Putri Tangguh

Putri Tangguh
Roger Lagi


__ADS_3

Luis terlihat gelisah ketika Lusi tidak kunjung memberi kabar. Pasalnya, pria itu sudah melakukan apa yang diperintahkan oleh Lusi. Jika sampai Zico tahu kalau Luis telah memberi sesuatu ke dalam minuman yang di minum Zico, bisa gawat akibatnya. Berulang kali Luis memeriksa ponselnya untuk mendapatkan informasi terbaru dari Lusi. Namun, wanita itu tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan memberi kabar. Hingga akhirnya membuat Luis murkah.


"Aku benar-benar bodoh! Bisa-bisanya aku percaya dengan seorang wanita. Awas saja kau Lusi, aku akan membalasmu nanti," ancam Luis di dalam hati.


Di sisi lain, Lusi sudah berada di mobil bersama dengan Eren. Wanita itu ingin segera membawa Eren ke tempat Zico berada saat ini. Dia merasa yakin kalau rencana ini akan berhasil. Sepasang suami istri itu pasti akan melewati malam yang begitu indah dan tidak terlupakan. Setelah ini, baik Zico dan Eren tidak lagi merasa ada jarak di antara mereka berdua.


Eren sendiri masih belum curiga. Tiba-tiba saja Lusi memaksa Eren untuk jalan-jalan menikmati suasana malam hari. Eren yang merasa bosan hanya menuruti perkataan Lusi saja. Kini wanita itu duduk di bangku belakang sambil memainkan ponselnya. Dia sama sekali tidak sadar kalau orang kepercayaannya itu sedang merencanakan sesuatu bersama dengan Luis.


Saat di tengah jalan, tiba-tiba saja beberapa mobil menghadang mobil yang mereka tumpangi. Lusi langsung menginjak rem secara mendadak hingga membuat Eren hampir saja terpental. Wanita itu memutar tubuhnya lalu memeriksa keadaan Eren dengan wajah khawatir.


"Bos, Apa Anda baik-baik saja?"


"Berani sekali mereka menghalangi jalanku!" Eren segera turun dari mobil. Memang saat ini suasana hati wanita itu sedang tidak baik-baik saja. Sedikit masalah bisa membuatnya marah.


Lusi yang tidak mau ketinggalan juga segera turun dan mengejar Eren dari belakang. Wanita itu mempersiapkan senjata apinya buat jaga-jaga jika saja orang yang menghadang jalan mereka itu adalah musuh.


Eren mendengus kesal ketika melihat Yola keluar dari salah satu mobil yang menghadangnya. Ternyata musuh masa lalunya itu masih belum jerah juga meskipun dia sudah mendapat peringatan dari Luis. Kini wanita itu berdiri dengan pasukan yang lebih kuat lagi. Kali ini rencana Yola bukan hanya ingin memberi peringatan kepada Eren. Tetapi dia ingin Eren mati di tangannya malam ini juga.


Melihat keadaan tidak beres, Lusi segera memberi kode kepada pasukannya sendiri. Hingga tidak lama kemudian pasukan Lusi yang selama ini mengikuti mereka secara diam-diam juga keluar dari tempat persembunyian mereka. Jika orang-orang bawaan Yola menggunakan mobil, berbeda dengan Lusi yang justru mereka menggunakan sepeda motor agar bisa tiba lebih cepat. Yola tersenyum sinis melihat pasukan Lusi yang tiba-tiba saja muncul. Padahal tadinya dia pikir Eren dan Lusi hanya berduaan saja.


"Ternyata anda masih berani muncul di depan Bos Eren. Apa Anda tidak takut jika pria misterius itu kembali menyerang anda?" ujar Lusi dengan wajah menghina. Sebenarnya sampai detik ini dia juga tidak tahu siapa pria misterius tersebut. Namun tiba-tiba saja Lusi tertarik untuk membuat seolah-olah pria misterius itu ada di pihak mereka.


"Aku sudah tebak sejak awal. Kalau pria itu adalah orang suruhanmu. Apa kau pikir dengan ancaman seperti itu sudah bisa membuatku berubah? Tidak! Justru sekarang aku semakin dendam padamu dan semakin ingin membunuhmu." Yola maju ke depan ingin memulai pertarungan.


Eren masih diam pada posisinya. Tiba-tiba saja wanita itu merasakan sesuatu yang tidak beres. Sekujur tubuhnya terasa panas.


