
Putri Arbel hanya bisa diam seribu bahasa, ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada pangeran pertama dan pangeran kedua. Tidak mungkin jika mereka tersesat ataupun belum menemukan tempat persembunyian para pembunuh bayaran itu, ataupun diculik oleh sekelompok orang saat dalam perjalanan. Kedua pangeran cukup tangguh dan memiliki postur tubuh tinggi, jadi para penculik akan kesulitan membawa mereka secara diam diam.
"Lebih baik kita menyiapkan rencana cadangan jika sesuatu terjadi pada mereka berdua dan rencana utama kita tidak berjalan dengan baik." ucap Putri Arbel. Ia tidak memiliki jalan keluar yang lain, jika ia pergi untuk mencari kedua pangeran itu akan sangat kecil kemungkinan untuk menemukan mereka.
"Baiklah ayah akan mengikuti rencana mu itu." jawab Raja Ruzel.
Akhirnya mereka berdua membuat rencana cadangan dalam jangka waktu yang sangat singkat. Hari mulai gelap dan malam pun tiba, semua tamu undangan telah hadir di Istana Kerajaan Meztano untuk menghadiri jamuan pesta makan malam penutupan. Kali ini tidak banyak orang yang diundang, hanya mereka para keluarga bangsawan yang tinggal di wilayah Kerajaan Meztano saja.
Di sisi lain saat ini Putri Amerilya sedang berada di kamar utama bersama dengan Ratu Zivaya, sang ratu tengah sibuk mendandani putri kecilnya itu agar terlihat lebih cantik dan juga anggun. Kali ini Putri Amerilya menggunakan sebuah dress panjang berwarna hitam dengan jahitan benang emas, ada sebuah bunga mawar yang disulam menggunakan benang emas dan taburan berlian sebagai pemanis dress yang Putri Amerilya gunakan.
"Aaaaa, putri ibu sangatlah cantik. Ketika memasuki usia remaja nanti jangan terlalu dekat dengan para pemuda, ibu khawatir mereka akan menculik mu nanti." jerit Ratu Zivaya yang tidak tahan melihat paras cantik putrinya itu.
"Baik Amerilya akan mendengar nasehat dari ibu." jawab Putri Amerilya dengan polosnya.
Setelah selesai berdandan Ratu Zivaya dan Putri Amerilya bergandengan tangan kemudian keluar dari kamar utama, di pintu depan sudah ada Raja Azvago yang menunggu dengan setia istri serta putri kesayangannya itu. Mereka bertiga berjalan menuju ruang makan utama untuk menyambut para tamu undangan yang telah hadir, sebelum masuk ke dalam ruang makan ada beberapa prajurit yang mengumumkan kedatangan mereka bertiga.
"Yang Mulia Raja Azvago, Yang Mulia Ratu Zivaya, dan Tuan Putri Amerilya memasuki ruangan makan utama!." triak salah seorang prajurit dengan suara keras dan lantang.
Setelah itu pintu ruang makan utama terbuka dengan lebar, ketiganya masuk ke dalam dan menyita perhatian para tamu undangan. Mata Tuan Muda Rostow Elister terus menatap lekat ke arah Putri Amerilya ia bahkan sampai tidak berkedip. Seorang putri yang masih berusia tiga tahun memiliki aura yang sangat menawan, sungguh hal yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.
"Salam hormat kami pada cahaya matahari Kerajaan Meztano." ucap para keluarga bangsawan Kerajaan Meztano sembari membungkukkan badan mereka dihadapkan Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu, dan Tuan Putri.
"Terimakasih atas penghormatannya, saya ucapkan selamat datang untuk kalian semua dalam acara jamuan makan malam penutupan. Saya sangat senang melihat antusias kalian semua untuk hadir di acara ini." ucap Raja Azvago dengan sangat berwibawa.
"Sebelumnya saya minta maaf untuk beberapa insiden yang terjadi pada pesta ulang tahun putri saya beberapa hari yang lalu, serta beberapa kejadian lain setelahnya." ucap Ratu Zivaya dengan senyuman yang sangat menawan.
"Amerilya sangat berterimakasih untuk doa dan hadiah yang telah kalian berikan, maaf karna belum sempat untuk membuka hadiah kalian satu persatu." ucap Putri Amerilya.
