PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Hancurnya Marques Jordy Montiqu


__ADS_3

Saat ini Putri Amerilya dan Yang Mulia Raja Azvago sedang menikmati sarapan bersama, mereka tidak terlalu memikirkan rencana Keluarga Kerajaan Belgize yang ingin menculik Putri Amerilya.


"Apa ayah tidak akan kembali ke istana utama untuk melanjutkan pekerjaan?." tanya Putri Amerilya sembari menyuapkan sepotong roti ke dalam mulutnya.


"Sepertinya hari ini ayah tidak akan bekerja, semua orang sedang sibuk dan tidak ada yang menjaga mu nanti." jawab Raja Azvago. Ia merasa enggan meninggalkan putri kecilnya itu sendirian di dalam istana putri hanya dengan para pelayannya saja.


"Ada Lilian dan yang lain, mereka semua bisa menjaga Amerilya dengan baik." ucap Putri Amerilya, ia tidak ingin mengganggu pekerjaan ayahnya.


Dengan cepat Raja Azvago menggelengkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia tidak ingin meninggalkan istana putri. Putri Amerilya hanya menghela nafas panjang, ia tidak bisa mengusir sang ayah dengan paksa karna bagaimanapun ayahnya seorang raja. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya mereka berdua selesai sarapan, Raja Azvago mengajak Putri Amerilya pergi ke istana utama karna ia belum mandi dan perlu membersihkan diri terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatannya bersama sang putri.


Amerilya dan Raja Azvago berjalan ke istana utama dengan langkah santai, belum juga sampai di depan pintu masuk istana itu tiba tiba ada seorang prajurit yang berlari ke arah Raja Azvago untuk melaporkan sesuatu.


"Tolong berhenti sebentar Yang Mulia Raja, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada Anda." triak salah seorang prajurit penjaga gerbang dari kejauhan. Ia berlari secepat mungkin ke arah Yang Mulia Raja Azvago, untunglah sang raja dan Putri Amerilya mendengar suara teriakan itu dan langsung berhenti.


"Hah...hah. Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Azvago dan Putri Amerilya. Saya ingin melaporkan bahwa saat ini Tuan Marques Jordy Montiqu sedang mengamuk di gerbang luar. Ia terus mengumpat dan memanggil nama Yang Mulia Raja." ucap prajurit itu dengan nafas tersengal sengal.


"Terimakasih untuk informasinya, saya akan pergi untuk melihat situasi di sana." jawab Raja Azvago.


Raja Azvago membatalkan niatnya untuk pergi ke istana utama, ia mempercepat langkah menuju gerbang luar bersama Putri Amerilya yang berjalan di belakang sang raja. Setelah keduanya sampai beberapa prajurit langsung membukakan gerbang dan mempersilahkan sang raja untuk mengatasi masalah kali ini.


"Keluar Yang Mulia Raja Azvago, dimana Anda menyembunyikan Keluarga saya!!." triak Tuan Marques Jordy Montiqu dengan histeris memanggil sang raja.


"Sialan, dimana istri setra kedua anak saya berada!!." umpat Tuan Marques Jordy Montiqu.


Terlihat Raja Azvago dan putri kecilnya keluar dari dalam Istana Kerajaan Meztano, mereka menatap ke arah Marques Montiqu dengan tatapan bingung. Bukankah keluarga mereka telah melarikan diri sebelum pesta ulang tahun berakhir? lalu mengapa sang Marques menanyakan keberadaan anggota keluarganya pada sang raja.


"Bedebah kau!!." triak Tuan Marques Jordy Montiqu sembari menodongkan sebuah pedang pada leher Raja Azvago.


Trang.....


Suara sebuah pedang yang menangkis aksi sang Marques. Ternyata Putri Amerilya dengan sigap menarik pedang seorang prajurit yang berada di dekatnya kemudian menangkis todongan pedang Marques Jordy Montiqu terhadap sang ayah. Putri Amerilya menatap tajam ke arah pria gila yang ada di hadapannya itu, dia berani menuduh seorang raja tanpa adanya barang bukti. Apakah Marques Jordy Montiqu sudah bisa bosan hidup?.


"Jangan menuduh sembarangan tanpa adanya barang bukti, kami bisa berbuat hal yang lebih kejam pada Keluarga Marques Montiqu jika kami menginginkan hal itu." tegur Putri Amerilya.


"Diamlah, ini semua karna dirimu. Andai saja kau tak lahir di dunia ini maka semuanya tidak akan menjadi kacau." bentak Marques Jordy Montiqu pada Putri Amerilya.

