Putri Tangguh

Putri Tangguh
Balas Dendam


__ADS_3

Zico sudah tidak tertarik lagi untuk membunuh Roger karena kini pikiran pria itu dipenuhi dengan keselamatan istrinya. Zico berlari kencang untuk menyelamatkan Eren. Dia tidak mau sampai terlambat.


Begitupun yang dilakukan oleh Roger. Meski kini wajahnya babak belur tetapi pria itu memaksakan dirinya untuk tetap berdiri dan berjalan menolong Eren. Langkahnya tertatih karena luka bekas tembakan yang diberikan oleh Zico tadi. Sambil berjalan Roger memperhatikan pasukan Yakuza yang ikut bersamanya.


Mereka semua tewas karena terkena tusukan belati. Roger sendiri kaget ketika tahu kalau lawan yang kini akan ia hadapi bukan lawan yang lemah. Dia benar-benar cerdik sampai-sampai membunuh pasukan Yakuza milik Roger tanpa suara sedikitpun.


Eren sendiri berhasil mengalahkan pasukan Yakuza milik Roger. Sayangnya wanita itu tiba saja di serang oleh pasukan yang di kirim keluarga Yola. Karena tidak mau tertembak, Eren melangkah mundur sampai akhirnya dia terjebak di tepian jurang.


"Kenapa Zico ke sini? Jika seperti ini dia bisa membahayakan nyawanya sendiri," gumam Eren di dalam hati. Wanita itu kembali memandang pria yang kini berdiri di hadapannya sebelum memandang ke belakang untuk memperhatikan jurang yang begitu mengerikan.


"Jika kau menemuiku karena ingin balas dendam atas kematian Yola, kau salah besar karena aku sama sekali tidak terlibat. Kau pasti tahu kalau Ayah kandungku memiliki pasukan khusus yang dinamakan dengan Black Crystal. Sejak dulu aku bisa saja membunuh Yola jika memang aku menginginkan nyawanya. Tapi niatku tidak seperti itu. Aku hanya ingin bermain-main dengan Yola. Itulah yang membuat kedua orang tua kami tidak pernah ikut campur dalam masalah yang terjadi di antara kami. Lalu tiba-tiba saja Yakuza dari Jepang ini muncul dan menghabisi Yola malam itu juga. Lalu sekarang kau ingin menyalahkanku?" Eren berharap besar kalau penjelasannya ini bisa memberi kesempatan kepada Eren untuk kabur.


Roger yang sama sekali tidak mendengar apa yang dibicarakan Yola masih memikirkan cara untuk menyelamatkan wanita itu.


Berbeda dengan Zico yang kini justru menahan langkah kakinya ketika Eren memberi kode agar pria itu tidak melangkah lebih dekat lagi. Eren sudah menyiapkan sebuah strategi dan dia tidak mau sampai Zico menggagalkan rencananya.


"Yang aku tahu kalian semua harus mati. Aku sama sekali tidak peduli dengan omong kosong yang baru saja kau ucapkan. Meskipun detik ini kau bilang kau tidak menginginkan Yola mati, tetapi pada kenyataannya wanita itu sudah tiada di muka bumi ini." Pria itu mengangkat senjatanya secara perlahan. Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk menembak Eren.

__ADS_1


"Tunggu dulu!" Eren mengangkat tangannya. "Apa aku boleh mengucapkan permintaan terakhir sebelum mati?"


Zico mengernyitkan dahi mendengar perkataan Eren. "Dasar wanita bodoh? Sebenarnya apa yang memenuhi pikirannya saat ini!" umpat Zico di dalam hati.


"Baiklah, sekarang cepat katakan apa permintaan terakhirmu?" Pria itu justru memberi kesempatan kepada Eren untuk mengucapkan permintaan terakhirnya.


Eren mengangguk. Di detik itu Zico telah bersiap untuk menyerang. Dia memperhatikan senjata api yang ada di tangan musuhnya.


Baru juga mau melakukan tindakan, tiba-tiba Roger sudah menembak tangan pria itu dengan senjata api yang ia miliki. Eren melebarkan matanya. Pria itu tahu kalau kini dia telah dikepung. Hingga akhirnya dia mengarahkan senjata apinya ke tubuh Eren. Tidak mau tertembak, Eren berniat untuk mengelak. Sayangnya posisi wanita itu benar-benar dipinggir. Hingga pada akhirnya Eren tergelincir masuk ke bawah.


"Cepat selamatkan Eren. Biar aku yang mengurus bajingan ini!" perintah Roger.


Zico tidak bisa menolak lagi. Pria itu segera berlari ke pinggiran gunung sebelum melompat untuk menolong Eren yang sudah cukup jauh tergelincir ke bawah.


"Eren, bertahanlah. Aku pasti akan menyelamatkanmu."


...***...

__ADS_1


Roger mengangkat senjata apinya dan menembak tanpa ampun. Namun, di tengah kejadian justru pria itu mematung. Dia menunduk dan melihat perutnya yang mengeluarkan cairan merah yang begitu segar. Ada seulas senyum dibibir Roger ketika dia tahu kalau ada yang menusuknya dengan pedang dari belakang.


"Hughh!"


Roger terduduk ketika seseorang itu menarik pedangnya. Sakitnya sungguh luar biasa. Roger bahkan tidak diberi kesempatan lagi untuk memandang seseorang yang sudah menusuknya itu.


Hingga pada akhirnya Roger tergeletak di atas tumpukan salju. Pria itu memandang ke arah jurang tempat Eren melompat sebelum tersenyum.


"Apa dia sudah mati?" tanya salah seorang yang baru saja tiba. Pria itu memang berencana untuk membunuh Eren, Zico dan Roger hari ini. Dia adalah orang suruhan keluarga Yola. Mereka ditugaskan untuk balas dendam.


"Aku senang sekali bisa menghabisi pria ini dengan tanganku sendiri!" Pria itu menginjak punggung Roger sambil tersenyum menghina. "Dia sama sekali tidak pantas menjadi pemimpin Yakuza selanjutnya!"


"Lalu bagaimana dengan Eren dan Zico? Mereka berhasil kabur."


Dua pria itu memandang ke jurang yang begitu curam. Mereka tidak menemukan Eren dan Zico lagi di sana. "Sepertinya tugas kita sudah selesai. Mereka berdua tidak akan selamat. Mereka akan mati membeku di dalam jurang itu!"


Dua pria itu segera pergi turun dengan menaiki kereta gantung. Mereka berdua merasa senang karena pada akhirnya dia berhasil mengalahkan Roger, Zico dan Eren dengan mudahnya.

__ADS_1


__ADS_2