Putri Tangguh

Putri Tangguh
Big Boss Turner


__ADS_3

Di kediaman Turner, sang Big Boss sedang istirahat. Namun sejak tadi ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ditambah lagi kondisinya yang semakin memburuk. Seorang pria yang menjadi pelayan pribadi Sang Big Boss terlihat sedih melihat kondisi atasannya yang sekarang.


Big Boss Turner terus saja batuk-batuk, bahkan kesulitan untuk makan dan minum. Namun mereka tidak memiliki cara untuk menyembuhkannya karena penyakit yang diderita sang Big Boss sangat langka dan tidak ada obatnya.


"Jika malam ini aku dijemput oleh sang pencipta, aku akan pergi sambil tersenyum bahagia. Karena kedua putriku sudah menikah. Mereka akan hidup bahagia bersama dengan pasangan mereka masing-masing. Aku tidak perlu mengkhawatirkan mereka lagi. Jika mereka merindukanku mereka bisa datang ke pemakamanku," ucap Big Boss Turner hingga membuat pria yang ada di dekat tempat tidurnya menjadi semakin sedih.


"Bos, jangan pernah bicarakan soal kematian karena kami belum siap kehilangan pemimpin hebat seperti anda. Memang benar kalau kedua Putri anda sudah menikah, namun Apa anda tidak ingin melihat perkembangan cucu anda. Anda memiliki dua anak perempuan, mereka akan melahirkan bayi mungil yang sungguh menggemaskan. Apa anda tidak ingin dipanggil Opa?" Pria itu berusaha memberi semangat.


"Aku tidak mau ketika aku sekarat nanti kedua putriku mengetahui penyakit yang selama ini kuderita. Aku sudah cukup berjuang keras untuk menyembunyikan penyakitku selama ini. Aku tidak mau perjuanganku ini menjadi sia-sia." Big Boss memandang ke arah lain.


"Nona Eren dan Nona Elma pasti akan kembali datang ke rumah ini untuk menjenguk Anda bersama dengan pasangan mereka. Apa yang akan anda lakukan jika anda tidak semangat hidup seperti sekarang. Mereka pasti tahu kalau anda sedang sakit."


"Tidak mungkin. Mereka pasti sedang sibuk dengan pasangan mereka masing-masing," sangkal big Boss dengan penuh percaya diri.


"Kalau boleh saya tahu, Kenapa Anda percaya diri sekali Jika putri Anda bahagia dengan pasangan yang anda pilih. Seperti Nona Eren, wataknya sangat keras tetapi anda menjodohkannya dengan pria yang keras juga. Mereka sama-sama bisa bertarung. Anda tidak takut ujung-ujungnya mereka bertengkar? Lalu dengan Nona Elma. Nona Elma sangat lembut. Dia juga bijaksana namun ia tidak memiliki kemampuan untuk bela diri tetapi anda menjodohkannya dengan pria yang lemah. Sama sekali tidak bisa bertarung. Apa anda tidak salah pilih? Kenapa dulu anda tidak menukar mereka saja? Nona Eren bersama dengan sang bos mafia lalu Nona Elma bersama dengan CEO tersebut."

__ADS_1


"Sebelum memutuskan semua ini aku sudah mempertimbangkannya matang-matang. Zico sangat cocok dengan Eren. Eren akan mewarisi geng mafia yang selama ini aku pimpin. Dia tidak akan hidup dengan tenang lagi setelah itu karena dia akan menghadapi musuh yang selama ini belum selesai aku habisi. Dengan bantuan Zico, dia akan selalu aman. Aku yakin Zico tidak akan membiarkan Eren celaka meskipun pria itu wataknya sangat dingin dan keras tetapi ia tidak mungkin tega melihat wanita yang sudah ia nikahi cedera. Elma sebenarnya ia sangat pantas dengan CEO bernama Rivan itu. Meskipun CEO itu tidak berani bertarung dan tidak memiliki kemampuan bela diri sedikitpun tetapi ia pria yang sangat cerdas dalam dunia bisnis. Elma tidak cocok jika berpasangan dengan Zico yang keras dan seorang petarung. Elma pernah bilang padaku kalau ia ingin memiliki sebuah bisnis dan berkembang. Aku sama sekali tidak memiliki keterampilan dalam hal bisnis. Jika ia berpasangan dengan Rivan, dia akan menjadi pembisnis yang handal. Impiannya selama ini akan segera tercapai. Aku tidak perlu repot-repot lagi memilih guru untuk mengajari Elma dalam dunia bisnis."


