Putri Tangguh

Putri Tangguh
Firasat Istri


__ADS_3

Eren tersentak bangun ketika dia mengalami mimpi buruk. Wanita itu segera duduk di atas tempat tidur dan mengatur nafasnya agar kembali normal. Lusi yang saat itu masih berada di kamar untuk menemani Eren segera beranjak dari sofa lalu mengambil air minum. Dia memberikan air minum kepada Eren lalu mengusap tangan wanita itu dengan wajah yang khawatir.


"Anda mimpi buruk lagi, Bos?" tanya Lusi dengan wajah khawatir.


"Tiba-tiba saja aku bermimpi dengan Zico. Aku melihatnya dipenuhi dengan luka dan darah. Sepertinya dia berada dalam masalah atau ini hanya firasatku saja?" Eren mengatur napasnya lagi agar bisa tenang.


"Bukankah Tuan Zico pergi untuk menyerang musuh? Jika dia terluka, itu sudah pasti karena setiap pertarungan pasti selalu saja membawa oleh-oleh luka. Tetapi kita do'akan saja semoga Tuan Zico bisa menang melawan musuh yang ia hadapi."


"Lusi, Apa kau tahu siapa musuh yang dihadapi oleh Zico. Selama ini memang aku tidak peduli terhadapnya. Tetapi lama-kelamaan aku menjadi tidak tega jika membiarkannya bertarung sendirian. Bukankah aku bisa membantunya?" Eren merasa yakin kalau dia mampu menolong pria yang menjadi suaminya itu.


"Untuk saat ini Sebaiknya anda pikirkan saja kesehatan anda dulu, Bos. Bukan keselamatan Tuan Zico. Bagaimana mungkin Anda bisa menyelamatkan Tuan Zico sedangkan Anda melindungi diri sendiri saja belum bisa." Lusi berusaha untuk mencegah Eren bertindak gegabah.


"Lusi cepat katakan padaku Informasi apa yang sudah kau dapat tentang Zico? Aku yakin kau pasti menyelidikinya secara diam-diam meskipun aku belum memerintahkanmu." Eren memegang tangan Lusi dan memandang wanita itu dengan penuh harap.


Lusi diam sejenak. Dia duduk di tepian ranjang lalu memandang ke arah lain. "Sebenarnya pria yang dihadapi olehTuan Zico bukan merupakan pria yang hebat. Tetapi entah kenapa dia masih hidup sampai detik ini meskipun Tuan Zico sudah berhasil mengajarnya sampai tewas."


"Dari mana kau tahu kalau pria itu sudah tewas di tangan Zico? Jika memang dia sudah tewas, seharusnya dia tidak bisa mengusik kehidupan Zico lagi." Eren semakin serius menanggapi masalah ini.


"Itulah yang masih saya selidiki sampai detik ini, Bos. Tetapi kemampuan saya tidak sehebat itu. Ditambah lagi sekarang saya fokus terhadap keselamatan anda."


"Tapi tadi kau bilang kalau Zico sudah menyerangnya sampai tewas dan sekarang dia hidup lagi. Apa dia memiliki saudara kembar? Sama seperti aku dan juga Kak Elma."


Lusi mengangguk setuju mendengar perkataan Eren. "Bisa jadi Bos. Kenapa selama ini saya tidak kepikiran sampai ke situ. Ada orang yang kembar tetapi memiliki wajah yang masih bisa dibedakan seperti Anda dan juga Nona Elma. Tetapi ada juga yang kembar dan memiliki wajah sama persis. Bisa jadi Roger ini memiliki saudara kembar dan sekarang orang yang sedang bertarung dengan Tuan Zico adalah saudara kembarnya. Sedangkan Roger yang asli sudah tewas sejak lama."


"Bisa jadi juga kalau Roger yang palsu yang sudah tewas dan yang bertarung dengan Zico asah Roger asli," sahut Eren.

__ADS_1


"Tapi ini hanya tebakan kita saja. Kita tidak bisa menjadikannya sebuah panduan. Lusi, aku ingin memberimu tugas baru. Cepat cari tahu informasi keberadaan Zico saat ini. Aku ingin segera menemuinya."


