PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Ini Baru Hukum Ringan


__ADS_3

Tuan Hanz Kyne ingin bersujud dihadapan Putri Amerilya dan kedua pangeran dengan segera sang putri melepas pelukan dari kedua kakak laki lakinya itu dan menodongkan pedang Red Moon miliknya pada leher Tuan Hanz Kyne. Pangeran Mixo berusaha menenangkan adik perempuannya itu, ia ingin mengambil perang merah tersebut dari tangan Putri Amerilya namun pedang itu terasa sangat berat dan tak mampu ia angkat. Pangeran Mixo menelan ludahnya dengan kasar, bagaimana pedang seberat itu bisa di bawa dan digerakkan dengan mudah oleh adik perempuannya yang masih sangat kecil.


"Pedang ini hanya bisa dipegang oleh pemiliknya saja, tak sembarangan orang yang bisa mengangkatnya." jelas Putri Amerilya pada Pangeran Mixo yang sedang menatap ke arahnya dengan tatapan heran.


"Ah ternyata begitu, pantas saja saya tak bisa mengambilnya darimu tadi." ucap Pangeran Mixo dengan senyuman polos, tadinya ia mengira kekuatan fisik yang ia miliki lebih rendah daripada adik perempuannya itu.


"Tolong ampuni saya Tuan Putri Amerilya, saya berjanji tak akan melakukan hal seperti ini lagi. Jangan cabut status bangsawan keluarga saya, bagaimanapun saya telah berusaha dengan sangat keras untuk mempertahankan status bangsawan ini." ucap Tuan Hanz Kyne yang masih bersujud di hadapan Putri Amerilya meskipun ia sangat kesal dan ingin mencabik cabik tubuh putri kecil itu.


"Mencabut status bangsawan sebuah keluarga memerlukan proses yang sangat panjang, sebaiknya adik memikirkan cara lain untuk menghukum Tuan Hanz Kyne. Saat ini istana Kerajaan Meztano sedang disibukkan dengan pesta ulang tahun untukmu, ayah juga memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan." ucap Pangeran Luxe yang memberikan penjelasan pada Putri Amerilya agar ia mau merubah keputusannya itu.


"Kalian berdua sedang membela orang yang mencoba untuk membunuh saya ini? baiklah biarkan ayah mengetahui apa yang kalian katakan dan lihat saja nanti bagaimana reaksinya." ucap Putri Amerilya sembari menatap tajam kearah kedua pangeran. Jika Putri Amerilya hanyalah seorang putri biasa yang tak memiliki kemampuan apapun maka ia sudah mati sejak tadi.


Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe saling bertatapan satu sama lain, mereka bingung bagaimana menjelaskan situasi saat ini pada adik perempuan mereka itu. Jika sampai sang adik mengadu pada sang ayah, bukan hanya kedua pangeran yang akan mendapat hukuman melainkan Duke Yosan Lion dan keluarganya juga.


"Tolong mengertilah kondisi saat ini adikku. Kami minta maaf karna sangat teledor dan membuatmu terpisah saat berada di tengah tengah keramaian tadi. Jika kau mengadu pada ayah maka bukan hanya kami berdua dan Tuan Hanz Kyne saja yang mendapatkan hukuman namun Tuan Duke Yosan Lion juga akan mendapat imbasnya. Dalam masalah kali ini Keluarga Duke Lion tak memiliki kesalahan apapun, semua ini dikarenakan saya yang tak bisa menjagamu dengan baik." ucap Pangeran Mixo dengan tatapan memohon. Ia harap kali ini sang adik bisa mendengarkan permintaannya itu.


"Kami mohon pada Tuan Putri Amerilya untuk tak melaporkan hal ini pada Yang Mulia Raja Azvago." ucap Duke Yosan Lion beserta putri dan seluruh prajuritnya yang membungkukkan badan di hadapan Putri Amerilya.


Putri Amerilya berdiam untuk beberapa saat, ia perlu memikirkan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah hari ini. Setelah berfikir beberapa saat akhirnya Putri kecil itu mendapat sebuah hukuman yang pantas diterima oleh Tuan Hanz Kyne dan kesebelasan bawahannya yang masih tersisa.


"Baiklah saya tak akan melaporkan hal ini pada ayah, namun ada sesuatu yang harus dilakukan oleh Tuan Duke Yosan Lion. Bagaimanapun juga penindasan yang terjadi di wilayah ini adalah tanggung jawab Anda, dan Anda telah gagal melakukannya dengan baik." ucap Putri Amerilya dengan tegas, anak perempuan itu terlihat sangat hebat dan lebih dewasa dari usianya saat ini.


