
Hari berjalan dengan cepat pagi pun datang dan Istana Kerajaan Meztano sedang sibuk mempersiapkan sidang yang akan diadakan sebentar lagi. Beberapa pelayan membawa kursi dari beberapa ruangan menuju aula utama istana kerajaan, dalam pengadilan kerajaan kali ini ada banyak orang yang akan datang untuk menyaksikan.
"Persiapannya sudah selesai?." tanya Raja Azvago pada beberapa pelayan yang melintas di sampingnya.
"Kami telah menata aula utama sesuai dengan perintah Anda, silahkan Anda lihat terlebih dahulu Yang Mulia Raja Azvago." jawab seorang pelayan dengan menundukkan kepalanya saat berhadapan dengan Raja Azvago. Pelayan itu tak berani menatap wajah sang taja karna ia akan semakin jatuh cinta pada ketampanan Raja Azvago.
"Baiklah saya akan melihatnya terlebih dahulu." ucap Raja Azvago yang langsung pergi menuju aula utama Kerajaan Meztano, saat membuka pintu aula utama Raja Azvago merasa puas dengan penataan ruangan itu.
Setelah semua persiapan dianggap selesai Raja Azvago kembali menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian, di sisi lain saat ini rombongan Keluarga Duke Marques yang baru saja sampai di pusat kota wilayah Kerajaan Meztano. Para prajurit yang menjaga gerbang masuk pusat kota menyambut kedatangan Keluarga Duke Marques dengan ramah, mereka mengarahkan rombongan itu untuk langsung pergi menuju Istana Kerajaan Meztano.
"Silahkan lurus kedepan, Yang Mulia Raja Azvago sudah menunggu kalian semua di Istana Kerajaan Meztano." ucap seorang prajurit dengan senyuman ramah.
"Baiklah, trimakasih sudah menyambut kedatangan kami dengan baik." balas Nyonya Riana Marques dengan senyuman tipis yang ia paksakan.
Rombongan Keluarga Duke Marques melanjutkan perjalannya hingga mereka sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Meztano, para penjaga gerbang membukakan jalan dengan sangat lebar agar rombongan Keluarga Duke Marques dapat masuk kedalam istana tanpa halangan. Raja Azvago dan Ratu Zivaya keluar dari istana utama menuju halaman depan untuk menyambut kedatangan tamu mereka, Nyonya Riana Marques menatap ke arah Ratu Zivaya dengan mata berkaca-kaca. Ratu Zivaya dan Nyonya Riana Marques memiliki hubungan yang cukup dekat, sebelum sang ratu menikah dengan Raja Azvago mereka berdua adalah sahabat yang akan bertemu setiap satu minggu sekali di sebuah kedai dekat Istana Kerajaan Meztano karna Ratu Zivaya berasal dari kerajaan lain.
Melihat sahabat dekatnya sedang menunjukkan ekspresi sedih membuat hati Ratu Zivaya ikut sedih, dengan segera sang ratu berjalan ke arah Nyonya Riana Marques kemudian memeluknya dengan erat. Suara isak tangis terdengar di telinga sang ratu, saat ini sahabatnya dalam kondisi yang hancur karna suami yang ia cintai berselingkuh dengan adik kandung Raja Azvago.
"Maaf karna saya tak mengetahui hal ini sebelumnya, jika saya mengetahuinya sejak awal saya akan memperingatkan anda tentang pria jahat itu." ucap Ratu Zivaya yang merasa bersalah pada Nyonya Riana Marques, sebagai seorang ratu ia gagal mendapat informasi lengkap tentang Zidan sebelum pria itu menikahi Riana Marques.
"Ini bukan kesalahan Anda Yang Mulia Ratu, saya yang memutuskan untuk menikah dengan pria itu." ucap Riana Marques dengan air mata bercucuran.
Ratu Zivaya mengajak Nyonya Riana Marques dan kedua anaknya untuk masuk kedalam istana utama, sang ratu meminta pelayan untuk menyiapkan tiga kamar agar tamu tamunya itu dapat beristirahat sejenak dan membersihkan diri mereka. Arges Marques dan Eren Marques saling bertatapan satu sama lain, mereka berdua baru mengetahui bahwa sang ibu sangat dekat dengan Ratu Zivaya.
