PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Semua Terasa Membingungkan


__ADS_3

Putri Amerilya melepaskan pelukan Ratu Zivaya, ia berjalan mendekat ke arah Ratu Luncia dengan tatapan tajam. Putri Amerilya ingat dengan jelas bahwa saat ini Ratu Luncia sedang berada di dalam ruang kesehatan karna mendapat luka cukup parah dari suaminya sendiri, namun yang Putri Amerilya lihat saat ini adalah Ratu Luncia dalam kondisi baik baik saja bahkan beberapa luka di lengan sang ratu menghilang. Putri Amerilya menarik ujung baju sang ayah hingga mundur beberapa langkah kebelakang.


"Kalian semua mundur dan masuk ke dalam kamar!." triak Putri Amerilya secara tiba-tiba.


Tanpa menanyakan alasan sang putri memberi perintah seperti itu Raja Azvago dan beberapa pelayan langsung masuk ke dalam kamar sang putri.


"Juylin buat sihir pelindung di sekitar area kamar sekarang juga, buatlah pelindung terkuat yang kau bisa." perintah Putri Amerilya lagi.


Juylin menganggukkan kepala kemudian mulai membuat sihir pelindung di area kamar Putri Amerilya, lagi lagi muncul hal aneh. Tubuh sosok yang menyerupai Raja Ruzel menghilangkan dari lantai kamar sang putri, tidak ada yang tau kemana tubuh tersebut pindah ataukah sudah lenyap.


"Siapa Anda?." tanya Putri Amerilya sembari menatap Ratu Luncia dengan tatapan tajam.


"Saya Ratu Luncia, apakah Tuan Putri Amerilya tidak bisa mengenali saya?. Bukankah kita sudah sering bertemu satu sama lain." jawab Ratu Luncia dengan ekspresi wajah yang sangat meyakinkan, meski begitu Putri Amerilya tidak percaya dengan ucapan wanita tersebut.


"Ini pasti ulah kakek tua berusia ratusan tahun itu, apa yang dia inginkan dengan mengganggu saya seperti ini?." tanya Putri Amerilya pada dirinya sendiri.


Suasana di dalam kamar sang putri berubah menjadi hening, semua orang sibuk dengan fikiran mereka masing masing. Putri Amerilya berlari ke sebuah meja di dekat ranjang tempat tidurnya kemudian membuka laci paling atas, Putri Amerilya mengambil sebuah buku yang ada di dalam laci tersebut kemudian membaca halaman terakhir.


"Pangeran Lich adalah Raja Iblis masa depan, dia tidak pernah melepaskan mangsanya ataupun membuat orang yang sudah mengusiknya hidup tenang. Pangeran Lich adalah wujud kemarahan dan kebencian yang ada di dalam hati manusia, karna itu ia dapat mengendalikan para manusia dengan kebencian besar di dalam hatinya." ucap Putri Amerilya dengan suara perlahan, setelah selesai membaca bagian terakhir buku bersampul merah kehitaman itu sang putri langsung mengerti apa yang sedang terjadi.


Ratu Luncia yang masih berada di luar kamar sang putri menunjukkan senyumannya yang sangat lebar, lambat laun wajah Ratu Luncia berubah menjadi menyeramkan.


"Ahahahaha..... ini baru permulaan saya. Yang Mulia Lich telah membentuk kembali jiwa saya. Dendam ini harus terbalaskan, Ratu Zivaya dan Putri Amerilya harus mati." ucap sosok itu.


Semua orang yang berada di dalam kamar Putri Amerilya sangat yakin bahwa suara itu adalah milik Putri Haru yang seharusnya sudah mendapat penghakiman dari langit. Wajah menyeramkan itu mulai berubah menjadi wajah Putri Haru, sang putri menunjukkan niat membunuhnya saat bertatapan langsung dengan Ratu Zivaya.


"Jiwa milik Putri Haru bangkit kembali?." tanya Lilian dengan tatapan bingung. Baru kali ini ia melihat kejadian yang sangat aneh dan mengherankan.


"Tidak, dia telah menjadi iblis. Sosok pemuda yang Putri Haru sembah selama ini menarik paksa jiwa dari neraka kemudian menjadikan jiwa sang putri sebagai bahan percobaan dan inilah hasilnya." gumam Putri Amerilya yang masih bisa di dengar oleh kedua orang tuanya dan kelima pelayan.


