
Setelah mandi dan berganti pakaian Putri Amerilya keluar dari kamar untuk menemui kedua pamannya yang sudah menunggu sejak tadi. Putri Amerilya duduk di sebuah kursi kecil yang disiapkan seorang pelayan khusus hanya untuknya saja, Pangeran Zingo tersenyum melihat bagaimana para pelayan di Istana Putri memperlakukan keponakannya itu.
"Apa ada sesuatu yang keponakan kecilku inginkan?." tanya Pangeran Zingo yang terus menatap Putri Amerilya dengan kagum, bagaimana bisa keponakannya itu sangat cantik padahal kakak laki lakinya itu memiliki wajah yang sangat menyebalkan.
"Amerilya ingin bertemu lagi dengan anak anam paman Zingo, Amerilya juga belum mengenal anak dari paman Lin. Akan sangat menyenangkan saat Amerilya memiliki banyak teman." ucap Putri Amerilya dengan polos, raut wajah bahagia dapat dilihat oleh kedua pamannya itu.
"Paman akan mengajak mereka semua datang kesini besok pagi." ucap Pangeran Zingo, sang pangeran melakukan hal itu agar anak anaknya bisa memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Putri Amerilya selain itu sang pangeran ingin menunjukkan sikap apa yang harus diambil oleh anggota keluarga kerajaan saat menghadapi masalah besar seperti yang terjadi pada Putri Amerilya.
"Mungkin paman akan mengajak mereka setelah persidangan selesai." ucap Pangeran Lin, ia memiliki karakter yang jauh berbeda dari kakak pertamanya. Jangan sampai kedua anaknya memiliki nasib yang sama dengan Putri Amerilya.
"Baiklah Amerilya akan menunggu waktu itu tiba." ucap Putri Amerilya dengan senyuman tipis.
Karna hari sudah mulai malam, Pangeran Zingo dan Pangeran Lin pamit untuk pulang ke Kerajaan mereka masing masing. Sekarang suasana di Istana Putri kembali sepi seperti biasanya, seorang pelayan datang membawakan makan malam untuk Putri Amerilya yang masih duduk di ruang tamu dan melihat ke arah luar jendela.
"Apa yang sedang Tuan Putri Amerilya pikirkan?" tanya pelayan itu sembari meletakkan semangkuk nasi dan beberapa lauk di dalamnya serta satu gelas susu hangat.
"Besok pengadilan Kerajaan Meztano akan dilaksanakan untuk menentukan hukuman apa yang pantas untuk Duke Zidan Marques, aku khawatir Arges Marques merencanakan sesuatu untuk membawa ayahnya kabur." ucap Putri Amerilya dengan jujur pada pelayannya itu. Sang pelayan menatap ke arah sang putri kemudian mengusap rambut Putri Amerilya pelan Kemudian mengatakan bahwa mereka semua akan menjaga Putri Amerilya saat pengadilan Kerajaan berlangsung.
"Kami semua akan menjaga Anda, jangan khawatir semua akan baik baik saja Tuan Putri." ucap pelayan itu yang langsung pamit karna ia perlu menyusun rencana bersama sembilan pelayan yang lain.
Putri Amerilya kembali ke tempat duduknya dan mulai menyantap hidangan makan malam yang disediakan oleh pelayan tadi, Putri Amerilya ingin cepat dewasa agar ia bisa menjaga dirinya sendiri tanpa merepotkan orang lain. Putri Amerilya juga menebak bahwa saat ini ia adalah kelemahan terbesar yang dimiliki oleh Raja Azvago, tak banyak orang yang mengetahui kemampuan putri kecil itu bahkan kedua orang tuanya sekalipun.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam sang putri bergegas keluar dari istananya menuju sebuah taman yang ada di dekat Istana Putri. Putri Amerilya duduk di sebuah bangku dan menatap ke arah langit, anak perempuan itu tampak memiliki banyak sekali beban dalam pikirannya.
