PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Tamu Tuan Putri Amerilya


__ADS_3

Setelah beberapa saat Putri Amerilya keluar dari kamar dan berjalan ke ruang makan istana putri dengan kaki mungilnya, sang putri duduk di sebuah kursi yang telah disediakan kemudian dengan sabar ia menunggu para pelayan menghidangkan makanan. Setelah semua hidangan selesai ditata dengan rapi di meja makan, Putri Amerilya meminta kesepuluh pelayan setianya itu untuk duduk bersama dengannya di ruang makan. Mereka semua menuruti permintaan Putri Amerilya tanpa banyak menolak karna sudah terbiasa dengan hal hal seperti ini, Putri Amerilya mengambil beberapa sayuran dan daging yang ia ingin makan begitupun dengan para pelayan itu.


"Selamat makan semuanya." ucap Putri Amerilya disertai senyuman manisnya, anak perempuan itu melahap makanan miliknya dengan sangat lahap hingga membuat para pelayan menahan tawa mereka.


"Selamat makan Tuan Putri kecil kami." jawab kesepuluh pelayan itu secara bersamaan. Mereka terlihat seperti keluarga yang sudah sangat dekat hingga terbiasa membicarakan beberapa hal ketika sedang makan, Putri Amerilya tak bisa melakukan hal semacam itu saat ia makan di ruang makan Istana Utama.


Di sisi lain Raja Azvago dan beberapa jenderal Kerajaan Meztano beserta para prajurit sibuk menyiapkan semua keperluan untuk menjalankan hukuman pancung bagi Zidan Marques yang akan dilaksanakan beberapa jam lagi, beberapa keluarga duke datang untuk melihat hal itu sebagai pelajaran bagi mereka agar tak menyinggung pihak Kerajaan Meztano kedepannya.


"Siapa diantara kalian yang bersedia untuk menjadi algojo?." tanya Raja Azvago pada beberapa jenderal yang sedang berdiri di hadapannya.


"Saya siap menjadi algojo untuk menghukum Zidan Marques." jawab seorang jenderal tingkat tinggi dengan nada tegas. Ia sudah sangat lama mendengar kabar mengenai kebusukan yang dilakukan oleh Zidan Marques saat menjabat sebagai seorang Duke. Sang jenderal merasa sangat tak berguna karna tak bisa melakukan apapun untuk membantu penduduk Kerajaan Meztano yang tinggal di wilayah kekuasaan Duke Marques. Untunglah putri kecil mereka memiliki kepekaan dan pemikiran yang sangat luar biasa hingga ia bisa menemukan semua bukti bukti mengenai kebusukan dari Duke Zidan Marques.


"Baiklah kau yang akan memenggal kepalanya nanti, pastikan pedang atau kapak yang kau gunakan sangat tajam." ucap Yang Mulia Raja Azvago sembari menepuk punggung jendral itu kemudian pergi karna ia masih harus menyambut kedatangan Duke Rigel Elister dan Duke Moren Rucixara yang datang bersama keluarga mereka masing masing.


Raja Azvago berjalan menuju ruang tamu istana utama, ia membuka pintu ruangan tersebut. Seketika keluarga kedua duke berdiri dan menyambut kedatangan raja mereka dengan salam hormat yang sangat ramah dan santun, Raja Azvago tersenyum lega karna kedua keluarga duke itu sangat mematuhi aturan yang ada, mereka juga menjaga wilayah kekuasaan masing masing dengan sangat baik.


"Saya mengira bahwa kalian tak akan datang." ucap Raja Azvago yang memulai obrolan santai.


"Kami mengerti niat baik Yang Mulia Raja Azvago serta kekhawatiran yang tengah Anda rasakan. Kami sangat tak menyangka bahwa Zidan Marques memiliki kepribadian yang sangat buruk." ucap Duke Rigel Elister dengan ekspresi wajah sedikit terkejut.


"Padahal kami sering bertemu dalam beberapa pertemuan khusus ataupun jamuan yang dilakukan para keluarga bangsawan, saya sama sekali tak bisa melihat sisi buruk dari pria itu. Saya merasa sangat terkesan dengan kepintaran putri kecil Anda yang dapat menangkap Zidan Marques." ucap Duke Moren Rucixara, ia belum sempat bertemu dengan Putri Amerilya saat ulang tahun Ibu Suri Sinya karna sang duke ada urusan lain dan tak bisa menghadiri acara tersebut dalam jangka waktu lama.


"Saya juga sangat terkejut dengan kemampuan putri saya, dulu saya adalah seorang ayah yang jahat." ucap Raja Azvago yang tak bisa melupakan fakta bahwa ia pernah mengabaikan dan menolak kehadiran Putri Amerilya di Keluarga Kerajaan Bintang Timur. Raja Azvago merasa sangar terharu saat putri kecilnya itu dapat memaafkan semua kesalahan yang telah ia lakukan. Satu minggu lagi adalah hari ulang tahun Putri Amerilya, saat itu juga Raja Azvago akan mengadakan pesta yang besar pertamakali untuk Putri Amerilya.