__ADS_1


Plak....


Sebuah tamparan dengan kekuatan penuh dilayangkan oleh Yang Mulia Raja Azvago pada sang Marques yang telah menghina putri kesayangannya. Tidak ada yang salah dengan kelahiran Putri Amerilya, semua yang terjadi pada Keluarga Marques Montiqu adalah ulah mereka sendiri.


"Jangan pernah menghina putri saya. Anda sendiri yang tidak bisa menjaga keluarga Anda dengan baik, lalu mengapa kesalahan dilimpahkan pada kami?. Berkacalah sebelum mengkritik orang lain." ucap Yang Mulia Raja Azvago dengan tatapan tajam. Putri Amerilya bisa merasakan kemarahan besar yang meluap dari tubuh ayahnya itu, sepertinya kali ini Marques Jordy Montiqu tidak bisa kembali dalam kondisi selamat ataupun utuh.


"Pembawa sial tetaplah pembawa sial. Karna putri Anda itu Keluarga Duke Marques yang ada di wilayah Kerajaan Meztano di lenyapnya dan saya kehilangan adik kesayangan saya. Selain itu banyak tragedi buruk yang menimpa anggota keluarga bangsawan lain semenjak putri pembawa sial itu lahir." ucap Tuan Marques Jordy Montiqu yang tidak berhenti menghina Putri Amerilya meskipun sudah diberi peringatan.


"Saya pembawa sial?." tanya Putri Amerilya dengan tatapan bingung serta wajah polos.


"Ya!! kau adalah pembawa sial untuk kamu semua." triak Tuan Marques Jordy Montiqu.


"Emm maksud Anda saya terlalu pintar hingga mengetahui semua rencana licik yang ingin kalian lakukan. Jadi Tuan Marques Montiqu merasa tidak terima kalah dengan seorang anak perempuan berusia tiga tahun? ya jika dipikir pikir lagi itu cukup memalukan." ucap Putri Amerilya sembari tersenyum lebar.


"Argh sialan kau, jika saya tidak bisa menemukan anggota keluarga saya yang lain setidaknya pembawa sial seperti mu harus mati agar tidak ada korban lagi." ucap Marques Jordy Montiqu. Ia ingin menyerang Putri Amerilya menggunakan pedang yang ia bawa dengan cepat sang putri menghindari serangan itu.


Raja Azvago benar benar kehabisan kesabaran, aura kehitaman mulai keluar dari tubuhnya. Mata sang raja juga berubah menjadi hitam pekat, tiba tiba saja pandangan Tuan Marques Jordy Montiqu seperti sedang di tarik untuk menatap langsung mata hitam milik sang raja.


"Tidak jangan!!!!." triak Putri Arbel yang baru saja melintas di halaman depan Istana Kerajaan Meztano, ia berusaha untuk menghentikan aksi Raja Azvago dan Putri Amerilya yang ingin membunuh Tuan Marques Jordy Montiqu.


Sepertinya teriakan Putri Arbel tidak di hiraukan oleh Yang Mulia Raja Azvago, kini mata Marques Jordy Montiqu bertatapan langsung dengan mata hitam sang raja. Tiba tiba saja tubuh sang Marques menjadi kaku dan bagian bawah tubuhnya mulai berubah warna menjadi hitam.


"Tutup mata Anda Tuan Marques jangan menatapnya lagi!." triak Putri Arbel yang berusaha untuk memberikan arahan.


"Saya tidak bisa melakukan itu Tuan Putri Arbel, tubuh saya berada di luar kendali. Sepertinya ini adalah akhir dari hidup saya, dan jika saya mati hari ini tolong temukan dimana anggota keluarga saya yang lain." jawab Tuan Marques Jordy Montiqu dengan pasrah.


Lama kelamaan seluruh tubuh Marques Jordy Montiqu berubah warna menjadi hitam dan kaku. Yang Mulia Raja Azvago tersenyum melihat maha karyanya itu, setelah sang Marques dilenyapkan maka tidak ada lagi orang yang menyebut putri kesayangannya sebagai pembawa sial.


Duar.......


Suara ledakan tubuh Marques Jordy Montiqu saat Raja Azvago menggenggam tangannya dengan erat. Putri Arbel langsung memejamkan matanya, ia tidak bisa melihat pembunuhan sekejam itu pada salah seorang rekan kerja sang ayah.