"Anak kecil tak boleh keluar sendirian saat malam hari seperti ini." ucap Pangeran Mixo, tiba tiba saja ia muncul dan mengejutkan Putri Amerilya yang sedang menenangkan diri.
"Kapan Pangeran Mixo datang? Amerilya tak mendengar suara apapun sebelumnya." ucap Putri Amerilya dengan raut wajah bingung, seharusnya ada suara langkah kaki jika Pangeran Mixo berjalan mendekat ke arahnya.
"Kau tak akan menyadari kedatangan kakak mu yang hebat ini." jawab Pangeran Mixo yang semakin membuat Putri Amerilya kebingungan. Jika tak salah Pangeran Mixo memiliki kemampuan sihir api dan sihir penyembuh, apakah kakak laki lakinya itu berubah menjadi bola api kemudian sampai di taman ini tanpa diketahui siapapun?. Bukankah itu terlalu beresiko, bagaimana jika Pangeran Mixo membakar bunga bunga yang ada di taman secara tak sengaja?.
"Aku tak mengerti apapun yang kakak katakan." ucap Putri Amerilya dengan wajah cemberut, ia perlu penjelasan yang lebih lengkap mengenai hal itu.
Pangeran Mixo tertawa melihat wajah lucu dari adik perempuannya yang sedang merajuk itu, Pangeran Mixo hanya mengatakan bahwa ia datang wujud bola api dengan ukuran kecil agar tak membahayakan makhluk hidup di sekitar. Mendengar penjelasan dari Pangeran Mixo, Putri Amerilya hanya menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa ia faham dengan penjelasan itu.
"Lebih baik kau kembali ke Istana Putri sekarang, udara di malam hari akan membuatmu sakit." ucap Pangeran Mixo yang sedang mencemaskan kesehatan adik perempuannya itu.
"Pangeran Mixo kembali saja terlebih dahulu, Amerilya masih ingin berada di sini." ucap Putri Amerilya dengan keras kepala, sepertinya ia hanya ingin sendiri tanpa diganggu oleh siapapun.
"Sebentar lagi kau harus kembali ke Istana Putri, jangan membuat kakakmu yang tampan ini menjadi cemas." ucap Pangeran Mixo diselingi dengan candaannya yang tak lucu sama sekali.
Pangeran Mixo berjalan menuju Istana Pangeran yang jaraknya lumayan jauh dari taman itu sedangkan Putri Amerilya masih menikmati suasana malam sendirian. Putri Amerilya membuat lingkaran sihir dengan bentuk bulat sempurna yang mengelilingi tubuhnya, sihir penyembuh yang dimiliki oleh Putri Amerilya dapat membuat sebuah tempat dengan kandungan oksigen tinggi. Jika seperti ini maka Putri Amerilya tak akan jatuh sakit meskipun di luar dalam waktu yang lama.
Di sisi lain saat ini beberapa anggota Keluarga Duke Marques sedang dalam perjalanan menuju Istana Kerajaan Meztano, mereka akan menghadiri pengadilan esok pagi untuk menentukan hukuman yang tepat bagi Duke Zidan Marques. Dalam perjalanan Nyonya Riana tampak begitu tak bersemangat, wanita itu tak ingin bertemu lagi dengan sang suami yang telah mengkhianati kepercayaan serta cinta yang ia berikan selama ini.
__ADS_1
"Jika ibu merasa tak enak badan, ibu tak perlu menghadiri persidangan esok pagi." ucap Arges Marques yang sedang mengkhawatirkan kondisi ibunya, semenjak ibunya mengetahui bahwa sang ayah berselingkuh dengan Putri Haru ia jarang makan dan terus mengurung diri di dalam kamar.
"Ibu baik baik saja sayang." ucap Nyonya Riana Marques yang tak ingin membuat anak anaknya merasa khawatir. Entah ekspresi wajah apa yang akan ia tunjukkan besok saat bertatapan dengan sang suami.
