
Saat ini Lilian sudah sampai di istana putri, ia segera masuk ke dalam kamar Putri Amerilya dan menyampaikannya pada pelayan yang lain informasi yang ia dapatkan. Juylin menatap ke arah sang putri kecil yang masih tak kunjung sadar, ia ingat bahwa Putri Amerilya sempat memiliki rencana untuk menjenguk Putri Haru di wilayah pengasingan akan tetapi hingga saat ini keinginan tersebut belum terpenuhi. Mungkin saja Putri Amerilya terkejut karna tiba tiba Putri Haru meninggal ditambah karna dialah akhirnya Putri Haru di asingkan.
"Lalu bagaimana dengan Tuan Putri Amerilya? saat ini tubuhnya semakin dingin. Apakah tidak ada anggota keluarga kerajaan yang bersedia untuk menemaninya di sini?." tanya Juylin pada Lilian. Di saat-saat seperti ini paling tidak Raja Azvago atau Ratu Zivaya bisa menemani sang putri hingga pulih kembali.
"Para prajurit itu tidak mengizinkan saya untuk masuk ke dalam. Mereka mengatakan bahwa saat ini kondisi istana utama sedang sangat kacau setelah mendapatkan kabar mengenai kematian Putri Haru. Saya rasa mereka sedang menyiapkan upacara pemakaman untuk sang putri meski jasadnya belum di temukan." jelas Lilian alasan dibalik ia kembali sendiri.
Juylin berdiri kemudian pergi dari kamar sang putri, entah apa yang ingin dia lakukan para pelayan lain tidak ingin ikut campur begitupun dengan Lilian yang hanya menatap kepergian Juylin dengan tatapan bingung. Sedati tadi Lilian juga merasakan perubahan sikap yang terjadi pada rekan rekannya yang lain, ia tidak tau pasti kesalahan apa yang telah dilakukan hingg menjadi seperti ini.
Di sisi lain Juylin pergi meninggalkan istana putri, kali ini tujuannya bukanlah istana utama melainkan istana pangeran. Juylin tau bahwa para prajurit yang berada di istana pangeran jauh lebih ramah daripada para prajurit yang ada di istana utama. Setelah menempuh perjalanan selama lima menit akhirnya Juylin sampai di depan pintu masuk istana pangeran.
"Selamat siang, apakah saya boleh masuk ke dalam untuk bertemu dengan beberapa pangeran?. Saya dari istana putri ingin memberitahu bahwa Putri Amerilya sedang dalam kondisi yang kurang baik." ucap Juylin pada para prajurit itu.
"Silahkan masuk ke dalam, saat ini hanya Pangeran Luxe saja yang masih tersisa, ketiga pangeran yang lain pergi ke istana utama untuk membantu menyiapkan upacara pemakaman dan doa bersama." jawab salah seorang prajurit yang mempersilahkan Juylin untuk masuk ke dalam.
"Terimakasih telah memberi saya izin, saya permisi terlebih dahulu." ucap Juylin, iapun segera masuk ke dalam istana pangeran dan bergegas pergi menuju ruang kerja Pangeran Luxe.
Tok tok tok...
Suara ruang kerja Pangeran Luxe yang diketuk oleh Juylin, setelah menunggu beberapa saat akhirnya sang pangeran membukakan pintu dan menatap ke arah Juylin dengan tatapan bingung.
"Salam hormat saya pada Pangeran Luxe." ucap Juylin sembari membungkukkan badan di hadapan sang pangeran.
"Apa yang membuat mu datang kemari? bukankah kau salah satu pelayan yang ditugaskan di istana putri." tanya Pangeran Luxe sembari menunggu penjelasan dari Juylin.
"Bisakah Anda pergi ke istana putri untuk menemani Tuan Putri Amerilya? beberapa saat yang lalu ia pingsan dan belum sadarkan diri hingga sekarang." ucap Juylin yang menjelaskan secara singkat maksud kedatangannya itu.
"Mengapa tidak ada yang memberitahukan hal ini sejak tadi, apakah ibu saya sudah tau?." tanya Pangeran Luxe.
"Para prajurit yang berjaga di depan istana utama melarang pelayan dari istana putri untuk masuk ke dalam meski sudah mengatakan hal ini berhubungan dengan Tuan Putri Amerilya, karna itulah saya berinisiatif untuk memberitahukan terlebih dahulu pada para pangeran." jawab Juylin dengan jujur pada Pangeran Luxe.
"Kau bisa kembali ke istana putri sekarang, biar saya yang memberitahukan hal ini pada Ratu Zivaya. Tidak ada yang lebih penting daripada Putri Amerilya, saya bahkan tidak peduli apakah Putri Haru masih hidup atau tidak." ucap Pangeran Luxe, ia meminta pada pelayan dari istana putri untuk kembali ke tempatnya.
