PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Bantuan Dari Kesatria White Rose


__ADS_3

Putri Amerilya berjalan keluar dari istana putri kemudian pergi menuju markas Kesatria White Rose, dalam perjalanan menuju markas Putri Amerilya mendengar suara beberapa orang namun saat menoleh kebelakang ia tak melihat siapapun. Karna tak ingin dibuat pusing oleh banyak h akhirnya Putri Amerilya melanjutkan perjalanan menuju markas Kesatria White Rose, setelah berjalan cukup lama putri kecil itu sampai ke tempat yang ia tuju. Putri Amerilya melihat Kesatria Lauret sedang berjaga di depan markas, beberapa anggota Kesatria White Rose yang lain sedang sibuk berlatih di halaman belakang markas mereka.


"Selamat siang Kesatria Lauret." sapa Putri Amerilya dengan senyuman lebar. Kesatria Lauret menunduk ke bawah dan melihat ke arah Putri Amerilya, sejak kapan putri itu datang? mengapa ia tak mendengar suara langkah kaki ataupun semacamnya?.


"Selamat siang Tuan Putri Amerilya, Anda datang untuk mencari Tuan Richal?." tanya Kesatria Lauret yang sedang menebak Putri Amerilya sedang mencari siapa hingga jauh jauh datang ke markas mereka.


"Bisakah Tuan Kesatria Lauret memanggilkan beberapa anggota Kesatria White Rose dan juga Tuan Richal? ada hal penting yang ingin saya bahas dengan kalian, kali ini saya membutuhkan bantuan kalian untuk menyelesaikan sebuah tugas." jawab Putri Amerilya dengan tatapan serius, masalah kali ini harus diselesaikan dengan rapi agar tak menimbulkan kekacauan besar.


Melihat wajah serius dari Putri Amerilya membuat perasaan Kesatria Lauret menjadi cemas, putri kecil itu tak pernah bermain main dengan apa yang ia katakan karna itulah semua orang mempercayai perkataan serta ekspresi yang ia tunjukkan. Kira kira masalah apa yang sedang dialami oleh Putri Amerilya hingga ia membutuhkan bantuan dari anggota Kesatria White Rose?. Kesatria Lauret mempersilahkan Putri Amerilya untuk masuk ke dalam markas dan menunggu di sebuah ruangan khusus, setelah Putri Amerilya berada di tempat yang aman Kesatria Lauret langsung pergi menemui ketua mereka yaitu Kesatria Richal.


Tok tok tok.


Pintu ruangan khusus ketua yang diketuk oleh Kesatria Lauret, setelah menunggu beberapa saat Kesatria Richal membukakan pintu dan menatap ke salah satu anggotanya itu dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ada apa? mengapa wajah mu terlihat sangat serius?." tanya Kesatria Richal.


"Putri Amerilya sedang menunggu di ruangan depan, dia meminta bantuan pada kelompok kita untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialami. Dari ekspresi sang putri sepertinya masalah ini sangat serius, sebaiknya kita membawa anggota terbaik untuk membantunya." jelas Kesatria Lauret dengan tenang pada Kesatria Richal.


"Mari kita pergi untuk menemui Putri Amerilya terlebih dahulu, kita harus mendengar permasalahan yang dialami oleh sang putri kemudian memutuskan siapa saja yang akan diajak dalam misi kali ini." ucap Kesatria Richal yang keluar dari ruangannya dan langsung menutup pintu ruangan itu dengan rapat.


Kesatria Richal dan Kesatria Lauret pergi menuju ruang depan untuk menemui Putri Amerilya, saat ini sang putri sedang menunggu dengan sabar kedatangan anggota Kesatria White Rose. Pintu ruangan itu terbuka kemudian muncul Kesatria Richal dan Kesatria Lauret yang langsung duduk di hadapan Putri Amerilya. Sang putri tersenyum lebar karna Kesatria Richal datang sendiri bersama Kesatria Lauret tanpa mengajak anggota yang lain sama seperti prediksi Putri Amerilya.


"Masalah apa yang sedang Tuan Putri Amerilya hadapi hingga memerlukan bantuan dari kami?." tanya Kesatria Richal dengan tatapan serius, ia siap mendengarkan permasalahan yang sedang dialami oleh sang putri.


