PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Waktu Cepat Berlalu


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, suasana Kerajaan Meztano sangat suram karena hingga saat ini Putri Amerilya masih belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan segera bangun dan pulih dari koma. Segala cara telah dilakukan oleh Yang Mulia Raja Azvago dan Ratu Zivaya namun masih belum membuahkan hasil.


Banyak tabib dan alkemis yang keduanya datangkan dari benua lain, namun tak satupun dari mereka yang berhasil membuat obat atau penawar racun yang masih tersisa di dalam rubuh Putri Amerilya.


"Satu bulan berlalu dengan sangat cepat dan Anda tak kunjung bangun Tuan Putri. Kami semua merindukan keceriaan Anda terlebih lagi Yang Mulia Raja dan Ratu." gumam Lilian sembari menggenggam erat tangan Putri Amerilya yang terasa sangat dingin.


"Tidakkah Tuan Putri merindukan kami juga?" ucap Juylin yang terlihat lebih kurus selama satu bulan terakhir.


Kesepuluh pelayan Tuan Putri Amerilya mengalami kondisi yang hampir sama, mereka semua jarang makan bahkan tidur saja tidak selelap dulu.


"Saat ini Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe sedang mengurus wilayah Kerajaan Belgize, mereka berdua pergi karna tidak sanggup melihat kondisi Tuan Putri yang semakin lama semakin memburuk." ucap Lilian dengan air mata yang membasahi wajahnya.


Di tempat lain tepatnya alam bawah sadar sang putri, saat ini Putri Amerilya sedang berbaring di hamparan rumput yang sangat luas. Ia menatap ke arah langit biru sembari tersenyum lebar. Sang putri tidak tau tempat macam apa yang sedang ia tinggali saat ini.


Putri Amerilya pernah berjalan menyusuri tempat tersebut untuk menemukan jalan pulang, akan tetapi hamparan rumput hijau yang dia lihat tidak memiliki ujung. Karna merasa lelah setelah berjalan berhari-hari putri kecil itupun memilih untuk beristirahat dan menunggu seseorang datang untuk menjemputnya.


"Mengapa ayah dan ibu tak kunjung datang, apakah mereka berdua tidak menyadari bahwa saya tidak ada di istana?." gumam Putri Amerilya yang masih menatap ke arah langit.


Hawa dingin dan tiupan angin yang berhembus di wajah sang putri membuat rasa kantuk menghampirinya. Perlahan-lahan Putri Amerilya mulai memejamkan mata dan hendak terlelap dalam mimpi indah, namun secara tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang memintanya untuk bangun.


"Bangunlah cucuku, kau tak seharusnya berada di tempat ini. Banyak orang yang sedang menunggu kepulangan mu." ucap suara seorang laki-laki yang membuat Putri Amerilya segera membuka matanya dengan lebar.

__ADS_1


Mata sang putri kecil terpaku pada sosok pria tua yang sedang tersenyum hangat kearahnya, wajah pria tua itu tampak tidak asing. Setelah mencoba untuk mengingat ingat, akhirnya Putri Amerilya tau siapa pria tua itu.


"Kakek? mengapa Anda ada di tempat ini. Bukankah Anda sudah meninggal dunia puluhan tahun yang lalu?" tanya Putri Amerilya dengan raut wajah kebingungan.


"Bangunlah cucuku, tidak seharusnya kau berada di tempat ini. Banyak orang yang mencintai mu dan menunggu kau bangun." ucap sosok kakek sang putri.


"Jadi tempat yang saya tinggali selama beberapa hari terakhir bukanlah dunia tempat tinggal manusia?. Lantas bagaimana cara saya kembali?." tanya Putri Amerilya dengan wajah panik.


"Bangunlah cucuku, bangun." ucap pria tua itu sembari mengulang kata-kata yang sama beberapa kali.


Tiba-tiba saja jiwa milik Putri Amerilya kembali masuk ke dalam tubuhnya. Sang putri yang merasa terkejut langsung duduk kemudian menatap kesekitar. Lilian dan Juylin sampai terjungkal saking terkejutnya saat Putri Amerilya mendadak sadar dan bangun dari komanya.


