
Tuan Turner akhirnya diperbolehkan pulang ketika berulang kali pria itu mengancam para dokter yang ada di rumah sakit. Meskipun keadaannya belum bisa dikatakan sehat, tetapi dia berusaha untuk terlihat seperti orang sehat pada umumnya. Jonnas yang saat itu bersama dengan Tuan Turner geleng-geleng kepala melihat kelakuan bih bossnya. Pria itu juga sudah berulang kali membujuk Tuan Turner agar bertahan di rumah sakit sampai kondisinya benar-benar pulih. Tetapi tetap saja bujukannya sia-sia.
"Bagaimana dengan Eren. Aku dengar dia baru saja bertarung dengan Yola. Bahkan ada yang memberiku kabar kalau kaki Eren terluka parah hingga dia tidak bisa jalan. Apa semua itu benar? Kenapa kau tidak mengatakan semuanya kepadaku sejak kemarin?"
"Maafkan saya, Bos. Kondisi Anda sangat buruk hingga saya mengurungkan niat saya untuk menceritakan keadaan Nona Eren yang sebenarnya. Dokter meminta saya untuk tidak memberitahu anda informasi yang bisa membuat anda kembali drop. Memang benar Kemarin Nona Eren sempat bertarung dengan Yola demi menyelamatkan nyawa Nona Elma. Pada akhirnya Nona Eren menang. Namun ia harus menerima cedera pada kakinya karena terkena pedang. Tapi sebenarnya Yola juga tidak kalah sakitnya dari Nona Eren karena Nona Eren berhasil memukul wanita itu hingga babak belur."
Big Boss Turner kembali diam untuk beberapa saat. Pria itu memandang keluar mobil. "Kira-kira informasi yang kemarin aku katakan sudah sampai belum ke telinga Eren?"
"Sepertinya sudah Bos. Lusi tidak akan diam saja ketika dia tahu informasi penting ini. Tapi sebenarnya apa yang sudah anda rencanakan. Kenapa tiba-tiba Anda menarik geng mafia milik Nona Eren dan membatasi wilayah kekuasaannya. Bukankah hal ini hanya akan membuat Nona Eren benci kepada anda?"
"Memang itu yang aku inginkan. Eren sudah menikah dengan Zico. Aku yakin Zico tidak akan membiarkan Eren menderita apalagi sampai diserang oleh musuh. Pria itu pasti akan turun tangan langsung. Dengan begitu tanpa adanya geng mafia yang selama ini ia Pimpin Eren akan tetap aman.
Penyakitku semakin parah dan sangat sulit untuk disembunyikan. Eren wanita yang cerdas dan memiliki banyak mata-mata. Jika aku terus membiarkannya berkembang di dalam dunia mafia itu maka dia akan lebih mudah untuk mengetahui penyakitku. Aku tidak mau sampai hal itu terjadi."
"Menurut saya ini ide yang buruk Bos. Mereka pasti marah ketika mereka tahu kalau anda menyembunyikan penyakit Anda seperti ini." Jonnas melirik ekspresi Big Boss Turner.
"Aku tidak peduli. Yang aku inginkan mereka tidak pernah menangis dan memikirkan keadaanku selama aku masih hidup. Aku hanya mengijinkan anak-anakku menangis ketika aku sudah tiada. Karena aku tidak pernah sanggup melihat air mata mereka menetes. Apalagi sampai mereka menangis di hadapanku."
__ADS_1
"Baiklah. Saya akan menghargai keputusan Anda Bos. Saya harap dengan keputusan ini kondisi Anda bisa kembali jauh lebih membaik. Oh ya kabar terbaru yang saya dapat malam ini Nona Eren akan datang ke rumah. Begitu juga dengan Tuan Rivan. Mereka tidak janjian. Mungkin hanya kebetulan saja. Saya yakin Nona Eren datang untuk menjelaskan semuanya kepada Nona Elma."
"Bagus jika memang Rivan akan datang juga malam ini. Kita akan kumpulkan semuanya dan jelaskan yang sebenarnya terjadi agar Eren tidak salah paham lagi. Bagaimanapun juga pernikahan ini harus tetap berlangsung. Apapun yang terjadi Elma harus menikah dengan Rivan. Aku tidak mau ketika nanti Aku tiada, Elma belum memiliki pasangan hidup. Aku tidak akan tenang di peristirahatan terakhirku."
Jonnas kembali fokus dengan laju mobilnya. Pria itu tidak bisa berkata-kata lagi jika sang Big Bos sudah berbicara soal kematian.