"Sebaiknya ibu tidur karna malam masih panjang." ucap Eren Marques dengan tatapan sedih, pemuda itu menyadari bahwa saat ini sang ibu belum siap bertemu dengan ayah mereka.
Arges Marques menatap mata ibunya yang terlihat sangat kosong, pemuda itu sangat menyesal karena telah membantu sang ayah melakukan beberapa kejahatan. Andai saja Arges Marques mengetahui bahwa ayahnya itu telah menghianati sang ibu maka ia tak akan pernah sudi membantu.
"Tenangkan dirimu kak." ucap Eren yang melihat kemarahan di mata kakak laki lakinya itu.
Kediaman Duke Marques memiliki dua nyonya besar karna Duke Zidan Marques memang menikahi dua orang wanita dalam waktu yang hampir berdekatan, untuk saat ini nyonya kedua dari Kediaman Duke Marques sedang mengurus perceraian dengan sang duke karna sering mendapat perlakuan kasar. Selain itu nyonya kedua dari kediaman Duke Marques lebih dahulu menyadari bahwa kasih sayang yang diberikan sang duke pada kedua istrinya bukanlah sebuah kasih saya karna perasaan cinta melainkan sebuah obsesi. Nyonya kedua dari kediaman Duke Marques bernama Nyonya Xielna dan Eren adalah anak satu satunya dari wanita itu.
"Bagaimana jika ibumu mengetahui hal ini Eren." ucap Nyonya Riana Marques yang bertambah sedih, Nyonya Riana memiliki hubungan yang baik dari istri kedua suaminya itu. Pernikahan antara Duke Zidan Marques dan Nyonya Xielna terjadi karna keluarga Xielna memiliki hutang yang cukup banyak pada Duke Zidan Marques, karna tak sanggup membayar akhirnya sang duke meminta anak gadis dari keluarga itu.
"Ibu tak perlu mengetahui hal ini, kemarin aku menemukan surat cerai yang dikirim oleh ibu dan surat itu sudah ditandatangani oleh ayah. Mungkin ayah menyimpannya dan akan diberikan pada ibu saat memiliki waktu luang, karna saat ini ayah sedang ditahan oleh pihak Kerajaan Meztano maka aku sendiri yang mengirim surat cerai itu pada ibu melalui seseorang pagi tadi." ucap Eren Marques dengan tatapan datar, perceraian antara ayah dan ibu kandungnya memang tak bisa terelakkan lagi untunglah masih ada Nyonya Riana Marques yang memperlakukannya seperti anak kandung.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan." ucap Nyonya Riana Marques, karna yang berhak memutuskan hal tersebut adalah Eren Marques sebagai anak tunggal antara sang suami dengan Nyonya Xielna.
Perjalanan yang harus ditempuh oleh rombongan Keluarga Duke Marques masih panjang mungkin pagi nanti mereka baru tiba di Istana Kerajaan Meztano, di sisi lain Duke Zidan Marques yang berada di dalam penjara bawah tanah Istana Kerajaan Meztano berencana meminta bantuan pada putra pertamanya karna selama ini hanya putra pertamanya saja yang mendukung seluruh rencana yang ia buat.
"Saya harus keluar dari tempat terkutuk ini, jangan sampai Kediamannya Duke Zidan Marques jatuh ke tangan Riana." ucap Duke Zidan Marques dengan amarah yang menggebu gebu, cukup sulit baginya untuk mendapatkan posisi sebagai seorang duke.
__ADS_1
Seandainya Duke Zidan Marques tau bahwa Arges Marques sudah mengetahui rahasia hubungan gelapnya dengan Putri Haru, alasan Arges Marques selalu membantu sang ayah karna ayahnya selalu mengancam akan meninggalkan ibunya jika Arges Marques tak menuruti semua perintahnya. Arges Marques sendiri tau bagaimana dalamnya cinta sang ibu pada ayahnya itu, namun sekarang sia sia saja karna ayahnya tetap menyakiti hati ibunya.
Hai semuanya author update lagi novel yang ini, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.