"Tapi Bos. Bagaimana dengan kaki Anda? Bukankah Anda belum bisa berjalan. Kenapa Anda sudah memaksakan diri untuk menemui Tuan Zico. Bukankah itu hanya akan merepotkan Tuan Zico nantinya."


Wajah Eren langsung terlihat sedih ketika ia sadar kalau kini kakinya tidak bisa digunakan. Wanita itu sampai mengepal kuat tangannya dengan begitu erat. "Kau benar. Saat ini aku sangat tidak berguna. Bagaimana bisa aku menolong jika berjalan saja masih butuh bantuan kursi roda. Sampai kapan kakiku tidak bisa digunakan. Aku sudah bosan seperti ini." Eren mulai frustasi.


"Bos, anda jangan putus asa seperti itu. Dokter bilang anda hanya butuh waktu beberapa hari sebelum mulai belajar jalan lagi. Sebaiknya kita tunggu saja Tuan Zico selama beberapa hari ini. Jika Tuan Zico tidak kembali, kita akan pergi untuk mencarinya."


Eren mengangguk setuju. Namun wanita itu sudah tidak bisa untuk tidur lagi. "Lusi, bisakah kau ambilkan buah-buahan di bawah? Perutku terasa lapar."


"Baiklah, Bos. Tapi anda tetap di sini ya.Jangan kemana-mana." Lusi segera pergi meninggalkan kamar untuk mengambil buah-buahan pesanan Eren.


Sedangkan Eren masih duduk manis di atas tempat tidur. "Zico, aku harap kau baik-baik saja."


...***...


Pagi itu Eren sudah mulai belajar berjalan. Karena sudah seminggu tidak menapakkan kakinya, wanita itu butuh bantuan Lusi ketika ingin berjalan.


"Lusi, aku sudah bisa jalan lagi." Eren terlihat kegirangan ketika kakinya bisa untuk melangkah lagi.


"Ini semua karena anda mau menuruti perintah dokter, Bos. Coba saja anda tidak sering memaksakan kaki anda untuk jalan, mungkin sejak kemarin anda sudah bisa jalan." Lusi masih berusaha memegang tubuh Eren agar tidak sampai terjatuh.


Eren terdiam memandang kolam renang yang ada di hadapannya. Bangunan di depannya memang berbentuk seperti kolam renang. Namun yang jadi pertanyaan Eren, kenapa tidak ada airnya? Tidak mungkin kolam itu ingin dibersihkan. Karena dilihat dari keadaannya saja Eren bisa mengetahui kalau kolam itu sengaja dikosongkan.


"Lusi, kenapa kolam renang ini tidak ada airnya?"

__ADS_1


Lusi juga memandang ke depan. Karena tidak tahu wanita itu hanya bisa menggeleng saja. "Mungkin Tuan Zico tidak suka ada kolam renang di rumahnya, Bos."


"Kenapa dia membangunnya jika tidak suka?"


"Bos, tadi hanya tebakan saya saja," sahut Lusi. Wanita itu memegang tangan Eren dan membawanya ke kursi yang tidak jauh dari posisi mereka berdiri.


Kebetulan saat itu ada pelayan yang lewat. Eren memanggil pelayan tersebut.


"Selamat pagi, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan wanita itu dengan penuh hormat.


"Apa kau tahu kenapa kolam ini tidak ada airnya?"


"Tuan Zico yang memintanya, Nona."


"Mungkin dia tidak sempat mandi di kolam renang hingga meminta orang untuk mengosongkan kolam ini. Tapi, sekarang aku sudah menjadi penghuni di rumah ini. Pemandangan rumah mewah ini menjadi jelek jika kolam renangnya kosong," gumam Eren di dalam hati.


"Anda memikirkan sesuatu, Bos?" tanya Lusi penasaran.


"Aku ingin kolam ini dibersihkan dan diisa air lagi," perintah Eren.


"Tapi, Nona-"


"Tidak ada tapi-tapian. Sekarang aku juga pemilik rumah ini. Kalian harus mengikuti perintahku!" ketus Eren kesal hingga akhirnya membuat pelayan itu menunduk pasrah.


"Baik, Nona. Saya permisi dulu."

__ADS_1


Setelah pelayan itu pergi, Lusi memandang ke arah Eren. "Anda ingin berenang, Bos?"


Eren mengangguk. "Kali ini aku pasti bisa mengalahkanmu!"


__ADS_2