PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Siapa Korbannya?


__ADS_3

Mendengar ucapan dari Pangeran Luxe membuat ibu dari kedua pangeran itu terkejut, mengapa mereka tidak mengetahui kabar tersebut? mungkinkah sang suami memang sengaja menutup nutupi hal itu?. Pandangan Ratu Luncia dan Selir Yui langsung tertuju pada Raja Ruzel, keduanya ingin meminta penjelasan mengenai insiden hilangnya putra mereka.


"Bukannya saya tidak ingin memberitahu hal ini pada kalian berdua namun sangat aneh jika anak laki-laki sebesar mereka bisa hilang begitu saja, saya telah meminta prajurit Kerajaan Belgize yang datang bersama kita untuk mencari keberadaan kedua pangeran hingga ketemu." jelas Raja Ruzel pada kedua istrinya agar tidak terjadi kesalahpahaman diantar mereka.


"Kemana putra saya pergi? Anda pasti memintanya untuk melakukan sesuatu kan?." tanya Ratu Luncia dengan tatapan penuh selidik.


" Saya benar benar tidak tau kemana kedua pangeran itu pergi karna mereka sudah hilang sejak pagi tadi. Tidak ada kesaksian apapun dari para prajurit Kerajaan Meztano yang berjaga di gerbang utama." ucap Raja Ruzel yang kembali berbohong untuk melindungi dirinya.


"Seharusnya Anda memberitahukan hal ini pada kami, jika sesuatu terjadi pada mereka berdua siapa yang akan bertanggungjawab." bentak Ratu Luncia sembari menatap penuh kemarahan ke arah Raja Ruzel.


"Seharusnya ada seseorang yang melihat ke arah mana kedua pangeran itu pergi, apakah hilangnya mereka berdua ada campur tangan dari orang dalam?." ucap Putri Arbel sembari menunjukkan ekspresi khawatir. Ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kedua kakak laki laki yang sangat ia sayangi.


Ratu Luncia dan Selir Yui saling berpandangan satu sama lain, mereka mulai curiga bahwa hilangnya putra mereka adalah ulah dari anggota Keluarga Kerajaan Meztano yang ingin membalas dendam. Akan tetapi sulit untuk menunjuk langsung siapa pelakunya karna tidak ada barang bukti apapun. Tatapan Selir Yui tiba tiba terarah pada Putri Amerilya yang sedang berjalan sendirian untuk mengambil beberapa potong kue, entah apa yang dipikirkannya saat itu Selir Yui langsung berjalan ke arah sang putri kecil dan menggendongnya.


"Lepaskan saya, apa yang ingin Anda lakukan!!." triak Putri Amerilya, wajahnya menunjukkan ekspresi takut jikalau Selir Yui melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya.


"Diamlah Tuan Putri Amerilya, saya tidak akan menyakiti Anda jika para anggota Keluarga Kerajaan Meztano mau menjawab dengan jujur pertanyaan dari saya." ucap Selir Yui dengan senyuman mengerikan.


"Ayah ibu, Tolong Amerilya!." jerit sang putri yang membuat kedua orangtuanya terkejut.


Raja Azvago menoleh ke arah Selir Yui yang sedang menggendong putri kecilnya sembari menodongkan sebuah pisau ke arah leher sang putri, di sisi lain Ratu Zivaya yang membelakangi Selir Yui masih memperhatikan apa yang ingin wanita itu lakukan pada putri kesayangannya.


"Letakkan pisau itu Selir Yui, apa yang ingin Anda lakukan pada putri saya. Jangan bertindak sembarangan karna ini bukan wilayah Kerajaan Belgize." tegur Yang Mulia Raja Azvago pada sang selir.


"Putri Amerilya akan baik baik saja jika kalian semua menjawab jujur pertanyaan dari saya. Dimana kalian menyembunyikan Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf?." tanya Selir Yui sembari mendekatkan pisau yang ia pegang pada leher Putri Amerilya.


"Saya tidak mengetahui apapun mengenai hilangnya dua pangeran dari Kerajaan Belgize, bahkan saya baru mendengar berita itu dari Anda." jawab Raja Azvago. Sorot matanya mengisyaratkan bahwa ia


berkata jujur.


Meskipun Raja Azvago sudah menjawab pertanyaan dengan jujur, namun sang selir belum puas dengan jawaban tersebut. Pasti diantara anggota Keluarga Kerajaan Meztano ada yang terlibat dengan kasus hilangnya kedua pangeran, Selir Yui menatap ke seluruh sudut ruang makan utama dan matanya bertemu dengan mata Ibu Suri Sinya.