__ADS_1
"Baiklah saya permisi terlebih dahulu Pangeran Luxe, tolong segeralah datang karna badan Tuan Putri Amerilya sangat dingin. Para alkemis yang berada di istana utama tidan akan datang jika pelayan seperti saya yang memanggilnya." setelah mengatakan hal itu Juylin membungkukkan badannya beberapa saat, setelah itu ia pergi meninggalkan ruang kerja Pangeran Luxe.
Pangeran Luxe menatap ke arah depan dengan sorot mata penuh kemarahan, bisa bisanya para prajurit itu mengabaikan kondisi kesehatan Putri Amerilya hanya karna kabar kematian Putri Haru. Tidak ada yang tau bagaimana sikap Putri Haru ketika berada di luaran sana, mungkin ia memiliki banyak musuh hingga terbunuh seperti sekarang.
"Sialan lihat saja nanti." batin Pangeran Luxe sembari menggebrak meja ruang kerjanya dengan cukup kencang setelah itu ia keluar ruangan.
Pangeran Luxe berjalan meninggalkan istana pangeran dan menuju istana utama. Sorot mata tajam Pangeran Luxe membuat para prajurit yang berjaga di depan pintu masuk istana utama gemetaran, mereka tau saat ini sang pangeran sedang sangat marah.
"Bukankah berkali kali sudah saya katakan, hal hal yang menyangkut Tuan Putri Amerilya jauh lebih penting dari apapun. Mengapa kalian melarang pelayan dari istana putri untuk masuk ke dalam! apa kalian ingin di penggal!!." tegur Pangeran Luxe dengan energi sihir yang meledak dari dalam tubuhnya.
"Kami...... kami hanya ingin semua anggota Keluarga Kerajaan Meztano fokus pada proses persiapan pemakaman Putri Haru serta prosesi doa." jawab salah seorang prajurit dengan gagap.
"Kalian fikir Putri Amerilya sengaja jatuh pingsan untuk mengganggu proses pemakaman bibinya!! sudahlah saya ingin pergi menemui Ratu Zivaya karna itu menyingkirlah." bentak Pangeran Luxe pada kalimat terakhir yang ia ucapkan.
Pangeran Luxe tau ayahnya pasti sangat syok setelah mendengar kepergian Putri Haru secara tiba tiba dan masih membutuhkan waktu waktu untuk menenangkan diri namu sang ibu tidak akan peduli dengan Putri Haru karna hubungan keduanya sudah tidak baik bahkan sebelum Putri Amerilya lahir. Mau tidak mau para prajurit yang berjaga di depan istana utama mempersilahkan Pangeran Luxe untuk masuk ke dalam.
"Sekali lagi kalian mengulang kesalahan yang sama maka akan saya tebas kepala kalian semua." ancam Pangeran Luxe sembari masuk ke dalam istana utama.
Setelah kepergian Pangeran Luxe para prajurit bisa bernafas dengan lega, mereka tidak mengira akan berakhir seperti ini. Ternyata ada beberapa anggota Keluarga Kerajaan Meztano yang tidak peduli dengan kematian Putri Haru, meskipun Putri Haru bukan keluarga inti namun ia tetap memiliki peran tersendiri bagi Istana Kerajaan Meztano..
Ratu Zivaya dan beberapa orang menoleh kebelakang, dengan segera Ratu Zivaya pergi menghampiri putranya itu tanpa peduli jika doanya terputus. Beberapa orang memaklumi hal tersebut dan sebagian lagi hanya melihat dengan tatapan bingung.
"Ada apa putraku? mengapa kau menghentikan ibu yang sedang melakukan doa untuk bibi mu?." tanya Ratu Zivaya dengan suara pelan.
"Sudahlah bu jangan berpura pura di depanku seperti ini. Putri Haru tidaklah penting karna dia sangat jahat dan licik. Aku datang untuk memberitahukan bahwa saat ini Putri Amerilya sedang pingsan, tubuhnya sangat dingin dan tak ada alkemis ataupun tabib yang menanganinya. Para prajurit bodoh yang berjaga di depan pintu melarang para pelayan dari Istana putri untuk masuk ke dalam, padahal pelayan itu sudah mengatakan bahwa Putri Amerilya sedang pingsan." jelas Pangeran Luxe pada Ratu Zivaya.
Kilatan cahaya berwarna biru keluar dari mata Ratu Zivaya, bisa bisanya para prajurit itu mengabaikan kondisi Putri Amerilya yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan.
"Ibu akan membawa beberapa tabib, kau bisa menunggu di depan pintu masuk. Biarkan yang lain melanjutkan prosesi doa dan kita pergi ke istana putri." perintah Ratu Zivaya pada putra keduanya itu.
"Baik ibu saya akan menunggu di depan pintu masuk." jawab Pangerang Luxe yang langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
Saat Ratu Zivaya ingin pergi meninggalkan tempat berdoa tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang, sang ratu menoleh kebelakang dan menemukan suaminya sedang menatapnya dengan tajam. Raja Azvago marah karna Ratu Zivaya pergi sebelum prosesi doa belum selesai, doa yang dipanjatkan kali ini untuk adik perempuannya sekaligus adik ipar Ratu Zivaya.