Di sisi lain Putri Amerilya baru saja bangun dari tidur panjangnya, anak itu membuka mata perlahan kemudian mulai melihat kesekitar. Putri Amerilya bagun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, ia harus segera bersiap dan pergi menuju istana utama untuk menghadiri sidang pertama Duke Zidan Marques. Putri Amerilya juga tak sabar bertemu dengan Arges Marques untuk meminta penjelasan mengenai keterlibatan pemuda itu pada beberapa rencana jahat dari ayahnya.
__ADS_1
Tok tok tok, suara pintu kamar Putri Amerilya yang diketuk oleh seorang pelayan, Putri Amerilya yang saat itu sedang mandi tak dapat mendengar dengan baik. Karna tak kunjung mendapat jawaban akhirnya pelayan itu membuka pintu kamar sang putri walau belum mendapat izin untuk masuk.
"Tuan Putri Amerilya apakah Anda sedang mandi?." tanya sang pelayan yang kebingungan mencari Putri Amerilya.
"Amerilya sedang mandi sekarang." jawab Putri Amerilya dengan suara yang cukup kencang dari arah kamar mandi.
"Jika Anda sudah selesai mandi segeralah pergi ke ruang makan untuk sarapan, saat ini Rombongan Keluarga Duke Marques sudah sampai di Istana Kerajaan Meztano." ucap pelayan itu, ia hanya ingin menyampaikan informasi tersebut pada sang putri. Setelah utusannya dengan Putri Amerilya selesai, pelayan itu keluar dari kamar agar tak mengganggu Putri Amerilya bersiap.
Setelah selesai bersiap sang putri langsung keluar dari kamarnya, ia berjalan menuju istana utama untuk sarapan bersama Keluarga Kerajaan Meztano dan Keluarga Duke Marques. Saat sampai di depan ruang makan istana utama, seorang prajurit mengumumkan kedatangan Putri Amerilya dengan suara terkeras yang ia miliki. Pintu ruang makan terbuka dengan lebar kemudian Putri Amerilya masuk kedalam dengan langkah anggun, anak itu jauh lebih dewasa daripada usianya saat ini. Putri Amerilya memilih duduk di sebelah Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe agar ia tak perlu duduk bersebelahan dengan Anggota Keluarga Duke Marques.
"Bagaimana tidurmu tadi malam putriku?." tanya Ratu Zivaya dengan senyum bahagia saat melihat putri kecilnya itu.
"Amerilya tidur dengan nyenyak ibu." jawab Putri Amerilya dengan singkat, padat, dan jelas.
"Kau perlu banyak beristirahat agar bisa tumbuh lebih tinggi lagi." ucap Pangeran Azxo dengan tawa kecilnya.
Semua orang mulai mengambil makanan yang ingin mereka makan begitupun dengan Putri Amerilya, saat sang putri ingin mengambil sepotong ayam ia didahului oleh Arges Marques. Sang putri beranggapan bahwa pemuda itu tak sengaja melakukannya karna ingin memakan ayam itu juga, akhirnya Putri Amerilya mengambil sepotong daging namun didahului lagi oleh Arges Marques, saat putri kecil itu ingin mengambil sepotong roti Arges Marques kembali mengambilnya dengan cepat.
Keempat pangeran menyadarinya tingkah menyebalkan dari Arges Marques, mereka berempat menatap pemuda itu dengan tajam. Sikap yang ditunjukkan oleh Arges Marques sangatlah tidak sopan, sampai Pangeran Mixo ingin memukulnya.
"Jangan mengacau saat berada di ruang makan." tegur Pangeran Luxe dengan tatapan tajam.
"Saya hanya ingin mengambil apa yang ingin saya makan dan kebetulan itu sama dengan Putri Amerilya." elak Arges Marques yang tak ingin disalahkan oleh para pangeran itu.