"Iblis? jadi di dunia ini ada makhluk bernama iblis?." tanya Ratu Zivaya dengan tatapan bingung. Semua yang terjadi seperti tidak nyata, selama tinggal di Kerajaan Meztano sang ratu belum pernah mengalami kejadian seaneh ini.


"Sepertinya begitu, saya tidak mengetahui hal itu secara pasti." jawab Raja Azvago.


Putri Amerilya masih terdiam sembari menatap lekat ke arah Putri Haru, Amerilya ingin mengamati dan mencari tau bagaimana cara mengalahkan Putri Haru dalam wujud iblisnya itu. Setelah cukup lama menatap iblis itu Putri Amerilya tidak mendapatkan jalan keluar apapun.

__ADS_1


"Apa yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan semua orang yang ada di sini?." batin Putri Amerilya.


Brak.....brak.... bruaaak.


Suara ketika tubuh iblis milik Putri Haru menabrak sihir pelindung milik Juylin. Sepertinya Iblis Haru ingin memecahkan pelindung itu agar bisa membalaskan dendamnya pada semua orang.


"Ini di luar batas kemampuan kita, manusia dan ras iblis sudah lama tidak bersinggungan satu sama lain." ucap Lilian pada Juylin dan Amena.


"Ini sudah lebih dari seratus tahun, apa yang membuat para iblis kembali menunjukkan diri mereka." ucap Juylin, ia sangat khawatir jika Putri Haru dalam wujud iblis itu akan menyakiti ataupun menghabisi Putri Amerilya.


"Kita harus melakukan sesuatu, setidaknya untuk menyelamatkan Tuan Putri Amerilya. Apa diantara kalian ada yang bisa berkomunikasi dengan pemimpin?." tanya Lilian. Ia melihat ada beberapa bagian dari sihir pelindung yang mulai retak.


Juylin dan Amena mencoba untuk menggunakan telepati untuk menghubungi pemimpin mereka, sangat disayangkan saat ini seluruh area Istana Kerajaan Meztano ditutupi oleh aura gelap yang sangat pekat. Juylin dan Amena gagal melakukan telepati meski mereka sudah berusaha sekuat mungkin untuk menembus aura gelap itu.


Duar......


Suara ledakan yang sangat kencang, sihir pelindung milik Juylin akhirnya pecah juga. Sebelum sosok Iblis Haru semakin dekat, dengan sigap Putri Amerilya membuat sihir pelindung.


yang baru.


"Jiwa yang sudah hancur dan mendapat penghakiman dari neraka tidak seharusnya kembali ke dunia. Ini sudah keterlaluan, dimana Tuan mu." tanya Putri Amerilya, sang putri sedang menguatkan dirinya agar berani menghadapi Iblis Haru.


"Manusia lemah seperti mu tidak pantas bertemu dengan Tuan ku. Dia adalah kegelapan abadi yang ada di dunia ini." ucap Iblis Haru.


"Pulanglah pada Tuan mu dan jangan ganggu kami." ucap Putri Amerilya dengan tegas.


"Dendam tetaplah dendam. Saya akan terus kembali hingga dendam itu terbalaskan." ucap Iblis Haru dengan keras kepala.


Putri Amerilya merasa pusing, ia tidak bisa berfikir dengan jernih untuk mencari jalan keluar agar mereka semua selamat dari iblis yang dipenuhi dengan kebencian itu.


"Jiwa yang sudah hancur tidak akan terbentuk lagi, ini tidak benar. Iblis itu bukanlah Putri Haru." batin Putri Amerilya yang baru mengingat hal itu.


Beberapa hari yang lalu jiwa Putri Haru benar benar dihancurkan setelah tersambar petir suci dari atas langit jadi tidak mungkin jiwa yang telah hancur terbentuk kembali. Jadi siapa sosok yang ada di depannya saat ini? apakah hal ini ada kaitannya dengan anggota Keluarga Kerajaan Belgize atau hanya rencana dari Pangeran Lich.


Putri Amerilya berjalan mendekat ke arah Lilian, ia meminta pelayan pribadinya itu untuk berjongkok kemudian sang putri mulai membisikkan sesuatu pada Lilian.

__ADS_1


"Buka jalan agar saya bisa keluar dari kamar." bisik Putri Amerilya pada Lilian.


"Kemana Anda ingin pergi Tuan Putri? ini sangat berbahaya." jawab Lilian yang tidak menyetujui keinginan Putri Amerilya untuk keluar sendirian.


