayan yang masih berkeliaran di sekitar istana utama. Para pelayan dan prajurit itu penasaran dengan apa yang terjadi pada Raja Ruzel, mengapa ia terlihat seperti seseorang yang baru saja berendam di dalam kolam saat malam hari.


"Sialan lihat saja pembalasan dari saya nanti. Berani beraninya Putri Amerilya dan pelayan rendahan itu mengerjai saya hingga seperti ini." gerutu Raja Ruzel dengan ekspresi marah.


Saat dalam perjalanan menuju kamar tamu yang ia tempati, Raja Ruzel berpapasan dengan Yang Mulia Raja Azvago saat baru saja keluar dari ruang kerjanya. Raja Azvago tertawa pelan, pemandangan yang ada di hadapannya itu sangatlah lucu hingga ia tidak bisa berhenti tertawa. Raja Ruzel menatap ke arah rivalnya itu dengan tatapan kesal.


"Apakah ada yang lucu hingga Raja Azvago tertawa seperti itu. Keadaan saya saat ini bukanlah sesuatu yang patut Anda tertawakan." protes Raja Ruzel.


"Apa yang telah Anda lakukan malam malam seperti ini hingga tubuh Anda basah kuyup Raja Ruzel?. Jangan bilang bahwa Anda jatuh dan masuk ke dalam kolam yang ada di halaman depan." tanya Raja Azvago, ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Raja Ruzel hingga kondisi begitu menyedihkan.


"Itu bukan urusan Anda." ketus Raja Ruzel yang langsung pergi meninggalkan Raja Azvago yang masih menertawakannya.


"Lihat saja nanti, saya akan membuat Anda tidak pernah tertawa lagi untuk selama lamanya." batin Raja Ruzel dengan tatapan penuh dendam. Ia masuk ke dalam sebuah ruang tamu kemudian menutupnya pintu ruang itu dengan sedikit membantingnya.


Raja Azvago yang sudah puas tertawa langsung melanjutkan perjalanan menuju kamar utama, ia ingin mandi dan berganti baju sebelum pergi ke istana putri untuk melihat kondisi Putra Amerilya saat ini. Kemungkinan besar sang raja akan menginap di istana putri untuk menemani Putri Amerilya.


Di tempat yang berbeda tepatnya istana putri, Lilian masuk ke dalam kamar Putri Amerilya dengan membawakan satu nampan penuh berisi makanan yang diinginkan oleh sang putri. Putri Amerilya melihat beberapa piring makanan itu dengan binar mata yang sangat cerah, dengan segera ia mengambil satu piring nasi goreng kemudian memakannya dengan lahap. Pangeran Mixo tersenyum tipis, ia merasa lega karna saat ini adik perempuannya sudah baik baik saja namun ia masih sedikit resah tentang siapa yang akan menemani adiknya malam ini. Pangeran Mixo harus segera kembali ke ruang kerjanya karna beberapa berkas penting yang pengerjaannya tidak bisa ia tunda. Mungkin nanti sang pangeran akan meminta Ratu Zivaya ataupun Ibu Suri Sinya untuk menemani Putri Amerilya malam ini.


"Makanlah secara perlahan Tuan Putri, tidak ada yang ingin merebutnya dari Anda." ucap Lilian sembari mengisap bekas makanan yang menempel di ujung bibir hingga pipi Putri Amerilya.


"Amerilya sangat lapar." jawab sang putri kecil dengan mulut yang penuh makanan.


"Baiklah saya tidak akan memprotes lagi bagaimana cara Anda makan, yang terpenting Tuan Putri tetap menjaga etika ketika dalam jamuan besar." ucap Lilian.


"Apakah malam ini ayah mengadakan jamuan makan malam untuk penutupan pesta ulangtahun Amerilya?." tanya sang putri kecil dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"Tidak, Yang Mulia Raja Azvago menunda jamuan makan malam yang seharusnya diadakan malam ini menjadi esok hari." jawab Lilian. Meskipun ia tidak biasa masuk ke dalam istana utama namun Lilian memiliki beberapa teman pelayan yang bekerja di tempat itu.


"Umm baiklah, besok Amerilya akan datang dalam pesta jamuan makan malam untuk menikmati berbagai macam makanan lezat." ucap Putri Amerilya penuh dengan semangat.


"Saat berada di istana utama Anda harus berhati-hati pada Raja Ruzel dan anggota Keluarga Kerajaan Belgize yang lain. Saya khawatir mereka merencanakan sesuatu untuk Anda." pesan Lilian pada Tuan Putri kecilnya itu.


"Baiklah saya akan berhati hati saat pesta jamuan makan malam yang akan diadakan besok. Ah iya selama jamuan berlangsung tolong awasi kondisi di sekitar area istana." ucap Putri Amerilya dengan pelan agar Pangeran Mixo tidak mendengar apa yang sedang ia rencanakan.


"Siap laksanakan, tanpa Anda minta kami semua akan mengawasi pesta jamuan makan malam itu." jawab Lilian.