"Beberapa prajurit dari Kediaman Marques Montiqu berhasil menyusup ke wilayah Kerajaan Meztano. Mereka sedang bersembunyi di bangunan toko terbengkalai yang ada di dekat pasar, di dalam toko itu terdapat puluhan ton bubuk peledak. Saya dan yang lain sudah membicarakan hal ini, sepertinya Kediaman Marques Montiqu ada hubungannya dengan pemberontakan yang dilakukan oleh Keluarga Duke Marques. Awalnya saya tak memiliki solusi yang tepat untuk masalah ini namun sekarang saya sudah memilik sebuah cara untuk mengatasi mereka semua. Apakah anggota Kesatria White Rose berkenan untuk membantu saya dalam misi kali ini?." ucap Putri Amerilya yang menjelaskan sedikit masalah yang ia alami namun kata katanya sangat mudah dipahami oleh Kesatria Richal dan Kesatria Lauret.


"Masalah ini cukup rumit karena melibatkan salah satu keluarga bangsawan dari kerajaan lain, kita tak bisa bergerak bebas untuk melakukan penyelidikan pada mereka." ucap Kesatria Richal sembari menghela nafas panjang. Tadinya ia berfikir bahwa masalah mengenai pemberontakan yang dilakukan Keluarga Duke Marques telah selesai namun muncul masalah masalah baru yang lebih merepotkan lagi.


"Jadi bantuan apa yang Tuan Putri Amerilya butuhkan? kami siap untuk membantu Anda menyelesaikan masalah ini." ucap Kesatria Lauret dengan semangat antusias tinggi, meskipun Putri Amerilya masih sangat kecil namun ia sangat ahli dalam mengatur strategi.

__ADS_1


"Saat ini saya sudah memiliki sebuah cincin ruang yang saya dapatkan dari seseorang, kalian hanya perlu menjauhkan para prajurit Kediaman Keluarga Marques Montiqu itu dari area bangunan toko terbengkalai. Setelah situasi aman saya akan masuk ke dalam dan memasukkan semua bubuk peledak ke dalam cincin dimensi." ucap Putri Amerilya yang sedang menjelaskan rencananya yang sangat sederhana saat di dengar namun akan rumit ketika dijalankan nanti.


"Kami harus membawa mereka semua pergi?." tanya Kesatria Lauret yang sedang meminta penjelasan lebih detail.


"Jangan sampai ada satu orang yang tersisa, sebagian dari Kesatria White Rose akan memancing mereka keluar dari bangunan toko tua sedangkan yang lain akan berjaga di dalam toko dan memastikan tak ada yang kembali dan masuk ke dalam." jelas Putri Amerilya dengan lebih rinci, ia khawatir ada seorang prajurit yang kembali dan membakar bubuk peledak.


"Baiklah kami mengerti Putri Amerilya, kapan kita akan menjalankan rencana ini?." tanya Kesatria Richal yang akan menyiapkan anggota Kesatria White Rose secepatnya.


"Malam nanti kita akan melancarkan aksi, saat malam hari tak banyak penduduk yang berkeliaran di luar rumah dengan begitu para prajurit dari Kediaman Marques Montiqu tak bisa mengancam kita menggunakan para penduduk yang mereka temui di jalan. Saya percayakan pemilihan anggota Kesatria White Rose yang akan ikut dalam misi ini pada kalian, dan ingat jangan sampai ada kelompok lain yang mengetahui rencana kita ini termasuk anggota Kesatria Black Night." ucap Putri Amerilya dengan tegas, jika ada penghianat yang membaur diantara anggota Kesatria Black Night maka akan sangat berbahaya jika rencana ini sampai bocor.


"Kami mengerti Tuan Putri Amerilya." jawab Kesatria Richal dan Kesatria Lauret secara bersama.


"Saya permisi terlebih dahulu karna ada beberapa hal yang harus saya lakukan." ucap Putri Amerilya, putri kecil itu segera keluar dari ruangan tersebut.