"Kemana Anda akan pergi? selesaikan terlebih dahulu prosesi doa baru saya akan mengizinkan mu untuk pergi." ucap Raja Azvago dengan serius.
"Lepaskan tangan saya, saat ini Putri Amerilya membutuhkan saya di sisinya. Profesi doa ini akan tetap berlangsung meskipun saya pergi." jawab Ratu Zivaya sembari menepis tangan Raja Azvago yang sedang menggenggam tangannya.
"Amerilya baik baik saja, bukankah tabib mengatakan bahwa dia hanya perlu waktu beristirahat beberapa hari kedepan. Tolong hargai adik perempuan saya." ucap Raja Azvago.
"Doa bisa dipanjatkan kapan pun dan dimana pun, tidak haru dalam prosesi besar seperti ini. Apa Yang Mulia Raja Azvago tau bahwa beberapa saat lalu putri saya pingsan dan belum sadarkan diri hingga sekarang, saya akan pergi membawa beberapa tabib istana untuk melihat kondisinya. Jangan halangi saya jika tidak ingin sebuah keributan yang besar terjadi." tegur Ratu Zivaya sembari pergi meninggalkan Raja Azvago.
Sang raja menatap kepergian ratunya itu, ia merasa sedikit bersalah karna tidak menanyakan terlebih dahulu alasan sang ratu ingin pergi. Ratu Zivaya benar kondisi Putri Amerilya jauh lebih penting dan prosesi doa ini akan tetap berlangsung meskipun salah satu anggota kerajaan tidak mengikutinya karena alasan yang penting.
"Hah maafkan saya." gumam Raja Azvago. Ia berjalan kembali ke barisan depan kemudian membaca doa bersama yang lainnya.
Di sisi lain para prajurit yang sedang melakukan pencarian mayat korban terbakarnya area pengasingan menemukan beberapa mayat namun itu mayat dari para prajurit. Kesatria Richal bersamaan anggota Kesatria White Rose yang lain fokus mencari mayat Putri Haru sesuai dengan perintah sang raja.
"Dimana letak kamar yang ditempati oleh Putri Haru?. Sulit untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaannya jika seperti ini." ucap Kesatria Albern sembari mengangkat beberapa dining tembok yang runtuh.
"Saya juga tidak tau dimana titik pasti tempat Putri Haru tinggal, namun pengasingan ini jauh lebih besar dari yang saya bayangkan." ucap Kesatria Lional dengan tatapan bingung.
"Bagaimanapun juga yang menjalani pengasingan adalah adik Yang Mulia Raja Azvago, tentu akan sangat berbeda dari tempat pengasingan pada umumnya." jawab Kesatria Richal agar anggotanya yang laun tidak salah faham.
"Mungkinkah kejadian ini berkaitan dengan beberapa kelompok yang membantu Istana Kerajaan Meztano saat diserang dari berbagai arah. Jika saya tidak salah ingat mereka hanya peduli dengan Tuan Putri Amerilya, bisa saja mereka menyingkirkan orang orang yang mengusik sang putri." ucap Kesatria Richo. Ia berusaha untuk menebak alasan di balik terbakarnya tempat pengasingan ini.
"Entahlah tidak ada barang bukti yang mengarah pada kelompok itu. Lagipula apa untungnya mereka membunuh Putri Haru?." tanya Kesatria Albern.
"Karna Putri Haru memerintahkan sekelompok bandit hutan untuk membuat kekacauan saat pesta ulangtahun Putri Amerilya. Bisa saja ini bentuk balas dendam yang mereka lakukan." ucap Richo.
"Sepertinya itu tidak mungkin. Kelompok kelompok seperti mereka hanya akan bertindak ketika penyerangan terjadi secara langsung. Jika mereka berniat untuk membunuh Putri Haru, seharusnya dilakukan saat Putri Haru berusaha menghilangkan nyawa Putri Amerilya." sangkal Kesatria Richal mengenai tuduhan dari Kesatria Richo.
"Ya itu sangat masuk akal. Kita juga tidak tau seberapa banyak musuh Putri Haru di luar sana. Bukankah sejak dulu dia selalu bersikap kasar dan hanya menunjukkan kenaikan bada Raja Azvago dan beberapa anggota Keluarga Kerajaan." jawab Kesatria Albern.
__ADS_1
"Mari kita fokus untuk mencari keberadaan mayat Putri Haru, jangan membuat pihak Kerajaan Meztano menunggu lama." perintah Kesatria Richal dengan tegas. Mereka ditugaskan kesini untuk mencari mayat Putri Haru bukannya membicarakan kejelekan yang Putri Haru lakukan di masa lalu.
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.