"Baik saya akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan yang telah saya lakukan asalkan Tuan Putri Amerilya tak melaporkan hal ini pada Sang Raja." jawab Tuan Duke Yosan Lion yang hanya bisa pasrah menerima keputusan dari Putri Amerilya.


"Yang pertama Anda harus menempatkan beberapa prajurit penjaga di gerbang depan pasar ini untuk mengatur para pengunjung yang datang, saya khawatir akan banyak anak kecil yang terpisah dengan orang tua mereka jika kondisi pasar tetap seperti ini." ucap Putri Amerilya sembari melihat ke arah beberapa meter di depannya, terlihat kerumunan orang yang masih saling berdesakan satu sama lain.


"Bukankah susah seharusnya pasar ramai seperti ini, kami akan sulit mengatur orang orang yang keluar masuk dari tempat ini." ucap Tuan Duke Yosan Lion, pria itu merasa bingung dengan apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir keramaian yang ada di pasar itu.

__ADS_1


"Jika Anda tak bisa menghentikan pengunjung yang membeludak Anda bisa membuat sebuah peraturan. Setiap orang tua yang mengajak anak mereka yang berusia dibawah tuju tahun harus digendong saat keluar dan masuk dari pasar, dengan begitu maka akan sedikit kasus anak yang terpisah dari orang tuanya." ucap Putri Amerilya yang mengusulkan sebuah saran pada Tuan Duke Yosan Lion.


"Baiklah saya akan mempertimbangkan saran yang Tuan Putri Amerilya berikan." ucap Tuan Duke Yosan Lion dengan senyuman lebar. Putri Amerilya yang masih sangat kecil seperti itu memiliki pemikiran yang sangat hebat, Yang Mulia Raja Azvago sangat beruntung.


"Yang kedua Anda harus membawa anak Tuan Hanz Kyne kemari sekarang juga!." ucap Putri Amerilya dengan meninggikan suaranya. Jika ia tak bisa menghapus status bangsawan dari pria tak berguna itu, setidaknya anak dari Tuan Hanz Kyne harus bernasib sana dengan putra Tuan Arges Linero.


"Apa yang ingin Anda lakukan pada putraku, ia tak melakukan kesalahan apapun. Jika Tuan Putri Amerilya ingin menghukum seseorang maka sayalah yang harus menerima hukuman itu." ucap Tuan Hanz Kyne yang sedang memohon pada Putri Amerilya.


Putri Amerilya memberikan isyarat pada para prajurit Kediaman Duke Lion untuk memegang Hanz Kyne dengan erat sedangkan beberapa prajurit yang lain pergi menuju rumah tempat Hanz Kyne dan keluarganya tinggal.


"Paman Arges bawalah putra Anda masuk ke dalam terlebih dahulu untuk mendapat perawatan." ucap Putri Amerilya yang melihat Tuan Arges Linero hanya duduk sembari menopang kepala putranya yang sudah pingsan beberapa menit yang lalu.


Sepetinya Tuan Arges Linero tak berani pergi dari tempat itu setelah mendengar bahwa gadis kecil yang masuk ke dalam restorannya beberapa saat yang lalu adalah Tuan Putri Amerilya. Tuan Arges Linero sengaja tetap berada di sana untuk menghormati sang putri dan juga kedua pangeran yang masih berada di area restoran miliknya meski saat ini putranya membutuhkan perawatan.


"Terimakasih Tuan Putri Amerilya, saya masuk ke dalam terlebih dahulu." ucap Tuan Arges Linero yang langsung mengangkat tubuh putranya dan masuk kedalam restoran dan naik ke lantai dua.


"Siap laksanakan Tuan Putri Amerilya, kami pergi terlebih dahulu." ucap beberapa prajurit yang langsung pergi untuk membawakan tabib terbaik yang ada di wilayah kekuasaan Duke Lion.


Di sisi lain saat ini beberapa prajurit telah sampai di rumah tempat Keluarga Kyne tinggal, mereka membawa paksa Tuan Muda Zean Kyne yang saat itu berada di teras rumah untuk menunggu kepulangan ayahnya.


"Lepaskan apa yang kalian lakukan? mengapa kalian membawa saya secara paksa seperti ini." ucap Tuan Muda Zean Kyne yang berusaha untuk memberontak dan melepas cengkraman beberapa prajurit Kediaman Duke Lion.