"Dia tumbuh dengan pemikiran yang lebih dewasa, meskipun begitu saya harap Anda tetap memanjakannya sepeti anak kecil." ucap Duke Rigel Elister yang memberikan sedikit nasehat pada Raja Azvago. Putri Amerilya tetaplah seorang anak kecil yang membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, Raja Azvago juga harus menjaga putrinya dengan baik.


"Ya dia sangat manja ketika bersama saya dan anggota keluarga yang lain." jawab Raja Azvago dengan senyuman puas, ia masih bisa memanjakan anak perempuannya itu hingga dewasa nanti.

__ADS_1


"Mohon maaf bisakah kami bertemu dengan Putri Amerilya?." tanya Tuan Muda Edwig Elister yang sangat ingin bertemu dengan Putri Amerilya.


"Kami ingin mengajak Tuan Putri Amerilya untuk berkeliling di sekitar istana agar lebih mengenal satu sama lain." sambung Tuan Muda Rostow Elister, meski ia merasa tersaingi dengan kepintaran dan kemampuan yang dimiliki oleh Putri Amerilya di sisi lain ia juga sangat ingin berteman dengan putri kecil itu. Mungkin Rostow Elister bisa membagikan beberapa ilmunya pada anak perempuan itu, atau mereka bisa saling berbagi pengetahuan satu sama lain.


"Jika kalian ingin pergi menemui Tuan Putri Amerilya, tolong ajak anak anak saya karna mereka belum pernah bertemu dengan Tuan Putri." ucap Duke Moren Rucixara dengan tatapan penuh harap. Pria itu ingin menjalin hubungan yang baik dengan Putri Amerilya, suatu saat gadis kecil itu pasti akan menjadi sosok yang penting untuk Kerajaan Meztano.


"Kalian bisa pergi ke Istana Putri karna saat itu Putri Amerilya berada di sana, saya tak melarang kalian untuk menemuinya namun saya harap kalian bisa berteman baik dengan putri saya." ucap Raja Azvago, ia adalah seorang ayah yang sagat terbuka. Akan lebih baik jika Putri Amerilya memiliki banyak teman yang bisa menjaganya nanti ketika ia sudah menginjak usia remaja.


"Baiklah kami permisi terlebih dahulu." ucap anak anak dari Duke Zidan Marques dan Duke Moren Rucixara yang langsung keluar dari ruang tamu. Mereka berenam berjalan beriringan menuju Istana Putri, beberapa prajurit dan pelayan melihat ke arah anak anak duke itu dengan tatapan kagum.


Saat dalam perjalanan menuju Istana Putri kedelapan anak duke itu bertemu dengan Eren Marques yang ingin masuk ke dalam Istana Utama. Eren Marques melewati mereka tanpa mengatakan apapun, untunglah Anak dari Duke Rigel Elister dan Duke Moren Rucixara bisa menahan diri dengan baik sehingga tak menimbulkan kekacauan di Kerajaan Meztano.


"Pemuda itu terlihat begitu angkuh, mungkin dia merasa puas karna akan menduduki posisi sebagai Duke Marques nantinya." ucap Nona Muda Alxin dengan tatapan kesal.


"Posisi itu tak akan jatuh pada Eren, bagaimanapun masih ada Bristo Marques yang memiliki garis keturunan langsung dari keluarga Duke Marques." jawab Rostow Elister dengan nada bicara dingin, ia tak suka terlihat ramah pada anak perempuan manapun kecuali putri kecil Raja Azvago.


"Mungkin ia bersikap demikian karna merasa kesal, setelah sekian lama berada di sisi Nyonya Riana Marques ia tetap tak mendapatkan posisi sebagai seorang duke meski ayah dan saudara pertamanya berhasil di singkirkan." ucap Tuan Muda Rui Rucixara yang mengutarakan komentarnya mengenai sikap Eren Marques barusan.


"Silahkan duduk, saya akan memanggilkan Tuan Putri Amerilya." ucap pelayan itu yang langsung pergi untuk menemui Putri Amerilya yang sedang memetik bunga di halaman belakang bersama beberapa pelayan.


Setelah kepergian pelayan berambut putih dan memiliki mata cantik berwarna biru cerah para anak duke itu saling bertatapan satu sama lain untuk memastikan apakah mereka sedang memikirkan hal yang sama saat ini?.


"Bukankah ini sangat aneh? dari mana pelayan itu tau bahwa kita akan datang ke sini?." ucap Nona Muda Ersa Rucixara dengan tubuh merinding, ia sedang berkhayal bahwa pelayan itu bukanlah manusia biasa melainkan seorang penyihir tua yang menyamar sebagai pelayan di Istana Putri.