Putri Arbel dengan segera membalikkan badan dan ingin melapor pada Raja Ruzel mengenai kejadian yang baru saja ia lihat. Belum sempat Putri Arbel pergi dari halaman depan Istana Kerajaan Meztano tiba tiba ada sebuah pedang yang ditodongkan ke arahnya, orang yang menodongkan pedang tersebut adalah Tuan Putri Amerilya.


"Kemana Anda akan pergi? apakah Anda ingin melaporkan kejadian ini pada Raja Ruzel?." tanya Putri Amerilya dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


"Bagaimanapun juga Tuan Marques Jordy Montiqu adalah penduduk Kerajaan Belgize yang memiliki status tinggi. Dia mendapat jaminan perlindungan dari kerajaan namun kalian malah membunuhnya tanpa alasan yang jelas." ucap Putri Arbel dengan tatapan penuh kemarahan. Jika ini bukan wilayah Kerajaan Meztano ia pasti sudah membunuh putri kecil menyebalkan itu.


"Tanpa alasan? Anda fikir kami sekumpulan orang bodoh yang tidak mengetahui apapun. Kami bahkan memiliki banyak barang bukti jika ingin melakukan tuntutan ke pihak perlindungan benua tengah, apakah Anda siap melihat Kerajaan Belgize di bumi hanguskan?." tanya Putri Amerilya dengan senyuman licik.


Putri Arbel tidak dapat mengatakan apapun, sepetinya Putri Amerilya tidak bermain main dengan perkataannya itu. Jika sampai sang putri melapor pada organisasi keamanan benua tengah dengan semua barang bukti yang ia miliki maka hancur sudah reputasi Kerajaan Belgize yang sudah di bangun selama puluhan tahun.


"Lalu apa yang Anda inginkan sebagai uang tutup mulut?." tanya Putri Arbel tanpa basa basi.


"Mendekat lah karna saya ingin membisikkan sesuatu pada Anda." ucap Putra Amerilya sembari menurunkan pedangnya.


Dengan sedikit keraguan Putri Arbel mendekat ke arah Putri Amerilya, setelah itu ia berjongkok agar sang putri kecil lebih mudah membisikkan sesuatu padanya.


"Lupakan semua yang Anda lihat, anggap saja insiden pembunuhan Tuan Marques Jordy Montiqu tidak pernah terjadi." bisik Putri Amerilya ke telinga Putri Arbel. Ini bukanlah sebuah bisikan biasa karna tiba tiba Putri Arbel merasa pusing dan pingsan.


Putri Amerilya memanggil beberapa prajurit untuk mengangkat tubuh Putri Arbel dan mengantarnya kembali ke istana putri. Amerilya juga berpesan pada para prajurit itu jika ada yang bertanya apa yang terjadi pada Putri Arbel katakan saya bahwa ia kelelahan akibat berlarian ke sana kemari. Jika ada seseorang yang tidak percaya dengan penjelas itu maka abaikan saja.


Setelah mendengar dengan baik arahan dari Tuan Putri Amerilya kini para prajurit itu mulai mengangkat tubuh Putri Arbel dan di bawa menuju istana putri.


Prok prok prok...


Suara tepuk tangan dari Yang Mulia Raja Azvago atas penyelesaian masalah yang sangat rapi oleh putri kecilnya itu. Raja Azvago sempat berfikir mungkin ketika Putri Amerilya sudah dewasa ataupun menginjak usia remaja, ia akan jauh lebih menyeramkan dari dirinya ataupun sang istri.


"Mari pergi ke istana utama, karna keributan tadi ayah belum sempat mandi dan hari hampir siang." ucap Raja Azvago dengan sedikit menggerutu.


"Pantas saja badan ayah sangat bau." gurau Putri Amerilya sembari menutup hidungnya.


"Meskipun ayah tidak mandi selama satu minggu tubuh ayah akan tetap harum, mungkin hidung mu yang bermasalah putriku." bela Raja Azvago.


"Sebaiknya ayah segera mandi jika tidak Amerilya akan pingsan karena terus menerus mencium bau dari tubuh ayah." ucap Putri Amerilya yang semakin bersemangat mengerjai sang ayah.


Setelah mengatakan hal itu Putri Amerilya tertawa riang kemudian dia berlari menuju istana utama, sedangkan Raja Azvago berlari mengejar putrinya yang bertingkah menyebalkan itu.


"Awas saja jika kau sampai tertangkap putriku!." triak Raja Azvago dengan suara tawa bahagia sembari mengejar Putri Amerilya ke arah istana utama.


Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2