"Jonnas, kau sudah cukup lama bekerja denganku. Aku sangat mempercayaimu selama ini. Kau pasti tahu kalau aku memiliki gudang harta karun yang nantinya akan aku wariskan kepada Eren dan Elma. Aku ingin ketika nanti aku tiada, kau mengajak Eren dan Elma ke tempat itu."
"Saya tidak akan pernah mau membawa Nona Eren dan Nona Elma ke tempat itu karena anda tidak boleh mati!" sahut Jonnas dengan wajah tidak suka. "Anda pasti sembuh," ucapnya lagi. Terlihat jelas kalau pria itu tidak rela jika sang Big Boss sudah tiada di dunia ini.
Big Boss Turner tertawa mendengarnya. Sesekali pria itu batuk-batuk sambil memegang dadanya yang terasa sakit. "Nyawaku sudah tidak panjang. Jangan berharap lebih kepada pria tua sepertiku. Kau masih memiliki masa depan yang bagus. Jika nanti aku sudah tiada kau bisa menentukan untuk berada di mana. Kau bisa menjadi pengawal pribadi Elma atau menjadi tangan kanan Eren. Terserah kau saja. Yang penting kau tetap menjadi bagian dari keluarga Turner."
Lagi-lagi Tuan Turner tertawa mendengarnya. "Putri putriku sama sekali tidak merepotkan. Justru Aku curiga kaulah yang nantinya akan merepotkan putri-putriku. Bukankah kau ini pria yang sangat serius dan terlalu terperinci dalam hal apapun. Putriku yang bebas dan tidak kenal aturan tidak akan bisa bersatu dengan pria sepertimu."
"Ya maka dari itu Anda harus sembuh. Agar selamanya saya tetap menjadi tangan kanan anda."
Tuan Turner kali ini terdiam. Bukan karena pria itu tidak memiliki kata-kata lagi untuk membela diri tetapi rasa sakitnya kembali kambuh. Namun dia berusaha untuk menyembunyikan semuanya dari Jonnas. Jika saja sampai Jonnas mengetahuinya pria itu pasti sudah memutar arah mobil mereka menuju ke rumah sakit. Dan Tuan Turner tidak mau sampai hal itu terjadi.
__ADS_1
"Walaupun sebentar. Aku mohon berilah aku sedikit kehidupan agar aku bisa melihat pernikahan Elma dan Rivan. Setelah Elma menikah aku siap dipanggil kapanpun," gumam Big Boss Turner di dalam hati.
...***...
Sore itu ternyata Eren tiba lebih awal. Dibantu dengan Lusi wanita itu turun dari mobil. Beberapa penjaga yang ada di depan menunduk hormat menyambut kedatangan Eren. Meskipun Sedih ketika melihat Eren yang kini duduk di kursi roda, mereka tetap memandang Eren sebagai wanita tangguh yang tidak terkalahkan.
"Eren!" teriak Elma dari ambang pintu. Wanita itu langsung berlari menyambut kedatangan adik kandungnya. Ia sedikit sedih melihat Eren duduk di atas kursi roda. "Kenapa kau tidak mengabariku jika ingin datang. Kau masih sakit kenapa memaksakan diri untuk datang ke sini. Aku bisa mengunjungimu ke sana Jika kau merindukanku."
"Ada yang harus aku jelaskan. Aku tidak mau menyimpan rahasia ini sendirian," jawab Eren tanpa memandang.
"Kenapa kau terlihat serius sekali. Sebenarnya masalah apa yang ingin kau ceritakan kepadaku?" Elma mengambil alih untuk mendorong kursi roda Eren. Sedangkan Lusi memilih untuk mengawasi dua wanita itu dari jarak yang tidak terlalu jauh. "Daddy belum pulang. Apa kau juga ingin bertemu dengan Daddy?"
"Ya. Aku tidak akan menceritakan rahasia ini jika Daddy belum ada. Karena aku ingin Daddy mendengarkannya juga nanti."
Elma menggangguk. "Kalau begitu ayo kita ke kamar. Kau pasti sangat merindukan kamarmu. Kebetulan sekali Aku baru saja membereskannya. Nanti setelah Daddy pulang kita akan sama-sama menemui Daddy."
"Baiklah," jawab Eren pasrah. Wanita itu memutar kepalanya lalu memandang ke arah Lusi. Ia tersenyum penuh arti hingga membuat Lusi menggangguk. Ternyata ada sebuah rencana yang mereka siapkan sebelum mereka tiba di rumah itu.
__ADS_1
"Aku harap Lusi berhasil melakukannya," gumam Eren di dalam hati.