"Lusi, kenapa tubuhku terasa aneh seperti ini?" Eren berusaha mengendalikan dirinya sendiri. Dia sendiri juga tidak tahu kenapa suasana hatinya menjadi berubah secara tiba-tiba.

__ADS_1


Lusi memandang Eren dengan alis saling bertaut. "Gawat. Kenapa Bos Eren menjadi seperti ini? Apa jangan-jangan." Lusi memeriksa kembali ramuan yang dia simpan di dalam saku. Kedua matanya melebar ketika ia menyadari kalau ramuan yang seharusnya diminum oleh Zico ternyata sudah diminum oleh Eren. "Bagaimana ini? Obatnya mulai bekerja. Bos Eren akan kalah jika dia bertarung dalam keadaan seperti ini."


Suasana hati Lusi benar-benar panik saat itu. Wanita itu segera maju untuk mengalahkan Yola. Meskipun dia tahu kalau Yola bukan tandingannya. Tetapi dia tetap ingin melindungi Eren dengan sekuat tenaga.


Eren mengatur napasnya yang mulai tersengal. Wanita itu merasakan panas dingin. "Apa yang terjadi?"


Yola mengajar Lusi dengan tangan kosong. Kini kemampuan wanita itu jauh lebih hebat dari sebelumnya. Meskipun Lusi kalah di awal, Tetapi wanita itu tidak mau menyerah. Dia kembali bangkit untuk menyerang Yola. Bersamaan dengan itu juga, pasukan Lusi dan pasukan Yola saling memukul satu sama lain. Sedangkan Eren hanya berdiri di tempatnya dengan wajah kebingungan.


Roger tiba-tiba saja muncul bersama dengan pasukan Yakuza miliknya. Mereka semua membantu pasukan Lusi untuk mengalahkan Yola.


Di waktu yang bersamaan Lusi terjatuh di jalan dengan wajah yang babak belur. Bahkan wanita itu sampai muntah darah karena pukulan yang diberikan oleh Yola. Dia sendiri sempat kaget ketika melihat Roger ada di sana. Namun apa yang bisa ia lakukan? Wanita itu hanya bisa pasrah dan berharap Roger segera menghabisi Yola malam ini juga.


"Siapa Mereka? Kenapa selalu saja ada orang baru yang membela wanita brengsek ini!" umpat Yola di dalam hati. Wanita itu segera maju untuk menantang Roger.


"Berani sekali kau menyentuh wanitaku!" ucap Roger sebelum menghajar Yola tanpa ampun. Pria itu menggunakan belati di tangannya. Hanya beberapa trik saja yang ia gunakan, pria itu berhasil menyayat kaki dan tangan Yola hingga membuat tubuh wanita itu dipenuhi luka dan darah segar.


Yola melangkah mundur dengan wajah menahan sakit. Roger tidak mau membelikan celah sedikitpun kepada Yola. Pria itu meletakkan tangannya di leher Yola. Dalam hitungan detik saja ia mencengkram dan mencekik Yola lalu mengangkat tubuhnya ke atas. Yola kehabisan kata-kata. Wanita itu tidak bisa bergerak lagi. Lehernya benar-benar sakit ketika kakinya tidak lagi menginjak bumi.


Eren terduduk di jalanan. Wanita itu makin kesulitan untuk mengendalikan dirinya sendiri. Pandangan yang ada di depan sudah tidak jelas lagi. Bahkan wanita itu sudah tidak sadar kalau kini Roger sedang berusaha merenggut nyawa Yola.


"Bunuh dia! Jika anda membiarkannya tetap hidup, maka dia akan terus berusaha untuk membunuh bos Eren!" teriak Lusi. Wanita itu sengaja mengatakan kalimat seperti itu di saat genting seperti ini agar Roger tidak pikir dua kali untuk membunuh Yola. "Jika Yola mati di tangan pemimpin Yakuza, kami akan lepas tangan. Keluarga besar Yola akan berurusan langsung dengan Yakuza ini. Tidak lagi dengan kami. Bukankah ini kesempatan yang bagus?" gumam Lusi di dalam hati.


Roger semakin keras mencengkram leher Yola hingga tidak lama kemudian wanita itu tewas di tangannya. Melihat Yola sudah tidak bernyawa dengan mudahnya Roger menghempaskan wanita itu di jalanan. Tewasnya Yola membuat seluruh pasukan yang dipimpin oleh Lusi dan juga Yola sendiri terlihat kaget. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau wanita yang terkenal hebat itu bisa mati dengan mudahnya.