"Sampai jumpa Tuan Putri Amerilya, jangan sampai masalah ini membuat Anda tertekan." ucap Kesatria Richal dengan suara yang cukup kencang. Dari luar markas Kesatria White Rose terlihat beberapa anggota Kesatria Black Night yang ingin datang berkunjung.


Kesatria Richal dan Kesatria Lauret yang masih berada di dalam ruangan itu saling bertatapan satu sama lain, mereka tak mengerti mengapa tiba tiba Putri Amerilya mengubah topik pembicaraan mereka. Kesatria Richal memilih untuk mengikuti alur pembicaraan yang dibuat oleh sang putri, ia yakin pasti ada sesuatu yang membuat Putri Amerilya menjadi aneh seperti itu.


"Terimakasih untuk sarannya, ah iya di luar markas ada beberapa anggota Kesatria Black Night sepertinya mereka ingin bertemu dengan Anda Tuan Kesatria Richal." ucap Putri Amerilya yang saat itu berada di ambang pintu keluar markas Kesatria White Rose.


Setelah mendengar kata kata dari Putri Amerilya akhirnya mereka mengerti mengapa putri kecil itu mengubah topik pembicaraan secara tiba tiba. Kesatria Richal dan Kesatria Lauret segera keluar dari ruangan itu untuk menemui anggota Kesatria Black Night yang sedang menunggu mereka di luar markas. Kesatria Black Nicko, Kesatria Black Rozel, dan Kesatria Black Ruz menatap ke arah Putri Amerilya yang baru saja keluar dari markas Kesatria White Rose, ketiga kesatria itu membungkukkan badan mereka di hadapan Tuan Putri Amerilya.


"Salam hormat kami pada Tuan Putri Amerilya." ucap ketiga kesatria itu secara bersamaan.


"Salam saya pada para Tuan Kesatria." jawab Putri Amerilya dengan senyum tipis. Ia menatap satu persatu ke arah ketiga anggota Kesatria Black Night untuk melihat apakah diantara mereka ada yang terlihat mencurigakan, setelah memperhatikan cukup lama Putri Amerilya tak menemukan apapun.


"Karna urusan saya di sini sudah selesai saya pamit terlebih dahulu, Tuan Richal akan segera keluar kalian tunggu saja sebentar. Sampai jumpa semuanya." ucap Putri Amerilya dengan senyuman lebar kemudian ia pergi meninggalkan halaman depan markas Kesatria White Rose.


Di tempat lain tepatnya Kediaman Keluarga Marques Montiqu, Tuan Marques Jordy Montiqu sedang melakukan pertemuan rahasia dengan beberapa prajurit yang bekerja untuk keluarganya. Dalam pertemuan kali ini mereka akan membahas tentang rencana penghancuran Istana Kerajaan Meztano saat pesta ulang tahun Putri Amerilya dimulai, Marques Jordy Montiqu mengarahkan beberapa prajurit untuk menyalakan bahan peledak setelah anggota keluarganya sudah keluar dari istana itu.

__ADS_1


"Bagaimana jika ada beberapa anggota keluarga Anda yang kesulitan untuk mencari alasan keluar dari Istana Kerajaan Meztano? saya tak yakin pihak kerajaan tak akan menaruh rasa curiga pada Anda dan yang lain." ucap salah seorang prajurit yang kurang setuju dengan rencana yang dibuat oleh tuannya itu.


"Jika yang tertinggal adalan Tuan Muda Egil Montiqu ataupun istri saya maka kalian harus menunggunya namun jika itu Anye Montiqu kalian bisa meledakkannya bersama dengan semua orang yang masih berada di dalam Istana Kerajaan Meztano." ucap Tuan Marques Jordy Montiqu dengan senyuman licik, baginya seorang anak perempuan seperti Anye Montiqu tak memiliki nilai apapun karna anak perempuan hanya akan menikah dan tinggal di rumah suaminya saja.


"Anda akan menguasai beberapa wilayah kerajaan sekaligus jika rencana ini berhasil, Anda memang sangat luar biasa Tuan Marques Jordy Montiqu." ucap beberapa prajurit yang memuji kelicikan dari tuan mereka.