"Diamlah dan jangan banyak bertanya, seharusnya Anda menyadari kesalahan apa yang telah Anda lakukan." ucap beberapa prajurit dengan sorot mata tajam. Jika bukan karna ulah Hanz Kyne maka Tuan Duke Yosan Lion tak akan mendapat masalah seperti ini.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya para prajurit itu sampai di halaman depan Restoran Permata Merah, mereka membawa Tuan Muda Zean Kyne kehadapan Putri Amerilya. Anak laki laki itu menatap ke arah Putri Amerilya dengan tatapan tajam, jangan bilang ia dibawa dengan tak hormat ketempat ini karna perintah anak perempuan itu.


"Pukuli dia hingga pingsan seperti anak Tuan Arges Linero." ucap Putri Amerilya dengan wajah polos dan senyuman manis yang terlihat sedikit menyeramkan.

__ADS_1


"Siapa kau, berani beraninya kau melakukan hal ini pada ku." ucap Tuan Muda Zean Kyne yang sama persis seperti ayahnya.


"Diamlah dia adalah Tuan Putri Amerilya, kedudukan ayah mu itu tak ada apa apanya." bentak seorang prajurit yang sedang memberitahu status anak perempuan yang ada di hadapan Zean Kyne.


"Pukul dia sekarang juga, jangan berhenti sebelum mendapatkan perintah dari saya. Sebagain dari kalian bawalah bawahan Tuan Hanz Kyne ini ke penjara yang ada di Kediaman Duke Yosan Lion." ucap Putri Amerilya tanpa ingin dibantah oleh siapapun.


"Baik kami akan membawanya sekarang juga." ucap puluhan prajurit yang langsung membawa sebelas bawahan Hanz Kyne pergi dari tempat itu.


"Saya anggap masalah ini telah selesai, jangan sampai hal seperti ini terulang lagi di wilayah Anda Tuan Duke Yosan Lion. Ayah memberikan kepercayaan pada Anda untuk memimpin sebuah wilayah dan jangan pernah menghancurkan kepercayaan yang telah ayah saya berikan. Sebagai seorang Duke Anda memiliki tanggung jawab yang besar, namun jika Anda gagal maka nama ayah saya juga akan tercemar." ucap Putri Amerilya yang memberikan sebuah nasehat pada Duke Yosan Lion.


"Maaf atas kecerobohan saya Tuan Putri Amerilya, hal seperti ini tak akan pernah terulang lagi. Karna masalahnya telah selesai bisakah Anda dan kedua pangeran datang untuk makan siang di Kediaman Duke Lion?." tanya Tuan Duke Yosan Lion yang merasa sangat malu. Ia mengundang Putri Amerilya dan kedua pangeran untuk makan siang bersama sebagai bentuk permintaan maafnya yang tulus.


"Mohon maaf sebelumnya, saya sudah memesan makanan di restoran ini karna itu saya tak bisa pergi ke Kediaman Duke Lion. Bagaimana jika lain kali saya datang berkunjung secara formal ke tempat Anda?." jawab Putri Amerilya dengan sangat sopan dan etika yang sempurna.


"Baiklah jika begitu, Kediaman Duke Lion selalu menyambut kedatangan Keluarga Kerajaan Meztano. Saya dan putri saya permisi terlebih dahulu, ada hal lain yang harus kami lakukan." ucap Duke Yosan Lion yang harus kembali ke rumahnya.


"Terimakasih atas bantuannya Tuan Duke dan Nona Muda Hilma Lion. Maaf karna telah merepotkan kalian semua." ucap Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe secara bersamaan.


"Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membantu pencarian Tuan Putri. Sampai jumpa nanti Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe." jawab Hilma Lion yang langsung pergi dari tempat itu bersama dengan ayahnya dan para prajurit Kediaman Duke Lion yang masih tersisa.


Saat ini Zean Kyne masih dipukuli oleh puluhan prajurit yang mendapatkan perintah dari Putri Amerilya, kondisi pemuda itu cukup memperihatinkan karna hampir seluruh tubuhnya terdapat luka lebam. Saat ini Tuan Hanz Kyne hanya bisa melihat putra kesayangannya disiksa seperti itu, suatu hari ia akan membalas perbuatan Putri Amerilya. Putri kecil itu sempat melihat sorot mata penuh dendam yang diberikan Tuan Hanz Kyne padanya, Putri Amerilya pun tersenyum karna ia sudah memiliki rencana tersendiri untuk memberi hukuman pada pria itu.


"Sebelum kembali sebaiknya kita masuk ke dalam restoran terlebih dahulu, saya sudah memesan beberapa makanan dan tak bisa membatalkannya." ucap Putri Amerilya yang langsung masuk kedalam Restoran Permata Merah meninggalkan kedua pangeran.


"Tunggu kami adik, kami juga merasa lapar seperti mu." ucap Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe yang menyusul masuk ke dalam restoran.


Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2