"Sepertinya ia memiliki kemampuan untuk mendeteksi kehadiran seseorang dari jarak yang cukup jauh." ucap Tuan Muda Edwig Elister, ia dapat merasakan energi mana yang cukup kuat dari pelayan tersebut.


"Sangat wajar jika Yang Mulia Raja Azvago meminta beberapa pelayan dengan kemampuan khusus untuk menjaga putri kesayangannya." ucap Tuan Muda Ruxi Rucixara, baru baru ini banyak hal yang terjadi pada sang putri karna hal itu Raja Azvago menjadi sangat cemas.

__ADS_1


Andai saja mereka tau bahwa Yang Mulia Raja Azvago juga tak mengetahui secara detail darimana kesepuluh pelayan istana putri itu berasal, sang raja bahkan tak mengetahui bahwa pelayan pelayan itu memiliki kemampuan khusus di bidang mereka masing masing. Mereka memiliki tugas untuk menjaga keamanan Putri Amerilya saat berada di Istana Kerajaan Meztano dan tugas itu akan dijalankan dengan baik.


Pelayan berambut putih dan mata biru itu berjalan menuju halaman belakang Istana Putri kemudian melihat ke berbagai arah untuk mencari keberadaan Putri Amerilya. Pelayan itu melihat sang putri sedang memetik bunga mawar berbagai warna dengan sangat hati hati, sepertinya Putri Amerilya tau jika jarinya sampai terluka karna duri dari bunga mawar itu maka Yang Mulia Raja Azvago akan meminta pengurus kebun untuk mencabut semua mawar yang ada dan menggantikannya dengan bunga lain.


"Maaf mengganggu waktu bersantai Tuan Putri, saat ini ada tamu yang sedang menunggu Anda." ucap pelayan berambut putih dan mata biru cerah itu.


"Siapa yang datang mencari ku?." tanya Putri Amerilya dengan wajah polosnya.


"Ada beberapa Tuan Muda dan Nona Muda dari kediaman Duke Elister dan Duke Rucixara yang datang untuk bertemu dengan Anda." ucap sang pelayan yang memberi penjelasan singkat tentang siapa tamu Putri Amerilya.


"Baiklah saya akan datang menemui mereka." ucap Putri Amerilya yang langsung berlari masuk kedalam istana putri dengan membawa satu keranjang penuh berisikan bunga bunga yang telah ia petik bersama beberapa pelayan.


Pelayan itu menatap kepergian sang putri dengan senyuman lembut, ia meminta pada pelayan lain untuk masuk ke dalam istana juga dan menyiapkan camilan serta minuman untuk tamu yang datang. Setelah beberapa saat berlari akhirnya Putri Amerilya sampai di ruangan tengah istana putri, di sana ia menatap ke arah beberapa anak laki laki dan perempuan yang sedang melihat ke arahnya juga.


"Salam hormat kami pada Tuan Putri Amerilya." ucap keenam anak Duke itu secara bersamaan.


"Salam saya pada Nona Muda dan Tuan Muda, maaf karna saya tak mengetahui kedatangan kalian." ucap Putri Amerilya dengan nafas tersengal sengal akibat berlari dari halaman belakang menuju istana putri.


"Sebaiknya Tuan Putri Amerilya duduk terlebih dahulu untuk mengontrol nafas Anda." ucap Nona Muda Alxin Rucixara yang khawatir jika sang putri akan pingsan karna kelelahan.


"Saya baik baik saja kalian tak perlu mencemaskan keadaan saya." ucap Putri Amerilya dengan senyuman manis yang ia miliki.


"Kami sangat senang bisa melihat Tuan Putri Amerilya dalam kondisi baik baik saya, beberapa kejadian yang menimpa Anda membuat kami khawatir." ucap Tuan Muda Rostow Elister dengan tatapan datar padahal jantung anak laki laki itu sedang berdegup dengan kencang.


"Terimakasih telah mengkhawatirkan kondisi saya, saya sangat beruntung karna bisa keluar dalam situasi mengerikan itu." jawab Putri Amerilya dengan santai seolah oleh itu bukan masalah besar untuknya.


Putri Amerilya dan keenam anak duke itu berbincang bincang hingga beberapa pelayan Istana Putri datang membawa beranekaragam cemilan, kue, seta minuman untuk mereka. Tuan Muda Rostow Elister terus memandang ke arah para pelayan itu dengan tatapan curiga, dari penampilan mereka saja sangat mencolok berbeda dengan para pelayan yang ia lihat saat berada di Istana Utama.

__ADS_1


"Silahkan dinikmati, kami akan kembali ke dapur." ucap pelayan berambut coklat dan mata berwarna hitam, ia mengajak pelayan yang lain untuk kembali sebelum salah satu anak dari Duke Rigel Elister semakin curiga pada mereka.


Hai semua akhirnya aku bisa update novel Putri Amerilya lagi nih wkwkwk siapa yang kangen sama novel ini. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2