"Meskipun saat ini pihak Istana Kerajaan Meztano masih berkabung atas kepergian adik angkat saya yaitu Putri Haru akan tetapi jamuan makan malam ini tetap harus dilangsungkan. Saya harap kalian semua bisa mengerti dan tidak menyebarkan berita palsu di luaran sana. Silahkan menikmati hidangan yang telah kami sajikan untuk kalian semua." ucap Raja Azvago, dengan begitu acara jamuan makan malam resmi di buka.
Putri Amerilya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang makan untuk mencari seseorang, setelah menemukan apa yang ia cari Putri Amerilya langsung berjalan mendekat.
"Salam saya pada Putri Arbel, mengapa wajah Anda terlihat sangat gelisah seperti itu?." tanya Putri Amerilya dengan wajah lugunya seolah oleh tidak mengetahui apapun.
__ADS_1
"Ah Salam saya pada Tuan Putri Amerilya." jawab Putri Arbel yang sedikit terkejut dengan kedatangan putri kecil itu.
"Apakah Anda sedang dalam masalah?." tanya Putri Amerilya sekali lagi.
"Bukan apa apa Tuan Putri, saya hanya sedang mencemaskan Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf yang tak kunjung kembali sejak pagi tadi." jawab Putri Arbel dengan ekspresi sedih.
"Saya sudah mendengar kabar itu dari Pangeran Luxe, mengapa Anda menolak tawaran kakak saya untuk mengerahkan pasukan mencari keduanya?." tanya Putri Amerilya dengan tatapan bingung.
"Kami hanya tidak ingin merepotkan pihak Kerajaan Meztano, hilangnya kedua pangeran itu adalah urusan pribadi dari Kerajaan Belgize." jawab Putri Arbel dengan jawaban yang sedikit menyinggung Putri Amerilya.
Putri Amerilya mengangguk anggukkan kepala sebagai isyarat bahwa ia memahami maksud dari Putri Arbel.
"Umm baiklah jika itu keinginan Anda, semoga kedua pangeran dari Kerajaan Belgize segera kembali. Saya merasa sedikit cemas karena saat sedang pergi ke pasar bersama ayah saya mendengar kabar sekelompok pembunuh berantai sedang berkeliaran di sekitar pasar gelap, mereka sedang mencari mangsa. Karna itulah saya akhir akhir ini selalu ditemani saat ingin pergi keluar." ucap Putri Amerilya dengan ekspresi ketakutan yang terlihat sangat natural.
Apakah berita yang diberitahukan oleh Putri Amerilya adalah kenyataan? tentu saja tidak, semua ini adalah bagian dari rencana yang telah dibuat oleh Ratu Zivaya dan Kesatria Richal untuk membalas anggota Keluarga Kerajaan Belgize.
Mendengar cerita dari Putri Amerilya membuat Putri Arbel semakin cemas, ia bahkan meletakkan kembali piring kecil berisi kue ceri yang sebelumnya ingin ia makan.
"Jika kalian membutuhkan bantuan untuk melakukan pencarian pada kedua pangeran katakan saja, kapanpun itu kami siap untuk membantu." ucap Putri Amerilya dengan senyuman tipis kemudian ia pergi meninggalkan Putri Arbel untuk menyapa tamu yang lain.
"Bagaimana jika mereka berdua menjadi sasaran pembunuh berantai itu, apa yang harus saya lakukan untuk mengetahui kebenarannya?." tanya Putri Arbel pada dirinya sendiri.
Pesta jamuan makan malam terus berlanjut, kini saatnya bagi Putri Arbel dan Raja Ruzel untuk melakukan rencana cadangan yang telah mereka buat. Raja Ruzel berjalan mendekat ke arah Raja Yuminxo dan hendak meletakkan pisau serta satu kantong plastik kecil berisikan obat tidur. Belum sempat Raja Ruzel menjalankan aksinya tiba tiba saja Putri Amerilya dan Pangeran Mixo datang untuk menyapa Raja Yuminxo dan menggagalkan rencana jahat Raja Ruzel.
"Salam kami pada Raja Yuminxo." ucap Pangeran Mixo dan Putri Amerilya secara bersamaan.
"Salam saya pada Tuan Putri Amerilya dan Pangeran Mixo." sapa balik Raja Yuminxo.