"Semua akan terasa sangat mudah jika kita memiliki mata mata setia yang tak akan pernah dibayangkan oleh Raja Azvago." ucap Tuan Marques Jordy Montiqu, rencananya kali ini tak mungkin gagal. Akan banyak orang yang datang ke pesta ulang tahun anak perempuan dari Yang Mulia Raja Azvago.


Setelah menyusun rencananya dengan sangat matang Marques Jordy Montiqu meminta semua prajurit untuk bergegas pergi menuju wilayah Kerajaan Meztano menggunakan jalan pintas yang telah dibuat sedangkan sang Marques akan kembali berkumpul dengan keluarganya untuk mencari hadiah ulang tahun terakhir yang cocok untuk Tuan Putri Amerilya. Tanpa Marques Jordy Montiqu sadari ada seseorang dengan pakaian serba hitam yang sedang memantau kondisi di sekitar rumahnya, orang itu juga mendengar semua rencana yang ia buat.


"Tuan Putri Amerilya tak boleh celaka, saya harus segera menyampaikan hal ini pada Nyonya." ucap sosok berpakaian serba hitam itu yang langsung menghilang dari atas atap rumah Keluarga Marques Montiqu.


Saat suasana sedang menegang Putri Amerilya malah pergi menemui Ratu Zivaya untuk meminta beberapa koin emas yang dapat ia gunakan untuk membeli gaun baru, awalnya Ratu Zivaya dan Ibu Suri Sinya berfikir rencana mereka untuk membeli gaun akan dibatalkan karena suasana di luar Istana Kerajaan Meztano sangat tegang dan tak aman untuk mereka keluar. Saat ini Ratu Zivaya sedang memberi penjelasan pada Putri Amerilya bahwa pergi keluar bukankah pilihan yang tepat, akan lebih baik jika pihak Kerajaan Meztano mengundang pemilik toko gaun untuk membawakan koleksi mereka ke istana.


"Jika ibu melakukan hal itu maka pihak musuh akan merasa curiga bahwa keberadaan mereka telah diketahui oleh pihak Kerajaan Meztano, jika keamanan di sekitar bangunan toko terbengkalai itu diperketat maka kita tak akan bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan semua orang yang ada di pesta ulang tahun nanti." ucap Putri Amerilya yang memberi penjelasan pada Ratu Zivaya mengapa ia bersikeras untuk pergi ke toko gaun sesuai dengan rencana mereka semula.


"Bagaimana jika tiba tiba ada penyergapan saat kita sedang memilih gaun di dalam toko?." ucap Ratu Zivaya yang tak ingin mengambil resiko. Keselamatan Putri Amerilya lebih penting daripada apapun.


"Mereka tak akan berani melakukan hal itu untuk saat ini, mereka hanya akan melakukan pergerakan saat pesta ulang tahun berlangsung besok malam." jelas Putri Amerilya pada sang ibu dengan tatapan kesal.


"Baiklah jika kau berfikir demikian putriku, mari kita pergi keluar untuk membeli gaun baru." ucap Ratu Zivaya, sang ratu menarik tangan putri kecilnya itu dengan pelan kemudian mereka berdua keluar dari ruang kerja sang ratu.


"Bagaimana dengan nenek? apakah ia tak akan ikut dengan kita?." tanya Putri Amerilya dengan tatapan bingung, bukankah seharusnya mereka pergi bertiga ke toko gaun itu?.


"Ibu suri saat ini sedang menyambut beberapa tamu dari kerajaan lain yang telah tiba, mereka akan menginap di sini hingga pesta ulang tahunmu selesai nanti." ucap Ratu Zivaya dengan senyuman manis, seharusnya ia ikut dengan Ibu Suri Sinya untuk menyambut para tamu namun sang ratu terlalu malas untuk melakukan hal merepotkan seperti itu.


"Baiklah mari kita membeli baju dengan warna yang sama, kita akan terlihat seperti pasangan anak dan ibu yang sangat serasi." ucap Ratu Zivaya dengan semangat, ia tak sabar merayakan pesta ulang tahun putrinya itu. Ratu Zivaya juga sangat yakin sebelum pesta ulang tahun dimulai, masalah mengenai puluhan ton bubuk peledak sudah terselesaikan.


Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.

__ADS_1


__ADS_2