
Di sisi lain saat ini wilayah Kerajaan Belgize sedang digemparkan oleh serbuan dari pasukan Kerajaan Meztano yang tiba tiba menyerang mereka. Para prajurit Kerajaan Belgize kebingungan saat ingin mengambil tindakan atas serangan itu karna saat ini Raja ataupun Ratu mereka tidak sedang berada di tempat. Beberapa jenderal tingkat tinggi terpaksa mengambil keputusan, mereka mengerahkan seluruh pasukan terbaik yang dimiliki oleh Kerajaan Belgize untuk menyerang balik dan mempertahankan wilayah.
Trang.... Trang...trang
Suara dentingan pedang menggema dimana mana, para penduduk yang tinggal di dekat perbatasan terpaksa mengungsi untuk keselamatan mereka.
Serangan dari pihak Kerajaan Meztano sangatlah mendadak, mereka tidak mengirim surat pernyataan perang atau apapun. Satu jam sebelum peperangan antar kedua kerajaan pecah, Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe yang memimpin pasukan dari Kerajaan Meztano sempat ingin masuk secara pribadi ke dalam wilayah Kerajaan Belgize, namun sangat disayangkan mereka digadang oleh prajurit penjaga wilayah perbatasan dengan alasan saat ini wilayah Kerajaan Belgize tidak menerima tamu asing.
Pangeran Mixo mencoba untuk berdiskusi secara baik baik dengan prajurit perbatasan tersebut namun yang ia dapatkan malah sebuah hinaan, bahkan salah seorang prajurit meludahi alas kaki sang pangeran. Karna merasa terhina akhirnya Pangeran Mixo memerintahkan pada pasukannya untuk menyerang dan dalam sekejap situasi berubah drastis.
"Hentikan peperangan ini, untuk apa pihak Kerajaan Meztano menyerang kami tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Ini tindakan yang tidak benar." ucap salah seorang Jenderal tingkat tinggi yang sedang berhadapan dengan Pangeran Luxe.
"Apa yang tidak benar? berhenti menganggap bahwa diri kalian itu orang orang baik yang taat atas aturan dan menghargai kerjasama antar kerajaan yang telah terjalin. Pada kenyataannya kalian semua tidak lebih dari penghianat ras manusia karna telah mendukung dan menyembah Pangeran Lich." jawab Pangeran Luxe sembari menunjukkan tatapan tajam.
"Saya tidak mengerti apa yang sedang Pangeran Luxe katakan. Sejak kapan anggota Keluarga Kerajaan Belgize menjadi pengikut Pangeran Iblis? mereka bahkan tidak pernah melakukan ritual semacam itu." bela sang Jenderal tingkat tinggi pada Keluarga Kerajaan Belgize.
"Terserah Anda mau percaya ataukah tidak, pada kenyataannya itulah yang terjadi. Kami semua datang untuk memenuhi keinginan Putri Amerilya untuk memusnahkan wilayah yang masih menyembah Pangeran Iblis." tegas Pangeran Luxe, ia mulai mempertajam serangannya pada sang jenderal dengan menambahkan elemen api pada pedang yang sedang digunakan.
Di sisi lain saat ini Pangeran Mixo sedang bertarung dengan dua orang Jenderal tingkat tinggi sekaligus. Karna pemimpin wilayah mereka sedang tidak ada di tempat, para jenderal pun memutuskan untuk turun bersamaan dalam peperangan kali ini. Ada sekitar seratus jenderal yang dimiliki oleh Kerajaan Belgize, meskipun begitu kemampuan mereka semua tidak bisa dibandingkan dengan anggota Kesatria White Rose.
"Setelah Yang Mulia Raja Ruzel kembali kami akan melakukan serangan balik pada Kerajaan Meztano. Kalian pasti akan mendapatkan kehancuran yang lebih besar dari yang kami alami saat ini." ucap jenderal pertama yang sedang bertarung dengan Pangeran Mixo.
"Ya kalian bisa melakukan serangan balasan jika Raja Ruzel kembali, namun bagaimana jika tidak?" tanya Pangeran Mixo yang membuat kedua jenderal itu merasa bingung.
__ADS_1
"Apa maksud perkataan Anda!! jangan bilang pihak Kerajaan Meztano melakukan sesuatu pada Raja Ruzel dan keluarganya!." bentak jenderal kedua dengan amarah meluap luap.
"Jika mereka bisa merencanakan hal buruk pada Tuan Putri Amerilya, mengapa kami tidak boleh melakukan hal yang sama?. Sepertinya anggota Keluarga Kerajaan Belgize lupa dimana mereka tinggal saat ini, mereka telah bertindak terlalu jauh dan tentu kami tidak akan tinggal diam." jawab Pangeran Mixo sembari tersenyum lebar.