"Mungkin sosok iblis itu ada kaitannya dengan salah seorang anggota Keluarga Kerajaan Belgize, bisa jadi mereka memanfaatkan cerita mengenai kematian Putri Haru untuk membuat rencana ini. Saya harus pergi ke ruang kesehatan untuk memastikan secara langsung." ucap Putri Amerilya.


Lilian tampak bimbang, ia bisa saja mengecoh perhatian sosok iblis yang sangat mirip dengan Putri Haru agar Tuan Putri Amerilya bisa keluar dari ruang itu melalui jendela kamar. Lilian hanya khawatir sosok tersebut tiba-tiba menyadari hal itu kemudian mengejar Putri Amerilya.


"Saya akan kembali dengan selamat, percayalah pada saya Lilian. Semua ini demi keselamatan banyak orang." ucap Putri Amerilya, ia berusaha meyakinkan pelayan pribadinya itu.


"Baiklah saya akan membuka jalan untuk Anda, perhatian situasi sekitar sebelum Tuan Putri pergi ke tempat yang dituju." ucap Lilian dengan terpaksa.


Lilian mulai membaca mantra kemudian muncul ribuan jarum es di sekeliling tubuhnya, Lilian mengarahkan ribuan jarum es itu ke sosok iblis yang sedang mencoba menghancurkan sihir pelindung milik Putri Amerilya. Beberapa jarum es berhasil menancap di tubuh iblis itu, anehnya sang iblis mengeluarkan darah berwarna merah.


"Sekarang Tuan Putri." ucap Lilian dengan suara pelan, untung saja masih bisa di dengar oleh Putri Amerilya.


Putri Amerilya berlari secepat yang ia bisa, jendral kamar terbuka dengan lebar kemudian Putri Amerilya keluar melalui jendela itu. Setelah berhasil keluar, sang putri kecil berada di halaman belakang istana putri. Putri Amerilya mendongak ke atas, matanya melihat asap pekat mengelilingi area Istana Kerajaan Meztano.


"Apa lagi ini, jika semua ini rencana Raja Ruzel apakah dia juga pengikut Pangeran Lich?." batin Putri Amerilya, ia seperti orang bodoh karena tidak mengetahui apapun mengenai kejadian ini. Baru sekarang Putri Amerilya tau apa itu putus asa.


Putri Amerilya berjalan secara diam diam keluar dari halaman belakang istana putri, segala beberapa saat berjalan akhirnya Putri Amerilya berada di halaman depan Istana Kerajaan Meztano. Sang putri bertatapan langsung dengan sosok pemuda yeng tidak ingin ia temui namun takdir berkata lain, ia bertemu lagi dengan Pangeran Iblis yang pernah menculiknya itu.


"Kita bertemu lagi Tuan Putri Amerilya, apakah Anda menyetujui permintaan saya beberapa hari yang lalu?." ucap Pangeran Lich sembari tersenyum licik.


"Tidak bisakah kakek tua seperti Anda membiarkan saya hidup dengan tenang, sekarang Anda ikut campur dalam urusan Kerajaan Meztano dengan Kerajaan Belgize." jawab Putri Amerilya.


"Mau bagaimana lagi, Raja Ruzel dan Ratu Luncia adalah pengikut saya. Setelah sekian lama akhirnya mereka meminta bantuan pada saya." jawab Pangeran Lich, ekspresi wajahnya sangat datar.


Putri Amerilya berusaha mencerna perkataan dari Pangeran Iblis itu. Jadi Raja Ruzel dan Ratu Luncia adalah pengikut dari pemuda yang ada di hadapannya itu, artinya mereka berdua memiliki hubungan yang sangat baik. Tapi mengapa saat pesta jamuan makan malam penutupan keduanya saling bertengkar satu sama lain? apakah semua ini adalah rencana mereka?.


"Ada apa dengan ekspresi wajah mu itu Tuan Putri Amerilya? apa kau sedang terkejut karna baru kali ini mendapatkan kekalahan telak. Sungguh malang nasibmu." ledek Pangeran Lich pada Putri Amerilya.


Sang putri menyadari semuanya, kepala Putri Amerilya terasa sangat pusing kemudian muncul beberapa pecahan memori yang dikirimkan oleh Pangeran Lich padanya. Setelah lima menit jiwanya terguncang, Putri Amerilya kembali tersadar.


"Saya ingin tau apa yang bisa dilakukan anak kecil seperti mu. Selamatkan semua orang sebelum kau kehilangan segalanya, sampai jumpa." pamit Pangeran Lich yang langsung menghilang dari hadapan sang putri.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2