Pria itu terdiam sejenak. Dia tidak menyangka kalau Big Boss sudah memiliki alasan sendiri sebelum memilih menantunya. "Maafkan saya Bos karena sempat meragukan pilihan anda. Detik ini saya tahu kalau Anda pria yang cerdas karena anda tidak mungkin memberikan Putri Anda kepada pria yang tidak berguna."


Ponsel pria itu berdering. Ia segera mengambil ponselnya dari dalam saku. Alisnya saling bertaut ketika melihat nomor seseorang yang muncul di sana. Karena tidak mau ketahuan sang Big Boss, pria itu segera menjauh untuk mengangkat panggilan teleponnya.


"Ada apa? Kenapa kau meneleponku selarut ini? Apa kau tidak tahu kalau ini adalah jam istirahatku?" protes pria itu tidak suka.


"Nona Elma hilang. Dia tidak ada di kediaman keluarga Johnson," ucap pria di dalam telepon.


"Nona Elma tidak jadi menikah dengan pria bernama Rivan. Rivan tidak hadir dalam pesta pernikahan hingga pernikahan itu harus dibatalkan. Namun keluarga Johnson tidak mau hal ini terdengar sampai ke telinga Big Boss. Mereka merahasiakan masalah ini serapat mungkin hingga kita tidak ada yang mengetahuinya. Mereka juga sempat menahan Nona Elma agar bertahan di rumah itu Tetapi Nona Elma memutuskan untuk pergi. Sampai detik ini kami belum menemukan titik terang tentang keberadaan Nona Elma karena ponsel Nona Elma tertinggal di dalam mobil."


Pria itu mengatur nafasnya karena kini ia mulai emosi mendengar laporan dari bawahannya. Ingin sekali ia memukul satu persatu orang yang sudah Ia kirim untuk menjaga Elma selama ini. Kenapa bisa selarut ini dia baru mengetahui informasi kalau pernikahan Elma gagal.


"Kalian semua benar-benar tidak berguna! Tunggu saja hukuman dariku!" ancam pria itu sebelum memutuskan panggilan teleponnya. Ia bahkan belum berani memutar tubuhnya karena kini sang Big Boss memandangnya dengan begitu tajam.

__ADS_1


"Katakan saja apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak langsung mati ketika mendengarnya," ucap sang Big Boss dari arah tempat tidur.


Pria itu memutar tubuhnya lalu berjalan mendekati tempat tidur. Dia menunduk hormat tanpa mau mengangkat tubuhnya lagi. "Maafkan saya bos karena anak buah saya tidak beres menjaga Nona Elma. Pernikahan Nona Elma batal dan sekarang Nona Elma menghilang. Sekarang mereka masih mencari Nona Elma."


"APA?" Sang Big Boss langsung melebarkan kedua matanya. Rasanya ia tidak bisa lagi duduk di atas tempat tidur seperti sekarang. Dia harus mencari putrinya. "Siapkan anggota! Kita cari Elma sekarang juga!" Namun baru saja kakinya menginjak lantai, tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing hingga ia harus kembali terduduk di tempat tidur tersebut.


"Bos, serahkan masalah ini kepada saya. Anda harus tetap berbaring di sini demi kesehatan anda juga."


"Elma yang hilang! Bagaimana bisa aku tenang? Jika Eren yang hilang, mungkin dalam waktu setengah jam ia bisa kembali dalam keadaan selamat. Tapi ini Elma! Apakah kau berpikir sebelum memintaku untuk tenang?" Terlihat jelas kalau kini sang big Bos tidak bisa tenang lagi karena dia mengkhawatirkan putrinya.


"Bos, bagaimana kalau kita hubungi Bos Eren saja? Saya tahu ini bukan waktu yang tepat untuk mengganggu Bos Eren. Tapi Bos Eren sendiri akan marah jika kita tidak memberitahunya."


Big Bos masih berusaha mengatur nafasnya agar bisa kembali tenang. Sekarang ia harus mengambil keputusan yang sangat sulit karena putrinya baru saja menikah. Rasanya ia tidak mungkin meminta Eren untuk turun langsung ke lapangan. Tetapi sekarang mereka semua sama-sama tahu kalau nyawa Elma sangat penting. Jangan sampai mereka terlambat menyelamatkan Elma.


"Hubungi Eren dan suruh ia menemuiku. Selidiki apa yang menyebabkan pernikahan Elma batal!"

__ADS_1


"Baik bos." Pria itu segera pergi untuk memberi perintah kepada bawahannya. Sambil berjalan Ia terus saja menggeram dan dengan wajah yang kecewa. "Gawat! Jangan sampai Nona Elma tertangkap oleh musuh yang sedang berkeliaran di luar sana," gumam pria itu di dalam hati.


__ADS_2