Roger memandang ke arah Eren yang terlihat kesakitan. Pria itu sangat khawatir. Dia segera berlari menghampiri Eren untuk menolong wanita itu.


"Eren, Apa kau baik-baik saja?"

__ADS_1


Lusi berusaha bangkit untuk menghampiri Eren. Namun kakinya benar-benar sakit akibat pukulan yang diberikan oleh Yola. "Gawat! Jika Bos Eren jatuh ke tangan Roger, maka malam ini mereka bisa-bisa ...."


Di waktu yang bersamaan, mobil yang ditumpangi oleh Luis dan juga Zico tiba di lokasi tersebut. Lusi merasa jauh lebih lega saat itu. Meskipun ia tidak bisa apa-apa, tetapi kini Lusi tidak perlu mengkhawatirkan keselamatan Eren lagi.


Zico yang baru saja turun dari mobil segera menghampiri Eren. Lagi-lagi pria itu dibuat emosi ketika melihat Roger hadir di kota yang dia kuasai.


"Sepertinya kau sudah mulai melupakan batasan di mana wilayah kekuasaanmu dan di mana wilayah kekuasaan orang lain. Kemarin aku membebaskanmu bukan karena aku takut padamu, tetapi karena aku masih memiliki hati. Namun tidak untuk malam ini!" ucap Zico dipenuhi emosi. Pria itu melirik istrinya yang kini duduk di jalanan dengan keadaan gelisah. Pria itu menghela napas kasar. Dia sudah tahu apa yang sekarang terjadi kepada Eren karena sebelumnya Luis telah menjelaskan rencana yang sudah ia susun bersama dengan Lusi.


"Jika saja malam ini aku tidak hadir di kota ini, mungkin Eren sudah celaka. Kau lihat sendiri kalau akulah yang sudah menghabisi musuh wanita yang aku cintai. Lalu bagaimana denganmu? Kau sama sekali tidak berguna!" ledek Roger.


"BERHENTI!" teriak Eren. Wanita itu merasa muak mendengar perdebatan antara Roger dan juga Zico. Dia memaksakan dirinya untuk berdiri dan berjalan. Wanita itu tidak bisa meminta bantuan Lusi karena kini keadaan Lusi juga tidak baik-baik saja.


"Zico, tolong aku," rintih Eren seperti sedang kesakitan.


Roger menggeram. Tadinya dia ingin membawa Eren segera pergi dari kota itu tetapi Zico datang di waktu yang tidak tepat. Zico segera berjalan menghampiri Eren. Pria itu segera menarik Eren agar jauh-jauh dari posisi Roger berada.


Eren memandang Zico dengan tatapan mata yang sendu. Tiba-tiba saja wanita itu menarik leher Zico dan mencium bibirnya.


Zico mematung. Pria itu merasa seperti ada aliran listrik di sekujur tubuhnya. Dia tidak pernah seintim ini dengan wanita manapun sebelumnya. Melihat pemandangan seperti itu membuat Roger semakin sakit hati. Pria itu segera pergi.


Luis segera menghampiri Lusi. Pria itu memeriksa luka yang ada pada kaki Lusi. "Lukanya sangat parah. Kau harus dibawa ke rumah sakit," ucap Luis memberi solusi.


"Jangan pikirkan aku. Pikirkan saja Nona Eren," jawab Lusi. Dia memandang ke posisi Zico dan Lusi berada saat ini.


Dengan cepat Zico menggendong Eren dan membawanya masuk ke dalam mobil. Pria itu segera meninggalkan lokasi tersebut.


"Kau lihat sendiri. Sekarang Nona Eren sudah ada ada di tangan Bos Zico. Dia yang akan menjaganya. Lebih baik sekarang ikuti saja perkataanku. Kita akan pergi ke rumah sakit sekarang juga."

__ADS_1


Karena tidak memiliki pilihan lain, akhirnya Lusi setuju dengan ide yang diberikan oleh ouis. Wanita itu hanya diam saja ketika Luis menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"Memang rencana kami berantakan karena hadirnya Yola di tengah jalan. Tetapi setidaknya ada manfaat yang kami dapatkan. Aku benar-benar senang ketika melihat Yola mati di tangan Roger. Setelah ini Roger tidak akan bisa mengganggu Bos Eren lagi karena dia akan disibukkan dengan keluarga besar Yola yang menuntut balas dendam atas kematian Yola," gumam Lusi di dalam hati. Wanita sama sekali tidak menyangka kalau keberuntungan masih ada di pihak mereka.


__ADS_2