Setalah kurang lebih delapan dua puluh menit akhirnya Tuan Putri Amerilya telah menghabiskan semua makanan yang ia minta. Lilian pamit untuk kembali ke dapur dan mencuci semua piring kotor bekas sang putri makan, sebelum Lilian pergi Putri Amerilya sempat mengucapkan terimakasih pada pelayan setianya itu.


"Apa kau sudah merasa kenyang adikku?." tanya Pangeran Mixo.


"Humm, perut Amerilya hampir meledak karena diisi oleh banyak makanan. Ah iya apakah Pangeran Mixo akan menginap di sini malam ini?." tanya Putri Amerilya dengan memiringkan sedikit kepalanya sembari menatap ke arah Pangeran Mixo dengan tatapan polos.


"Baiklah kalau begitu, Amerilya tidak akan memaksa kakak untuk menginap di sini." ucap Putri Amerilya.


Setelah pembicaraan singkat itu tiba tiba suasana di dalam kamar Putri Amerilya berubah menjadi hening, tidak ada pembicaraan diantara kakak beradik itu. Sepertinya Putri Amerilya mengharapkan agar salah satu anggota keluarganya menemaninya tidur malam ini, namun sepertinya mereka semua sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing. Meskipun saat ini Putri Amerilya masih berusia tiga tahun akan tetapi ia tidak boleh egois dan memaksakan kehendaknya itu pada orang lain.


Di sisi lain Pangeran Mixo menyadari perubahan raut wajah adik perempuannya itu, Putri Amerilya yang tadinya menunjukkan raut wajah senang tiba tiba berubah menjadi sedih setelah mendapatkan jawaban yang tak sesuai dengan keinginannya itu.


Tok tok tok....


Suara pintu kamar Putri Amerilya yang diketuk dari luar oleh seseorang. Dengan segera Putri Amerilya turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu itu. Saat ini sang putri sedang bertatap tatapan dengan Yang Mulia Raja Azvago..

__ADS_1


"Ayah? apa yang sedang ayah lakukan di sini." tanya Putri Amerilya dengan wajah kebingungan.


"Tentu saja untuk mengunjungi mu, apa kau sudah makan malam? jika belum ayah akan mengajakmu berjalan jalan keluar sembari mencari makan." ucap Yang Mulia Raja Azvago.


"Tidak baik membawa anak di bawah tuju tahun keluar saat malam malam seperti ini apalagi Putri Amerilya baru saja pulih ayah. Jangan membuat ibu marah dengan ide konyol ayah itu." tegur Pangeran Mixo pada ayahnya itu.


"Baiklah ayah minta maaf." jawab Raja Azvago yang langsung mengurungkan niatnya untuk mengajak Putri Amerilya berjalan jalan di luar sembari menikmati udara malam.


"Amerilya baru saja selesai makan, jadi tidak bisa makan apapun lagi untuk malam ini. Apakah ayah datang hanya untuk mengunjungi Amerilya?." tanya putri kecil itu.


"Ayah juga berencana untuk menginap malam ini. Bukankah malam ini tidak ada siapapun yang menemani mu putriku?. Ratu Zivaya sedang sibuk membahas kerjasama baru dengan Kerajaan Monzxo, Ibu Suri Sinya sedang sibuk membuat beberapa surat untuk dikirimkan pada teman temannya, Pangeran Mixo memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tunda, sedangkan Pangeran Luxe akan melakukan interogasi kedua pada beberapa kelompok yang sempat ingin menyerang Istana Kerajaan Meztano saat pesta ulang tahun mu. Diantara mereka semua hanya ayah yang memiliki waktu luang." ucap Raja Azvago yang sedang menjelaskan pada putri kecilnya itu dengan panjang lebar.


"Wah ayah akan tidur di sini? benarkah itu?!" tanya Putri Amerilya untuk memastikan bahwa Raja Azvago tidak sedang berbohong padanya.


"Apa kau tidak percaya pada ayah mu ini?." tanya Raja Azvago sembari menaikkan sebelah alisnya.


"Terkadang ayah memang tidak bisa dipercaya." jawab Putri Amerilya dengan jujur. Seketika Pangeran Mixo langsung tertawa setelah mendengar jawaban dari adik perempuannya itu.


Raja Azvago hanya bisa memasang wajah masam setelah mendapatkan jawaban dari putri kesayangannya itu. Apa yang dikatakan oleh Putri Amerilya memang benar adanya, terkadang Raja Azvago juga merasa bahwa dirinya tidak bisa dipercaya.


"Amerilya hanya bercanda, mengapa ayah terlihat sangat sedih seperti itu." ucap sang putri dengan wajah cemberut.


"Ayah baik baik saja putriku, tidak perlu memikirkan bagaimana perasaan ayah saat ini." jawab Yang Mulia Raja Azvago dengan senyuman lebar meski ia merasa sedikit sedih.


"Maaf karna Amerilya mengatakan sesuatu yang melukai hati ayah. Untuk kedepannya Amerilya akan lebih berhati hati lagi ketika sedang berbicara." ucap Putri Amerilya.

__ADS_1


"Astaga ayah baik baik saja putriku, tidak perlu merasa bersalah seperti itu." jawab Raja Azvago sembari masuk ke dalam kamar putrinya itu.


Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2