"Apa Ibu Suri Sinya yang telah menculik putra saya dan Ratu Luncia!." teriak Selir Yui dari tempatnya berdiri saat itu.

__ADS_1


"Saya memiliki banyak pekerjaan sejak pagi tadi, dan untuk apa saya menculik mereka berdua. Coba tanyakan sekali lagi pada Raja Ruzel, seharusnya dialah yang paling tau kemana kedua putranya itu pergi." jawab Ibu Suri Sinya dengan santai, ia yakin cucunya itu akan baik baik saja dan tidak terluka.


Di saat Selir Yui lengah, Putri Amerilya mengigit lengan sang selir hingga berdarah. Karna merasakan kesakitan pada lengannya Selir Yui tanpa sadar menurunkan Putri Amerilya dari gendongannya itu dan menjatuhkan pisau yang sedang ia pegang.


"Ck dasar putri tidak tau diri!." umpat Selir Yui sembari menatap tajam pada Putri Amerilya.


"Tidak baik menyandra anak kecil seperti saya." ucap Putri Amerilya sembari berlari ke arah sang ibu yang saat itu berada tepat di belakang Selir Yui.


"Tolong jaga istri Anda Yang Mulia Raja Ruzel, kami bisa mengambil tindakan tegas atas perbuatannya barusan. Menyandar salah seorang anggota Keluarga Kerajaan Meztano adalah sebuah kejahatan besar." ucap Ratu Zivaya dengan tegas kilauan cahaya berwarna biru keluar dari kedua mata sang ratu.


Raja Ruzel menelan ludahnya dengan susah payan, rencana yang ia buat benar benar gagal total dan sekarang ia sedang diancam oleh Kerajaan Meztano atas sikap selirnya itu. Dengan segera Raja Ruzel menarik lengan Selir Yui yang saat itu sedang terluka, sang selir hanya bisa meringis kesakitan.


"Jangan melakukan tindakan gegabah seperti itu, apa kau ingin mengakhiri hidupmu di tempat ini!." bisik Raja Ruzel pada telinga selirnya itu.


"Maafkan saya Yang Mulia Raja, saya sangat khawatir mengenai kondisi Pangeran Argaf saat ini." jawab Selir Yui sembari menundukkan kepalanya.


"Kami akan mengerahkan prajurit untuk mencari keberadaan Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf, untuk kali ini tolong jangan menolak bantuan yang ingin kami berikan pada kalian." tegas Pangeran Mixo.


"Menolak? siapa yang menolaknya?." tanya Ratu Luncia dengan tatapan bingung.


Ratu Luncia kembali menatap ke arah suaminya dengan tatapan curiga, kali ini ia benar-benar yakin bahwa suaminya lah yang menyebabkan hilangnya kedua pangeran. Ratu Luncia menarik Raja Ruzel untuk pergi ke sudut ruang makan yang tidak terlalu ramai orang kemudian sang ratu mulai mengajukan beberapa pertanyaan.


"Dimana Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf saat ini, saya yakin Anda tau kemana mereka berdua pergi?." tanya Ratu Luncia dengan aura membunuh yang mulai meluap dari dalam tubuhnya.


"Saya meminta mereka untuk mencari markas pembunuh bayaran yang ada di Kerajaan Meztano dan menyewa beberapa pembunuh bayaran itu." jawab Raja Ruzel dengan suara pelan agar tak didengar oleh orang lain.


Ekspresi wajah Ratu Luncia langsung berubah drastis, kali ini ia benar benar marah pada Raja Ruzel karna talah memberikan tugas yang sangat berbahaya pada putranya. Ratu Luncia sangat ingin memukuli suaminya hingga babak belur namun ia tak mungkin melakukan hal tersebut dihadapan banyak orang seperti ini.


"Cari Pangeran Nanzo hingga ketemu, jika sesuatu terjadi padanya jangan harap Anda masih bisa menikmati hidup seperti hari hari biasanya." ancam Ratu Luncia dengan sangat serius.


"Dimana saya harus mencari mereka berdua? wilayah Kerajaan Meztano sangatlah luas. Sulit bagi saya untuk menemukan kedua pangeran dalam waktu singkat." jawab Raja Ruzel, ia benar benar tidak bisa melakukan apapun dengan benar.


"Siapa yang memberikan Anda ide konyol ini? bukankah saya sudah memperingatkan agar tidak membuat keributan apapun saat berada di istana ini. Apa Anda tidak sadar kitalah yang akan dimangsa oleh mereka." bentak Ratu Luncia.