"Sudahlah jangan bertengkar di meja makan, ambilah makanan lain putriku." ucap Ratu Zivaya dengan senyuman hangat.
__ADS_1
Putri Amerilya menganggukkan kepala dan ingin mengambil semangkuk puding ceri dan lagi lagi Arges Marques bertingkah menyebalkan. Semua orang benar benar kesal dengan tingkah pemuda itu, kali ini sudah jelas bahwa apa yang ia lakukan bukanlah ketidaksengajaan.
"Cukup putraku, jangan bersikap seperti itu. Saat ini kita adalah tamu di Kerajaan Meztano." ucap Nyonya Riana Marques dengan canggung, mungkin saat ini selera makan Putri Amerilya sudah hilang karna sikap dari putranya itu.
"Saya hanya menginginkannya ibu." jawab Arges Marques dengan tenang seperti ia tak melakukan kesalahan apapun.
"Nyonya Riana tak perlu risau, saya bisa memaklumi sifat kekanak-kanakan dari putra Anda. Saya menyarankan agar Tuan Muda Arges Marques mendapatkan pendidikan etika yang lebih ketat lagi, atau mungkin ada bisa mengirimnya ke akademi." jawab Putri Amerilya dengan tenang, anak perempuan itu mengambil potongan ayam yang lain lalu memakannya dengan lahap.
"Terimakasih karna Tuan Putri Amerilya sudah memaklumi sifat putra saya, saya akan mempertimbangkan saran dari Anda." ucap Nyonya Riana Marques, ia tau putri kecil itu sedang menyindir etika buruk dari Arges Marques.
Setelah selesai memakan sepotong ayam dan minum susu hangat Putri Amerilya pamit untuk keluar dari ruang makan istana utama terlebih dahulu, sang putri mengatakan bahwa ia ingin mencari udara seger sebelum persidangan dimulai nanti. Setelah Putri Amerilya pergi tiba tiba keempat pangeran juga ikut keluar dari ruang makan itu, Raja Azvago hanya diam karna tau anak anaknya sedang merasa kesal.
"Maaf karna ulah putra saya semuanya menjadi kacau." ucap Nyonya Riana Marques yang meminta maaf pada Raja Azvago dan Ratu Zivaya.
"Untuk apa ibu meminta maaf? saya tak melakukan sesuatu yang salah. Mereka saja yang terlalu melebih-lebihkan." ucap Arges Marques dengan tak tau malu, Raja Azvago meremas tangannya dengan erat. Sepertinya pemuda itu memang tak cocok menjadi pewaris Keluarga Duke Marques, ia harus memilih kandidat lain.
"Anda perlu berkaca Tuan Muda Arges Marques dan sepertinya saya perlu mempertimbangkan lagi tentang siapa yang akan menjadi Duke Marques selanjutnya." ucap Raja Azvago yang ikut keluar dari ruang makan utama saat makanan yang ia ambil belum habis.
Saat ini Putri Amerilya sedang berada di dapur istana utama, anak itu memiliki selera makan yang cukup besar namun karna kehadiran Arges Marques membuatnya tak selera saat berada di ruang makan utama. Beberapa pelayan yang ada di dapur menyadari kehadiran Putri Amerilya dan langsung menghampiri anak kecil itu.
"Salam hormat kami pada Putri Amerilya, ada apa hingga Tuan Putri datang ke dapur?." tanya seorang pelayan dengan raut wajah cemas, mereka khawatir Putri Amerilya tak menyukai hidangan yang disajikan untuk sarapan pagi ini.
"Saya masih sangat lapar dan di ruang makan utama ada pemuda bernama Arges Marques yang terus mengambil makanan milik saya." ucap Putri Amerilya dengan menggembungkan pipinya, ia benar benar kesal saat ini.
Para pelayan merasa gemas dengan tingkah sang putri kecil, pelayan pelayan itu meminta Putri Amerilya untuk menunggu sebentar dan mereka akan menyiapkan makanan baru.
__ADS_1
Hai hai semua author update lagi Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu. Jangan lupa mampir di novel baru author yang judulnya Ling Huo ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.