"Dimana Amerilya sekarang?. Mengapa Lilian dan Juylin terlihat sangat kurus?." tanya sang putri seperti orang linglung.


Lilian mencoba untuk berdiri, setelah berhasil ia bergegas untuk menggenggam telapak tangan Putri Amerilya. Suhu tubuh sang putri telah kembali seperti manusia normal pada umumnya. Dengan perasaan senang bercampur lega Lilian memeluk tubuh Putri Amerilya dengan erat.


"Terimakasih sudah berusaha untuk pulih Tuan Putri, terimakasih banyak karna Anda telah kembali ke sisi kami." ucap Lilin yang kembali menangis dalam posisi memeluk sang putri.


"Apa yang telah terjadi setelah pertarungan sengit itu? apakah saya kalah dari sang iblis wanita?." tanya Putri Amerilya yang tak mengingat apapun setelah dia pingsan.


"Anda sudah terbaring di ruang perawatan selama satu bulan. Semua anggota keluarga kerajaan berusaha mencari tabib dan alkemis dari berbagai belahan benua namun tak satupun diantara mereka yang berhasil membuat Anda bangun." jelas Lilian secara singkat.

__ADS_1


Putri Amerilya terdiam, saat ini sang putri sedang berusaha untuk mencerna apa yang pelayan setianya itu katakan. Jadi watu yang Putri Amerilya habiskan di padang rumput selama tiga sampai lima hari sama dengan satu bulan di dunia manusia?. Ini adalah kejadian aneh yang pertama kali Putri Amerilya alami.


"Umm saya sangat lapar." gumam Putri Amerilya dengan suara yang sangat pelan namun masih bisa di dengar oleh Lilian dan Juylin.


"Tunggulah di sini sebentar Tuan Putri, kami akan memanggilkan tabib istana untuk memeriksa bagaimana kondisi Anda. Setelah itu dinyatakan pulih kami akan memasak semua makanan kesukaan Anda." jawab Juylin.


Putri Amerilya dengan segera menganggukkan kepalanya, setelah itu Lilian dan Juylin pergi meninggalkan ruang perawatan. Lilian pergi untuk mengabari Yang Mulia Raja Azvago dan Ratu Zivaya bahwa saat ini putri mereka sudah bangun dari tidur panjangnya, sedangkan Juylin pergi untuk memanggil seorang tabib.


Lilian berlari secepat yang ia bisa menunju ruang kerja sang raja. Tingkah anehnya itu tentu menyita perhatian dari para prajurit dan pelayan yang bertugas di istana utama. Beberapa pelayan sampai menegur Lilian agar ia menurunkan kecepatan larinya, namun tak satupun teguran yang direspon oleh wanita itu.


Tok tok tok


Suara pintu ruang kerja Yang Mulia Raja Azvago yang diketuk oleh Lilian dengan kencang. Cukup lama Lilian menunggu tak ada respon apapun dari dalam ruangan itu.


"Anda sedang mencari Yang Mulia Raja?." tanya Kesatria Richal yang tak sengaja lewat disekitar area ruang kerja sang raja.


"Dimana Yang Mulia Raja saat ini?. Ada kabar penting yang ingin saya sampaikan padanya." ucap Lilian dengan nafas tersengal sengal.


"Yang Mulia Raja sedang bersama dengan Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe yang baru saja kembali dari wilayah Kerajaan Belgize. Tenangkan diri Anda terlebih dahulu, jangan membuat orang lain menjadi panik." tegur Kesatria Richal. Ia khawatir sesuatu yang buruk sedang menimpa sang putri yang masih terbaring lemas di ruang perawatan.


"Tolong antarkan saya untuk bertemu Yang Mulia Raja sekarang juga!." ucap Lilian pada Kesatria Richal. Akhirnya mereka berdua berjalan menuju tempat sang raja dan kedua pangeran berada.

__ADS_1


Seperti apa respon yang akan ditunjukkan Yang Mulia Raja dan kedua pangeran setelah mengetahui bahwa Putri Amerilya sudah sadar dan sekarang sedang diperiksa oleh beberapa tabib istana. Ternyata usaha dan penantian semua orang selama ini tidak sia-sia, dengan sebuah keajaiban sang putri kecil bagun dari mimpi indahnya.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2