"Tak terasa besok saya dan rombongan sudah harus pergi meninggalkan wilayah Kerajaan Meztano. Saya yakin para putri akan sangat merindukan Tuan Putri Amerilya terutama Putri Alexsi yang menjadi penggemar nomer satu Anda." gurauan Raja Yuminxo pada Putri Amerilya.
"Ahahaha Anda bisa saja, ah iya saya ada sedikit oleh oleh untuk Anda dan yang lain mohon diterima." ucap Putri Amerilya sembari memberikan sebuah kotak perhiasan berukuran cukup besar pada Raja Yuminxo.
Raja Yuminxo menerima pemberian dari Putri Amerilya dengan senang hati, ia membuka kotak perhiasan itu dan terkejut ketika melihat isinya.
__ADS_1
"Ini adalah cincin ruang yang saya pesan dari salah seorang pedagang, meskipun ruang yang ada di dalamnya tidak terlalu luas namun cukup untuk menyimpan beberapa barang." jelas putri Amerilya mengenai enam cincin ruang dengan warna berbeda itu.
"Bagaimana bisa kami menerima hadiah berharga seperti ini Tuan Putri Amerilya? ini terlalu berlebihan untuk kami yang berasal dati kerajaan kecil." ucap Raja Yuminxo.
"Terima saja Yang Mulia Raja, saya rasa kalian pantas untuk menerima benda itu. Anggap saja sebagai pertanda ikatan antara Kerajaan Meztano dengan Kerajaan Monzxo." ucap Putri Amerilya yang tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun.
"Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya pada Tuan Putri Amerilya, pemberian Anda ini sangatlah berharga untuk kami. Saat Anda sudah tumbuh lebih besar nanti jangan lupa untuk pergi ke Kerajaan Monzxo untuk mengunjungi kami semua." ucap Raja Yuminxo dengan senyuman lebar.
"Tentu saya akan pergi untuk mengunjungi kalian." jawab Putri Amerilya.
Disaat Putri Amerilya, Pangeran Mixo, dan Raja Yuminxo sibuk berbincang bincang di sisi lain Raja Ruzel merasa kesal karna lagi dan lagi rencananya gagal. Raja Ruzel menggeretakk giginya dengan kesal kemudian pergi menjauh dari Raja Yuminxo.
Raja Ruzel berjalan mendekat ke arah Putri Arbel yang sedang duduk sembari menikmati secangkir teh untuk menenangkan fikirannya yang sedang kalut.
"Rencana kita gagal, dan untuk kesekian kalinya Putri Amerilya yang menggagalkan rencana ini." bisik Raja Ruzel ke telinga Putri Arbel.
"Lebih baik kita berhenti untuk sementara waktu, saat ini kondisi ruang makan sedang sangat ramai. Saya khawatir ada beberapa pihak yang menyadari pergerakan kita." ucap Putri Arbel yang meminta pada ayahnya untuk menunda rencana mereka hingga situasi lebih kondusif.
"Tapi kita harus cepat, tidak banyak waktu yang tersisa." jawab Raja Ruzel dengan tidak sabaran.
Saat Raja Ruzel sedang berdebat dengan Putri Arbel tiba tiba Ratu Luncia dan Selir Yui datang untuk menghampiri mereka. Kedua wanita itu ingin menanyakan keberadaan anak pertama mereka yang tak terlihat sedari tadi.
"Dimana Pangeran Nanzo?." tanya Ratu Luncia.
"Dimana Pangeran Argaf?." tanya Selir Yui.
Mereka mengajukan pertanyaan secara bersamaan, sebagai seorang ibu tentu keduanya khawatir saat tidak melihat keberadaan putra mereka diantara semua tamu undangan yang datang.
"Mereka sedang pergi untuk mencari angin di luar sana." jawab Raja Ruzel yang sengaja berbohong pada kedua istrinya itu.
"Loh? bukannya Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf hilang sejak pagi tadi dan belum kembali hingga sekarang." sahut Pangeran Luxe yang kebetulan saat itu sedang melintas di belakang Raja Ruzel.
"Hilang?!." triak Ratu Luncia dan Selir Yui secara bersamaan. Bagaimana bisa anak mereka hilang?.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.