Kedua jenderal itu saling bertatapan satu sama lain, mereka berdua langsung menyerang Pangeran Mixo secara bersamaan dengan harapan bisa melukai sang pangeran dengan cukup parah. Sangat disayangkan saat dua pedang itu mendekat Pangeran Mixo melompat dengan tinggi dan mendarat tepat di atas kedua pedang itu.
Bugh.... bugh..
Suara tendangan yang kencang, saat masih berpijak di atas kedua pedang itu Pangeran Mixo melayangkan beberapa tendangan pada kedua jenderal yang ada di depannya. Kedua jenderal itu terpental beberapa meter kebelakang dan menabrak prajurit lain yang sedang bertarung.
"Ugh sialan. Ternyata Pangeran Mixo sangatlah licik." gerutu jenderal pertama.
"Licik? Anda bilang cara yang baru saja saya lakukan itu licik?. Di dalam medan perang kita harus berusaha mempertahankan diri agar tetap hidup dan kembali dengan selamat." jawab Pangeran Mixo tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Untunglah para tabib dan alkemis sedang berada di luar ruang kesehatan, mereka tidak menentang permintaan Lilian saat ingin memandikan Tuan Putri Amerilya.
"Apa ada yang membawanya baju ganti untuk sang putri?." tanya Lilian sembari menatap ke arah kedua rekannya yang lain.
"Tadi malam saya kembali ke istana putri saat kalian sedang tidur, saya membawakan beberapa baju ganti untuk Tuan Putri Amerilya." jawab Juylin sembari menyodorkan sebuah gaun panjang dengan warna coklat keemasan.
"Kerja bagus, saya akan memakaikan baju pada sang putri dan kalian berdua sisir rambutnya." perintah Lilian dengan tegas.
Ketiga pelayan istana putri itu sedang sibuk mendandani Putri Amerilya agar terlihat bersih dan cantik. Meskipun saat ini kesadaran sang putri belum kembali, untunglah suhu tubuhnya sudah normal seperti biasanya.
__ADS_1
"Semalam saat saya kembali ke Istana Putri tak ada seorangpun pelayan yang tersisa di sana. Para prajurit yang berjaga di depan pintu masuk juga tidak melihat mereka keluar dari dalam istana." lapor Juylin pada Lilian sembari menyisir rambut Putri Amerilya.
"Mereka menghilang ataukah pergi?." tanya Amena dengan wajah polosnya.
"Mereka pasti pergi ke wilayah Kerajaan Belgize dengan target utama membunuh anggota Keluarga Kerajaan Belgize yang masih tersisa. Saya sangat tidak menduga bahwa Putri Bilgiz yang selama ini hanya diam dan terlihat seperti anak perempuan yang baik, ternyata ia sangatlah licik." ucap Lilian sembari menggelengkan kepalanya.
"Lagipula untuk apa para iblis kembali mengganggu manusia, bangsa iblis benar benar tidak bisa dipercaya." ucap Juylin sembari menajamkan pandangannya.
Setelah sepuluh menit berlalu akhirnya ketiga pelayan itu telah selesai memandikan, menggantikan baju, setra menata rambut Tuan Putri Amerilya. Lilian mempersilahkan para tabib dan alkemis untuk masuk ke dalam ruang perawatan untuk melakukan pemeriksaan pada kondisi Putri Amerilya saat ini.
"Kira kira kapan Tuan Putri akan bangun?" tanya Lilian pada seorang tabib yang sedang memeriksa denyut nadi Putri Amerilya.
"Paling lama sekitar satu minggu, jika Tuan Putri belum juga sadar maka kami akan mengambil tindakan." jawab sang tabib.
"Saya dengar kalian bertiga ikut terjebak di dalam kamar Tuan Putri Amerilya disaat penyerangan dari iblis itu berlangsung, apakah itu benar?." tanya seorang alkemis yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi.
"Ya kami ada di sana setelah mendengar suara gaduh dari dalam kamar Tuan Putri Amerilya. Kami sangat terkejut melihat kehadiran sesosok iblis wanita yang menyerupai Putri Haru." jawab Amena.
"Ah ternyata begitu. Sudahlah yang terpenting kalian semua baik baik saja. Untuk hari ini Yang Mulia Ratu Zivaya berpesan pada kalian untuk menjaga Tuan Putri selama dua puluh empat jam karna sang ratu memiliki banyak pekerjaan." ucap salah seorang tabib, dia menyampaikan pesan dari Ratu Zivaya untuk ketiga pelayan itu.
"Hari ini anggota Keluarga Kerajaan Monzxo akan kembali ke wilayah mereka, wajar jika Yang Mulia Ratu disibukkan dengan hal itu. Tenang saja karna tanpa dimintapun kami selalu menjaga Tuan Putri Amerilya." jawab Lilian dan Juylin secara bersamaan.
Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1