__ADS_1


"Putri.... Putri Arbel yang merencanakan semua ini. Saya dan kedua pangeran hanya melakukan sesuai dengan instruksinya." jawab Raja Ruzel dengan terbata bata.


Ada alasan mengapa Raja Ruzel sangat takut pada Ratu Luncia apalagi ketika ia sedang marah. Sebenarnya anak dari Raja terdahulu yang memimpin Kerajaan Belgize adalah Ratu Luncia sedangkan Raja Ruzel hanyalah seorang pemuda beruntung yang bisa menikah dengan sang ratu kemudian menjadi seorang raja. Raja Ruzel bisa menikah dengan Selir Yui karna saat itu ia tidak sengaja menghamili seorang pelayan cantik dari istana utama, akhirnya mau tidak mau Ratu Luncia harus menyetujui pernikahan itu.


Di saat saat yang menegangkan seperti itu tiba tiba beberapa anggota Kesatria White Rose masuk ke dalam ruang makan dengan kondisi cukup kacau, mereka sampai kesulitan untuk bernafas.


"Yang Mulia Raja, kami mendapatkan laporan dari para penduduk yang tinggal di sekitar aliran sungai utama. Mereka melihat dua mayat pemuda yang sedang terapung di atas sungai!." ucap Kesatria Albern dengan suara kencang hingga mengejutkan semua orang.


"Untuk semua para tamu undangan, silahkan untuk melanjutkan pesta makan malam ini. Saya dan Pangeran Mixo akan pergi ke tempat kejadian untuk memastikan identitas kedua mayat tersebut." ucap Raja Azvago.


Raja Azvago dan Pangeran Mixo bergegas pergi dari ruang makan utama bersama dengan anggota Kesatria White Rose dan di sisi lain Ratu Luncia terdiam membeku mendengar laporan dari para kesatria itu. Di dalam pikiran Ratu Luncia ia sangat khawatir jika kedua mayat itu adalah Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf.


"Saya akan pergi untuk memastikan sendiri apakah salah satu diantara kedua mayat itu adalah putra saya." ucap Ratu Luncia yang hendak pergi akan tetapi tangannya di tahan oleh Raja Ruzel.


"Sebaiknya kita tetap berada di sini dan menunggu informasi lebih lanjut dari Raja Azvago dan Pangeran Mixo." ucap Raja Ruzel.


"Anda masih bisa setenang ini setelah kedua anak laki-laki Anda menghilang Yang Mulia Raja Ruzel?!. Turunlah dari tahta kerajaan jika sifat Anda menjijikkan seperti ini!." bentak Ratu Luncia dengan kemarahan yang meluap-luap. Ia menepis tangan Raja Ruzel yang sedang menahannya kemudian bergegas pergi menyusul rombongan Raja Azvago sebelum mereka terlalu jauh.


Raja Ruzel terlihat benar-benar kalut, ia tidak tau harus melakukan apa jika kedua mayat itu adalah Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf. Mungkin saja perkataan sang ratu untuk menurunkannya dari tahta Kerajaan Belgize akan menjadi sebuah kenyataan karna Ratu Luncia tidak pernah bercanda dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya.


Putri Arbel mendekat ke arah sang ayah kemudian menepuk punggung ayahnya pelan. Sang putri berusaha menenangkan ayahnya itu dan ia mencoba untuk memikirkan jalan keluar.


"Belum tentu kedua mayat itu adalah Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf, bagaimanapun juga mereka memiliki kemampuan yang baik untuk melindungi diri." ucap Putri Arbel.


"Ayah hanya khawatir dengan kemarahan ibumu, kau pasti mengerti semengerikan apa ketika ibumu itu sedang marah." jawab Raja Ruzel sembari menghela nafas pasrah.


Putri Amerilya dan Ratu Zivaya menatap ke arah Raja Ruzel dengan senyuman puas, akhirnya mereka bisa memecah antara sang raja dengan Ratu Luncia. Dengan begini Raja Ruzel tidak akan berbuat macan macam pada Kerajaan Meztano karna ia harus mempertimbangkan kembali banyak kemungkinan yang akan terjadi.


"Amerilya ingin sepotong kue ceri." ucap Putri Amerilya pada Ratu Zivaya.


"Baiklah ibu akan mengambilkannya untukmu." jawab Ratu Zivaya yang terus menggendong putrinya.


Semua tamu undangan kembali menikmati pesta jamuan makan malam, mereka tidak ingin ambil pusing mengenai kemalangan yang menimpa anggota Keluarga Kerajaan Belgize karna hal itu terjadi murni kesalahan mereka sendiri.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2